Pacar Rahasia

cerita selingkuh pendek

Pacar rahasia adalah cerita selingkuh pendek tentang cowok cewek sama-sama sudah mau kawin tapi masih punya pacar rahasia yang disayangi dan dikasihinya. Bagaimana akhir kisah cinta mereka ? simak pada cerpen selingkuh berikut.

Cerita Selingkuh Pendek – Pacar Rahasia

Kedua mataku masih terpaku menatap layar hape yang sedari tadi kupegang. Rasanya tak sabar menantikan hapeku berbunyi, serasa sedang menunggu telfon penting dari sebuah undian berhadiah. Jantungku terus berdetak semakin cepat semakin tak sabar. Sudah 5 hari tak ada kabar dari mas Arga,dan aku yakin hari ini mas Arga pasti menghubungiku. 5 hari yang lalu mas Arga pamit mau pulang ke Surabaya untuk menemui calon istrinya.

Pesan itu masih kuingat betul ” Sayang, 5 hari kedepan jangan hubungi aku dulu ya? Aku mau ketemu sama Tata.” Sebelum dia pamit dia sempat mencium keningku. Ada rasa cemburu yang tiba-tiba muncul di hatiku, yang sebelumnya tak pernah terjadi ketika mas Arga ingin pergi menemui tunangannya. Aku sadar aku semakin menyayangi mas Arga, tapi aku tak bisa menahan hatiku untuk tidak lebih dalam menyayanginya.

Awalnya aku hanya berteman biasa sama mas Arga tapi tak tahu kenapa dia sering menghubungiku lewat telfon ataupun sms, meski hanya sekedar menanyakan kabar atau sekedar bertanya lagi apa? Sudah makan belum ? Dan masih banyak lagi perhatian kecil yang selalu mas Arga tunjukan padaku. Mungkin dari situlah tumbuh perasaan sayang diantar kami. Mas Arga mulai memanggilku sayang begitupun sebaliknya. ” Dulu pernah ada cinta…” Lagu dari band ungu yang sengaja ku jadikan ringtone berbunyi nyaring di hapeku. Dilayarnya tertera nama mas Arga. Senyum dibibirku semakin berkembang, dengan cepat ku angkat telfon mas Arga.

“Mas arga, kok baru hubungi sekarang ? Kangen tau ?” Kataku manja.

“Maaf Ay, aku baru ketemu sama Tata jadi nggak bisa hubungi kamu. Kangen yaa??” Goda mas Arga dengan tawanya yang khas.

“Kapan pulang mas? ” Tanyaku semakin tak sabar.

“Ini perjalanan ke Bandara sayang.”

“Hati-hati ya sayang, hubungi aku kalau udah sampai ya?”

” Iya Ay? Dah dulu ya sayang ni dah sampai bandara. Daah sayang.”. Rasanya sudah tak sabar untuk ketemu mas Arga.

Malam ini sudah hampir larut, udaranya yang dingin juga semakin menusuk sampai ke tulang-tulangku. Aku masih tak ingin memejamkan kedua mataku, aku masih ingin mencari jawaban untuk pertanyaan yang mengaggu di fikiranku. Aku merasakan sepertinya ada yang berubah dari mas Arga sejak kepulanganya 2 hari yang lalu. Kini mas Arga jarang menghubungiku, kata-katanya juga tak semanis dulu. Mas Arga lebih cuek padaku. Aku tak tahu apa yang membuat dia berubah, mungkinkah aku tak sadar sudah menyakitinya.

Aku merasa sedih dan kecewa, aku kangen mas Argaku yang dulu. Yang selalu sayang dan perhatian sama aku. Biasanya malam-malam seperti ini mas Arga selalu mengirimkan sms ke aku. Kita bisa cerita sampe lewat tengah malam. Aku begitu kesepian sekarang. Memang aku sudah punya pacar, tapi entah kenapa aku lebih nyaman menceritakan semua masalahku pada mas Arga.”Dreeett” tiba-tiba hapeku bergetar.

Aku berharap mas Arga menghubungiku tapi ternyata bukan mas Arga tapi Rizky pacarku. “Sayang kok di telfon nggak diangkat ? sudah bobok yaa ?” Kulihat di layar hapeku ada 5 panggilan tak terjawab, mungkin karena asyik ngelamun tak sadar hapeku berbunyi sedari tadi. Kubiarkan saja SMS Rizky mungkin dia mengira aku sudah tidur. Akupun memutuskan untuk menelfon mas Arga. Tapi tak diangkat-angkat juga, SMS-ku juga tak dibalasnya mungkinkah mas Arga sudah tidur. Aku kangen sama mas Arga, aku harus bagaimana. Fikirankupun semakin kacau tak tahu harus berbuat apa untuk menemukan jawabanya.

