Jasa Para Penghulu Nikah Sirri – Apakah Orang Tua Kami Anak Haram ?

Jasa penghulu nikah sirri

Penghulu Nikah Sirri. Dua hari terakhir ini ramai lagi perbincangan masalah nikah syar’i a atau sering disebut dengan pernikahan siri. Pasalnya biasa, ada pengelola website berita ternama detik.com memuat berita berbau Click Bait dengan tujuan menaikan jumlah pengunjung sekaligus menggulirkan bola salju. Jadi Bisfren juga tidak mau ketinggalan untuk ikut serta meramaikannya tentu saja dengan artikel bermutu bukan sekedar menggalang isyu. Akan tetapi mohon dicatat bahwa artikel saya tidak bermaksud masuk terlalu dalam pada masalah hukum maupun dalil agama, sebagian adalah rangkuman dan kesimpulan jadi sekiranya ada kesalahan, silahkan tulis dalam komentar agar dapat diperbaiki bila dianggap perlu.

Apa Yang Dimaksud Dengan Pernikahan Sirri

Menurut beberapa ahli yang kami tanyakan, kata siri diambil dari kata “sirr”. Kata dari bahasa Arab tersebut berarti rahasia, diam-diam, tersembunyi, atau disembunyikan. Jadi nikah siri sebagaimana disebut orang dimaksudkan untuk memberi istilah pada pernikahan yang dilakukan secara diam-diam, alias tidak diketahui oleh orang lain.

Akan tetapi ternyata dalam pernikahan siri sesuai syariat Islam, kata tersebut tidak tepat. Karena prosesi pernikahan dalam Islam setidaknya ada tiga orang yang melihat terjadinya peristiwa tersebut. Sehingga bisa dikatakan, dalam Islam tidak ada pernikahan rahasia, yang ada adalah Nikah Syar’i atau menikah sesuai Syariat Islam.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan istilah nikah siri muncul di Indonesia. Akan tetapi sebenarnya praktik menikah “mirip dengan” pernikahan sirri sudah ada sejak jaman dahulu. Akan kita akan masuk lebih lanjut pada bagian tersebut, setelah membahas tentang bagaimana prosesi nikah siri itu sebenarnya.

Prosesi Menikah Sesuai Syariat Islam

Sesuai syariat Islam, untuk melangsungkan pernikahan setidaknya harus “dihadiri” : 1) Wali yang menikahkan, 2) Mempelai akan dinikahkan (setidaknya mempelai pria) 3) Dua orang saksi lelaki dewasa berakal (tidak gila). Adapun syarat sah sebuah pernikahan dalam Islam adalah : 1) Ada Mempelai 2) Ada Wali 3) Ada Saksi 4) Ada Ijab Qobul dan 5) Ada Mahar (mas kawin). Apabila memenuhi syarat-syarat tersebut, maka sebuah pernikahan dianggap sah secara agama Islam.

Jika demikian, mengapa sebuah pernikahan sesuai syariat Islam ada yang disebut sebagai nikah sirri dan ada yang tidak rahasia ? ternyata kata “sirri” atau rahasia tersebut muncul bukan karena “tidak ada orang menyaksikan” melainkan karena sang mempelai tidak ingin pernikahannya diketahui oleh orang tertentu dengan berbagai alasan. Misalnya :

  • Pernikahan seorang lelaki sudah beristri dengan wanita lain
  • Lelaki duda menikah dengan wanita janda sudah memiliki anak namun mereka mempertimbangkan aspek psikologis anak
  • Pernikahan lelaki duda dengan wanita gadis namun anak-anaknya tidak setuju
  • Wanita janda terkendala menikah lagi karena surat cerainya digantung oleh mantan suami

Yang kedua, sebagaimana disampaikan oleh seorang penyedia jasa penghulu nikah siri, pernikahan diistilahkan sebagai nikah siri apabila, kedua mempelai tidak mencatatkan pernikahannya ke Kantor Urusan Agama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi menurut beliau, tidak ada pernikahan yang rahasia. Perbedaan nikah siri dengan nikah resmi adalah nikah siri tidak bisa dicatatkan ke KUA karena tidak dihadiri oleh pejabat KUA.

Jadi pernikahan sirri bukanlah benar-benar menikah rahasia melainkan menikah tanpa ingin diketahui oleh pihak-pihak tertentu  dan tidak dicatatkan ke KUA.

Apakah Nikah Siri Sah Dan Halal Menurut Ajaran Islam 

Menjawab pertanyaan tersebut, kami mendapati kenyataan bahwa, menurut penghulu nikah sirri, sebelum berdirinya negara-negara, pernikahan umat Islam dilakukan sesusai syariat sesuai ketetapan Allah SWT melalui Rosulnya. Jadi pernikahan dalam Islam sah menurut agama Islam apabila seluruh rukun dan syaratnya terpenuhi tanpa ada embel-embel harus dicatat oleh negara, tanpa ada tambahan harus dihadiri petugas KUA.

Jadi, menurut beliau, selama dilaksanakan sesuai syariat Islam, memenuhi syarat serta rukunnya, sebuah pernikahan dikatakan sah secara agama sekalipun tidak disaksikan oleh pejabat KUA maupun dicatat oleh negara.

Kalau Nikah Siri Tidak Sah, Orang Tua Kami Anak Halal Atau Anak Haram ?

Sebuah pertanyaan cukup mengelitik dimana ketika kita dihadapkan pada pernyataan orang yang ingin mengharamkan nikah sirri. Kalau menikah sirri tidak sah karena tidak dihadiri petugas KUA. Apakah Bapak Ibu kita adalah hasil anak haram karena pernikahan kakek dengan nenek (orang tua mereka) dilakukan tanpa dicatat oleh KUA pada jaman Belanda.

Pernikahan pada jaman dahulu tidak dicatat oleh negara. Mereka umumnya melakukan secara syariat disaksikan oleh keluarga, dinikahkan oleh orang tua sang mempelai wanita atau dipercayakan pada pemuka agama. Setelah pemerintah Belanda membuat aturan bahwa pernikahan harus dicatat, maka pernikahan didaftarkan, tetapi bisa dihadiri atau tidak dihadiri oleh petugas pencatat. Dengan kata lain pasangan bisa mendaftarkan pernikahannya setelah pernikahan berlangsung.

Peraturan dibuat oleh pemerintah untuk menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban setiap orang serta untuk kebutuhan admistratif negara. Jadi itu juga penting. Tidak boleh semerta-merta diabaikan. Semua warga negara harus tunduk pada aturan tersebut. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi sah atau tidaknya sesuai syariat, melainkan sah atau tidaknya sesuai hukum.

Semua warga negara harus tunduk pada aturan negara, termasuk dalam hal pernikahan

Akan tetapi pertanyaannya adalah, apakah setelah dibuat aturan tidak ada penyimpangan serta tidak ada yang merasa dirugikan dari sebuah pernikahan yang gagal ? sebenarnya semua sama saja, berjalan sesuai kehendak takdir Allah SWT untuk menjadi ujian bagi seseorang.

Karena menikah adalah ibadah, tidaklah dia menjadi haram jika syarat tambahan buatan manusia tidak terpenuhi

Menurut beberapa penghulu nikah sirri serta beberapa ustad di lingkungan yang kami hubungi, mereka menyatakan bahwa karena menikah adalah prosesi ibadah yang diatur dalam agama, maka untuk menjadi sah aturannya harus mengikuti aturan agama.

Akan tetapi perlu diperhatikan juga bahwa aturan pemerintah dibuat oleh para ulama di suatu negara untuk melindungi semua orang. Jadi yang paling baik dalam urusan pernikahan adalah, mengikuti peraturan pemerintah yaitu dihadiri dan dicatat oleh pejabat KUA Departemen Agama Republik Indonesia.

Pernikahan terbaik adalah sesuai syariat dan disaksikan pejabat KUA serta dicatat oleh negara

Ada kalimat menarik dari laman penyedia jasa penghulu nikah sirri, yaitu “Sebaik-baiknya pernikahan adalah yang sesuai syariat Islam dan disaksikan oleh pejabat KUA”. Menurut kami hal tersebut menunjukan kepedulian penghulu akan pentingnya masalah administasi negara. Akan tetapi ketika karena sesuatu hal seseorang terkendala untuk menikah resmi, maka menikah secara syariat merupakan pilihan yang bisa diambilnya.

Penghulu Nikah Sirri Tidak Menerbitkan Buku Nikah KUA

Perlu diingat bahwa menikah siri tidak akan mendapat buku nikah KUA. Penghulu nikah berpesan apaila ada yang menawarkan buku nikah KUA secara tidak resmi sebaiknya berhati-hati. Karena buku nikah KUA adalah dokumen yang diterbitkan oleh negara. Memiliki dokumen palsu bisa menimbulkan masalah kelak dikemudian hari.

Demikian artikel kami, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan ataupun dalam menyimpulkan. Semoga bermanfaat.

 

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait

9 Comments

  1. Nikah siri nggak banget deh. Mendingan ngejomblo daripada dijadiin simpenan, Tau gak ? yang namanya simpanan, pasti diambil lagi.

    1. Kadang keadaan memaksa mbak. Cari kerja susah. Ada yang single gak jelas penghasilannya. Ada yang mapan, pasti sudah punya orang.