Jomblo My Choose – Karena JOMBLO adalah prinsip maka julukan Jones tak tepat untukku

jomblo adalah prinsip

Seindah apakah pacaran ? jujur saja aku belum pernah menginjak dunia pacaran sampai saat ini. Hanya mendengarnya dari cerita kakak, curhatan kawan, menonton sinetron, atau membaca novel romance. Gak pacaran bukan berarti anak seorang ustadz atau kyai yang mengerti lebih akan hukum Islam, tapi itulah, bagi ayahku jomblo adalah prinsip.

Ayahku tak suka anak-anaknya berpacaran karena takut merusak masa depannya

Ia hanya seorang buruh tani, namun hatinya bersih, keras melarang anaknya untuk pacaran. Aku ingat betul kalimat tegasnya, sampai terniang- niang diotakku.

Waktu itu teman kakakku datang ke rumah. Niat mereka sih hanya sekadar main saja menemui kakak, tapi Ayah malah salah sangka. Ia mengira laki-laki itu pacar kakak.

Kemudian ayah memarahi kakak. Aku hanya diam melihatnya dari sudut meja belajar. Mataku melirik padanya, ku lihat bibirnya berkemik seperti ingin bicara. Hatiku yakin kakak ingin menjelaskan hal sebenarnya, namun Ia paham watak Ayahnya keras kepala. Percuma saja menjelaskan, hanya ada jawaban salah. Untung saja kakak penyabar, kemarahan ayah segera berakhir.

Kata teman-teman dunia pacaran itu indah

Pacaran itu indah, karena ada seseorang mengucapkan sayang, memberi perhatian, nasihat, penyemangat, bahkan rela mengorbankan jiwanya sebagai bukti kasih sayang pada kita. Segitunya kah ?. Semakin penasaran hatiku pada dunia pacaran. Tapi bingung juga mengapa selalu saja ada orang tersakiti setelah mengatakan cinta.

Yeah … Aku memang jomblo

Jomblo. Yeah… aku memang jomblo. Bayangin, sudah 22 tahun ngejomblo. Entahlah, sejak kecil ayahku melarang pacaran. Makanya gak berani main-main untuk masalah pacaran. Ayah juga pernah bilang padaku,

“Tak usah pacaran, kalau memang ada laki-laki menyukaimu terus kamu menyukainya, bawa dia menemuiku”.

Nasihat itu terus menerus terucap berulang- ulang dari lisannya, sampai otakku hafal semua nasihatnya.

“Tak usah pacaran, fokus saja pada sekolahmu. kalau mau pacaran tak usah sekolah”

Apa sih mantan terindah ?

Terkadang hatiku iri pada teman-teman, mereka bisa merasakan dunia pacaran. Hemmm… aku sih cuma menjadi pendengar curhatan mereka saja. Hufft… nyesek. Ada teman cerita pacarnya pengertian, penyayang. Ada juga cerita tentang mantan terindah seperti judul lagunya Govinda saja. Padahal diriku tak tau mantan terindah itu seperti apa ?. Seindah pelangi kah ?, atau seindah bunga-bunga di taman. Aaahh…bingung, pastinya diriku belum punya sesuatu bernama mantan apalagi ditambah kata mantan terindah.

Saat mereka meledekku dengan sebutan Jones

” Ha..ha..ha…dasar jones, jomblo ngenes ” ledeknya.

Aku hanya senyum- senyum saja menanggapi ledekan mereka.

“Pacaran backstreet aja kaya gue, jadi ayah loe gak bakalan tau kalo loe pacaran. Enak tau pacaran, ada yang ngasih perhatian dan gak kesepian” ajak temanku.

Semakin galau saja hati akibat ledekan serta ajakannya. Tapi kutepis ajakan mereka, karena takut akan kemarahan Ayah, lagipula pacaran katanya bahaya.

Pacaran itu bahaya ? masa sih ?

Singkat cerita, jam santai mulai menemuiku pukul empat sore. Kuambil ponsel tergeletak dimeja. Aplikasi youtube pilihanku sore ini untuk melumpuhkan kejenuhan. Tanpa sengaja mataku melihat ceramah ustadz Yusuf Mansyur berjudul “Bahaya Pacaran“. Karena penasara, kuputuskan untuk memutar videonya.

Dalam ceramahnya, beliau mengatakan bahwa

“Kalau seorang anak laki- laki atau perempuan berpegangan tangan dengan bukan muhrimnya, Ibunya dialam kubur dibawain kerikil sudah bertahun- tahun di neraka oleh malaikat Zabaniah. Lalu ibunya disuruh menggenggam kerikil tersebut. Dan siksaan paling rendah adalah hancurnya ubun-ubun dikepala”.

“Astagfirullah”, air mata langsung menetes dari mataku mendengar ceramahnya. Sesadis itu kah bahaya pacaran ?.

Dari penjelasan beliau, semakin tinggi rasa ingin tahuku pada ceramah-ceramah ustadz lainnya. Bahkan tanpa bosan kuputar berkali-kali video Ustad Felix Siauw dengan ceramah nya”Udah putusin aja”.  Dari banyak ceramah, buku tentang larangan pacaran, diriku jadi tahu hukum pacaran dalam Islam.

Ternyata pacaran memang dilarang agama loh

Dalam ajaran Islam, sebagaimana tercantum dalam surat Al- Isro ayat 32, segala sesuatu yang mendekati Zina itu hukumnya haram. Pacaran termasuk salah satunya karena ada pegangan tangan, tahap kedua ada pelukan, lalu ketiga ada ciuman. Sehingga bisa saja terjerumus bisikan setan, sehingga akhirnya melakukan perbuatan zina.

Jadi semakin mantaplah hatiku memilih mengunci jalan pacaran. Akan ku buka jalan halal jika waktunya tiba nanti. Diriku lebih memilih jomblo untuk sementara waktu karena yakin Tuhan sudah mempersiapkan jodoh bagi setiap hambanya. Hanya saja kita mau pilih jalan yang mana ? pilihan sendiri tapi Allah tak meridhoi, atau jodoh atas pilihanNya.

Jomblo ? Woles aja kali. Sekarang bagiku JOMBLO adalah prinsip !

Jomblo. Kata lima huruf yang kadang bikin remaja galau. Kenapa ? Yeah, karena mereka hanya tahu bahwa arti jomblo itu adalah gak laku, ngenes, seolah dirinya tak berdaya. Tapi bagiku tidak. Jomblo itu bahagia selagi dijalan Allah, percaya Allah selalu bersama kita, jadi tidak ada namanya kesepian atau galau.

Saat aku dan teman- teman bercanda gurau, muncul kata-kata tentang jomblo dari salah satu teman. Pandangan mereka langsung beralih menatapku. Diriku menjadi objek perhatian bertema “Jomblo”. Aaahhh … aku tau maksud tatapan mereka, pasti akan meledekku, batinku.

“Aduuuh, kasian amat sih neng  masih jomblo”, kalimat absurd muncul dibibirnya.

Seperti biasa kutanggapi dengan senyum tipis dibibirku, “Lohh…kok kasian ? memangnya aku belum makan seharian ?. Atau belum lunas kredit motor ?”, he he he…. Jomblo adalah prinsip. Jomblo itu bukan berarti gak laku atau gak gaul, tetapi jomblo karena Allah. Jomblo adalah prinsip karena berusaha ingin berada di jalan Nya, itu jauh lebih baik.

Dari semuanya ku bersyukur. Dari awalnya marah pada Ayah, namun sekarang hatiku sangat berterima kasih padanya karena sudah membimbingku ke jalanNya.(PE)

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait