Maaf, Kamu Terlalu Banyak Bicara

maaf kamu terlalu banyak bicara bukan teman ngobrol menyenangkan

Sekali lagi maaf karena saya harus menjadi orang yang memberitahukanmu, tetapi kamu terlalu banyak bicara. Saya yakin kamu merasa tidak demikian, tapi ini serius, kamu bicara terlalu banyak sehingga membuat orang bosan mendengarkannya. Mau tahu seberapa banyak kamu harus bicara dan mendengar ? 50 : 50. Ya 50% dari obrolan kita kamu harus mendengarkan, sisanya waktumu untuk bicara. Bagaimana caranya agar bisa mencapai hal itu sehingga menjadi teman ngobrol menyenangkan ? Yuk simak caranya.

Mau jadi teman ngobrol menyenangkan ? jangan terlalu banyak bicara !

Bob Lazenik, seorang psikolog mengatakan untuk mengetahui apakah anda telah mendominasi percakapan selama obrolan dengan cara sebagai berikut :

Setelah percakapan panjang dengan seseorang, perkiraan berapa persen kamu habiskan untuk berbicara dalam satuan menit. Jawablah jujur !.  Tambahkan 20% dari total yang didapat.

Jika hasilnya lebih dari 70% maka kamu sudah terlalu banyak bicara. Menurut Bob, anda bukanlah orang menyenangkan untuk diajak bicara atau ngobrol bahkan mungkin memiliki kecenderungan Asperger Syndrom yaitu melakukan monolog tentang obsesi atau pendapat diri mereka sendiri pada saat melakukan percakapan dengan orang lain.

Ya, sebuah percakapan atau obrolan yang baik dengan teman maupun pasangan harus mengalir dengan prosentase 50 : 50, lebih dari itu sudah terlalu banyak. Seorang tidak mampu membatasi diri dari terlalu banyak bicara bukanlah teman ngobrol menyenangkan. Perilaku mendominasi percakapan ini pada akhirnya akan merugikan mereka karena sangat mungkin akan ditinggalkan oleh rekan atau pasangannya (baca juga : cara membangun kembali kepercayaan untuk menjalin hubungan romantis).

Penting memberi kesempatan orang lain bicara agar menjadi kita teman ngobrol menyenangkan

Lalu bagaimana menciptakan sebuah topik tanpa membuat kita terlalu banyak bicara ?. Sebagai contoh misalnya, ketika sedang nonton TV berdua lalu muncul berita mengenai kasus pembunuhan dengan kopi sianida Jessica, jangan katakan “Nah itu dia, saya yakin dia psikopat, pembunuh berdarah dingin …. “. Tapi katakan misalnya, “Apa menurutmu dia seorang psikopat ? kalau dia mau menggunakan sedikit make up mungkin menyenangkan juga minum kopi bersama dia :)…

Percakapan basa-basi pemecah keheningan pertama adalah sebuah kesalahan karena  menyatakan pendapat, jalan pikiran anda belum tentu sama dengan orang dihadapan kita. Sementara kalimat kedua merupakan pancingan dengan sedikit humor agar lawan bicara mengungkapkan pendapatnya, mengetahui ketertarikannya pada kasus tersebut yang mungkin pada akhir pembicaraan membuat anda mengajaknya minum kopi, tanpa sianida tentunya.

Berbicara telalu banyak itu mudah, yang sulit adalah mendengarkan !

Percakapan yang baik adalah percakapan yang mengalir dua arah layaknya seorang berlatih tanding permainan tenis. Memukul bola kearah lawan pada posisi mudah dijangkau, membiarkannya mengembalikan kepada kita. Sesekali membiarkan bola masuk dalam area kita, untuk memberinya kemenangan, namun sesekali kita mengalahkannya. Siapapun pemenangnya, dalam sebuah persahabatan adalah mampu menjaga kekalahan lawan sedemikian tipisnya sehingga tidak membuat sedih hatinya. Terlalu banyak bicara sangat tidak baik karena anda memaksa orang untuk menjadi pendengar, sementara terlalu lama menjadi pendengar juga tidak baik karena tidak memperlihatkan kualitas diri kita.

Indikator untuk menunjukkan kita telah mendominasi percakapan atau bukan teman ngobrol menyenangkan

Indikator penting untuk memantau apakah kamu mendominasi percakapan, terlalu banyak omong, atau sudah menjadi teman ngobrol tidak menyenangkan diantaranya dengan melihat :

  1. Apakah orang yang diajak bicara sering melirik ponselnya, membaca pesan atau menelpon seseorang
  2. Apakah dia mengeluarkan sesuatu misalnya laptop dari dalam tas lalu membukanya ?
  3. Apakah dia memainkan dasi, kerudung atau bagian baju dengan tangannya ?
  4. Apakah dia berkali-kali melirik kearah lain ?

Jika itu yang terjadi, segeralah tarik nafas, tenangkan fikiran, pahami perasaannya, lalu cari ide untuk memancingnya bicara mengenai sesuatu yang dia suka. Berikan kesempatan kepadanya untuk bicara sementara kamu, dengarkan dan tanggapi dengan baik segala topik pembicaraanya tanpa terjebak untuk menanggapi terlalu banyak sehingga pada akhirnya membuat dirimu kembali dominan pada topik yang diciptakan temanmu.

Demikianlah sedikit tentang terlalu banyak ngomong atau cara menjadi teman ngobrol menyenangkan dari kami semoga bermanfaat (baca juga : motivasi jangan bicara tanpa bukti).

Apakah saat  membaca artikel cara menjadi teman ngobrol menyenangkan ini anda teringat diri sendiri atau berpikir tentang orang lain ? jika demikian, mengapa tidak mencoba membagikan artikel kami kepada teman anda pada dinding laman media sosial anda sendiri. Bukankah dengan cara begitu tidak akan melukai hatinya ?.

Dibagikan

Nissa Fatima

Penulis :

Artikel terkait

2 Comments