Kalau Mau Sukses, Menikahlah Pada Usia Muda

Menikah usia muda tidak mempengaruhi sukses

Bisfren – Hubungan. Hi bisfreners, berapa usia kamu sekarang ? sudah berapa lama kamu pacaran ? sudah punya planning kapan mau nikah ? Kalau kamu sudah pacaran cukup lama dan kamu atau pacar kamu juga sudah punya penghasilan untuk membiayai rumah tangga namun masih belum punya rencana menikah,  menunda-nunda atau takut untuk menikah di usia muda, sebaiknya kamu baca tips dari Bisfren ini.

Menikah Pada Usia Muda

Urusan jodoh memang ada ditangan Tuhan, tapi kalau Tuhan sudah mendatangkan orang yang memang ditakdirkan untuk menjadi pendamping kamu lalu kamu mengulur waktu untuk menjemputnya, itu adalah sebuah kesalahan dan kamu tidak boleh komplain kalau tiba-tiba “reward” itu ditarik kembali dan diberikan kepada orang lain.

Memang banyak alasan orang menunda pernikahan. Biasanya karena masalah hati, masalah ekonomi atau masalah terlalu asyik pacaran jadi lupa pada pernikahan.

Kaum cewek biasanya lebih konsen pada masalah penikahan. Kebanyakan cewek kalau merasa pacarnya sudah memiliki penghasilan ingin agar segera dilamar dan dinikahi. Sementara sebagian cowok, sering terlena pada masa pacaran sehingga lupa untuk melegalkan hubungan menjadi sebuah ikatan pernikahan.

Nah buat bisfreners yang masih ragu untuk menikah di usia muda, kiat-kiat berikut mungkin bisa jadi pertimbangan dan membuat kamu lebih berani menikah di usia muda.

Cowok yang menikah muda itu lebih gentleman, lebih berani dan sudah mengerti tanggung jawab

Cowok yang menikah muda itu lebih gentleman, lebih berani dan sudah mengerti tanggung jawab
Berani dan bertanggung jawab (@Coloritmia)

Cowok yang menikah muda adalah seorang yang berani menghadapi tantangan hidup dan yakin bisa mengatasinya. Dia bukanlah orang yang hanya suka bersenang-senang saja, melainkan merupakan orang yang siap, berani dan bertanggung jawab.

Cowok yang bingung saat ditanya oleh pacar atau orang tua pacarnya “Kapan mau menikah ?” bisa jadi orang yang tidak siap secara kejiwaan untuk menjadi dewasa. Bahkan bisa jadi dia tidak pernah punya rencana untuk menikah dengan pacarnya. Hubungannya mungkin hanya sebatas kebutuhan menghilangkan status jomblo, ingin membanggakan diri punya pacar, atau sekedar kesepian. Baca juga : Mengapa harus menyerah dan kalah kalau langkahmu sudah sejauh ini

Akan tetapi cowok yang sudah memiliki penghasilan dan punya pekerjaan yang bisa mendukung kehidupan rumah tangga namun tidak berani menikah belum pasti cowok yang hanya ingin bersenang-senang atau tidak bertanggung jawab. Bisa jadi dia sedang mempersiapkan diri, menabung, mengumpulkan uang untuk pernikahan.

Tapi tetap saja, ketika ditanya “kapan menikah ?” dan dia tidak bisa menjawabnya, berarti dia tidak punya atau belum pernah memikirkan rencana masa depan hidupnya.

Aku bukan takut tapi aku mau menikah kalau sudah punya rumah sendiri, punya mobil, punya ini itu dan lain sebagainya

Mau menikah muda kalau sudah kaya punya rumah dan mobil
Muda dan kaya (@Thenextweb)

Bagi aku itu hanyalah cara mengelak cowok penakut atau cewek matre yang tidak punya rencana. Kalimat itu adalah kalimat menggantung yang tidak jelas kalendernya. Kapan kamu akan punya rumah sendiri ? kapan kamu akan beli mobil sendiri tidak ada kepastian waktunya.
Seorang yang berani, siap dan bertanggung jawab akan menjawab dengan kalimat pasti misalnya “Aku akan menikah saat usia 28 tahun” atau “Aku akan menikah saat usia 30”. Itu lebih pasti dan lebih jelas ujungnya dan bisa diperkirakan lama waktu tunggunya.

