Kau Hanyalah Mantanku

cerpen cinta masa lalu

Kau hanyalah mantanku merupakan cerpen cinta masa lalu tentang pertemuan seorang wanita dengan mantan pacar yang telah meninggalkannya dan membuat terpuruk lama sekali. Bagaimana akhir cerita pendek kenangan masa lalu ini ? simak selengkapnya :

Cerpen Cinta Masa Lalu – Kau Hanyalah Mantanku

Kebetulan hari ini, waktu agak longgar, pekerjaan kantor tidak menumpuk. Di sela-sela waktu istirahatku, kumanfaatkan untuk berbelanja ke salah satu mall, sekalian jalan-jalan. Kunikmati suasana siang ini, kebetulan banyak diskon ditawarkan, apalagi ini mendekati Ramadhan dan lebaran.

Saat sedang asyik memilih-milih baju, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang. Spontan kepalaku menoleh. Lalu kulihat sesosok cowok ganteng, wajahnya sangat ku kenal.

“Hallo cantik !” sapa cowok itu sambil senyum-senyum, wajahnya tampak sangat gembira sekali melihatku. Diriku cukup lama terdiam. “Woi, masak lupa sih ?” kata cowok itu mengagetkanku. “Ya nggak sih, masih inget.” Kataku datar.

“Kok gitu sih, masak kamu nggak seneng ?” Kata cowok itu sambil mengikuti langkahku yang cuek masih memilih baju. Sebenarnya aku kaget juga melihatnya di mall ini. Mungkin dulu diriku senang, bahkan tergila-gila padanya.

Dulu hatiku mencintainya

Ya dulu sangat suka dengan cowok ini, Hans namanya. Dia sekelas dengan waktu SMA. Kami sangat dekat, bahkan tiap hari kami berangkat dan pulang sekolah bersama-sama. Sorenya juga les bersama-sama. Pokoknya dimana ada aku disitu ada Hans.

Seiring berjalannya waktu hatiku mulai suka padanya. Aku merasa nyaman di dekatnya. Begitu juga dia, selalu bersamaku. Yang membedakan kami hanyalah, dia cowok cakep, ganteng sedang diriku hanya cewek kuper nggak gaul. Hanya saja dulu diriku termasuk anak yang pintar, sehingga kadang PR nya dari sekolah ku kerjakan.

Semua ku lakukan, karena hatiku sangat suka padanya. Ya aku mencintainya. Saat aku diboncengnya, rasanya bahagia. Walaupun setelah sekian lama, hingga naik ke kelas dua, dirinya tidak pernah menyatakan cintanya padaku.

Lalu dia menyakitiku

Hingga suatu hari, dia meminjam motorku. “Nit, pinjam motormu dulu ya, mau jemput Shila pacarku.”  Mak deg, tak kusangka ternyata selama ini dirinya sudah punya pacar. Seketika dunia seperti mau runtuh, bulir-bulir air mata keluar menetes di pipiku. Segera ku berlari ke kamar mandi. Disana ku tumpahkan kekecewaan, kekesalan juga kebodohanku.

Setelah lama di kamar mandi aku keluar, suasana sekolah sudah sepi. Dia belum muncul juga. Aku tidak bisa pulang karena motorku masih dibawa Hans. Sehingga akhirnya harus menunggu sendirian di depan sekolah. Rasanya hari itu menjadi orang paling menyedihkan di dunia. Hari itu masih sangat kuingat, hatiku sakit sekali.

Apalagi setelah sekian lama menunggu, akhirnya datang, tapi bersama ceweknya. Dan ternyata cewek itu super cantik. Bagaikan bumi dengan langit kalau dibandingkan denganku.

“Maaf ya Nit, lama. Nih kenalin cewekku, Ayu.” Katanya mengenalkan ceweknya padaku. Aku harus menahan rasa ini, tidak boleh menangis di hadapannya. Hatiku sakit sekali, tapi tidak bisa protes. Diriku juga tidak bisa menyalahkan Hans, selama ini dirinya sudah baik padaku. Mungkin semua ini salahku, kenapa harus jatuh cinta.

“Nih, Nit kunci motornya. Kamu pulang sendiri ya, aku mau jalan kaki sama Ayu,” katanya. Hingga akhirnya diriku pulang sendiri. Rasanya ada sesuatu hilang dari diriku. Biasanya selalu bareng, sekarang bareng Ayu walaupun dengan jalan kaki.

Saatnya move on untuk melupakan

Dan sejak itu, diriku menjauh dari Hans. Aku cukup tahu diri, tidak mau mengganggu kebahagiaannya. Rupanya ia juga merasakan perubahan sikapku. Berkali-kali berusaha mendekatiku, tapi selalu ku hindari. Bahkan sengaja duduk berjauhan dengannya.

