Jangan GeEr

catatan pribadi motivasi diri

Jangan Ge Er merupakan catatan pribadi motivasi diri yang ditulis oleh penulis remaja sebagai instrospeksi bagi dirinya sendiri dan sobat sekalian. Simak selengkapnya :

Catatan Pribadi Motivasi Diri – Jangan GR

Siapa yang tidak akan terpesona dengan laki-laki yang berkulit hitam namun manis di lihat, berkacamata, dekat dengan sang pencipta, dan dia memiliki jiwa humor yang tinggi, dan tentu memiliki keahlian design grafis.

Teman-temannya begitu sibuk membicarakan laki-laki manis itu disegala tempat, entah sedang berlangsung saat makan bersama, di kamar saat bersantai ria, bahkan sepanjang jalan sudut-sudut ruang hotel dimana mereka sedang melangsungkan pelatihan. Nama itu selalu berhasil menjadi topik utama dalam setiap perbincangan.

Namun tidak untuknya, meski teman-temannya selalu bicara hal positif yang ada pada dirinya, dia hanya menilai hal itu biasa-biasa saja.

“Dan belum tentu apa yang kau anggap biasa-biasa saja siapa tau dikemudian hari kamu memiliki penilaian yang sama. Sama-sama menyukainya atau bahkan sampai jatuh hati padanya”

Perkataan itu benar, selang 3 hari setelah pelatihan ternyata dia diam-diam memantau akun instagram seseorang yang lebih dulu meng-follow akunya. Waktu itu hanya sebatas kepo, rasa ingin tahunya untuk memastikan bahwa perkataan teman-temannya itu benar, tak melebih-lebihkan

Hingga dia menemukan nomor handphone miliknya di akun bisnis designya itu. Dia hanya menyimpannya saja tanpa tahu akan digunakan untuk apa. Lalu ternyata saat dia asik memantau akun tersebut ada pesan baru yang masuk ke sosmed whatsappnya dan ternyata pesan itu darinya. Betapa terkejutnya dia dan seketika jadi panik bercampur bahagia. Padahal diawal dia mengatakan laki-laki itu biasa aja dalam pandangannya.

“Assalamu’alaikum.” Pesan pertama yang dia terima.

“Wa’alaikumsalam.” Jawabnya.

“Afwan, salam ukhuwah Nadia.”

Sontak dia merasa senang. Namun pura-pura mengendalikan hatinya seolah tidak mengetahui siapa yang mengiriminya pesan itu yang sedari tadi senyam-senyum saja.

Akhirnya chatingan tersebut berlanjut sampai 3 hari bahkan hingga seminggu. Saling meminta maaf atas keusilan yang dilakukan selama pelatihan kemarin, saling bertanya-tanya tentang dimana sekolahnya, menanyakan kesukaan dan hobi, serta pakaian yang digunakan saat pelatihan. Selain itu pula saling memberi info tentang seminar yang akan diadakan, saling memberi dukungan padanya yang sedang menyusun tugas akhir perkuliahan, serta sharing tentang komunitas. Percakapan itu berjalan baik dan akrab, padahal baru sama-sama kenal.

Bukan hanya di Whatsapp saja, di instagrampun saling memberikan tanda “suka” pada setiap pict yang di publish.

Entah dia merasa senang apa karena dia yang mendapat pesan dari laki-laki manis tersebut sedangkan teman-temannya tidak atau justru karena ingin menunjukkan pada teman-temannya saja ini loh orang yang kemarin kalian bicarakan ternyata sedang chattingan dengannya.

Tanpa disadari, dia salting sendiri, selalu bingung untuk menjawab setiap kali ada pesan yang masuk di sosmed whatsappnya, selalu saja memperhatikan pemberitahuan gambar-gambar apa saja yang dia beri tanda “love”, memerhatikan akunya lamat-lamat bahkan sampai orang yang berkomentar di postingannya diapun mencari tahu.

Wanita mudah sekali menangkap setiap apapun perhatian yang dilakukan oleh lawan jenisnyanya lalu menyimpulkan sesuatu hal yang belum tentu sama dengan pikirannya. Itulah mangkanya wanita lebih banyak menggunakan rasa sedang laki-laki dengan logika.

Minggu terus berlalu. Pada akhirnya dia menyadari justru dialah yang ternyata melebih-lebihkan apa yang sedang dia rasakan. Apakah dia menyukainya? Mungkin saja ia. Atau hanya kagum saja dengan perangainya. Bahwa mungkin saja dia memang berlaku baik pada siapapun. Bisa menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang yang pernah ditemuinya bahkan pada orang yang baru dikenalnya. Siapa tau pula dia hanya ingin memperbanyak teman-temannya agar semakin banyak relasi yang bisa dikembangkan untuk kedepannya. Entahlah dia hanya bisa menerka, yang jelas dia menyadari bahwa yang menurutnya tidak biasa bisa jadi menurut orang lain biasa saja.

“Maka jangan ke-GRan” gumamnya dalam hati.

Akhirnya diapun menyadari. Bahwa dia hanya sebatas mengaguminya saja tak sampai jatuh hati.

Bogor, 18 Maret 2017

Siti Aisyah


Terima kasih telah membaca catatan pribadi motivasi diri. Semoga tulisan jangan geer diatas dapat bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian untuk menginspirasi dan memotivasi semangat dalam menjalin hubungan. Salam sukses.

Dibagikan

Aisya Zaira

Penulis :

Artikel terkait