Incest

cerita pendek korban perkosaan

Incest adalah cerita pendek korban perkosaan yang dialami oleh seorang gadis lalu dikucilkan di lingkungannya bahkan dia dan anaknya menerima perlakuan kasar sampai akhirnya ditolong oleh seorang bidan yang baru bertugas di desa tersebut. Bagaimana cerpen kehidupan ini berkisah ? yuk baca cerita pendek berikut.

Cerita pendek Incest

Baru saja Mita membuka apotik miliknya, seorang anak kecil berlari ke arahnya, tanpa alas kaki, rambutnya kumal tubuhnya kurus, pakaiannya kotor dan koyak.

“Mengapa kmu berlari, nak ?” tanya Mita dengan lembut.

“Tolong berikan aku obat panas untuk kakekku”. Kata anak itu tanpa menghiraukan Bidan Mita.

“Iya baiklah nak” Jawab Mita seraya mengambil sirup Paracetamol untuk orang dewasa dan memberinya pada anak tersebut.

“Apa lagi yang kamu butuhkan nak ?” tanya Mita kembali, tetapi ia terkejut karena anak itu tidak lagi ada di tempatnya. Mita penasaran dan keluar dari apotik untuk mencari anak tersebut tetapi ia tidak menemukannya. Dari kejauhan, di ujung jalan Mita melihat kerumunan orang banyak.

“Susi, coba kamu lihat apa yang terjadi di ujung jalan sana. Banyak sekali warga berkumpul”. Kata Mita kepada asisten rumah-tangganya dan melupakan anak yang pergi tanpa membayar tadi.

Beberapa saat kemudian Susi kembali. “Bu, anak itu…, anak itu.. dipukuli”.

“Ha, anak siapa ? anak siapa yang dipukuli.. ?”

“Anak yang tadi membeli obat dsini bu, dia…”. Belum selesai kalimat it diucapkan Susi, Mita sudah pergi ke arah kerumunan orang banyak itu. Warga setempat sedang memukuli anak itu sambil berteriak “pencuri, dasar pencuri, anak nakal, dasar anak haram..!”. Itulah makian para warga sambil melemparinya dengan sandal, topi, sapu bahkan dengn batu.

Anak itu hanya menangis sambil memeluk obat itu. “Hentikan ! jangan pukul dia..!” teriak Mita sambil menerobos kerumunan orang banyak itu. Semua warga berhenti mendengar teriakan Mita. Sesaat semua diam.

“Mengapa ibu bidan menghentikan kami, bukankah dia sudah mencuri obat dari apotik ibu?” kata seorang pemuda bernama Parmin (baca juga cerita pendek korban perkosaan Balas dendam akibat diperkosa mantan pacar).

“Ia tidak mencuri obat itu, saya memberikannya.”Jawab Mita tegas. “Tetapi mengapa ibu memberikannya ? ibu belum mengenalnya, ibu belum tau siapa dia. Dan kami tidak percaya kalau ia tidak mencuri, lebih baik kami bawa dia ke balai desa biar pak Kades yang mengurusnya”, kata pria itu lagi.

“Jangan, untuk apa dibesar-besarkan. Ini cuma obat. Saya dan suami saya sering memberi obat  gratis pada orang yang tidak mampu, lagipula dia ini masih anak-anak biarkan ia pergi.

“Maaf bu, anda baru disini, anda tidak tau siapa dia. Kalau ibu memberi obat kepada orang tidak mampu itu baik, tetapi anak ini tidak pantas menerimanya karena dia ini anak haram”, kata pria itu lagi seakan mewakili orang banyak.

“Maaf Pak, saya memang belum mengenal anak ini. Saya juga tidak tau mengapa ia disebut anak haram, tetapi siapapun anak ini saya ikhlas memberi obat itu sebagai hadiah. Dan satu lagi, bukan maksud saya menggurui tetapi jika benar anak ini anak haram karena dosa orangtuanya dan kalian menghukumnya atas dasar itu, ini tidaklah benar; jika kita hanya mengasihi orang yang baik apa istimewanya kebaikan kita itu orang jahat juga mampu melakukannya. Dan jika kita membalas kejahatan orangtua anak ini dengan menghukum anaknya, bukankah kita juga jahat ?” (simak trauma cerita pendek korban perkosaan Two People).

Semua orang yang ada disitu terdiam. Hening. Satu persatu mereka pergi hingga akhirnya tinggallah Mita dan anak tersebut. Tiba-tiba anak itu berlari meninggalkan Mita tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mita hanya memandangi punggung anak itu sampai tidak terlihat. Siapa anak itu ? Mengapa keadaannya sangat memprihatinkan ? Dan mengapa warga menyebutnya anak haram ?

Mita kembali ke rumahnya dengan sejuta pertanyaan dibenaknya.Kepada siapa aku harus bertanya tentang anak itu. Ini sungguh mengganggu pikiran. Oh, iya, Susi. Bukankah Susi itu anak  Pak RT  disini. Tentu dia tau dan mengenal anak tadi, pikir Mita.

“Begitulah ceritanya, bu.” Kata Susi mengakhiri ceritanya. Mita sangat terkejut mendengar cerita itu .Sangat memprihatinkan. Seorang ayah hidup kumpul kebo dengan anaknya sendiri hingga melahirkan seorang anak. Anaknya sudah sebesar itu tetapi dewan desa tidak ambil tindakan apapun. Ini kejahatan. Dan harus dihentikan. “Mengapa ayahmu sebagai RT  tidak mencoba memecahkn masalah ini, Susi ?” (baca cerpen tragis diperkosa ayah tiri)

“Sudah pernah dicoba bu, tetapi Pak Kades sendiri bilang kalau Pak Miswan itu tidak waras, lagipula semua sudah terjadi, jadi biarkan saja. Begitu kata Pak Kades” jawab Susi.

Mita tidak bisa berhenti memikirkan kejadian dan cerita yang ia dengar hari ini ,dan ia pun menceritakan semuanya kepada dokter Dedy, suaminya. Malam itu juga.

“Jangan terlalu cepat percaya dan bertindak  hanya dengan mendengar cerita sepihak, Ma”

“Maksudmu apa Mas ? Bukankah sudah jelas lelaki bernama Miswan itu menghamili anak gadisnya sendiri. Jika ini dibiarkan mereka akan tetap tinggal satu atap dan melakukan perzinahan tersebut, mas.”

Quotes motivasi kata bijak : Jangan menyimpulkan hanya dengan mendengar cerita dari satu sisi (satu pihak)

quotes motivasi kata bijak jangan hanya mendengar dari satu sisi
jangan hanya mendengar dari satu pihak

“Maksudku, itu kan masih katanya. Cerita hanya dari sepihak. Dan kita belum tau kebenarannya. Apa yang kita dengar dan lihat itu belum tentu sebenarnya. Jika kamu berniat meluruskan masalah ini, kamu tidak boleh buru-buru, selidikilah dengan seksama dan setelah jelas kita cari solusinya. Kalau ini benar maka harus diakhiri karena itu bukan saja melanggar hukum negara tetapi juga hukum Allah.” kata Dr.Dedy.

“Iya, mas. Sekarang aku tau harus berbuat apa.”

Tok..tok..tok… terdengar suara pintu diketuk. Mita membuka pintu.

“Maaf bu, mengganggu. Apa saya boleh bertemu dengan bu bidan ?”

“Iya,saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu ?”

“Maaf bu, saya ibu dari anak yang tadi pagi  ibu beri obat panas.”

“Ha..! Eh.. maksud saya, silakan masuk. Ada yang bisa saya bantu ?”. Tanya Mita setelah tamunya duduk. Mita sangat terkejut melihat wanita itu tiba-tiba datang.

“Bu, terima kasih untuk obatnya, dan untuk yang ibu lakukan pada anak saya. Saya minta maaf atas tindakan anak saya itu. Kami benar-benar sudah melarangnya kesini karena tidak memiliki uang, tetapi karena melihat panas kakeknya terus naik, ia tidak mendengarkan kami. Ryan juga  sudah menceritakan semua yang terjadi tadi pagi dan Alhamdullilah, kakeknya juga sudah sehat. Terimakasih banyak untuk semuanya bu. Dan bu, Insya-allah saya janji senin depan obatnya akan saya bayar . Oh ya bu, saya mohon terimalah ini sebagai ucapan terima kasih kami”, kata wanita itu sambil meletakkan barang bawaannya. Ada sapu lidi, tikar, pisang dan juga ubi. Mita dan suaminya terkesima mendengar ucapan wanita itu. Sangat sopan dan lembut juga terlihat jujur. Bagaimana bisa wanita polos seperti ini bisa melakukan dosa besar itu, pikir Mita.

