Menghargai Dengan Terima Kasih

mengucapkan terima kasih

Ada pembelajaran yang menarik saat mendengar pernyataan dari seorang narasumber observasi saya kemarin. Di Sekolah Alam Bogor, peserta didik dibiasakan untuk selalu mengucapkan terima kasih terhadap pemberian yang mereka dapatkan. Penghargaan atas apa yang telah orang lain lakukan pada kita. Di sana mereka terbiasa melakukan sesuatu dengan mandiri tanpa harus merepotkan orang lain.

Motivasi : Menghargai Dengan Terima Kasih

Sekolah tersebut hanya memiliki satu orang petugas kebersihan yang ditugasi untuk membersihkan pekarangan depan saja atau hal-hal tertentu. Untuk kebersihan kelas, peralatan makanan seusai makan, kebersihan aula, kamar mandi mereka bersihkan sesuai jadwal piket harian yang telah disepakati. Mereka menjadi pelaku sekaligus merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang melakukan hal tersebut, ini hanya satu contoh saja.

Sejatinya kita tidak akan bisa memahami apa yang dikerjakan, dilakukan orang lain sebelum kita ikut melibatkan diri kita untuk melakukan hal yang sama seperti mereka. Bagaimana capenya menyapu, mengepel, menana kursi, menyiapkan perlengkapan belajar-mengajar, menyusun berkas-berkas, merapikan rak sepatu, menyikat kamar mandi, mencuci piring, menyiram tanaman dan hal lainnya yang dilakukan oleh seorang penjaga kebersihan sekolah. Kita bahkan sering memandang rendah pekerjaan tersebut, padahal tanpa mereka lingkungan kita tidak akan bersih, kita tidak akan melihat indahnya suatu ruangan yang ditata rapih, tidak bisa merasakan kenyamanan. Bahkan terkadang terlontar keluhan dari mulut kita jika tidak bersih, masih kotor dan bau.

Lantas sudahkah kita mengucapkan terima kasih pada mereka ?

Anak-anak di SAB setiap semesternya biasa melakukan banyak perjalanan untuk mendekatkan mereka pada masyarakat sekitar, alam, dan pertualangan lainnya. Saat mereka bertemu dengan seseorang yang telah membantu kemudahan kegiatan mereka, pasti mereka memberikan penghargaan dengan ucapan “terimakasih”.

“Terima kasih ya pak, kamar mandinya wangi dan bersih”
“Terima kasih kawanku sudah membawakan tasku”
“Terima kasih sudah membagi makanan kamu”
“Terima kasih sudah membuatku tersenyum”
“Terima kasih atas teh hangat buatanmu”

Dan ucapan terimakasih lainnya. Dalam kehidupan nyata mungkin kita jarang mengucapkan terima kasih pada mereka yang telah baik pada kita, kita hanya mengucapkannya pada sesuatu hal berarti, yang betul-betul kita rasakan. Tanpa disadari banyak hal-hal kecil di sekeliling kita yang tidak terlihat oleh mata kita untuk mendapatkan penghargaan meski hanya sebuah ucapan terima kasih.

Kita pasti akan merasa senang jika melakukan sesuatu sekecil apapun itu dengan pemberian ucapan terimakasih. Hal ini memang sederhana, tapi bisa menentramkan hati, meneduhkan yang merasakannya, meninggikan empati, menghargai usaha orang lain dan tentu mengeratkan kerukunan. Bahagia bukan saat usaha yang kita lakukan, orang lain menerimanya dengan senang hati, menghargainya dengan sebuah ucapan penghargaan.

Yuk sama-sama membiasakan untuk mengucapkan terima kasih pada siapapun itu. Apalagi saat di tempat umum.

Terima kasih, 25 Januari 2017

Siti Aisyah

Dibagikan

Aisya Zaira

Penulis :

Artikel terkait