Karena Waktu Tak Berpihak Pada Masa Lalu

Cerpen Mini Galau

Cerpen Mini Galau “Karena Waktu Tak Berpihak Pada Masa Lalu” adalah cerita pendek mini tentang kegalauan hati seorang gadis yang ditinggal kekasihnya namun kemudia dia bertekad move on dan yang yakin bisa melupakan mantan pacarnya serta menata kembali hidup dan masa depannya. Bagaimana cerpen mini galau ini berkisah ? silahkan simak pada cerita pendek mini berikut.

Cerpen Mini Galau “Karena Waktu Tak Berpihak Pada Masa Lalu”

Kinan …!!! kudengar ada suara yang memanggilku, ku tepuk pipiku dengan kedua telapak tangan, ah… Lagi lagi aku hanya berhalusinasi tentang dia. Mana mungkin dalam kesunyian jiwa dan keheningan hati dia hadir kembali. Tak mungkin, sungguh tidak mungkin. Tak kusadari, derasnya air mataku menggenangi foto sesosok pangeran hatiku, hanya sekedar foto, gumamku. Malam ini dingin sekali, tapi rasanya dinginnya beda, begitu mengalir dan merembes sampai aliran darahku. Ada angin sepoi yang membelai rambutku, lembut sekali seperti belaian tangan manusia. Bulu romaku seketika berdiri, siap siaga untuk perang melawan kesedihan sekaligus ketakutan dalam batinku.

Banyak memang orang yang berusaha menggantikanmu. Tapi rasanya hati ini telah terkunci rapat dan membeku. Dibilang sepi, ini tidak sepi. Banyak temanku yang berusaha menghiburku dan telah ku coba untuk larut dalam keramaian itu. Tapi hati ini tak seperti anak TK  yang terlalu mudah untuk dibohongi. Aku merindukan dia dengan segala tingkahnya, hatiku serasa kosong, sepi, senyap, tak berpenghuni. Sakit terlalu sakit saat kita mencintai seseorang hanya untuk mengenang tanpa bisa mendampinginya.

Namun waktu begitu kejam, hanya menuntut pembaharuan tanpa memikirkan sakitnya sebuah perpisahan dan kenangan. Setiap hari harus kutelan pil pahit untuk melupakan mu. Gila …!!! Mana bisa aku melupakanmu begitu saja, kau terlalu lama mengobrak abrik hatiku, menemukan kursi raja di hatiku, dan kau singgahi diam-diam. Lalu setelah kepergianmu meninggalkan dunia ini, apa aku sanggup mencari raja baru untuk hatiku ? Ah yang benar saja, rasanya hanya kau yang mengetahui alamat menuju hatiku.

Hari demi hari kutunggu kau mengetikkan pesan untukku, kutunggu kau mengajakku makan bersama, dan selalu ku cemas bila kau tak memberi kabar untukku. Bukan lagi gila, mungkin ini lebih dari sekedar gila. Aku benar benar belum bisa percaya dan menerima bahwa kita tak lagi berada pada alam yang sama.

Menangis lagi ? Tidak … !!! apa menurut kalian aku tidak mau menangis lagi karena aku akhirnya sadar dan move on perlahan ?

Salah.., aku tidak menangis lagi karena rasanya air mataku mengering, percuma aku bersedih karena air mata ini rasanya sudah tidak mau beranjak keluar, mungkin stoknya sudah habis ha ha ha.. pikirku melampaui logika.

Hari hariku terasa hampa, hambar,dan membosankan sampai sampai aku enggan dan benci untuk bangun dari tidur melepasmu dalam indah untai bunga tidurku. “Sial, cuma mimpi… kapan aku bisa sebahagia dahulu, tanpa dia aku serasa hidup tak hidup dan mati tak mati.” pikirku sembari ku tarik lagi selimutku berharap mimpi tadi tak berakhir dan masih bisa untuk ku lanjutkan.

“Beni …!!! kau kembali, tak kan kubiarkan kau hilang dari kehidupanku !” Langsung ku peluk dia erat erat. Tapi…  Aneh dia serasa sangat ringan dan kauuuu…?  “huuh ternyata hanya bayangannya” sahutku kecewa.

Apa apaan ini setiap hari hatiku serasa tertusuk panah baja tembus tak tersisa, sakit sekali. Andai dulu kau tak menyelamatkan gadis kecil yang menyebrang jalan itu, mungkin kau masih ada disini. Kau memang terlalu baik, kau rela menukar nyawa hanya demi menyelamatkan bocah itu. Tapi kau egois kau tak pernah memikirkan aku dan perasaanku yang semakin hari semakin parah sakitnya karenamu.

Setiap malam selalu ku pandangi kotak musik pemberianmu, indah sekali, saking indahnya hanya air mata lah yang berkata tuk memujinya. Bunyinya mencuatkan segala kenangan saat bersamamu, wajahmu langsung saja terlukis di depanku, begitu tampan. Sayang, saat ku kedipkan mata kau harus menghilang bersama cintamu yang telah usang.

Hujan, malam ini hujan. Aku larut dalam gemericiknya, ku teringat saat dulu kau tarik tanganku dan mengajakku berteduh di bawah toko buku favorit kita. Lagi lagi kenangan ini hanya membunuh hatiku serasa tertusuk samurai bahkan lebih sakit dan tragis dari itu.

Tapi aku sadar kau hanya masa laluku, hidupku pasti akan sangat sia sia bila kuisi dengan penyesalan dan hanya sebuah penyesalan.Karena waktu tak akan pernah memihak pada masa lalu,karena masa lalu hanyalah bagian dari takdir yang belum sepenuhnya terwujud.

Mungkin saat ini hatiku hancur berkeping keping. Tapi aku yakin suatu saat akan ada seseorang yang sudi untuk mengumpulkan kepingan kepingan itu menjadi utuh kembali. Karena dengan itu lah bahagia mu akan lengkap di sana, dengan tidak ada rasa bersalah karena hati yang telah kau hancurkan sudah dapat kembali seperti semula, seperti saat waktu belum mempertemukan kita.


Terima kasih telah membaca cerita pendek cerpen mini galau “Karena Waktu Tak Berpihak Pada Masa Lalu”. Apabila anda menyukai cerita pendek cerpen mini galau, mohon berikan jempol serta bagikan pada Google+, Pinterest, Facebook, Twitter, dan Whatsapp sebagai bentuk apresiasi kepada penulis cerita pendek cerpen mini galau ini. Jangan lupa baca juga kau hanyalah mantanku.

Dibagikan

Mayu Azhari

Penulis :

Artikel terkait