Kalau sudah menikah tidak bisa bebas lagi dong …

Kalau sudah menikah tidak bisa bebas lagi
Bersama keluarga (@DailyMail)

Kalau pacar kamu jawab seperti ini perlu dipertanyakan keseriusannya. Maksudnya tidak bisa bebas apa ? kalau bebas pacaran lagi sama yang lain, saat ini juga kamu gak bebas. Memangnya pacar yang mau diduain ? sama saja kan.

Kalau maksudnya bebas main, keluyuran, dan kongkow sama teman-teman, itu kan bisa dibicarakan bersama. Pernikahan tidak akan membatasi hubungan kamu dengan teman melainkan meminta kamu lebih bertanggung jawab dan menjaga perasaan pasangan kamu.
“Menikah bukan berarti tidak bisa bebas bergaul, melainkan bertanggung jawab dan menjaga perasaan pasangan dalam segala hal termasuk pergaulan dengan orang lain”

Cowok dan cewek yang berani menikah muda lebih bisa memperhatikan dan menjamin pendidikan anaknya

menikah muda lebih bisa memperhatikan dan menjamin pendidikan anak
Membaca cerita (@Beyeready)

Coba kamu hitung, kalau kamu menikah pada usia 30, dengan asumsi kamu baru siap pada usia itu. Lalu kamu memiliki anak pertama pada usia 31. Ketika anak kamu berusia 20 tahun, saat dia sedang butuh biaya besar dan butuh perhatian lebih,  usia kamu sudah mencapat 51 tahun. Baca juga : Ini bukti dia serius sama kamu

Organ tubuh kamu mungkin sudah ada yang mulai terasa sakit-sakitan saat masuk usia diatas 40. Penghasilan kamu 5-6 tahun lagi mungkin akan sangat berkurang karena masuk usia pensiun ditambah lagi kamu harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli vitamin dan obat-obatan. Sementara anak kamu masih belum bisa membantu bahkan mungkin masih bergantung pada keuangan kamu.

Bandingkan dengan kalau kamu menikah pada usia 25 tahun, meski perbedaannya tidak signifikan, tapi pengaruhnya bagi anak sangat berarti. Perbedaan 5 tahun bagi rata-rata orang pada usia diatas 40 sangat signifikan dari sisi kesehatan dan penghasilannya.

Seandainya saat kamu berumur 17 tahun, orang tua kamu masih berusia 43 tahunan, sepertinya kalian akan bisa ngobrol seperti sahabat dibanding kalau orang tua kamu berusia 50 tahun atau lebih. Tidakkah kamu ingin seperti itu untuk anak kamu ?

Setiap manusia ada rejekinya, kalau sekarang kamu sendiri rejeki kamu sekian dan rejeki pacar kamu sekian, setelah kamu menikah rejeki kamu akan berkali lipat dari gabungan rejeki kalian saat ini

Setiap manusia ada rejekinya dari tuhan
Rezeki dari Tuhan (@Pinterest)

Yakinlah bahwa Tuhan sudah menentukan rejeki setiap mahluk. Kamu memiliki rejeki, dia punya rejeki, dan setiap mahluk apapun pasti ada rejekinya. Kamu tidak boleh takut menikah karena takut tidak bisa mencukupi biaya hidup. Baca : Kalau mau sukses, ini target yang harus kamu capai sebelum usia 28 tahun

Banyak pasangan yang memulai rumah tangga mereka dengan kondisi keuangan biasa saja namun terangkat derajatnya setelah menikah. Itu karena mereka percaya dan yakin Tuhan akan melipat-gandakan rejeki mereka setelah menikah.

Itu saja yang bisa aku tulis sebagai tulisan pertama aku di bisfren, semoga bermanfaat 🙂 (DM)


Jika artikel ini bermanfaat buat kamu atau teman kamu, jangan lupa bagikan melalui facebook, twitter, google+, pinterest ya.

Dibagikan

Dina Amalia

Penulis :

Artikel terkait