Walaupun hal ini sangat menyiksaku, sekarang tidak ada lagi yang memperhatikanku, walaupun masih suka perhatian. Tetapi diriku tidak mau sakit lebih dalam lagi.

Lalu dirinya hadir kembali disini

Setelah sekian lama berlalu, sekarang cowok itu ada di depanku. Dia masih seperti dulu, cakep, ganteng, bersih. Sedang diriku, mungkin sekarang sudah nggak kuper lagi. Sekarang diriku telah jadi wanita karier, meski belum menjadi orang sukses. Aku menjalankan beberapa peluang usaha budidaya kelinci.

“Eh Nit, kita makan dulu di sana yuk ?” ajak Hans padaku. Sebenarnya hatiku nggak enak, ketemuan sama cowok berdua. Tapi Hans memaksaku. Mungkin karena memang kami lama tak bertemu.

Akhirnya kami mengambil salah satu meja di foodcourt. “Hallo Nit, apa kabarmu ?” tanyanya padaku. “Baik.” Kataku sambil melihat menu-menu makanan. “Kamu cantik sekarang Nit”. Ya ampun, dia masih seperti dulu, suka muji orang tanpa pandang bulu. Kalau dulu kamu bilang begitu padaku, pasti sudah klepek-klepek. Apa kemauan kamu pasti ku turuti.

Tapi kalau sekarang, rasanya sudah kebal dengan rayuanmu. “Mau makan apa kamu ?” tanyaku. “Pecel lele saja.” Jawabnya. Dan tak kusangka-sangka, dia menggenggam tanganku dan menatapku. Sunggu hatiku sangat risih dibuatnya, tetapi matanya begitu serius menatapku.

Dia meminta maaf padaku

“Nit, aku minta maaf  sama kamu.” Katanya pelan dengan nada berat, seperti ada yang mengganjal di hatinya. Diriku hanya terdiam, lalu dia berkata lagi.” Aku tahu sudah menyakiti hatimu, kamu sangat kecewa padaku. Dan perlu kamu tahu, sejak saat itu sangat kehilanganmu. Baru kusadari, kamu terlalu berharga bagiku. Sejak lulus SMA jejakmu hilang Nit. A ku menyayangimu. Maafkan a ku..” Hans berkata dengan tersedu.

Sementara mulutku terdiam, ingatanku seketika kembali ke masa itu. Saat dimana sangat sakit hingga akhirnya harus melepaskannya bersama gadis pilihannya. Sementara dengan susah payah diriku harus menjauh dan melupakannya.

Sekarang setelah sekian lama, setelah bisa bangkit lagi tanpa dia, kini dia datang dan mengucapkan menyayangiku. Mataku menangis, hatiku yang sudah sembuh kembali terkoyak. Tidakkah dia menyadari aku telah melalui masa susah move on, masa sulit melupakan mantan ?. kulepaskan genggamannya. Entah mengapa tangisku semakin menjadi, hatiku terasa perih.

“Maafkan Nita.” Kata Hans berulangkali. Ku seka airmata dengan tissue, tidak boleh menangis lagi. Semua sudah berlalu, tidak boleh menangis lagi.

Dia hanya mantan, karena maksa akhirnya kuperlihatkan cincin kawin ku

“Iya, lama sekali untuk berusaha melupakanmu, mengubur mimpi-mimpiku, bagiku saat itu saat terberat dalam hidupku. Rasa cinta itu harus dihilangkan, tidak boleh jatuh cinta, rasanya memang tidak pantas untuk merasakan cinta. Untuk kecewa ataupun sakit hati mungkin juga tidak boleh, semua harus kurasakan sendiri, kutanggung sendiri.” Kataku masih dengan terisak.

Sementara Hans terdiam di hadapanku, kulihat dia sangat menyesal sekali. “Tapi kini aku sudah melupakan semuanya, bagiku masa lalu itu tidak ada.” Kataku dengan tegar.

“Nit, kamu mau kan kita bersama lagi ?” ajak Hans sambil menatapku dalam. Aku kembali terdiam lama, dan merasa harus mengatakan kenyataan sebenarnya. “Aku sudah berkeluarga Hans.” Jawabku sambil menunjukkan cincin kawin melingkar di jariku.

Hans terkejut mendengar jawabanku. Kali ini diriku minta maaf, dan segera pamit dari tempat itu. Hans, bagiku kamu hanyalah mantanku, lebih tepatnya cinta masa laluku. Kini sudah ada suami serta anak-anak membahagiakanku dengan cinta tanpa airmata. (AF)


Terima kasih sudah berkunjung ke situs Bisfren dan membaca cerpen cinta masa lalu mantan pacar balik lagi, semoga cerita pendek diatas dapat menghibur dan menjadi motivasi bagi sobat semua untuk senantiasa menjaga hati dan hubungan dengan orang yang mencintai kita. Salam sukses.

Dibagikan

Anik Fityastutik

Penulis :

Artikel terkait

3 Comments