Kenapa Orang Teriak Kalau Lagi Marah

kenapa orang teriak kalau lagi marah

Kenapa orang teriak kalau lagi marah ? pertanyaan sederhana tersebut sedikit mengusik saya ketika ditanyakan oleh seorang anak pada suatu pembicaraan. Kenapa mengusik karena orang berteriak saat marah memang sudah biasa jadi sudah dianggap wajar tak perlu dipertanyakan. Akan tetapi ketika muncul pertanyaan mengapa orang teriak ketika marah dari seorang bocah, tentunya perlu dijelaskan secara benar dan sederhana agar tidak menimbulkan kesimpulan keliru dalam ingatan anak.

Mengapa orang berteriak ketika marah

Ketika seorang guru tengah berjalan bersama siswa-siswinya, mereka bertemu dengan dua orang sedang bertengkar, saling berbantah-bantahan, marah tidak terkendali, dengan cara berteriak. Sang guru yang tidak ingin siswa-siswinya melihat contoh tidak baik tersebut kemudian mengajak mereka menyingkir lalu bertanya kepada mereka.  “Kenapa saat sedang marah orang akan saling teriak, atau kenapa orang teriak kalau lagi marah ?” tanya sang Guru. Salah satu murid menjawab “Karena diantara mereka sudah hilang kesabaran, kesabaran sudah mencapai batas sehingga mereka pun berteriak”

Sang Guru membantah dengan cara mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menguji siswa – siswinya. “Kenapa harus berteriak ? bukankah orang tersebut ada dihadapannya ? Apakah ucapannya tidak akan terdengar sementara mereka saling berhadapan ?”.

Para siswa – siswa saling berpandangan tidak dapat menemukan jawaban yang tepat sehingga Sang Guru akhirnya berkata “Saat dua orang terbakar emosi, marah, sesungguhnya hati mereka saling menjauh. Jadi sekalipun tubuh mereka berdekatan mereka harus berteriak agar ucapannya dapat di dengar oleh lawannya. Semakin marah, semakin jauh pula jaraknya sehingga semakin keras teriakannya. Itulah sebabnya kenapa orang teriak ketika marah”

Orang teriak kalau lagi marah tapi berbisik kalau lagi jatuh cinta

Para siswa – siswi yang mendengarkan dengan seksama mengangguk setuju pada penjelasan guru mereka. Namun Sang Guru masih melanjutkan. “Akan tetapi saat dua orang saling mencintai, jarak hati diantara mereka sangat dekat. Itu sebabnya mereka tidak perlu berbicara keras apalagi berteriak. Perkataan lembut sudah bisa didengar dan dipahami oleh lawan bicaranya. Sedekat itulah orang – orang yang saling mengasihi”.

Jangan jauhkan hati ketika marah

Melihat siswa – siswi nya mulai mengerti, sang guru melanjutkan lagi penjelasannya. “Jika kalian sedang merasa marah, sedang mengalami pertengkaran, hindari ucapan atau perkataan yang membuat hati kalian semakin jauh. Apabila kalian membiarkan hati semakin jauh, suatu saat jaraknya akan membuat kalian tak mampu untuk menempuhnya lagi”.

Setelah usai teriakan dan caci maki hubungan sulit menjadi seperti semula lagi

Sobat Bisfreners, dari cerita diatas tentunya sobat bisa memahami betapa pentingnya bersikap sabar untuk menjaga hubungan. Jangan mudah terpancing emosi, jangan mudah meluapkan emosi dalam bentuk teriakan serta caci maki.

Tidak ada satu orangpun suka aibnya dibuka dengan cacian meskipun dilakukan dihadapannya. Ingatlah, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sama seperti saya, juga anda. Kita semua hanyalah manusia biasa penuh dengan kesalahan.

Apakah setelah kamu membentak, berteriak, mencaci-maki dengan membuka aib orang kemudian setelahnya hubungan kalian akan menjadi baik-baik saja ? umumnya para ahli psikologi mengatakan, mungkin seseorang bisa memaafkan untuk memperbaiki hubungan sehingga diantara mereka hubungan terjalin kembali. Akan tetapi cacian serta hinaan pernah diperolehnya akan terus terekam dalam otaknya sehingga membuatnya memberi sedikit jarak, atau batasan, yang mungkin tidak terasa atau terlihat. Pada keadaan ini, hubungan sulit, atau bahkan tidak akan pernah, bisa seperti sebelumnya lagi.

Apakah seorang suami akan biasa-biasa saja setelah dicaci-maki istrinya ? kelihatannya demikian namun belum tentu seperti apa terlihat. Apakah seorang istri akan melupakan lalu bersikap seperti tidak pernah terjadi apa-apa ? Rasanya begitu tetapi belum tentu seperti itu.

Jadi sobat, sekali lagi hindari teriakan, caci maki dan saling membuka keburukan masing-masing saat sedang marah. Demikian artikel dari kami tentang alasan kenapa orang berteriak saat sedang marah, semoga bermanfaat.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait

1 Comment