Om Telolet Om

cerpen mini catatan pribadi om telolet om

Cerpen mini catatan pribadi (buku harian) penulis tentang perjalanannya menaiki bus pada musim istilah “Om Telolet Om” belum lama ini. Sebuah catatan cerpen yang cukup menarik untuk disimak.

Cerpen mini catatan pribadi “Om Telolet Om”

Sebuah bus berjalan dengan kecepatan sedang menuju kota Bukittinggi lama banget rasanya ? Padahal udah semalaman bus itu berangkat dari kota Medan,  Aku sendiri juga sudah merasa pusing semalaman di bus kapan kah bus ini akan tiba di kota Bukittinggi ?  Pikir ku dalam hati seraya menatap lurus kedepan.

Akhirnya bus itu pun tiba di kota Bukittinggi,  namun masih belum tiba di terminal.  Banyak orang baik yang muda atau pun tua menunggu bus di jalanan dan yang bikin lucunya mereka membawa spanduk yang bertuliskan Om Telolet Om,  aku jadi berfikir apa ya maksudnya ?

Setiba di terminal aku juga melihat hal yang sama setiap penumpang yang sedang menunggu bus membawa kertas yang berisikan kalimat Om Telolet Om, ketika terdengar suara klakson bus mereka pun berteriak kegirangan.
Hmm,,  aku baru mengerti apa maksudnya Om Telolet Om,  berarti si Om yang bawa bus di suruh bunyiin klaksonnya dengan keras. Ada-ada saja ya tingkah laku anak-anak jaman sekarang,  mungkin aku-nya aja yang ketinggalan baru mengetahui Om Telolet Om.

Jaman sekarang emang semuanya sudah berbeda banyak istilah keluaran terbaru yang membuat banyak orang menyukainya seperti Telolet Om tadi.  Apa lagi anak-anak, setiap apa pun yang lewat mintanya pasti telolet, baik motor kereta dan yang paling dominan tentunya bus yang berukuran besar dan panjang.

Perjalanan ku hari itu cukup melelahkan,  akhirnya kota Bukittinggi aku datangi. Namun aku belum tiba di rumah sahabat lamaku, perjalanan kerumahnya juga memakan waktu kurang lebih lima belas menit.  Selama di perjalanan ku lirik di setiap jalan banyak nya anak-anak menunggu bus kota, kebanyakan dari mereka yang alay-alay semua loh ?  Entah lah jaman sekarang semua pada ikut-ikutan,  sudah pada kepelet tuh sama Telolet Om. Nggak di jalan nggak di terminal semuanya sama saja,  Om Telolet Om nggak pernah hilang.

Lima belas menit berlalu aku pun tiba dirumah sahabatku, chintya!! Sahabat lamaku yang dulunya kami pernah satu sekolah ketika SMA, aku hanya punya waktu dua hari untuk menikmati keindahan kota Bukittinggi. Bersama Chintya aku pun mengunjungi Panorama yang kata orang disana terdapat Japannase Tunnel atau lebih biasa disebut Lubang Jepang.  Begitu kami tiba disana terlihat banyak alay-alay turun ke jalan dengan antusiasnya nggak peduli bahwa panas hari itu sangat menyengat, tak hanya itu para ibuk dan bapak-bapak juga pada ikutan,  pada ngapain ya??? Ngapain lagi kalau bukan nunggu bus panjang dan teriakan Om Telolet Om, kayaknya udah pada nggak sabar tuh.  Nggak lama kemudian sebuah bus pariwisata lewat, nampak mereka dengan gembira meminta om sopir bus nya menyalakan klason, “om Telolet om” itu lah ungkapan para anak-anak itu sambil memperagakan spanduk yang masing-masing dari mereka pastinya membawa.

Telolet om memang menjadi istilah yang sangat trend sekarang yang tujuannya hanya untuk mencari hiburan saja, yang lagi patah hati telolet om aja!! Pasti bakalan terhibur.

Tidak hanya itu istilah Om Telolet Om juga banyak dijadikan single bagi para artis,  terutama bagi artis dangdut seperti Imeymey,  D’ mojang,  duo biduan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tidak hanya di kota-kota besar,  telolet om juga menyebar ke pedesaan dan perkampungan.  Benar-benar udah kepelet sama Teloletnya Om !!!

Dua hari sudah aku menikmati keindahan kota Bukittinggi,  mulai dari Japannese Tunnel,  Sianok Canyon,  Tembok Cina, Jenjang Seribu dan yang paling terpenting aku sudah melihat pusat kota Bukittinggi yaitu Jam Gadang.

Tiba saatnya untuk aku kembali ke Medan,  Telolet Om!!  Teriak para penumpang saat aku sudah berada dalam bus.
Bye bye Bukittinggi

Dibagikan

Penulis :

You may also like