Bertekad untuk mengetahui perubahan mas Arga

Hari ini aku izin untuk tak masuk kerja. Aku berniat menemui mas Arga. Aku harus tahu kenapa mas Arga berubah. Aku mulai menuliskan sebuah SMS yang akan ku kirimkan ke mas Arga. “Sayang, ntar sore bisa ketemuan di cafe tempat biasa nggak ? aku tunggu jam 4 yah ?miss you mas”. Kutunggu 1 menit 2 menit 5 menit hingga 30 menit tak ada balasan. Tapi aku akan tetap pergi ke DLove cafe meski mas Arga tak membalas pesanku. Aku yakin mas Arga tak mungkin membiarkan aku menunggu sendirian.

Jam di pergelangan tanganku sudah menunjukan pukul 16.20 menit. Aku semakin gelisah, mas Arga belum juga datang. Hapenya junga tak bisa dihubungi.” Kamu sudah berubah mas?” Desahku lirih. Berkali-kali kujulurkan kepalaku melihat ke arah pintu masuk. Aku sangat berharap mas Arga akan datang. Dan sudah 2 jam aku duduk disini tak ada tanda-tanda mas Arga akan datang. Dengan langkah gontai aku pergi meninggalkan cafe. Tapi aku sudah tidak bisa menahan perasaanku. Aku harus tau ada apa dengan mas Arga. Mungkin satu-satunya cara aku harus datang ke rumahnya. Aku tidak peduli lagi biarpun keluarga mas Arga tahu.

Rumah mas Arga terlihat sepi saat kuinjakan kedua kaki dihalaman rumahnya. Aku mencoba mengetuk pintu rumah mas Arga. Kudengar tak ada jawaban, aku melihat lihat tak ada tanda-tanda orang di rumah ini. Aku tidak mungkin pulang sebelum mendapatkan jawaban mas Arga. Aku sudah tak bisa menahan hatiku. Aku kemudian duduk di sebuah kursi ayunan yang ada di depan rumannya. Sudah hampir 30 menit aku di sini, udara malam yang dingin sudah mulai terasa. Tapi aku harus menunggu mas Arga. Kedua mataku sudah terasa ngantuk, aku merasa sangat lelah sekali. Dengan tak sadar akupun akhirnya tertidur.

Kurasakan sebuah sentuhan dingin menyentuh pipiku. Perlahan-lahan ku buka kedua mataku.

“Mas Arga..?” Seketika kurebahkan tubuhku dalam pelukan mas Arga. Kurasakan tangan mas Arga mengelus rambut panjangku.

“Kamu ngapain Ay disini?”

“Nungguin mas Arga.” Jawabku lalu melepaskan tubuhku dari pelukannya.

“Tapi inikan udah tengah malam Ay, kamu cewek nggak baik.” Mas Arga melepaskan jaketnya dan memakaikannya padaku.

“Mas Arga pasti tau jawabanya.” Aku berdiri membelakangi mas Arga. Kulirik mas Arga hanya terdiam, aku merasakan dia menyembunyikan sesuatu.

“Mas, ada apa? Kenapa mas Arga berubah?” Aku pun memberanikan diri untuk bertanya.

“Maaf Ay ? Mas memang salah. ”

“Mas, ada apa ? kenapa mas menghindari Aya ? Apa salah Aya mas?” Aku semakin tak kuat menahan sakit di hatiku.

“Ay, jujur mas sayang sama kamu. Tapi kamu tahu kan mas sudah mau menikah dan kamu sendiri sudah punya pacar. Mas takut tambah sayang sama kamu, mas takut nggak bisa nglepasin kamu dari hidup mas. Mas sayang sama kamu Ay?” Kurasakan mas Arga memelukku dari belakang. Pelukan yang selalu menenangkanku saat aku kecewa. Aku hanya mampu terdiam tak tahu harus bilang apa.

“Ay maafin mas, harusnya semua ini nggak perlu terjadi. Mas sayang sama kamu.” Tak terasa air mataku mulai menetes, pertahananku sudah tak mampu lagi untuk bertahan.

“Mas, Aya ngerti. Mas nggak perlu takut Aya akan kecewa. Sejak awal memang kita sudah sama-sama tahu kan mas siapa kita. So…nothing ? Aya baik-baik aja mas.” Sesekali ku usap air mataku yang mulai mengalir.

“Maafin mas Ay ?” Lagi-lagi mas Arga meraihku ke dalam pelukannya. Aku bisa merasakan sayang yang dia rasakan untukku.

Sebaiknya tidak usah sering bertemu agar bisa melupakan

“Mas, Aya sudah putuskan mungkin memang sebaiknya kita begini saja. Nggak usah lagi sering bertemu. Aya nggak mau jadi penggangu di hati mas Arga.” Aku harus terlihat kuat. Mungkin memang saatnya kami harus memikirkan kehidupan masing-masing. Aku mau melihat mas Arga bahagia bersama mbak Tata.

“Mas, Aya pulang ya? Aya selalu berdoa untuk kebahagian kita.” Kukembangkan senyum dibibirku, meski sulit tapi aku harus membuat mas Arga percaya kalau semua akan baik-baik saja. Dengan berat hati kubalikkan badanku untuk pergi. Baru saja kulangkahkan kaki kananku mas Arga menahanku.

“Ay… Maukah kamu menikah denganku ?” Pertanyaan yang membuatku hampir pingsan.

“Mas biarin Aya pulang jangan bercanda lagi.” Aku mencoba melepaskan tanganku dari genggaman mas Arga.

“Aku serius Ay? Aku mau menikah sama kamu.”

“Mas, jangan gila ah?”

“Aku tau kamu juga mencintai aku Ay, aku mau kamu menikah sama aku Aya?” Kedua mata mas Arga menatapku lekat-lekat.

“Mas, aku sayang sama kamu, tapi nggak kayak gini. Mas tau kan…” Mas Arga menutup bibirku dengan jari telunjuknya.

“Ay, aku sama Tata sudah putus. Tata tahu tentang hubungan kita. Dia merestui kita Ay.” Aku tak tahu harus merasa senang atau bahagia. Ini semua tak seperti yang kuharapkan.

“Mas, aku nggak mau menyakiti Rizky. Harusnya mas sadar bagaimana perasaan mbak Tata.”

“Aku ngerti sayang, semua sudah tahu tentang hubungan kita dan Rizky pun tau Ay?” Mas Arga kembali menggengam erat kedua tanganku.

” Rizky nggak pernah tau mas, aku nggak mau nyakitin dia.”

” Kamu nggak pernah tahu kan Ay, Rizky itu saudara tiri aku.” Bagaikan disambar petir ditengah malam. Apa aku yang salah mendengar apa ini mimpi. Kenapa semua menjadi serumit ini.

” Ay, aku sudah bilang ke Rizky, tentang hubungan kita. Maaf Ay, aku sayang kamu Aya.”

” Mas, jujur aku bingung ada apa semua ini?”

” Ay, aku nggak bisa membohongi diriku sendiri. Aku bilang pada keluargaku aku nggak mungkin menikah dengan Tata karena aku tahu perasaanku terlalu besar ke kamu Ay. Aku nggak peduli mereka mau terima atau tidak. Aku mau menikah sama kamu Ay?” Aku masih bingung dengan semua ini. Aku tak tahu harus bagaimana. Harus menjawab apa.

” Aya,mas Arga cowok yang tepat buat kamu. Aku tahu sayang kamu buat dia jauh lebih besar. Aku mau kamu bahagia bersama mas Arga Ay?” Tiba-tiba sosok Rezky muncul dari balik pintu rumah yang semula tertutup rapat.

” Ky, aku bisa jelasin semuanya.” Aku mengibaskan kedua tanganku agar terlepas dari genggaman mas Arga.

” Ay, aku hanya ingin lihat kamu bahagia. Aku tahu kamu bahagia bersama mas Arga. Aku baik-baik saja Ay,aku kan ganteng jadi bisa dapetin cewek manapun.” Kulihat Rizky masih bisa tersenyum untuk menggodaku. Aku terlalu jahat dan egois. Tapi aku sangat menyayangi mas Arga melebihi sayangku ke Rizky.

” Ky..?? aku…” Belum sempat aku meneruskan kata-kata, tangan Rizky meraih tanganku. Kulihat Rizky juga meraih tangan mas Arga.

” Aku tahu kalian saling mencintai,aku hanya ingin melihat orang-orang yang aku sayangi bahagia.” Rizky menyatukan tanganku dan tangan mas Arga. Air mataku semakin deras mengalir. Aku tak bisa merasakan apa yang kurasakan sekarang. Aku harus bahagia atau aku harus sedih. Yang aku tahu aku sayang sama mas Arga. Aku ingin menjadi bagian dari hidupnya. Aku tak mau lagi hanya menjadi seorang pacar rahasia. Kulingkarkan kedua tanganku ke pinggang mas Arga. Aku bahagia telah menemukan jawaban untuk semua tanya di benakku. Dan mas Arga adalah jawaban dari semua asa dan doaku.


Terima kasih telah membaca cerita selingkuh pendek. Semoga cerpen perselingkuhan diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Tetaplah optimis dan semangat. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait