Cerpen Kenapa Harus Aku

cerita sedih kasih tak sampai

Cerita sedih kasih tak sampai tentang curahan hati gadis remaja anak SMP yang harus mengalah karena pujaan hatinya menyukai sahabatnya sendiri. Simak selengkapnya pada cerpen cinta tak sampai berikut :

Cerita Sedih Kasih Tak Sampai Kenapa Harus Aku ?

Cinta, benci, rindu, sakit, lelah, entahlah itu semua kurasakan saat ini. Di pulau kapuk inilah aku berbaring sembari menikmati gelapnya malam, segelap hatiku saat ini. Dingin malam yang menerobos pintu kamarku pun langsung saja bergegas menusuk pori-poriku. Seakan tahu bila saat ini pori-pori kulit wajahku membesar, lebam karena terlalu asik mengucurkan air mata, sampai aku lupa bila saat ini pandangan agak kabur terhalangi oleh mata  memerah dan membengkak. Tissue di sampingku pun menjadi korban perasaanku, yang kini tissue itu hanyalah tinggal nama alias sudah ku binasakan dengan air mataku.

Lima belas tahun bukanlah usia yang terlalu kecil bagiku untuk mengerti dan merasakan apa itu cinta. Cinta yang selama ini didamba dambakan orang karena kesempurnaannya, tapi tidak bagiku. Cinta terlalu kejam bagiku atau aku yang terlalu bodoh untuk berani menyambut kedatangan cinta, entahlah logika ku tak pernah sampai kala aku memikirkannya.

Sekolah Menengah Pertama adalah file favorit di memoriku saat ini. Tentang ceritaku dan sahabatku, Dini. Dini sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Dia jauh lebih pandai mengerti aku dibandingkan diriku sendiri. Di manapun, kita seperti surat dan perangko, selalu menempel kesana kemari. Wajarlah dia teman sekelasku. Sampai suatu malam dia berkunjung ke pulau kapukku, hehehe itulah rutinitas kami setiap malam minggu. Ya boleh dibilang refreshing lah dari mata pelajaran Fisika dan Matematika yang selalu berhasil membuat kepalaku serasa ingin pecah. Belum lagi gurunya terlalu sabar sampai kami tidak berani bicara sedikitpun saat pembelajaran. Bolehlah di bilang sebelas duabelas sama patung pancoran. Jadi malam mingguan seperti ini selalu jadi moment favorit kami.

Curhat kejujuran sahabat yang menyakitkan hati

“Mika, aku boleh cerita sesuatu nggak ?” tanyanya padaku dengan senyum lebar seakan kemarin dia dapat uang saku dobel dari mamanya. “Iya, boleh kok, ada apa Din ?”, sahutku.

“Kamu tahu Doni kan ? Dia udah rajin ibadah, ganteng, baik lagi, sepertinya aku suka sama dia.” katanya padaku sambil ketawa ketiwi sendiri kayak orang di pinggir jalan gitu.

“Apa ?” jawabku sambil tersedak jus jeruk kesukaanku.

cerita curahan hati cewek
Cewek curhat (@ theparentreport.com)

“Kamu, kenapa Mika ? gak suka ya, kalau aku suka sama Doni ?” jawab Dini padaku dengan muka masam, semasam hatiku saat mendengarnya.

“Hahaha suka lah, aku tadi cuma kaget doang, ternyata kamu juga bisa jatuh cinta ya ? cieee.” sahutku padanya untuk menghiburnya walaupun kabar itu seperti petir yang menyambar hatiku, hangus tak tersisa.

Cinta memang tak pernah bisa disalahkan. Aku yang salah selama ini aku terlalu munafik untuk mengakui bahwa aku suka Doni sejak dulu, andai bibirku dapat cerita pada Dini sebelumnya, pasti tidak akan begini kejadiannya. Padahal selama ini diam-diam aku sudah sering chat-an sama Doni di BBM. Doni pun sepertinya juga merasakan apa yang aku rasakan. Dia perhatian banget sama aku. Seakan dirinya ingin aku tahu kalau dia sayang sama aku. Tapi semuanya terlambat, aku dan Doni tak akan pernah bersatu, walaupun aku tahu bahwa percuma aku meninggalkan Doni untuk Dini, karena Doni tak pernah mencintai Dini.

Kini semua hanya cerita sedih kasih tak sampai akibat tidak berani berterus terang

Mentari telah menyapa, hari dimana kini ku sangat malas untuk pergi ke sekolah. Aku tak sanggup melihat Doni yang kutinggalkan tanpa alasan, hatiku tercengang kaku saat aku harus benar-benar pergi dari kehidupan Doni. Sejak saat itulah tak ada hari indah untukku, tak ada lagi dering telfon Doni untukku, tak ada lagi SMS darinya untuk menanyakan kabarku.

“Maafkan aku Doni.” kata itu lah yang setiap malam menghantuiku. Aku sakit lebih dari rasa sakit yang Doni rasakan. Sakit sekali saat aku harus memendam perasaan ini terlalu lama.

“Kenapa, harus aku yang harus mengalah dan pergi ? Jujur aku juga ingin bahagia, jujur aku juga ingin merasakan apa itu indahnya cinta untuk yang pertama dan untuk yang terakhir kalinya Tuhan ?” pikirku dalam hati yang telah patah dan hancur berkeping keping ini.

Cinta monyet ini, cinta pertama ini terlalu pahit untuk dikenang Tuhan. Kejujuran yang tak terucap pada bibirku telah mengantarkanku ke dalam jurang penyesalan. Selamanya cinta ini akan tetap ada, walau tak pernah terucap, meski tak pernah tersampaikan, tak pernah mewarnai suramnya hariku, tiada pernah membuatku mengerti.

Namun satu hal yang dapat mengerti Tuhan, kini aku benar-benar kehilangan orang yang kucintai. Hanya dalam mimpi dia hadir kembali, hanya dalam air mata aku dapat mengenangnya, dan hanya dalam penyesalan ingatan telah membunuh hatiku dan cintaku untuknya.

“Kau cintaku”, hanya kata itu yang ku ingin kau tahu sebelum kanker ini benar-benar menggerogoti tubuhku dan menciptakan penyesalan nan abadi untukku. Disaat bibirku masih terkunci sampai ku di singgasana surga.


Terima kasih telah membaca cerita sedih kasih tak sampai. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan memberi inspirasi serta menjadi motivasi bagi sobat remaja pengunjung setia laman Bisfren sekalian. Salam sukses.

Dibagikan

Mayu Azhari

Penulis :

Artikel terkait