“Saya permisi bu, maaf sudah mengganggu”, kata wanita itu lagi.

“Eh, tunggu sebentar. Maaf,ini semua tidak perlu, maksud saya tidak usah repot-repot, dan masalah obat itu saya ikhlas, kamu tidak perlu membayarnya.”

“Tidak bu, saya tidak repot,ini hanya hasil pekarangan rumah kami, sapu dan tikar ini saya sendiri yang membuatnya ,mari bu..” kata wanita itu lalu diapun pergi.

“Susi, apakah kamu tau banyak tentang wanita itu ?” tanya Mita kepada Susi yang datang membawakan minuman. “Kemana tamunya bu ?” Tanya Susi tidak menghiraukan pertanyaan Mita.

“Susi, ada apa ? Sepertinya kamu tidak suka saya bertanya tentang wanita itu. Dan kelihatannya dia masih muda, mungkin sebaya dengan kamu” kata mita. Susi hanya terdiam tampak memikirkan sesuatu. “Susi,ada apa ? katakanlah,kamu pasti menyembunyikan sesuatu”.

Quotes motivasi kata bijak : Apa yang terlihat dan terdengar belum tentu merupakan cerita sebenarnya

quotes motivasi kata mutiara apa yang terlihat dan terdengar belum tentu cerita sebenarnya
Pastikan dulu sebelum bertindak atau bicara

“I.. iya bu. Sebenarnya dia itu adalah teman SMA saya, namanya Rasi. Dia itu anak yang pintar dan baik. Setelah lulus SMA Rasi mendapat beasiswa untuk melanjut ke perguruan tinggi, namun sebelum masuk kuliah ia tiba-tiba hamil dan gagal kuliah. Kata warga ia dihamili ayahnya sendiri, itulah sebabnya tidak ada yang mau menerima mereka di desa ini” jawab Susi.

“Jika mereka begitu diasingkan di desa ini, bagaimana mereka bisa hidup. Apa pekerjaan mereka ?” Tanya Mita lagi.

“Hidup mereka memprihatinkan bu, mereka berkebun menanam berbagai macam sayuran, wirausaha kelinci, dan membuat beberapa macam kerajinan tangan seperti sapu, tikar, dan lain-lain. Tetapi tidak ada  warga yang mau membeli hasil jerih payah mereka sehingga terpaksa mereka jual ke desa lain”, kata Susi. Mita semakin bingung.Sebelumnya ia mendengar bahwa Pak Miswan itu tidak waras tetapi bagaimana mungkin orang yang tidak waras bisa melakukan pekerjaan seperti itu ?

Hari Senin tiba. Rasi ternyata datang ke rumah Mita untuk membayar obat sesuai yang ia janjikan. Mita juga semakin bingung karena ia datang lagi-lagi malam hari. “Maaf Rasi, kamu kesini selalu malam. Mengapa tidak siang saja ?” Tanya mita tidak bisa menahan rasa penasarannya.

“Maaf bu, jika saya siang hari kesini pasti akan ada yang melihat dan ibu bisa kena masalah karena saya” Jawabnya polos dan tanpa basa-basi ia pun membayar obat itu lalu pamit pulang. Entah mengapa, Mita merasa Rasi adalah anak yang baik,sopan, dan jujur. Bagaimana bisa anak seperti itu melakukan dosa besar demikian ? Apakah mungkin suaminya benar bahwa apa yang  didengar serta  dilihat belum tentu sebenarnya ? pikir Mita semakin bingung. Karena tidak bisa menahan rasa penasarannya, akhirnya Mita memutuskan untuk pergi mengikuti Rasi ke rumahnya tanpa sepengetahuan Rasi dan ia mengajak Susi ikut bersamanya.

“Ayah, aku sangat bahagia karena sekarang  ada orang di desa ini mau bicara denganku. Ia baik sekali. Meski sudah mendengar cerita buruk tentang kita tetapi sikapnya sangat baik ,yah.” Mita dan Susi mendengar percakapan itu dari balik pintu gubuk yang terbuat dari bambu itu.

“Siapa maksudmu, nak ?”

“Ibu bidan. Istri pak dokter yang baru tugas di desa kita, yah.”

“Bagaimana kamu tau kl mereka sudah mendengar hal buruk tentang kita, nak ? apakah mereka mengatakan sesuatu padamu ?”

“Tidak, yah. mereka memang tidak mengatakan apapun tetapi aku yakin mereka pasti sudah mendengar berita itu. Ayah ingat, setiap orang yang datang ke desa ini selalu ditemui dan dipengaruhi untuk tidak bicara dengan kita oleh pak kades dan Parmin untuk melindungi adek mereka si Parman yang bejat itu. Tetapi keyakinanku benar yah, tidak semua orang yang datang ke desa ini mau dibodohi oleh mereka”

“Iya, nak. Kamu mungkin benar. Tetapi jangan terlalu berharap ada orang yang coba mengerti kita dan derita kita. Mungkin dokter dan keluarganya itu belum mendengar cerita itu. Pak Kades yang jahat itu sedang keluar kota, artinya dokter itu mungkin belum mendengar berita itu”. Mita dan Susi yang mendengar percakapan itu terkejut. Pak Kades yang jahat?  Ingin melindungi adiknya yang bejat ? Apa artinya semua ini ?

Cerita pendek korban perkosaan

Akhirnya Mita dan Susi pun menceritakan semua yang mereka dengar kepada ayah Susi selaku RT di desa itu. Kebetulan Pak Kades sedang tidak ada di tempat, maka mereka bertigapun pergi ke rumah Pak Miswan untuk meminta keterangan dan cerita yang sebenarnya. Meskipun terkejut, Rasi dan Pak Miswan senang mereka datang sebab sudah 7 tahun mereka tidak bicara pada siapapun. Pak RT mulai mempertanyakan cerita yang sudah 7 tahun tersebar itu. Dan Pak Miswan pun menceritakan kejadian 7 tahun lalu (baca : cerpen diperkosa pacar lalu ditinggalkan).

Adik bungsu Kades si Parman sangat mencintai Rasi tetapi Rasi menolaknya sehingga ia tega memperkosa Rasi. Ketika Pak Miswan da Rasi ingin melaporkan kebejatan si Parman tiba-tiba kembaran Parman si Parmin dan kades datang dan meminta agar tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun. Bahkan mereka sempat mengancam dan memberi sejumlah uang untuk menggugurkan kandungan Rasi tetapi Rasi menolaknya.

Quotes kata bijak dari hadits : Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan

gambar status foto profil fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan
Jagalah lidahmu

“Hinanya lagi, saat kami diam dan teraniaya kami malah difitnah oleh kembarannya Parman,si Parmin. Setiap warga yang lama maupun baru datang selalu saja dihasut  dan menabur kebencian terhadap kami dengan mengarang cerita yang tidak masuk akal itu. Itu semua mereka lakukan agar kami tidak bisa bicara pada siapapun.”

“Mengapa ditutup-tutupi kebenaran itu, Pak ?” Tanya Mita.

“Siapa yang percaya pada kami bu, kami ini orang kecil dan tidak berpendidikan. Kami bahkan tidak boleh bertemu siapapun apalagi bicara” Jawab Pak Miswan sambil menitikkan airmata (baca cerita pendek korban perkosaan paling banyak dibaca pemirsa, saat aku ternoda).

Akhirnya dengan bantuan Pak RT dan Mita, Pak Miswan melaporkan kejahatan Si Parman ke kepolisian dan keterlibatan Kades dan Parmin menyembunyikn kejahatan adiknya si Parman. Untuk membuktikan semua kebenaran itu, maka tes DNA pun dilakukan hingga didapatlah kebenaran bahwa anak itu adalah anak Parman.

Dibagikan

Artikel terkait