Kenangan Dalam Sebuah Gitar

cerita sedih kenangan dalam sebuah gitar

Cerita sedih tentang anak SMA culun, berwajah polos, sering di bully tapi pintar dan berprestasi. Dia selalu dibela gadis yang mencintainya. Namun cinta tak bisa dipaksakan, cowok culun tersebut mencintai gadis lain teman sekelas mereka juga.

Cerita Sedih Kenangan Dalam Sebuah Gitar

Pagi telah datang mengganti malam. Seperti biasanya pagi hari adalah waktu dimana semua orang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Terutama bagi para remaja yang masih di bangku sekolah. Pagi hari adalah waktu mereka berlomba-lomba untuk datang ke sekolah, karena kalau terlambat bisa-bisa dapat hukuman atau bahkan tidak diizinkan mengikuti pelajaran. Seperti tengah dilakukan seorang pria bernama Kiky, dia terlihat tergesa-gesa menuju gerbang sekolah, untung saja Kiky tidak terlambat datang.

Di sekolahnya Kiky sering diejek,  bahkan menjadi tertawaan para anak-anak. Bagaimana tidak ? Kutu buku berpenampilan culun dan pendiam itu membuat anak-anak semena-mena padanya. Apalagi oleh rombongan si ganteng siswa SMA N 1 BONJOL Alwin dan teman-temannya. Baru tiba di kelas saja Kiky sudah mendapat omelan dari Alwin karena tidak mau memberikan contekan saat ulangan kemarin. Yeah… ujung-ujungnya juga ingin mengajak Kiky berantem, mereka memang sengaja memperlakukan Kiky begitu karena tau sifat Kiky polos dan tidak akan pernah melawan apapun yang mereka bilang.

Kiky memang terbilang cowok culun di SMA N 1 BONJOL, namun keculunannya itulah yang membuatnya terkenal di mata para guru, karena Kiky selalu mendapat peringkat pertama di kelas. Selain tenar di mata para guru Kiky juga menjadi idola seorang gadis bernama Meitha, Meitha adalah teman sekaligus gadis yang selalu membela Kiky ketika di buli oleh teman-teman lain. Hmm,, dilihat dari sikap kayaknya sich Meitha naksir Kiky. Kemana-mana mereka selalu berdua baik dalam kelas ataupun di luar kelas.

Makan berdua, tapi mata jelalatan kemana-mana

makan berdua tapi mata jelalatan cerita cinta
Makan berdua (@ https://stock-clip.com)

Seperti terlihat ketika Kiky dan Meitha menikmati jam istirahat mereka dengan makan berdua di kantin sekolah. Saat kedua nya tengah makan bakso tiba-tiba saja mata Kiky beralih ke seorang gadis di pojok sebelah kiri bersama  dengan Alwin. Gadis tersebut bernama Zoya. Sebuah kecurigaan pun timbul dihati Meitha, apakah Kiky suka sama Zoya ? Batin Meitha sambil menatap Kiky yang terus memandang ke arah Zoya. Meitha pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.

“Suka sama Zoya ya ?” Tanya Meitha dengan senyum manis.

“Tidak,  aku tidak suka sama Zoya”.

“Jujur aja dech, aku janji nggak bakalan ngetawain kamu”.

“Benaran ! Aku nggak suka sama Zoya”.

Meitha menghela nafasnya mendengar penjelasan jawaban dari Kiky, Meitha tau Kiky pasti berbohong tapi bagaimanapun Meitha tidak bisa memaksakan untuk jujur pada dirinya.

Alwin yang tadinya bersama Zoya tiba-tiba menghampiri Kiky dengan maksud ingin mempermalukan Kiky di depan banyak orang.

“Wah… kayaknya enak nich, bagi-bagi dong” ucap Alwin sambil mengambil porsi makanan Kiky.

“Kembalikan Win” jawab Kiky dengan wajah polos.

“Kamu mau ? Hah ? Nich, makan tu” jawab Alwin dengan nada suara keras lalu menyiramkan makanan tersebut ke kepala Kiky.

Melihat perlakuan Alwin Meitha tidak tinggal diam, dia langsung beranjak mendekati Alwin.

“Alwin, bisa nggak sich jangan mempermalukan Kiky ? Jangan mentang-mentang Kiky polos lalu seenaknya aja sama dia” ucap Meitha dengan tegas pada Alwin.

“Teman-teman, ada informasi baru nich, Meitha jatuh cinta sama si culun” jawab Alwin sambil tertawa dan diikuti oleh semua anak di kantin saat itu.

Meitha kemudian mengajak Kiky untuk pergi meninggalkan kantin.

Pulang sekolah diajak jalan – jalan ke mal sama Meitha

Ketika pulang sekolah, seperti biasanya Kiky selalu menunggu angkot di depan gerbang sekolahnya. Tiba-tiba matanya melihat Zoya keluar bersama Alwin, karena asyik melihat Zoya, Alwin menghampirinya.

“Eh, culun !, ngapain liatin Zoya terus ? Naksir sama Zoya ?”.

Kiky hanya diam menggeleng.

“Mimpi aja dech Ky, bakalan jadi cowok aku. Seumur hidup aku nggak bakalan pernah sudi pacaran sama cowok culun and cupu kayak kamu” ucap Zoya sambil tertawa kecil pada Kiky.

Zoya dan Alwin berlalu pergi meninggalkan Kiky. Kata-kata Zoya memang sudah menyakiti hati Kiky. Gadis yang memang ditaksirnya sejak dulu tersebut telah berkata kasar padanya. Beberapa menit kemudian Meitha menghampiri Kiky yang masih menunggu angkot. Meitha bermaksud ingin mengajak Kiky jalan-jalan ke mall. Awalnya Kiky menolak, namun Meitha tetap memaksa hingga Kiky tidak dapat menolak keinginan Meitha.

Setibanya di mall Meitha dan Kiky berkeliling. Mereka menaiki escalator hingga menuju lantai dua. Ketika ditawarkan oleh Meitha sebuah baju Kiky malah menolak. Mata Kiky tertuju pada sebuah gitar, melihat hal itu Meitha semakin yakin kalau Kiky naksir Zoya. Karena setau Meitha, Zoya sangat suka sama cowok pinter main gitar.

Kebetulan banget, diminta jadi wakil sekolah buat lomba matematika

ikut lomba matematika bikin cinta makin melekat
Cinta Matematika (@ http://wnpr.org)

Hari demi hari berlalu di sekolahnya, akhirnya Kiky mendapat kesempatan untuk berdua dengan Zoya. Itupun terjadi secara tak sengaja, dimana Kiky dan Zoya diminta untuk mengikuti lomba matematika tingkat kabupaten. Awalnya Zoya menolak, namun itu adalah keputusan kepala sekolah. Waktu semakin dekat menuju pertandingan membuat Kiky dan Zoya terus bersama. Sang kepala sekolah selalu menyuruh mereka untuk mengerjakan soal-soal berdua di perpustakaan. Suatu ketika Kiky merasa penat dan tanpa sengaja melepas kaca mata yang dipakainya selama ini. Zoya terus memandang ke wajah Kiky “ternyata… kiky ganteng juga ya kalau nggak pake kaca mata” ucap Zoya dalam hati sambil terus memandangi Kiky, hingga tanpa disadari mereka saling pandang.

Dari jauh terlihat Meitha menyaksikan kejadian tersebut. Ada rasa cemburu menyelusup dalam hati Meitha melihat kejadian singkat itu. “Meskipun nggak pernah jujur, tapi aku bisa merasakan kalau kamu suka sama Zoya Ky” batin Meitha berkata seperti itu lalu kemudian pergi meninggalkan perpustakaan.

Seminggu kemudian perlombaan pun berlangsung.  Kekompakan Kiky dan Zoya akhirnya membuahkan hasil, sekolah mereka terpilih menjadi pemenang pertama pada lomba matematika tingkat Kabupaten. Zoya tidak sengaja memeluk Kiky ketika mendengar sekolah mereka menjadi juara tingkat pertama. Kejadian itu juga disaksikan oleh Meitha dan Alwin yang melihat dari kejauhan.

Alwin gak terima Si Culun jadi dekat dengan pacarnya

Alwin tidak terima dengan apa yang telah dilihatnya. Dia menyempatkan diri untuk datang menemui Kiky ke rumahnya.

“Eh, kau jangan macam-macam ya ? Zoya pacar ku” ucap Alwin dengan marah pada Kiky.

“Aku nggak mengerti maksudmu win” jawab Kiky dengan paras polosnya.

“Jangan pura-pura nggak ngerti, kamu lupa ? Zoya pernah bilang dia nggak bakalan sudi pacaran sama cowok culun sepertimu”.

Kiky pun terdiam, dia kembali teringat dengan omongan Zoya yang pernah menyakiti hatinya. Ingin rasanya Kiky melupakan rasa sayang pada Zoya, tapi kenyataan tidak dapat dihindari rasa itu tetap bersemayam dihati Kiky.

Ternyata dibalik penampilan culunnya, dia adalah penyanyi kafe bersuara merdu

Si Culun ternyata penyanyi kafe bersuara merdu
Penyanyi kafe (@ Pixabay)

Suatu malam, Zoya bersama temannya Ria berkunjung ke sebuah Kafe. Pengunjung kafe malam itu cukup ramai, tiba-tiba terdengar sebuah alunan merdu dari depan.  Ria tiba-tiba terkejut melihat siapa yang menyanyikan lagu di depan, ternyata Kiky.

“Ya ampun.. Zoya, aku nggak salah liat kan ? Yang di depan mata kita sekarang ini adalah Kiky, nggak nyangka dech dia punya suara semerdu itu, udah gitu juga penampilannya beda. Nggak kayak di sekolah” Kata Ria pada temannya.

“Aku juga tau kok kalau sebenarnya Kiky punya wajah yang lumayan ganteng”

“Jangan-jangan kamu naksir ya sama kiky”

Zoya sedikit tersenyum “Nggak ah, Kiky kan udah punya pacar”.

“Siapa ?” Tanya Ria penasaran

“Meitha”

Meitha shock, Kiky ternyata memang mencintai Zoya

Keesokan harinya, disekolah Meitha terlihat mencari-cari dimana Kiky, ia menanyai semua teman teman sekelas tapi tidak ada yang tau dimana Kiky. Hingga Meitha teringat Kiky pasti di perpustakaan, secepatnya Meitha mendatangi perpustakaan. Meitha kembali dibaluti rasa kecewa ketika melihat Kiky sedang berdua dengan Zoya, tapi kali ini Meitha memberanikan diri untuk menghampiri Kiky. Wajah Meitha terlihat begitu pucat

“Meitha, kamu kenapa ? Wajah kamu pucat, kamu sakit ya ?” Tanya Kiky dengan khawatir.

“Oh iya, aku lupa ky, kamu kan pacarnya Meitha. Maaf ya ky, kalau gitu aku tinggal dulu” Zoya segera berlalu pergi meninggalkan perpustakaan.

Meskipun hatinya sakit, tapi Meitha berusaha untuk tersenyum.

“Kayaknya Zoya salah paham dech Meith, dia sangkanya kita pacaran”.

“Sekarang kamu nggak bisa berbohong sama aku Ky, kamu suka kan sama Zoya”.

Kiky hanya diam tanpa berkata apa-apa.

“Jujur sama aku Ky ! Kamu nggak perlu menutupi perasaan apapun dariku”.

“Maafin Meith, hatiku memang suka sama Zoya dari dulu, tapi takut sama Alwin. Kamu tau sendiri kan Alwin sering menghina aku”.

Tapi Meitha berbesar hati untuk mengalah, karena cinta tidak bisa dipaksakan

“Aku dukung perjuangan kamu buat mendapatkan Zoya, tapi satu hal ku pinta darimu. Jangan pernah melupakan aku. Aku selalu membela saat anak-anak menghina kamu”. Ujar Meitha dengan menahan perasaan sedih.  Hari itu wajah Meitha terlihat sangat pucat hingga dia meminta izin lebih dulu pulang sekolah.

Melihat kedekatan Kiky dengan Zoya, Alwin tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan Kiky untuk tidak mendekati Zoya lagi. Tapi kali ini malah Zoya membela Kiky di hadapan Alwin. Apakah mungkin Zoya mulai menyukai Kiky ?.

“Pokoknya aku nggak mau lagi lihat kamu ngomong kasar sama Kiky” itulah ucapan Zoya pada Alwin saat membela Kiky.

“Oh, jadi sekarang kamu lebih membela si culun ini,  iya ! Jangan-jangan kamu suka sama dia”.

“Kalau iya kenapa ? Itu bukan urusan kamu ? Lagian selama ini juga kita nggak ada hubungan apa-apa”.

Pertengkaran sering kali terjadi dengan Alwin membuat Zoya malah semakin benci pada Alwin, bahkan rasa suka yang dulu pernah  ada untuk Alwin hilang seketika. Semakin hari Zoya terlihat semakin dekat dengan Kiky.

Tapi kemana Meitha setelahnya ?

Suatu ketika Kiky teringat Meitha yang sudah hampir satu minggu tidak masuk sekolah.

“Meitha kemana ya Zo ? Udah hampir seminggu dia nggak masuk sekolah”.

“Aku juga nggak tau Ky, tapi waktu menghampiri kita perpus ku lihat Meitha seperti orang sakit”.

“Apa mungkin Meitha sakit ?” Tanya Kiky cemas.

“Gimana kalau kita temui dia ke rumah, aku tau kok dimana rumahnya”.

Sepulang dari sekolah Zoya dan Kiky mendatangi rumah Meitha, namun mereka hanya bertemu dengan orang tua Meitha. Ketika ditanya tentang keberadaan Meitha orang tuanya malah sedih, sulit bagi orang tua Meitha untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Tante, saya mohon tolong katakana dimana Meitha” ucap Kiky cemas.

“Meitha….” Mama Meitha tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Meitha kenapa tante??” lanjut Zoya.

Ternyata gadis itu sudah meninggal dunia membawa cintanya

bunga lily cerita sedih cinta tak sampai
Bunga lily

Dengan beuraian air mata akhirnya mama Meitha memberanikan diri untuk mengatakan kenyataan sebenarnya.

“Meitha sudah… me…ningggal”.

Bagaikan disembar geledek telinga Zoya dan Kiky mendengarkan hal itu. Seakan-akan mereka tidak percaya pada apa yang diucapkan oleh mama Meitha. Mama Meitha akhirnya menceritakan tentang penyakit Meitha. Meitha selama ini mengindap penyakit kanker otak stadium akhir. Mamanya sudah sering menasehati Meitha untuk berobat ke luar negeri, namun Meitha menolak karena Meitha berpendapat hanya akan membuang-buang biaya orang tuanya.

Namun sebelum meninggal Meitha menitipkan sebuah gitar pada mamanya untuk berikan pada Kiky. Pada gitar itu tertulis sebuah kata “AKU SAYANG KAMU”. Kiky menangis sedih sambil memeluk gitar pemberian Meitha. Betapa Meitha sangat menyayanginya selama ini. Zoya pun merasakan betapa besar cinta Meitha untuk Kiky.

“Meitha pernah bilang kalau kamu sangat mencintai Zoya. Dia membeli gitar itu jauh hari sebelum pergi meninggalkan kita. Dengan gitar itu Meitha berharap kamu bisa menyanyikan lagu untuk Zoya” ucap mama Meitha dengan penuh linang air mata  pada Zoya dan Kiky.

Rasa cintanya diungkapkan dengan hadiah sebuah gitar

Cinta Meitha terhadap Kiky kini terungkap dalam sebuah gitar sebagai hadiah untuk Kiky agar bisa menyanyikan lagu untuk wanita yang dicintai Kiky. Sekarang Meitha sudah tiada, namun kenangan abadi bersama Meita tetap melekat pada sebuah gitar pemberiannya (baca juga cerita sedih pelindung hatiku).

Sebagai permintaan terakhir Meitha, maka malam harinya ketika tampil di kafe, Kiky menyanyikan sebuah lagu ciptaannya sendiri untuk Zoya menggunakan gitar pemberian Meitha.

Zoya yang dulu sangat membenci Kiky sekarang malah begitu amat menyayangi Kiky. Benar juga kata orang bijak benci adalah awal dari tumbuhnya cinta (baca juga : Orang paling kamu benci mungkin kelak menjadi orang paling kamu sesali).

Dibagikan

Penulis :

You may also like

2 Comments