Karena Cinta Itu Suci

cerpen romantis sedih

Karena Cinta Itu Suci adalah cerpen romantis sedih tentang pria terpaksa mencuri untuk melamar gadis impiannya. Bagaimanapun mencuri adalah perbuatan salah meskipun dilakukan atas nama cinta. Bagaimana kisahnya ? simak pada cerita pendek berikut.

Cerpen Romantis Sedih – Karena Cinta Itu Suci

Hari ini adalah hari yang telah kutunggu-tunggu. Hari dimana suamiku akan menghirup udara bebas, setelah mendekam dalam penjara selama delapan bulan.

Masih kuingat jelas, hari itu adalah sehari setelah pernikahan kami, sebuah hari suci, dimana kami saling mengikat janji untuk sehidup semati. Setelah sekian lama perjalanan cinta kami. Perjalanan yang tidak begitu mulus karena diwarnai dengan orangtuaku yang tidak merestui kami.

Aku mengenalnya karena dia kakak kelasku waktu SMA, bertahun-tahun kami menjalin cinta tanpa sepengetahuan orang tuaku. Hingga akhirnya suatu saat dirinya mengutarakan niatnya untuk melamarku. Saat itu mas Hary sudah bekerja, walaupun hanya pelayan toko di sebuah mall.

Sementara saat itu diriku masih kuliah. Mas Hary memang dari keluarga kurang mampu, dia hanya sampai SMA, setelah itu dia bekerja. Sementara diriku anak tunggal dari keluarga cukup berada.

Hatiku merasa senang karena akhirnya dia akhirnya akan melamarku. Tapi di sisi lain hatiku juga khawatir dengan sikap orangtuaku. Akankah mereka  menyetujui hubungan ini. Karena status ekonomi kami memang jauh berbeda. Berkali-kali Mama menasehatiku untuk berhati-hati memilih suami. “Pilihlah suami yang sudah mapan ekonominya.” Kata Mama setiap kali.

Setelah mas Hary mengungkapkan niatnya untuk melamarku, diriku tak juga berani mengutarakannya pada orangtuaku. Benakku selalu teringat kata-kata Mama, sehingga takut kalau pilihanku akan mengecewakan mereka. Tapi bagiamanapun semua adalah pilihanku, tak mungkin ku kecewakan mas Hary. Hatiku telah mencintainya, waktu lima tahun pacaran bukanlah waktu singkat.

“Hani, besok orangtuaku akan datang ke rumahmu, beritahu mereka ya.” Katanya padaku. Mulutku terdiam beberapa saat, terus terang hatiku masih bingung, bagaimana harus mengatakan pada mereka.

“Kenapa Han, kok kamu diam. Kamu ga suka ?” tanyanya. Cepat-cepat aku menggeleng “Nggak papa, aku suka mas.” Kataku. Mas Hary tampak lega mendengar jawabanku. Lalu berpamitan pulang.

Sepanjang perjalanan, diriku masih bingung memikirkan bagaimana harus mengatakan ini pada orang tuaku. Bagiamana kalau nanti mereka nggak setuju dan memarahiku. Hatiku sangat takut juga khawatir.

“Kenapa Han? Kok dari tadi melamun terus.” Kata-kata Mama mengagetkanku. “Ma…” panggilku, dia menoleh. “Ada apa sayang ?” Aku agak sedikit ragu untuk berterus terang padanya.

“Maaa, besok ada yang mau melamarku.” Kataku cepat. “Haaaa…apa Han ? Melamarmu ? Siapa dia ?”. Wajahnya kelihatan sangat terkejut. “Dia pacarku Ma, kami pacaran sejak SMA.” Mama semakin terkejut mendengar penjelasanku. “Namanya Hary, kami sudah pacaran lima tahun.” Kataku. “Bisa liat fotonya nggak ?” tanyanya lagi.

Lalu aku buka foto dia yang ada di HP ku. Mas Hary memang tampan, cuma dia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saat melihat foto mas Hary, ekspresi wajahnya kelihatan biasa saja, malah terlihat senang.

Tak kusangka, setelah itu dia langsung belanja lalu memasak untuk persiapan besok.  Hatiku malah jadi semakin khawatir, bagaimana kalau besok dirinya kecewa setelah melihat keluarga mas Hary.

Akhirnya tiba hari lamaran itu. Di meja makan, Mama menyediakan beberapa makanan istimewa hasil masakannya sendiri. Mama dan Papa juga berdandan rapi. Mereka sudah menunggu kedatangan mas Hary di ruang tamu bersama pak RT yang sengaja diundang untuk menyaksikan lamaran ini.

Tak berapa lama akhirnya mas Hary pun datang bersama kedua orang tuanya. Dan rupanya mereka datang ke rumah kami dengan naik angkutan umum. Dia datang bersama kedua orang tuanya juga seorang kakaknya, Mas Dwi.

Mama kelihatan terkejut melihat penampilan keluarga mereka. Jauh dari angan Mama. Mungkin dipikirnya, keluarga calon besan akan datang dengan mobil mewah seperti punya kami. Aku deg-deg an juga menanti apa akan terjadi nanti, kalau akhirnya dia tahu kalau orang tua kekasihku ternyata hanyalah seorang petugas kebersihan kota. Tugasnya tiap hari menyapu taman-taman kota.

Mereka dipersilakan duduk, lalu orang tua mas Hary mengutarakan maksud kedatangannya

“Maaf kami kesini bermaksud untuk melamar putri Bapak Ibu untuk jadi istri dari anak saya, Hary.” Mama dan Papa kulihat ragu-ragu. Mereka meminta waktu untuk berdiskusi di dalam. Sementara diriku tidak tahu apa mereka diskusikan. Pikiranku kemana-mana, mungkin mereka tak akan menyetujui pernikahanku, pikirku.

Setelah beberapa lama berdiskusi, akhirnya Papa memberi jawaban kalau mereka menerima lamaran mas Hary, namun mereka punya syarat meminta mas kawin uang dalam jumlah cukup banyak juga perhiasan.

Tentu saja mas Hary serta keluarganya kaget melihat permintaan kedua orang tuaku. Aku juga terkejut, kupandangi kekasihku. Dalam hatiku, maafkan diriku mas. Mereka terdiam cukup lama. Mataku berkaca-kaca, mungkin semua adalah salah satu cara penolakan orang tuaku terhadap lamaran mereka.

Dan tak kusangka, akhirnya mas Hary menjawab. “Iya saya menyanggupinya.” Semua yang ada di situ sangat terkejut. Karena jumlah yang diminta Mama itu sangat banyak, uang tunai lima puluh juta juga seratus gram perhiasan emas.

Akhirnya pernikahan pun berlangsung meriah, mas Hary tidak mengingkari janjinya. Dia menyerahkan mas kawin uang lima puluh juta juga perhiasan emas seratus gram. Hatiku lega akhirnya pernikahan kami berjalan lancar. Aku bahagia akhirnya mas Hary jadi suamiku, Mama dan Papa juga menyetujui hubungan kami.

Malam harinya  akhirnya aku merasakan menjadi istri seutuhnya dari suamiku. Air mataku menetes, aku terharu. “Aku mencintaimu, menyayangiku.” Kata-kata suamiku sungguh menentramkan jiwaku. Hatiku bahagia punya suami seperti mas Hary.

Pada pagi harinya saat kami baru bangun, tiba-tiba ada beberapa polisi mendatangi rumah kami. Mereka mencari suamiku, “Ya Allah ada apa ini.” pikirku.

“Maaf kami mencari saudara Hary, karena diduga dia menjadi pelaku pencurian di tempat dia bekerja.” Ya Allah penjelasan polisi itu sungguh mengagetkan kami. Mama sampai pingsan melihat suamiku dibawa polisi. Sementara suamiku tertunduk, dia tidak melawan saat polisi menjemputnya.

Ya Allah, apa benar yang dituduhkan polisi pada suamiku. Hatiku syok, tak menyangka, suamiku akan berbuat senekat itu. Aku menangis, histeris. Entah apa ku rasakan sekarang.

Dan benar, suamiku telah terbukti mencuri, uang di supermarket, tempat dia bekerja. Perbuatannya terekam oleh CCTV. Dan akhirnya pengadilan memutuskan untuk memberi hukuman delapan bulan penjara dan mengembalikan uang yang telah dia ambil.

Orang tuaku sangat syok dengan kejadian ini, mungkin mereka malu. Mereka memintaku untuk menggugat cerai suamiku. Tapi aku tidak sanggup, karena aku ternyata sudah mengandung anak mas Hary. Dan aku sangat mencintai suamiku.

Dan hari ini adalah hari kebebasan suamiku. Sengaja kumasak makanan enak, karena selama menjadi istrinya belum pernah kulayani suamiku. Lalu aku berdandan cantik untuk menjemput suamiku. Aku elus perut buncitku, “Hari ini kita jemput Ayah ya Nak.” Bisikku pada calon anakku.

“Mau kemana kamu Hani ?” tanya Mama padaku. ” Mau menjemput mas Hary, Ma. Hari ini dia bebas.” Kataku. Mama mendekatiku. ” Kamu boleh menjemputnya, tapi kamu jangan pulang ke rumah ini.” Aku sungguh terkejut dengan kata-kata Mama. Tak terasa bulir-bulir airmata telah membasahi pipiku. Aku menangis.

Dan tanpa peduli padaku, Mama pergi berlalu masuk kamar. Ku kuatkan hatiku, bagaimanapun aku harus menjemput suamiku.

Sesampainya di depan pintu LP, ternyata keluarga mas Hary sudah datang lebih dahulu. Aku agak malu, karena datang sendirian tanpa didampingi sanak saudaraku.

Tak berapa lama, akhirnya pintu LP itu terbuka, kulihat sosok tampan suamiku dengan penampilan sedikit berubah. Wajahnya sedikit berewokan, tapi dia masih tetap tampan. Dia mendatangiku, lalu memelukku, erat sekali. Kurasakan kerinduan mendalam dari suamiku. Hatiku bahagia, akhirnya suamiku bebas juga.

“Maafkan aku ya sayang.” Bisik suamiku sambil terisak. Diriku juga ikut menangis. “Terima kasih telah setia menantiku, aku sayang kamu.” Lalu suamiku mencium keningku. Ya Allah terima kasih, akhirnya suamiku kembali lagi dan telah kau beri kesempatan untuk menebus kesalahannya. Ampuni dia.

Dan kepada Papa Mama, semoga mereka bisa menerima suamiku serta memaafkan kesalahannya. Karena cinta memang suci, cinta anugerah sang Pencipta kepada makhluknya. Tiada yang bisa menolaknya, walaupun kadang manusia terjerumus dalam kesalahan, tapi Allah Maha Pengampun. (AF)


Terima kasih telah membaca cerpen romantis sedih karena cinta itu suci. Semoga cerita pendek diatas dapat menghibur dan dijadikan pelajaran serta motivasi dalam mencapai sebuah keinginan. Salam sukses.

Dibagikan

Anik Fityastutik

Penulis :

Artikel terkait