Jodohku Bukan Dia Yang Ku Cinta

cerita sedih penghianatan cinta

Jodohku bukan dia yang ku cinta adalah sebuah cerita sedih penghianatan cinta yang berkali-kali dialami oleh seorang gadis. Setelah dipermainkan mantan pacar, dapat pacar baru dihianati juga. Mungkin memang nasib atau takdir berbicara. Simak pada cerpen berikut.

Cerita Sedih Penghianatan Cinta – Jodohku Bukan Dia Yang Ku Cinta

Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi dan sudah waktunya untuk mengambil absen kerja, tapi diriku masih asyik tiduran di tempat tidur empuk sambil BBM-an dengan teman-temanku. Malas sekali rasanya bekerja hari ini karena begitu banyak masalah datang dalam hidupku. Hubunganku dengan kekasihku baru saja berakhir, itu semua disebabkan oleh seseorang yang sudah ku anggap seperti adikku sendiri, mungkin bahkan lebih. Tapi nyatanya ? dia menjelek-jelekkan ku pada pacarku sampai aku diputusin.

Teman seperti apa dia ? apa dia benar-benar tidak punya perasaan, selama ini tidak pernah ku perlakukan seseorang seperti adikku, tapi dia ? Semua kebutuhannya ku penuhi, tapi apa balasannya buatku ? Rasanya ingin balas dendam, membongkar semua rahasia pernah diceritakannya padaku. Tapi diriku bukan orang seperti itu. Benar-benar tak kusangka ini balasan darinya padaku.

Malas rasanya bagiku untuk bangun dari tempat tidur, tapi apa boleh buat, aku harus segera ambil absen kerja. Dengan kondisi masih uring-uringan segera bangun dari tempat tidur. Ku lihat di depan cermin, mataku masih bengkak karena menangis semalaman. Malu rasanya untuk pergi kerja dengan mata bengkak begini, tapi kalau tidak kerja mau makan pake apa ? belum lagi bayar uang kost. Akhirnya ku ambil handuk dan segera ke kamar mandi.

Selesai mandi langsung berpakaian lalu dandan. Dandananku sederhana saja, tidak memakai blush on, eye shadow atau sejenisnya seperti teman-teman ditempat kerja. Cukup memakai sedikit bedak dan eye liner, itupun tidak terlalu tebal. Untuk bibir tidak perlu memakai lipstick tebal toh. Bibirku sudah merah, paling hanya menggunakan sedikit lipglows untuk melembabkan bibir.

Mau berangkat baru ingat, ternyata motor lagi dipinjam

Selesai berdandan segera ku ambil kunci motorku. Tapi… oh tidak ! Dimana ku taruh kunci motorku ? Diriku memang sering pelupa. 3 menit ku cari kunci motorku dalam kamar tapi sama sekali tidak kutemukan. Astaga ! Baru kuingat kalau motorku di pinjam oleh kakak ipar ku tadi malam. Oh my god!!! Aku terpaksa harus jalan ketempat kerja, untung saja tempat kerjaku tidak terlalu jauh dari kos-an aku. paling membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk aku sampai di tempat kerja.

Aku pun tiba di tempat kerjaku, sebenarnya sudah telat untuk ambil absen, tapi peduli amat ! Untung saja bos tidak ada disana, sehingga bisa santai-santai. Rasanya ingin pulang ke kos-an, tapi mengingat harus berjalan rasanya malas juga. Ku cari teman-temanku, dimana mereka ? Kenapa dari tadi mataku tidak melihat mereka satu pun. Ku susuri seluruh tempat kerjaku dan ku lihat salah seorang temanku sedang menyusun produknya. Aku hampiri, tapi dia terlihat heran ketika melihatku ? Ada apa denganku ? Apa mungkin mata masih terlihat bengkak ?.

Ya, memang karena itulah temanku heran. Karena bos temanku tidak ada disana, akupun diminta untuk bercerita. Ku ceritakan semua masalah yang terjadi padaku tapi temanku selalu bilang “sudahlah !!! Tidak usah terlalu dipikirin, toh cowok nggak cuma dia aja” temanku ada benarnya juga ! Buat apa mikirin cowok kalau tidak menyayangiku lagi, belum tentu juga dia mikirin aku.

Karena curahan hati, malah dikenalkan pada teman baru

Suatu hari aku dikenalkan oleh temanku pada seorang cowok bernama Yoga, entah kenapa pertama melihatnya hatiku langsung tertarik, tapi nggak mungkin juga aku duluan mengungkapkan rasa itu. Hampir tiap hari kami bertemu. Meskipun belum resmi pacaran, karena kehadiran Yoga diriku sudah mulai melupakan kenangan buruk pernah terjadi. Hatiku sangat berharap suatu ketika Yoga mengungkap perasaannya padaku, tapi tidak tahu kapan akan terjadi.

Keinginanku pun terwujud, Dua minggu kemudian Yoga mengungkapkan perasaannya padaku. Pucuk dicinta ulam tiba. Dengan senang hati akupun menerima cintanya, karena memang itulah harapan hatiku. Kami menjalani hari-hari dengan penuh kebahagiaan. “tidak ada lagi yang kupikirkan saat ini selain kerja dan kamu Vit” kata-kata bijak tersebut seringkali diucapkan Yoga padaku.

Yoga menginginkan hubungan lebih serius, menuju pernikahan

Tiga bulan menjalin hubungan denganku, Yoga mulai menunjukkan keseriusannya. Dia memperkenalkanku pada kedua orang tuanya. Yoga juga ingin menemui kedua orang-tuaku untuk melamar. Tapi diriku belum bisa memastikan kapan waktunya karena papa belum pulang dari Medan. Tapi mama sudah aku kasih tahu tentang hubunganku dengan Yoga bahwa kami akan segera menikah.

Mamaku sebenarnya masih ragu pada keputusanku untuk menikah, karena sudah sering kali merencanakan hal begini sebelumnya, tapi selalu gagal ! Aku berharap kali ini rencana pernikahanku tidak gagal lagi, karena hatiku begitu mencintai Yoga, begitupun Yoga. Dia juga sangat mencintaiku. Aku berjanji tak akan membuka hatiku untuk orang lain.  Karena hanya Yoga ada dalam pikiran juga perasaanku saat ini. Akupun juga sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan kami nanti, mulai dari tempat tidur, gaun pengantin semuanya sudah kupesan.

Yoga segalanya dan takkan pernah tergantikan. Kata-kata itu sering kali ku ucapkan pada teman-temanku. Namun anehnya, kenapa temanku malah mengejek ? Terutama Siska. Sudahlah ! Aku tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Toh, yang penting kami saling mencintai.

Tiba-tiba mantan pacar menyesali perbuatannya dengan datang ke kost

Suatu hari, ketika pulang kerja, aku kaget melihat mantan pacar berdiri di depan kosku. Aku tidak memperdulikannya. Tapi ketika hendak masuk ke kos dia menahan lalu meminta maaf padaku. Dia menyesali semua yang telah dilakukannya padaku “nggak ada yang perlu disesali, semua sudah berlalu, jadi biarlah berlalu ! Aku sudah memaafkan abang, tapi untuk kembali aku nggak bisa ! Bentar lagi aku akan menikah bang” ucapku sambil meninggalkannya.

Hatiku benar-benar bahagia setelah mantan pacar menyesali semua yang telah dilakukannya padaku. Maaf !!! Kata paling mudah untuk diucapkan, dan kata itu telah ku dengar dari mulut Alex. Tapi diriku tidak akan membuka hatiku lagi untuknya. Aku sudah berjanji hanya Yoga ada dalam hatiku. Alex hanyalah masa lalu bagiku, sementara Yoga ? Dia adalah masa depan untukku.

Tiba-tiba Yoga berubah 180 derajat, dia tidak mau datang ke rumah

Nggak terasa sudah 6 bulan diriku menjalin hubungan bersama Yoga. Papaku juga sudah pulang dari Medan. Aku berencana mengajak Yoga datang ke rumah. Tapi aneh, Yoga selalu menolak setiap kali ku ajak dia datang kerumah. Alasannya selalu saja sibuk kerja. Kami juga jarang bertemu. Aku tidak tahu kenapa. Tapi ya, aku berfikir positif saja. Mungkin saja dia memang sibuk kerja.

Hari demi hari Yoga semakin berubah, kalau bukan diriku menghubunginya terlebih dahulu dia tidak akan pernah menghubungiku. Cara bicaranya juga sudah berbeda, tidak seperti biasanya. Dia terlihat cuek dan acuh tak acuh padaku. Aku sendiri juga heran. Apa sebenarnya telah terjadi pada Yoga. Tuhan, apakah tanda hubungan diambang kehancuran ? Tidak !!! Aku nggak boleh berfikir seperti itu. Cepat atau lambat pasti diriku akan menikah dengan Yoga.

Seminggu lamanya kami tidak bertemu. Hari itu Yoga ingin mengajak ku jalan setelah pulang kerja. Begitu pulang kerja aku langsung mandi, lalu bersiap-siap. Semua baju di lemari sudah ku keluarkan dan ku coba satu per satu. Memilih baju saja menghabiskan waktu 1 jam bagiku. Setelah berpakaian aku langsung dandan.

Udah dandan cantik, tiba-tiba dibatalkan

Usai berdandan lalu memilih sepatu, kemudian aku menelpon Yoga, Yoga menyuruhku menunggu ! Sebenarnya hatiku paling benci menunggu, tapi karena cintaku padanya akupun rela menunggu. Akan tetapi setelah satu jam menunggu dia memberi kabar tidak bisa datang. Dia memberi alasan tidak ada orang di rumahnya. Hatiku sangat kecewa. Telpon langsung ku matikan. Tak terasa air mata menetes, kenapa Yoga begitu tega mengingkari janji.

Mataku nggak bisa tidur, sebenarnya diriku masih menunggu telpon dari Yoga,tapi sampai jam 12 malam dia tidak juga menghubungiku. Akhirnya ku putuskan untuk menghubunginya, hatiku bertambah kecewa saat mengetahui ternyata dia bersama teman-temannya di diskotik. Saking kesalnya aku membanting handphone ke lantai.

Kuputuskan untuk pulang ke Bogor, rumah mama

Aku benar-benar kecewa pada Yoga. Lagi-lagi air mataku menetes tiada henti. Malam itu juga ku putuskan untuk pulang ke rumah mama di Bogor. Ini pertama kalinya diriku pulang larut malam. Peduli amat !!! Daripada terus meratapi Yoga dalam kesendirian, lebih baik pulang saja ke rumah.

Begitu tiba di rumah semua orang sudah pada tidur. Ku ketuk pintu berkali-kali sambil memanggil-manggil mamaku. Nggak lama kemudian mama keluar membuka pintu “Vita…! kenapa kamu pulang larut malam begini ?” tanya mama. Aku nggak menjawab apa-apa melainkan langsung berlari masuk ke kamarku. Mendengar tangisanku dari luar mama menemuiku dalam kamar. Akupun curhat sama mama tentang hubunganku dengan Yoga yang mulai renggang. Mamaku memeluk sambil mengusap-ngusap rambutku penuh kasih sayang.

Sedih bikin badan sakit

Keesokan harinya aku tidak bisa masuk kerja karena sakit. Mamaku mencoba mengabari Yoga, tapi Yoga selalu mengatakan lagi sibuk sehingga tidak bisa melihatku. Air mataku kembali menetes, ternyata Yoga lebih mementingkan pekerjaannya dari pada diriku. Padahal hatiku benar-benar sangat mencintainya.

Dua hari kemudian aku kembali masuk kerja, hatiku galau kembali seperti dulu. Kini ku mengerti kenapa dulu teman-teman mengejek ketika diriku membangga-banggakan Yoga. Terutama Siska, yang mengenalkanku pada Yoga. Mungkin Siska sudah tahu bagaimana sifat Yoga sebenarnya. Tapi dia tidak pernah memberi tahuku. Apa Siska sengaja membuatku seperti ini.

Sudah dua minggu dia tak juga menghubungiku, ternyata sudah ada pengganti

Dua minggu berlalu, Yoga tak pernah lagi menghubungiku. Ketika itu hujan sedang lebat. Karena kangen, ku temui Yoga di tempat kerjanya. Betapa kecewanya hatiku melihat Yoga sedang bersenda gurau bersama perempuan lain. Pantas..!! Dia tak lagi memperdulikanku. Rupanya sudah dapat pengganti.

Sungguh tidak ku sangka hubungan kami berakhir seperti ini. Padahal semua rencana pernikahan sudah dipersiapkan. Tapi sekarang Yoga malah membuangku seperti sampah. Begitu cepatnya Yoga melupakan kenangan indah bersamaku

Meskipun hatiku masih sangat mencintainya, tapi diriku tak bisa berbuat apa-apa, mungkin Yoga memang bukan jodoh untukku. Semenjak hubungan kami berakhir, diriku tidak lagi memikirkan soal cowok. Aku ingin serius dulu pada pekerjaan. Kuputuskan untuk sendiri sampai saatnya tiba. Saat dimana diriku bertemu dengan jodohku. = Selesai =


Terima kasih telah membaca cerita sedih penghianatan cinta. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat muda Bisfren sekalian. Tetaplah optimis dan bersemangat dalam meraih cita-cita. Hidup bukan cuma masalah cinta, kalau kita sukses dan banyak uang, lelaki atau perempuan yang kita inginkan mungkin bisa kita dapatkan.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait