Kapan Panen Sarang Burung Walet Dapat Dilakukan @ Budidaya

panen sarang walet

Kapan panen sarang walet bisa dilakukan ? jawabannya tergantung pada keadaan sarang walet sendiri. Apakah sudah layak dipanen atau belum. Jika sudah layak untuk dipanen, sarang sebaiknya segera diambil tentunya dengan maksud agar burung membuat sarang baru.

Panen Sarang Walet Hasil Budidaya

Memanen sarang burung walet membutuhkan strategi tertentu karena kesalahan dalam menentukan panen dapat menyebabkan walet kabur dari sarang sehingga tentunya merugikan wirausahawan peternak budidaya walet sendiri. Selain itu pemetikan sarang juga harus dilakukan dengan cara serta prosedur tertentu agar sarang hasil panen memenuhi standar mutu sarang walet berkualitas.

Sebagaimana dibahas pada artikel manfaat sarang walet, para pembeli membutuhkan sarang berkualitas baik guna memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan sarang sebagai makanan atau obat tradisional. Meski diyakini oleh sebagian ahli pengobatan bahwa manfaat kesehatan sarang walet liar di gua – gua lebih tinggi dibanding hasil budidaya peternakan walet, permintaan sarang hasil budidaya sangat tinggi sehingga harganya menjadi mahal.

Untuk memenuhi standar kualitas tersebut itulah maka dalam menentukan masa panen serta cara memetik sarang dibutuhkan prosedur yang tepat. Jika salah perlakuan, maka bisa jadi sarang walet asli akan dinilai dengan harga murah oleh pedagang.  Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan rasa kecewa dan kerugian akibat hasil tidak sesuai harapan.

Hal paling untuk diperhatikan adalah jangan sampai panen menyebabkan burung merasa terganggu lalu walet tidak mau membuat sarang lagi bahkan kemudian kabur meninggalkan gedung atau rumah walet yang sudah dibuat dengan biaya cukup mahal. Untuk mencegah kemungkinan tersebut pemilik para pelaku wirausaha budidaya sarang walet harus mengetahui teknik,  pola serta waktu panen yang tepat.

Sarang dan telur walet
Sarang dan telur burung walet

Ada tiga macam pola cara panen sarang yang bisa dilakukan oleh pemilik bangunan sarang walet yaitu dengan cara : 1) Panen rampasan, 2) Panen buang telur, dan terakhir 3) Panen penetasan. Masing-masing cara akan dijelaskan berikut :

Panen sarang walet pola rampasan

Panen pola rampasan dilakuan pada saat sarang siap digunakan untuk bertelur akan tetapi pasangan burung belum sempat bertelur disana. Cara seperti demikian memberi keuntungan karena jarak waktu panen menjadi lebih cepat karena burung terpaksa harus membuat sarang baru untuk bertelur.

Dengan menggunakan pola rampasan, kualitas sarang walet bagus karena sudah siap namun belum digunakan. Selain itu produksi tahunan menjadi lebih banyak akibat burung harus melakukan produksi terus menerus. Akan tetapi cara ini tidak baik untuk kelangsungan budidaya karena tidak sempat ada peremajaan. Kondisi burung pada akhirnya menjadi lemah karena harus membuat sarang terus menerus tanpa beristirahat.

Pada akhirnya, setelah melalui siklus pembuatan sarang sekian lama, cara rampasan akan menghasilkan kualitas sarang yang kurang baik. Sarang semakin lama semakin tipis, karena produksi liur oleh tubuh walet, yang dibutuhkan untuk membuat sarang, tidak mampu mengimbangi kebutuhannya untuk membuat sarang dan bertelur.

Panen sarang burung walet dengan pola buang telur

Berbeda dengan cara rampasan, pola buang telur memberi kesempatan kepada burung untuk membuat sarang kemudian bertelur sebanyak dua butir. Akan tetapi pada cara ini burung tidak diberi kesempatan untuk menetaskan telurnya karena telur tersebut diambil lalu dibuang, sementara sarangnya diambil.

Kualitas sarang burung dengan cara ini memiliki kualitas sempurna dan tebal juga mampu memberikan keuntungan panen sebanyak empat kali dalam setahun.  Cara ini juga memberi kesempatan walet untuk beristirahat membuat sarang akan tetapi tidak memberi kesempatan untuk berkembang biak. Akibatnya tidak terjadi peremajaan pada populasi burung, hingga  pada akhirnya bisa menyebabkan kualitas dan kuantitas produksi menurun karena usia.

Panen sarang burung dengan pola penetasan

Cara atau pola penetasan pada panen sarang burung dilakukan pada saat anak – anak burung  walet sudah menetas dan mampu terbang untuk mencari makan sendiri. Cara seperti ini cukup baik untuk menunjang peningkatan populasi burung sehingga kelanjutan wirausaha budidaya walet bisa terjaga.

Akan tetapi kelemahan dari cara ini adalah kualitas sarang memiliki mutu rendah, sudah rusak dan tercemar oleh kotoran anak burung. Kualitas sarang yang rendah akan menyebabkan jatuhnya harga jual. Selain itu, panen hanya dapat dilakukan 2 kali atau maksimal sebanyak 3 kali karena harus menunggu anak walet menjadi cukup besar untuk terbang.

Waktu panen sarang burung walet

Kapan panen sarang burung bisa dilakukan ? sebenarnya meskipun ada musim-musim dimana burung lebih banyak memproduksi sarang, panen tidaklah ditentukan waktunya, melainkan  tergantung dari berapa kali sarang ingin dipanen.

Hasil panen sarang burung
Hasil panen

Pemanenan sarang maksimal dapat dilakukan sebanyak 4 kali dalam satu tahun. Adapun cara untuk mendapatkannya adalah sebagai berikut :

Panen sarang empat kali dalam satu tahun

Panen sarang 4 kali dilakukan apabila peternak sudah yakin burung – burung dalam gedungnya sudah betah atau kerasan sehingga tidak ada kemungkinan kabur dari sarang. Pertimbangan lain adalah jumlah populasi sudah cukup padat.

Cara untuk mendapatkannya adalah, panen pertama wirausahawan melakukan panen dengan pola rampasan. Selanjutnya pada panen kedua hingga ke empat dilakukan dengan cara buang telur.

Panen sarang walet tiga kali dalam satu tahun

Panen sebanyak tiga kali dalam satu tahun sangat baik pada gedung walet apabila populasinya masih ingin ditambah akan tetapi burung – burung yang ada diyakini sudah betah sehingga tidak akan kabur. Caranya adalah petani melakukan panen pola penetasan untuk panen pertama. Selanjutnya untuk panen kedua dilakukan dengan pola rampasan, dan yang terakhir dilakukan dengan cara buang telur.

Panen seperti ini banyak dilakukan selain bisa mendapatkan sarang berkualitas bagus, jumlah produksi pertahun memadai, populasi untuk kelanjutan usaha juga terjamin.

Panen sarang burung dua kali dalam satu tahun

Cara panen dua kali dalam setahun dilakukan oleh wirausahawan pemilik gedung budidaya sarang walet yang masih baru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan populasi burung  yang dilahirkan disana sehingga diyakini akan betah dalam gedung.

Pada cara ini kualitas sarang tidak terlalu diutamakan karena sudah pasti kualitasnya bukan kualitas super. Akan tetapi pada tahun – tahun berikutnya setelah peternak memiliki walet hasil budidaya mencukupi, dia akan melakukan panen 3 bahkan 4 kali dalam setahun.

Demikian sekilas tentang panen sarang burung walet semoga bermanfaat bagi para calon pengusaha yang ingin menjalankan peluang usaha budidaya burung walet.

Dibagikan

Penulis :

You may also like