Pak Ogah

kisah cerita inspiratif islam Pak Ogah

Kisah cerita inspiratif Islam, pak ogah, bercerita tentang anak lelaki bekerja sejak kecil mengumpulkan uang untuk bisa berangkat haji. Bagaimana kisahnya ? silahkan simak pada cerita inspiratif berikut ini.

Cerita inspiratif Islam Pak Ogah

Sudah tiga belas tahun lamanya “pak Ogah” yang ada di dekat area putar balik kendaraan bermotor bertugas. Orang yang sama. Setidaknya itulah sepengamatan Fhira, gadis berjilbab lebar pecinta warna biru.

Sejak gadis berjilbab lebar itu berusia delapan tahun, saat ia mulai berani berangkat ke sekolah menggunakan angkot, ia melihat sosok “pak Ogah” yang masih terlalu muda untuk disematkan nama “pak”, bekerja di tempat yang sama seperti sekarang. Mungkin, usia mereka hanya terpaut tiga sampai lima tahun. Saat itu, ia heran kenapa “pak Ogah” tidak berangkat sekolah seperti dirinya? Apakah sebegitu pentingnya mencari uang dibandingkan mencari ilmu ?

Musim kemarau maupun musim hujan, “pak Ogah” muda tetap bekerja dengan mengandalkan peluit dan lambaian tangannya. Bahkan saat Fhira libur sekolah pun, ia tetap bekerja. Sampai hitam legam kulitnya tersengat matahari. Sesekali, terbesit keinginan Fhira kecil untuk membantu. Sekedar membelikan es teh yang Fhira nikmati sepulang sekolah, atau meminjamkan topi sekolahnya. Tapi, Fhira kecil terlalu takut, teringat pesan ibu guru yang memintanya untuk berhati-hati terhadap orang asing.

Maka, selama tiga belas tahun ini, setiap Fhira melewati “pak Ogah” muda, ia hanya bisa mendoakannya. Tak lupa, ia memberikan anggukan dan senyum sebagai tanda terima kasih, sembari memberi uang. Sebatas itu mereka berinteraksi, tanpa saling mengenal nama.

Suatu kali, saat mengantarkan orang tuanya berangkat ke tanah suci, “pak Ogah” muda abstain dari tempat kerjanya. Seingat Fhira, baru kali ini ia tidak bekerja. Mungkin kesiangan, bukankah wajar orang seperti dia menghabiskan waktu luangnya untuk nongkrong bersama “pak Ogah” lainnya sembari bermain kartu atau melakukan hal-hal tidak jelas lainnya? Fhira segera menghapuskan pikiran buruk itu. Mungkin dia sakit, sesederhana itu (baca juga : cerita inspiratif Islam Salim Anakku).

Di tempat pengantaran jama’ah haji, Fhira memeluk erat kedua orang tuanya. Dua puluh satu tahun lebih mereka tinggal bersama, baru kali ini Fhira akan lama ditinggalkan. Selesai memeluk keduanya, secara tidak sengaja ia melihat sosok yang sebelumnya ia cari. Sosok itu tetap mengenakan pakaian lusuh yang sering digunakannya saat bekerja, tidak memakai baju spesial seperti yang Fhira kenakan untuk momen ini. Ia merasa sangat malu karena sempat berburuk sangka pada orang itu.

Fhira tersenyum. Tanpa harus bertanya pun, kini Fhira tahu alasan utama kenapa “pak Ogah” muda itu memilih untuk bekerja sejak kecil, meninggalkan bangku sekolah formalnya. Air matanya mulai menetes. Laki-laki itu adalah salah satu wujud nyata dari Khairunnas anfa’uhum linnaas, seperti yang disabdakan Rasulullah (baca juga : cerita islam ispiratif Namun senyum Mu tetap mengikuti).

“Adek kenapa nangis?” Tanya ibunya khawatir.

Fhira menghapus air matanya dan tersenyum, “bu, pak, sepertinya Fhira jatuh cinta sama seseorang.”

Purwokerto, 30 Desember 2016

– Yang Merajut Pelangi Bersama –


Terima kasih telah membaca cerita inspiratif Islam di Bisfren.com semoga memberi inspirasi dan menghibur. Jangan ketinggal membaca cerita pendek inspiratif Islam kami lainnya.

Dibagikan

Merajut Pelangi

Penulis :

You may also like