Memaknai Jakarta

cerpen mini opini

Memaknai Jakarta adalah cerpen mini opini atau pendapat seorang anak muda tentang Jakarta serta mimpi-mimpi para penghuninya. Sebuah tulisan menarik untuk dibaca. Simak opini dalam cerita pendek berikut :

Cerpen Mini Opini – Memaknai Jakarta

Malam ini, laki-laki itu menyandarkan punggungnya ke dinding masjid yang dingin. Ia menatap lalu lalang kendaraan yang begitu padatnya membelah kota penjanji segala mimpi. Jakarta. Heran, itulah yang ia rasakan, kenapa orang-orang menitipkan jutaan mimpinya ke kota yang penuh sesak ini. Kenapa ia juga salah satu di antaranya.

Siang tadi ia baru menyelesaikan tahap akhir proses rekrutmen suatu perusahaan. Multi-national company, katanya. Apa yang mereka tawarkan sangat menjanjikan, sepadan dengan apa yang mereka tuntut dari para kandidatnya. Ia realistis, bahwa uang memang bukanlah segalanya, tapi hampir segalanya membutuhkan uang. Pun demikian, ia tetap membawa idealismenya.

Aku hanya ingin bekerja di perusahaan yang tidak hanya peduli dengan mempertahankan sekaligus meningkatkan performa bisnisnya hingga berada pada kondisi sustain, tetapi juga peduli dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat baik melalui produknya maupun program-program sosialnya.

Dan mimpinya kini selangkah lagi terwujud, setelah ia nantinya dinyatakan sehat sepenuhnya.

Kini ia gamang saat membayangkan ia akan tinggal di kota ini, lebih tepatnya, ketika kelak ia harus membina keluarga kecilnya di sini. Apakah ia bisa menjaga mereka seutuhnya, lahir dan batin, dunia dan akhiratnya? Ia semakin gamang, hingga akhirnya ia memutuskan membaca Al-Qur’an kecil yang senantiasa ia bawa.

Setelah tenang, ia mengeluarkan sebuah buku yang menjadi tempatnya menumpahkan segala pikirannya saat ia bepergian. Ia pun menuangkan resolusi kegamangannya yang dihasilkan dari sebuah ayat yang sempat dibacanya. Sebuah surat untuk orang yang akan ia temui dalam suatu perjalanan, karena sejatinya perjalanan akan menciptakan pertemuan bagi mereka yang memiliki tujuan yang sama.

Untukmu teman perjalanan seumur hidupku

Jakarta adalah kota penjanji mimpi kepada para pemimpi. Bangunan yang berdiri megah. Semua akan bisa kita nikmati nantinya, untuk singgah ataupun tinggal. Tapi, bukan itu cara kita memaknai Jakarta. Di balik gemerlapnya gedung, terhampar mereka yang hanya berlindung di bawah kolong jembatan, tumpukan kardus, ataupun kanopi pertokoan. Bersama merekalah kita akan memaknai Jakarta. Kita akan bercengkrama dengan mereka di tempat yang mereka sebut sebagai rumah, berbagi tawa, menciptakan rasa syukur, dan bertukar doa.

Jakarta menawarkan kemewahan kuda besi. Mobil mewah tumpah ruah. Salah satunya akan bisa kita miliki kelak. Tapi, bukan itu cara kita memaknai Jakarta. Di sisi lain mengkilapnya mobil, tersaji mereka yang menikmati sesaknya KRL, baunya omprengan, atau panasnya pedestrian. Bersama merekalah kita akan memaknai Jakarta. Kita akan meniadakan smartphone kita, menciptakan percakapan demi percakapan bersama dengan mereka yang berada di sekeliling kita, untuk menumbuhkan rasa syukur atas apa yang telah kita miliki di Jakarta ini.

Jakarta menyeruakkan aroma pemantik selera makan. Makanan mewah ditawarkan oleh berbagai restoran berkelas. Kita bisa saja mencicipinya satu per satu. Tapi, bukan itu cara kita memaknai Jakarta. Di sisi lain dari melimpahnya makanan mewah, terpampang mereka yang hanya mampu menikmati sisa makanan di tempat sampah, makan sehari sekali itupun masih harus dibagi dengan yang lainnya. Bersama merekalah kita akan memaknai Jakarta. Kita akan menikmati hangatnya nasi bungkus bersama dengan mereka, berbagi jeruk hangat, dan menghabiskan kesegaran buah-buahan bersama.

Jakarta mengiming-imingi mimpi yang tak terbatas. Tapi, mimpiku adalah membuatmu bahagia, bersama anak-anak kita di keluarga kecil yang kita bina. Bagiku, kebahagiaan bukanlah seberapa megah rumah yang kita tinggali, seberapa tinggi harga mobil yang kita gunakan, bukan pula seberapa mewah makanan yang kita nikmati, melainkan seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada yang membutuhkan, dan seberapa luas syukur yang kita peroleh dari mereka.

Mau memaknai Jakarta bersamaku ?


Terima kasih telah membaca cerpen mini opini tentang Jakarta. Semoga cerita pendek diatas bermanfaat dan menghibur sekaligus bisa menambah wawasan sobat Bisfren sekalian. Ingatlah untuk selalu bersikap dan berpikir optimis dan realistis dalam menghadapi segala persoalan hidup. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Merajut Pelangi

Penulis :

Artikel terkait