Kamu Perlu Tahu, Inilah Hak-Hak Pekerja Wanita Yang Dilindungi Undang-Undang

Hak-Hak Pekerja Wanita Yang Dilindungi Oleh Undang-Undang

Bisfren – Sahabat Usaha. Kalau kamu adalah seorang wanita pekerja, sebaiknya mengetahui apa hak-hak pekerja wanita yang dilindungi undang-undang – karena meskipun setiap orang memiliki hak dan kesempatan sama dalam hal kesempatan, gaji dan tanggungan – pekerja wanita membutuhkan beberapa pengecualian karena faktor fisik sehingga diberikan beberapa hak tambahan yang diatur dalam undang-undang.

Hak-Hak Pekerja Wanita Yang Dilindungi Undang-Undang

Meskipun wanita memiliki beberapa hak yang dilindungi oleh undang-undang, bukan berarti kemudian kewajiban mereka lebih sedikit atau lebih banyak dari pegawai laki-laki. Hak-hak khusus ini muncul sebagai kebutuhan fisik wanita yang perlu diakomodasi di lingkungan kerja.

Hak pekerja wanita inipun bukan hanya diatur dalam undang-undang negara Indonesia, melainkan juga dilindungi oleh konvensi dan organisasi Internasional. Itu sebabnya sebagai pekerja wanita, kamu harus mengetahui agar bisa membantu rekan sesama pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan adil bagi pekerja wanita. Sebaiknya dibaca : Profesi pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan di Indonesia.

[irp posts=”3745" name=”Mengapa Harus Menyerah Dan Kalah Kalau Kamu Sudah Sejauh Ini ?”]

Adapun hak-hak pekerja wanita yang dilindungi undang-undang adalah sebagai berikut :

Peraturan lembur bagi setiap pekerja wanita

Lembur (@CorporateComplianceInsight)

Undang-Undang No. 13 tahun 2003 mengatakan bahwa pegawai wanita yang berumur kurang dari 18 tahun dilarang dipekerjakan antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00.

Perusahaan juga dilarang mempekerjakan pekerja wanita antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00 apabila pegawau wanita tersebut sedang hamil dan menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungan maupun diri sendiri apabila bekerja pada waktu tersebut. Baca juga : Hebatnya para night owl alias orang yang kerja atau usaha sampingan malam hari

Apabila diharuskan untuk lembur, pekerja wanita yang bekerja antara pukul 23.00 sampai 07.00 berhak mendapatkan makanan dan minuman bergizi dan mendapat jaminan agar kesusilaan dan keamanan terjaga selama di tempat kerja.

[i[irp posts=”4382" name=”Sebelum Kamu Dibilang Kurang Romantis, Baca Cara Agar Hubungan Tetap Romantis”]p>

Pihak perusahaan diwajibkan menyediakan angkutan untuk mengantar dan menjemput pegawai wanita yang berangkat dan pulang bekerja apabila mereka harus lembur antara pukul 23.00 sampai pukul 05.00.

Pemutusan hubungan kerja bagi pegawai wanita dengan alasan khusus

Pekerja wanita terkena PHK (@HrAdvance)

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Permen 03/Men/1989, diatur larangan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja wanita dengan alasan menikah, sedang hamil, atau melahirkan. [Bac[Baca juga : Yang harus diketahui oleh fresh graduate saat melamar kerja agar menarik perusahaan yang membuka lowongan kerja]

Setiap pekerja wanita memiliki hak untuk mendapat cuti haid hari pertama dan kedua
Hak pegawai wanita untuk mendapat izin cuti haid hari pertama dan kedua ini diatur dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 81.

Setiap pekerja wanita memiliki hak cuti kehamilan dan persalinan

Hamil (@Cafemom)

Setiap pegawai wanita atau pekerja wanita diperkenankan untuk mendapat cuti selama 1.5 bulan sebelum dia melahirkan dan 1.5 bulan setelah dia melahirkan. Hal ini diatur dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003, pasal 82.

Untuk mendapatkan hak ini, pegawai wanita dianjurkan mengajukan permohonan cuti kepada manajemen perusahaan khususnya bagian HRD secara lisan maupun secara tertulis.

Terkait izin cuti hamil dan melahirkan ini, kebanyakan karyawan wanita lebih menyukai untuk mengambil cuti beberapa hari sebelum melahirkan agar masa cuti setelah melahirkan bisa lebih perpanjang. [Bac[Baca juga : curahan hati suamiku selingkuh diatas ranjangku.]

Untuk masalah kehamilan dan persalinan, terdapat hak-hak lain yang diberikan kepada pegawai wanita, yaitu :

  • Undang-undang No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993 yang mengatur bahwa pengusaha yang mempekerjakan lebih dari 10 tenaga kerja atau membayar upah paling sedikit Rp 1.000.000 sebulan wajib mengikutsertakan tenaga kerja dalam program jaminan sosial tenaga kerja, termasuk biaya pemeriksaan kehamilan serta persalinan. Biaya tersebut diberikan maksimal untuk persalinan ketiga dan besar nominalnya maksimal Rp 500.000 untuk proses persalinan normal.
  • Pasal 83 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 mengatur bahwa pekerja wanita yang masih menyusui harus diberi kesempatan, minimal diberi waktu untuk memerah ASI pada waktu jam kerja.
  • Pasal 10 Konvensi ILO No. 183 Tahun 2000 yang mengatur pekerja wanita menyusui memiliki hak untuk satu atau lebih jeda di antara waktu kerja atau pengurangan jam kerja setiap harinya untuk menyusui bayinya atau memerah ASI.
  • Konvensi ILO No. 183 / 2000 pasal 3 yang mengatur pekerja wanita hamil dan menyusui tidak harus melakukan pekerjaan yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan jika pekerjaan tersebut berisiko merugikan kesehatan ibu dan anak.

Hak pegawai wanita setelah cuti melahirkan

Wanita menyusui (@MiamiHerald)

Konvensi ILO No. 183 / 2000 pasal 8, melarang diskriminasi terhadap pegawai wanita setelah cuti melahirkan. Pekerja wanita berhak menduduki kembali posisinya dan mendapatkan upah yang sama dengan upah ketika sebelum cuti melahirkan. Apabila jenuh menjadi pegawai, sebaiknya baca peluang usaha modal kecil yang bisa dijadikan bisnis sampingan.

[irp[irp posts=”3988" name=”Curahan Hati : Suamiku Selingkuh Diatas Ranjangku”]

Setiap pekerja wanita memiliki hak cuti Keguguran

Wanita keguguran (@LiveScience)

Pada pasal 82 ayat 2 Undang-undang No. 13 Tahun 2003 diatur bahwa pegawai wanita yang hamil dan mengalami keguguran mendapat hak cuti istirahat selama 1.5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.(fr)


Apabila kamu merasa artikel ini bermanfaat bagi kamu atau teman kamu, bantu kami membagikan melalui facebook, twitter, google+ dan pinterest kamu dengan mengklik ikon bagikan dibawah artikel ini.

Save

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait