Memulai dari angka nol lagi kadang lebih baik daripada melanjutkan hal tak pasti

memulai dari angka nol lagi

Sepanjang perjalanan hidup, dalam urusan apapun – bisnis, karir, cinta, keluarga – mungkin kita dihadapkan pilihan mulai dari angka nol lagi atau melanjutkan namun dengan konsekuensi tidak menyenangkan atau diluar harapan. Bagaimana harus menyikapinya ? apakah memulai dari awal bisa lebih baik  dari melanjutkan sesuatu yang telah ada ?

Memulai dari angka nol lagi

Seorang teman pernah curhat kepada saya tentang hubungannya. Hubungan cinta telah dijalaninya selama beberapa tahun namun dirasakan semakin lama semakin banyak ketidak cocokan. Bahkan bisa dikatakan tidak jelas akan dibawa arah tujuan hubungan mereka selanjutnya. Dia menanyakan kepada saya, apakah lebih baik putus saja lalu mencari pengganti lain atau melanjutkan dengan menahan perasaan.

Bila mengikuti pesan dari kata motivasi tentang semangat hal tersebut merupakan pilihan dilematis. Disatu sisi dirinya diminta untuk bertahan, namun pada sisi lain hatinya merasakan ketidak nyamanan dalam menjalin hubungan. Dengan bertahan mungkin apa dirasakannya akan berlangsung terus menerus, bahkan mungkin menggerogoti hati, pikiran dan badan. Akan tetapi memilih mengakhiri hubungan lalu berpisah juga bukan perkara sederhana. Kalau calon pengganti sudah ada, tentu tidak jadi masalah. Tetapi kalau belum ada ? bagaimana cerita selanjutnya ? apa harus cari baru ? belum tentu juga datang lebih baik.

Nah itulah kuncinya, “belum tentu”.  Kalau belum tentu datang lebih baik, berarti belum tentu juga datang yang kurang baik atau sama. Tetap ada kemungkinan. Itulah mungkin maksud dari kata kata bijak memulai kembali dari awal kadang lebih baik daripada tetap bertahan dalam ketidak pastian. Jadi ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana atau sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki dengan cara memulainya dari awal dengan strategi berbeda tentunya.

Memulai kembali dari awal kadang lebih baik daripada tetap bertahan dalam ketidak pastian

Baiklah sobat, mungkin beberapa dari anda sudah pernah mendengar kalimat bijak tersebut. Meskipun kalimat itu lebih ditujukan dalam kaitan wirausaha atau karir. Akan tetapi dalam menjalin hubungan masih bisa digunakan. Tentunya dengan pertimbangan atas kondisi-kondisi khusus.

Pertimbangan apa yang harus diambil sebelum memutuskan hubungan lalu memulai kembali ? tentunya hal tersebut tergantung dari individu masing-masing. Akan tetapi masalah calon pengganti menjadi pertimbangan utama bagi sebagian anak muda. Sementara bagi golongan usia lebih tua, pertimbangan lebih pada masalah penilaian sosial kepada dirinya, biaya hidup serta usia meskipun pada akhirnya berujung pada hal sama yaitu calon pengganti.

Ketakutan tidak bisa mencari pengganti serta status sosial sering membuat orang terjebak pada hubungan tidak jelas

Dikatakan bahwa rasa takut akan tidak segera mendapat pengganti serta status sosial setelah ketidak beradaan pasangan seringkali menyebabkan orang terjebak pada hubungan tidak jelas. Setelah sekian banyak orang mengetahui siapa pasangannya atau siapa pacarnya, seseorang sering menjadi merasa takut bagaimana menjelaskan tentang ketidak beradaannya. Inilah sebenarnya masalah utama mengapa seseorang bisa menjadi sedemikian menghiba mengharap kekasihnya atau pacarnya untuk kembali padanya. Sebenarnya dalam hatinya sulit dibedakan antara cinta serta kebutuhan dari rasa takut. Benarkah demikian ? bagian berikut akan menjawabnya.

Bila calon pengganti sudah ada, orang lebih mudah melepas pacar, kekasih atau pasangannya

Hasil penelitian dari berbagai kasus pasangan yang berpisah membuktikan bahwa apabila calon penganti sudah ada, atau sudah memiliki orang ketiga, membuat seseorang mampu lebih tenang untuk mengakhiri hubungannya. Sementara pihak yang terpuruk adalah pihak yang belum siap untuk mendapat pengganti sehingga akhirnya menjadi patah hati hingga dirinya menemukan cara move on.

Jadi jelas sudah, mengapa teman atau kerabat kita terpuruk akibat putus cinta. Itu semata-mata adalah karena dirinya tidak segera mendapat pengganti atau tidak memiliki calon pengganti. Belum tentu karena rasa cintanya yang sedemikian dalam. Seketika dia menemukan pengganti, maka dia akan mampu move on melupakan mantan pacar tersayang.

Nah sobat, setelah membaca pendapat-pendapat tersebut semoga bisa membuka pikiran kita dalam mempertimbangkan keputusan untuk melanjutkan atau mengakhiri hubungan. Hubungan memang selayaknya dipertahankan, akan tetapi bila menyangkut kenyaman sepanjang hidup kedewasaan mengambil sikap jelas diperlukan.

Dibagikan

Aditya Rizky

Penulis :

Artikel terkait

2 Comments

  1. Kalau pendapat sudah sering berseberangan, kalau keinginan sudah saling bertolak belakang, memang sebaiknya mengakhiri hubungan

  2. Judulnya dari iklan pom bensin pertamina tahun 2000an. Dulu pom bensin banyak yang curang, akhirnya dibenahin. Mulai dari angka nol Is Ok lah, tapi juga musti ingat umur makin nambah. Kalau sudah tua lebih baik mempertahankan yang ada daripada cari baru.