Niena

cerpen mini inspiratif

Niena adalah cerita tentang seorang gadis sangat cantik dan memanfaatkan kecantikannya untuk menggapai cita-cita sebagai model dalam cerpen mini inspiratif. Bagaimana penulis menceritakan kisahnya dari sudut pandang penulis ? simak cerita pendek berikut

Cerpen Mini Inspiratif – Niena

Matahari siang itu bersinar terik sekali, dari kejauhan ku melihat Niena, tetanggaku yang terkenal cantik. Aaah Niena, seandainya kau adik perempuanku…

Siang itu warna rambut Niena yang berwarna emas terlihat begitu kontras. Kurasa rambut Niena memang sengaja di cat berwarna emas, padahal rambut aslinya sudah cantik berwarna coklat tua mengkilap, kuyakin sebenarnya Niena tidak begitu suka warna emas, warna itu terlihat sangat aneh untuk kulitnya yang berwarna putih sawo matang. Mungkin Niena hanya suka menjadi berbeda.

Niena, ku deskripsikan ia memiliki wajah yang sangat cantik, rambutnya yang lurus sengaja ia potong sebahu, ku tahu itu sengaja karena rambutnya tak pernah terlihat panjang. Lesung pipinya cantik sekali berada di sebelah kiri pipinya, hidungnya mancung, Alis dan matanya juga terbentuk sangat indah di wajahnya, menggambarkan ke-khas-an wajah sumatra.

Niena, dari kecil ia senang berlenggak-lenggok seperti model, sepertinya memang itu cita-citanya. Pertama kali ku melihat Niena saat kami berdua sama-sama mengikuti perlombaan “Fashion Show” yang diadakan oleh karang taruna di daerah rumah kami. Saat itu aku masih kelas 2 SMP, mungkin Niena saat itu masih kelas 4/5 SD. Semua mata tertuju pada Niena saat itu, karena untuk anak seumurnya, ia sudah terlihat sangat berbakat untuk menjadi seorang model. Semua orang, ibu-ibu, bapak-bapak, seluruh kontestan, para juri, dan seluruh anak-anak kecil yang menyaksikan mengakui kecantikannya. Kuingat saat itu banyak para remaja pria bersiul dan meneriakan nama Niena saat ia berjalan di catwalk. Saat kutanya temanku, temanku bilang nama anak itu Niena, rumahnya didepan gang, tak jauh dari rumahku dan rumah temanku, walaupun lebih kecil dariku dan temanku, ia bilang pacarnya ada 5 dan masing-masing dari mereka sudah tahu kalau Niena melimakan mereka. Aku tak habis pikir pada saat itu, karena untuk ukuran anak remaja seusiaku saat itu, hal seperti itu sangat aneh, apalagi Niena berumur jauh di bawahku dan saat itu ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Seolah kecantikan dan keluguan wajah Niena menutupi kenakalannya.

Lama ku tak melihat wajahnya, sampai suatu ketika kami berpapasan di depan sekolahku, saat itu aku duduk di kelas 2 SMA, entah apa yang ia lakukan. Saat itu aku sedang menunggu jemputan, Niena berdiri didepan gerbang sekolahku mengenakan baju bebas, ia mengenakan kaos pendek berwarna putih dan rok pendek. Tubuhnya mungil sekali, seingatku ia mengenakan sepatu boots dan rambutnya masih berponi depan. Yang paling kuingat saat itu adalah tato di betis dan lengannya, tapi tetap saja ia terlihat cantik dan menggemaskan. Kurasa ia seorang pencinta tato. Tak lama kemudian ia bercengkrama dengan adik-adik kelasku, aah rupanya mereka berteman dekat.

Lama ku tak pernah melihatnya lagi. Walaupun rumah kami dekat, aku jarang melihatnya, mungkin aku sudah terlalu sibuk dengan urusanku sendiri, sehingga tidak tahu hal apa saja yang telah terjadi di lingkungan sekitar rumahku. Kemarin sore tiba-tiba saja kulihat Niena menggendong seorang anak kecil, sekarang tubuh Niena ditumpuki gumpalan lemak, Niena yang mungil dan cantik hilang sudah, tak ada lagi aura yang terpancarkan dari dalam dirinya. Semua tetangga bilang itu anaknya, tak ada yang tahu suaminya, mereka bilang memang tidak ada, anak itu memang lahir tanpa ayah. Kuperhatikan ia tampak sangat bahagia dengan anaknya.

Niena cantik, andai kau adik perempuanku. Akan ku sayangi dan ku jaga. Biarlah orang mau berkata apa, lakukanlah apa yang membuatmu bahagia. Semoga jalan hidup yang kau pilih memang yang terbaik untukmu, semoga kau selalu hidup bahagia Niena.

Tiba-tiba suara seorang pria memanggil-manggil namaku. Seketika aku kembali pada realita. Aaahh sudah. Matahari siang ini memang terik sekali, kemudian aku tersadar kembali dan berlari menghampiri gojek ku yang sudah datang menjemput. Ketengok kebelakang, Niena sudah menghilang dari pandanganku.


Terima kasih telah membaca cerpen mini inspiratif gadis model. Semoga cerita pendek diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi pemirsa Bisfren sekalian.

Dibagikan

Artikel terkait