Meskipun Dunia Kita Telah Berbeda

cerita sedih romantis

Meskipun dunia kita telah berbeda adalah cerita sedih romantis tentang gadis yang ditinggal mati kekasihnya. Akankah dia mampu menerima kenyataan ? silahkan simak pada cerpen sedih berikut.

Cerita Sedih Romantis – Meskipun Dunia Kita telah Berbeda

Hujan deras yang menguyur kota ini sejak sore tadi, membuat aku malas beranjak dari tidurku, meskipun mata tak bisa ku penjam, namun aku tetap menarik selimut ku memaksakan diri untuk tertidur … dan tiba-tiba dalam tidurku, aku melihat seseorang berjalan kearahku dengan pakian putih yang berkilau dan senyum yang seolah tidak asing lagi untukku, ku kucek mata untuk memastikan apa benar yang aku lihat, dan….memang benar aku mengenali senyuman itu ..” Abang Aldi ??” aku memanggil lelaki berpakian putih yang kini ada di hadapanku..

“Mau kemana, Bang ?? Kok Rapi ini ?? .. namun dia tak berbicara kepadaku namun tetap memandang ku bukan lagi dengan senyuman, tapi wajahnya kelihatan sangat sedih ..

“ada apa, Bang ?”  … “aku akan pergii jauh, De ..!!!”

“Pergi kemana ?  abang bercanda kan? Abang tidak akan tinggalin aku kan, bang ??”

Aldi memegang kedua tanganku dan menciumnya, “aku sangat mencintaimu, De..!

“Aku juga, Bang, kau tau kan ??”

“Jaga dirimu, sayang ..!” dia mencium keningku, lalu berpaling dan berjalan menjauhi ku, aku tak ingin melepaskan tanganya tapi tangannya perlahan-lahan terlepas dari tanganku,

“Abang.. abang .. aaabaaaannggggg !!! aku tersentak dan terbangun, aku melihat sekilingku masih sama seperti sebelumya, huuuffff … aku menarik nafas, “oh hanya mimpi..”

Hujan yang tak kunjung berhenti, membuat aku kedingian, aku menarik selimut ku dan tertidur lagi..

Kringgg… Kringgg..Kringg…!!!!

Ponselku berbunyi, karena mendengar bunyi ponsel aku, aku membuka mataku dan berusaha mencari ponsel ku ..”Siapa lagi ?” aku berpura-pura tak mendengarnya dan ingin menutup mataku lagi, tetapii..

Kriingg..Kring..Kringg !!

“Bunyi lagi ? siapa ?? dengan malas aku bangun dan mencari polselku, namun melihat siapa yang melepon membuatku kantuk seakan hilang begitu sajaa ..

“Hallo Ma,” tak ada jawaban di ujung sana, aku mendengar keributan disana..” ada apa “?

“Hallo, Ma.. hallo ?!.

“Iya cha, ” akhirnya mama menyahut juga meskipun sangat pelan ..

“Ada apaa mama ?? kok ribut-ribut, suara mama juga, kok pelan sih ? mama baru habis nangis, ya ? emang kenapa ???”

“Cha, Abang Aldi meninggal !!”

“Apa ?? mama bercanda kan, bulan kemarin abang terlihat baik-baik saja, ma.. mama ??

Heninggg …

“Hallo Ma, ?? mama bercanda kan ??.

“Cha, kamu harus kuat ya, abang meninggal tepat jam Sembilan tadi, besok pemakamannya” mama menangis .. ..” mama tutup ya, . Klik…

Tak terasa mata ku panas, aku menatap ponselku “abang pergi ?? abang ?? aku terus mentap ponselku dan melihat foto yang tepampang di layar ponselku .. seketika itu aku terduduk lemas, seakan kakiku tak mampu menahan berat badan ku .. aku menangis, aku melemparkan ponselku, dan semua barang yang  bisa ku lempar.. “ini tidak mungkin.. tidak mungkin..!!! mengapa kau tinggalkan aku, bang ?? mengapa ??.. mengapa bang, ?!!…

Arghh .. aku berteriak aku marah, aku melemparkan bingkai, fotonya, kau jahat, bang.. jahaat … aku terisak.. aku berdiri mengambil bingkai foto yang ku lempar, ku tatap wajahnya dan dia terseyum padaku ..

Aku mengusap wajahnya ” aku ingin bersamamu, bang?! Kau dengar kan, bang ?? aku ingin bersamamu..” aku terus menangis, ingin sekali aku ada bersamnya saat ini, namun apa mau dikata ? tempat ku berada sangat jauh darinya, bahkan tanganku tangan mampu menggapainya….

Hari mulai pagii dan, hari ini pemakamannya, namun aku tak mampu berjalan kearahnya, berlari pun aku takan mampu ,, aku mengingat kenangan kita sewaktu sepakat menjalani kisah ini, hingga sekarang, 11 tahun lamanya , meskipun banyak tantangan tapi kita bertahan sampai dia pergi meninggalku.. airmata kembali menentes mengenangnya .. aku menatap foto-foto yang tertinggal di ponselku dan tersadar melihat foto terakhirr kita sewaktu aku berkunjung kerumahnya “Ya Allah, ternyata ini foto terakhir kita “kau bahagia disana, bang ?? aku mulaii menangis lagii .. aku teringat beberapa waktu lalu sebelum dia benar-benar pergi …

“De, aku ingin hubungan kita sampai disini, !”

“tapi kenapa, bang ??”

“aku tidak bisa bersamamu, lagi ! kamu taukan aku sakit ?? aku takan bisa membahagiakanmu !”

“kamu pasti sembuh, bang ! aku mencintai mu ..”

Jadi inkah alasannya kau ingin melepaskanku, bang ?? lebaran bentar lagi, bang, mengapa kau pergi ?? bukankah kita  udah berjanji untuk terakhir kalinya lebaran berjauhan dan mau tinggal bersama kan, bang ?? mengapa kau perggii ..

“abangg… ” aku terisak .. mataku sembab, aku tak dapat melakukan apapun dan mengurung diri di kamar ..

“Bang, sebelum lebaran .. kau akan selalau bertanya padaku, kue apa yang akan mama buat, kau akan bertanya ini dan itu, tapi sekang ? kau dimana, bang ?? aku merindukanmu …!!!

Hari-hari yang ku lalui begitu berat, dan lebaran pun tiba, hari ini aku memutuskan untuk pergi ke pantai, aku terduduk mentap kelaut ombak bergulung kepantai seakan sedang berlomba dan suasana pantai ini mengingatkan aku padanya ..

“Bang,  kita sering ngedate di pantai kan ? berapa waktu yang kita habisakan dipantai bang ??” Aku tak kuasa menahan tangis ku lagi !!!

“11 tahun kita bersama, kau selalu mengalah untukku, untuk hubungan ini, kau selalu mengerti aku, bang, lalu dimana kamu ? dimana ??” aku menutup mata dengan tanganku dan berusaha menahan tangisku, namun aku tak bisaa aku, tetap menangis dan terus menangis.

“maafkan aku, bang,  aku tak ada disampingmu sejak kau sakit hingga kau pergi, terimakasih atas 11 tahun yang kau berikan, terimakasih sudah mengerti dan memahamiku selama ini, aku sayang banget sama kamu, bang ..!” dimanapun kau ada akan selalu ku kenang, bang !! aku pengen melupakan mu, namun tersenyum saja aku tak bisa bang, maafkan aku ..

“Bang, Minal aidin walfadzin, maafin aku bang, selama ini nyusahin kamu !!”

aku menghirup udara pantai sebanyak-banyaknya .. huffff..

“kamu tidak sakit lagi kan, bang ?” tenanglah disana abang, aku tak mau lupaiin kamu, kamu udah jadi bagian hidup aku, aku mencintaimu, bang..!..”

Sungguh takdir tak bisa di batasi. Satu bulan berlalu, namun hatiku masih tetap hanyut akan perasaan rindu padamu, bagaiman kabarmu disana, bang ?? apakah kau juga merindukannku “masih banyak rencana yang belum kita lakukan, beristirahatlah sayang, tidak ada hari tanpa mendoakan dan merindukanmu, bang .!!”

“kamu tidak suka aku sedihkan, bang ? sekarang aku akan tersenyum untukmu, untuk adik dan kakak kita dan untuk keluarga kita ..

Aku harus kuat, untuk keluarga baru yang Aldi tinggalkan untukku,

Meski dunia kita berbeda, namun percayalah bang,  cintaku padamu takan pernah berkurang, aku akan menjalani hidupku dengan cintamu yang masih tersimpan untukku,takan tergantikan oleh siapapun  .. hanya kamu, iya kamu bang ..

“Tenanglah disana, Bang .. aku mencintaimu ,,!!” (Tamat)


Terima kasih telah membaca cerita sedih romantis perpisahan. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan menginspirasi sobat untuk membuat karya sejenis yang lebih baik. Salam sukses.

Dibagikan

Artikel terkait