Kepompong Dan Kupu-Kupu

cerita dialog fiksi inspiratif

Kepompong dan kupu-kupu adalah cerita dialog fiksi inspiratif mengenai pencarian kebebasan serta makna kebebasan itu sendiri. Silahkan simak lalu maknai pesan dalam cerita pendek berikut :

Cerita Dialog Fiksi Inspiratif  – Kepompong Dan Kupu-Kupu

Seekor kupu-kupu beristirahat pada sebuah gua kecil. Tampaknya dia sangat lelah setelah melakukan perjalanan panjang. Perjalanan panjang menikmati kebebasan. Meski demikian sayap cantiknya terus terkembang, terbang memutari ruangan gua seakan tak ingin memperlihatkan rasa lelahnya. Hanya dengus nafasnya berpacu cepat menunjukan kelelahan sementara diluar terdengar suara rintik hujan. Selang beberapa menit dia hinggap pada dinding dekat mulut gua. Untuk pertama kali dalam hidupnya, hujan membuatnya tak berfikir untuk melanjutkan perjalanan.

Ketika hujan mereda lalu berhenti sepenuhnya sang kupu-kupu bersiap untuk terbang kembali. Sejenak dia menjejakkan kaki hendak terbang terdengar suara masuk dalam pikirannya “Kemana kamu akan pergi ?”. Kupu-kupu berbalik mencari mahluk yang berbicara padanya. Matanya hanya menangkap seonggok kepompong tua tak ada lainnya lagi disana.

“Apakah anda berbicara kepada saya, kepompong ?”

Kepompong diam membisu. Tiada jawaban keluar darinya. Ya, bahkan dia tak memiliki mulut untuk bisa berbicara. Tetapi terdengar lagi suara.

“Ya, ini saya. Saya berbicara langsung ke pikiranmu. ”

Kupu-kupu kaget, ini pertama kali dalam hidupnya mendengar suara tanpa sumber. Kepompong bahkan tiada bergerak ! Bagaimana dia bisa berbicara langsung ke pikiran ?

Percakapan kepompong dan kupu-kupu, sebuah cerita inspiratif

“Saya tidak tahu apakah anda atau saya berbicara dengan pikiran saya sendiri karena saya tidak dapat menemukan tanda-tanda anda berbicara kepada saya dengan mata saya. Tapi saya akan mendengarkan. Apa yang anda akan bicarakan kepada saya ?”, tanya kupu-kupu.

“Saya akan membahas tentang perjalanan yang anda sebut perjalanan kebebasan. Tapi anda tidak menjawab pertanyaan saya. Kemana anda akan pergi ? ” tanya suara itu.

Selama beberapa detik kupu-kupu diam, karena dirinya tidak benar-benar tahu kemana harus pergi saat ini. “Apa ada hubungannya dengan anda ?”

“Jawab saja, kupu-kupu muda.”

Wah, hanya buang-buang waktu ! “Apakah anda yakin ingin berbicara tentang kebebasan dalam penjara itu ? Dengan saya ? anda lucu, kepompong tua !”

“Saya mungkin selamanya dalam penjara ini. Tapi disini saya mengerti ide kebebasan.”

“Anda tak akan memiliki gagasan tentang kebebasan kecuali anda memiliki pengalaman !”.

“Saya memiliki apa yang anda sebut pengalaman dalam penjara ini, kupu-kupu muda.”

“Omong kosong !”

Argumen mereka terhindar oleh angin gemerisik ke dalam gua. Udara dingin menyergap masuk, mengirim hembusan ke dalam pikiran. Kemarahan kupu-kupu sedikit membeku , tapi ketegangan masih tinggi.

“Anda mungkin memiliki perjalanan kebebasan melalui lembah di bawah sana, tetapi saya telah melihat hal-hal lebih dari sebuah perjalanan disini. Saya telah mengawasi anda sepanjang waktu. Bagaimana anda terbang, bagaimana belajar, bagaimana menempatkan nilai-nilai hidup anda .. tapi entah bagaimana, anda akan datang ke titik ini ketika anda merasa lelah, sangat lelah dari apa yang anda cari. Dan akhirnya, anda mulai mempertanyakan, apa persisnya yang saya cari ? Dan sebelum anda mengetahi jawabannya, anda kehabisan waktu. ”

“Saya pikir anda kehilangan beberapa poin, kepompong tua. Anda mungkin telah mengawai saya terbang, belajar hal-hal, dan menempatkan nilai-nilai hidup saya sendiri. Tapi anda hanya menonton ! Anda tidak mengerti bagaimana terbang, bagaimana menjadi bahagia, belajar, dan untuk mengamati diri sendiri ! Sekarang saya ingin bertanya, apa definisi kebebasan dalam pikiran anda ?”

Suara itu berhenti argumen untuk sementara waktu. kupu-kupu bisa mendengar suara menghirup udara, kemudian terdengar kembali suara balasan, “Ini adalah tujuan, kupu-kupu muda. Ini adalah alasan mengapa saya disini dan masih hidup. Saya memiliki ide kebebasan, tetapi belum menemukan tujuan saya sendiri. Saya tak akan meninggalkan kecuali saya menemukan satu. ”

“Sia-sialah memikirkan tujuan tanpa perjalanan”. Pungkas kupu-kupu.

“Sia-sia memiliki kebebasan tanpa tujuan”. Jawab kepompong.

Kupu-kupu muda terbang meninggalkannya dengan penuh kemarahan juga kebingungan. Dia terbang di sekitar berputar-putar sampai akhirnya kembali lagi dengan satu pertanyaan, apa persisnya yang saya cari ?. Akan tetapi sebelum dia memasuki gua, datanglah angin keras menghembus berputar membuat segala didalam gua termasu dirinya terhempas ke sungai lalu hanyut terbawa air. Sayapnya rusak sia-sia. Akan tetapi sebelum menghembus nafas terakhirnya dia melihat kepompong itu lalu menyadari bahwa kepompong tersebut kosong.

Note : Cerita dikirim melalui email tanpa menyebutkan nama penulis.


Terima kasih telah membaca cerita dialog fiksi inspiratif. Semoga cerpen inspiratif diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait