Pelangi Cinta

cerita fiksi romantis sedih

Pelangi cinta adalah cerita fiksi romantis sedih tentang dua remaja mencintai sejak sekolah SMK akan tetapi takdir tak bisa ditolak pertemuan terakhir membuktikan kesetiaan meski harus terpisah. Bagaimana kisahnya ?  simak pada cerpen berikut.

Cerita Fiksi Romantis Sedih – Pelangi Cinta

Awal perkenalan dengan mu membuat hati ini bahagia. Berubah layaknya pelangi muncul sehabis hujan. Namun di saat maut memisahkan, hati ini seperti kaca tak terkena sinar terpancar. Sunyi, sepi, tanpa orang yang ku cintai.

Jam menunjukan pukul 00.00, seorang gadis cantik bernama Melody, sedang berjalan sambil menangis sendirian keluar dari sebuah cafe. Sebuah mobil berhenti menghampirinya, membuka kaca jendela mobil. Seseorang berada di dalam mobil menawarkan tumpangan mobilnya untuk si gadis di tengah jalan. “Hei ! ngapain lo di situ sendirian nangis? Ayo naik ke mobil gue“ tawaran Hari. Melody menoleh ke arah Hari, lalu melanjutkan langkahnya untuk pulang. Hari membuka pintu mobilnya turun menghadang Melody.

Hari menarik tangan Melody tanpa sengaja, “Ayo naik! lo cewe sendirian malem-malem gini. Daripada lo ada apa-apa dijalan, naik mobil gue cepet!“ paksa Hari agar Melody naik mobilnya karena kebetulan Hari ingin menuju ke rumah Ayahnya. Melody hanya menggeleng kepala, lalu melanjutkan langkahnya. Haripun kembali masuk ke mobil, dalam hati Hari tidak tega untuk meninggalkannya tengah malam di jalan seorang diri. 3 orang laki-laki menghampirinya, lalu tanpa sopannya laki-laki tersebut menggodai Melody sampai menyentuh tangan. Melody meringiskan muka karena rasa takutnya meghampiri.

Hari melihat dari kaca spion mobil bahwa Melody sedang dalam bahaya. Hari pun langsung berlari menonjok 3 laki-laki tengah menggoda Melody menggunakan kepalan tangan sangat keras. Wajah 3 laki-laki itu memerah kesakitan, lari sekencang-kencangnya sehabis dipukul Hari. “Makasih ya udah nolongin gue” senyum Melody menatap wajah Hari sejenak. “Lo ga pa pa ? Ayo naik mobil gue, kan gue udah bilang malem gini bahaya, apalagi lo cewe. lo masih aja nekad pulang sendirian“ ucap Hari.

Akhirnya Melody menganggukkan kepala karena ajakan Hari mau mengantarkannya pulang. “Lo kenapa diluar sendirian?“ tanya Hari. “Lagi banyak masalah di rumah, gue capek ngadepin situasi rumah” kepalanya disenderkan ke jendela mobil samping memandang malam sunyi disinari bulan sabit. “Kenapa lo harus kabur? Sama aja lo ngebahayain diri lo sendiri. Orang tua lo khawatir di rumah”. “Kok lo jadi ngatur-ngatur gue? Kalo lo ngga suka nolongin gue mending ngga usah nolongin!” Melody tiba-tiba merasa kesal karena ucapan Hari tanpa sengajanya membuat pikirannya menambah kacau.

“Gue minta maaf kalau salah ucap. Rumah lo dimananya?”. “Depan dikit rumah gue“ jawab Melody kesal. Hari pun memberhentikan mobilnya. Sampai depan rumah, “Makasih yam.“ ucap Melody kesal karena ucapan Hari membuat kepalanya menambah beban. Melody membuka pintu mobil lalu berjalan keluar menuju rumahnya. Hari pun tersenyum melihat seorang gadis seperti Melody. Hari  kembali mengambil gas lalu beranjak pulang menuju rumahnya. Hari membayangkan gadis ditolongnya tadi. Melody menuju kamar, langsung membaringkan badannya lemas di atas ranjang. Masih ada orang mau menolongnya tengah malam gini, Batin Melody.

****

Melody bersekolah di SMK HARAPAN TUNAS. Disekolah Melody melihat sosok cowo tadi malam menolongnya. “Hei! Lo tadi malem nolongin gue kan?”. “Lo juga tadi malem nangis ditengah jalan kan?“ tanya Hari. “Waiya haha, lo sekolah disini juga?“ seru Melody tertawa kecil. “Gue murid baru disini pindahan dari bandung. Lo disini juga?“ jawab Hari dengan senyum. “Oh, pantesan, ternyata murid baru. Kelas berapa lo?“. “Gue kelas 3 disini”. Bel masuk berbunyi. “Eh gue ke kelas ya, udah bel masuk tuh bye.“

Melody berjalan menuju ke kelas bersama murid lainnya, lalu Hari mencari kantor guru sambil mengelilingi sekolah barunya. Hari masuk ke kelas dan memperkenalkan diri. Mata berbinar, wajah tampan, dan murah senyum kepada siapapun itulah hal paling disukai para wanita. Awal masuk banyak cowok ingin mendekatinya. Tak sangka, ternyata Melody sudah mengenalnya karena waktu itu menolongnya di pinggir jalan dekat cafe. Temen melo bernama Adel pun juga ikut menyukainya.

“Mel, dia ganteng banget Mel, gue suka sama dia. Ahh love love buat dia“ pikiran Adel melayang karena Hari, murid baru. Melody tidak menyautkan apa ucapan Adel. “Mel kok lo diem? jawab dong.” tanya Adel bersikap heran. “Gue udah kenal sama dia.” Singkat Melody. “Semenjak kapan lo kenal dia?” mata sinis Adel menuju ke muka Melody. “Kemarin dia nolongin gue ditengah jalan, gue abis pulang dari cafe tapi gue kurang kenal nama dia siapa hahaha“  jawab Melody sambil meledek Adel. “Udah skip Del.”

****

Melody keluar dari mobil mengucapkan terima kasih kepada Hari. Melody langsung menuju ke kelas, meninggalkan Hari sendiri dalam mobilnya. Banyak murid melihatnya sinis kepada Melody, karena Melody satu mobil dengan Hari, cowo ganteng dan manis di sekolahannya. Pada saat keluar pintu mobil ada Adel dibelakangnya lalu mendekati Melody sedang berjalan sehabis keluar dari mobilnya Hari.

“Mel, lo berangkat bareng dia.“ heran Adel. “Dia tiba-tiba depan rumah gue katanya sih pengen berangkat bareng gue“ ucap Melody. “Yaudah, gue mau ke kelas, lo mau bareng ngga Del?“ ajak Melody. “Lo ada hubungan apa sama dia sampe seakrab itu? Kan lo berdua baru kenal“ Adel penuh penasaran. “Udah ah, ngapain sih pagi-pagi bahas dia, Jangan buat suntuk pagi-pagi delkuimutt si tembem” ucap Melody sambil meledek teman dekatnya itu.

****

Bintang malam menyinari sunyiku, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Melody saat sedang belajar keluar kamar membuka pintu rumahnya. “Ngapain lo kesini? Gue lagi belajar”  sinis Melody. “Ayo ikut gue. Cepet!” Hari menarik tangan Melody keluar menuju mobil. “Jangan ditarik. Sakitttt tau nggak!!” Melody berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Hari. “Gausah berisik bisa nggak sih?” jawab Hari sedikit  marah. ”Gue nggak mau Riaann… gue bakal teriak nih” Rutuk Melody sambil berusaha melepaskan tangannya tergenggam. “Gue lepasin kalau lo masuk mobil gue“  jawab Hari memaksa. “Iya gue masuk” Melody menggerutu.

Perjalanan Melody tak diharapkan. Melody sambil membaca buku terbawa di dalam mobil terpaksa belajar dengan perasaan kesal. Sampai depan cafe, Melody dan Hari turun dari mobil. Melody tersadar dari membacanya langsung melihat pandangan mata ke arah cafe. Ngapain coba ke cafe gini, batin Melody. Memasuki cafe, ternyata suasana cafe masih sepi. “Ngapain kesini?” Melody memandangi lingkungan sekitaran cafe sepi. “Udah ayo masuk dulu!” jawab Hari tanpa basa basi.

Melody dan Hari duduk di tempat meja sudah dipesan sejak kemarin. Iringan musik romantis berbunyi disekitaran mengelilingi cafe, bunga mawar indah menghiasi meja. Pelayan cafe tiba-tiba membawa nampan menaruh sesuatu di atas meja. Hari menyanyi sebuah lagu dengan suaranya begitu enak didengar telinga seorang perempuan dihadapannya. Tersentak Melody meneteskan air mata, Hari berdiri dihadapan Melody. Lalu mendekatkan wajahnya kepada Melody yang hampir saja ingin mengenai bibir manisnya.

AKU SAYANG KAMU” Melody terkejut dicampur perasaan terharu dengan apa terjadi dihadapannya, berlinang air mata dipipi manisnya. “Kamu kenapa sayang?” Hari khawatir.

”Aku terharu, aku ngga nyangka kejadiannya bakal seperti ini” Melody menangis tak terhenti. Akhirnya Melody menerima perasaan Hari ingin menjadi kekasihnya. Melody mencintai Hari walaupun sering merasa kesal.

Hari-pun menyayangi tulus diam-diam kepada Melody awal melihatnya. Cinta mereka pun menyatu, tak peduli halangan apapun yang menerpa. Tak terasa waktu tiba, hubungan cinta mereka sudah menjalani ke 3 tahun.

****

Di Anniversary ke 3 tahun, Hari berniat ingin mengasih kejutan yang menakjubkan untuk menjadi kenangan  dikehidupannya. Jarum jam yang mengelilingi lingkaran angka, kini sudah menjadi hari. tak terasa waktu sudah terlewati. Pagi hari menyapa, Hari ingin mengajak Melody ke cafe dimana mereka awal bertemu. Hari mengambil handphonenya, mengetik nomer Melody untuk kirim pesan kepada kekasihnya.

Melody Mine’s

Sayang, kita ketemu hari ini di cafe. Aku ngga bisa jemput kamu. Tapi nanti ada taksi yang bakal datang ke rumah kamu yang sudah aku pesan.

Hari Love

Aku siap-siap dulu sayang. Oke nanti 30 menit aku bakal datang

Melody langsung berganti baju dan merapikan diri untuk pergi ke tempat cafe yang dijanjikannya. Taksi pun datang tepat waktu, Melody langsung menaiki taksi tersebut menuju cafe yang dijanjikan Hari. Sesampai depan cafe, Melody memasuki cafe yang ramai dengan pengunjungnya. Melody duduk di tempat meja kosong. Seorang pelayan datang ke meja Melody dengan menawari buku menu untuk dipesan. “Mau pesan apa?” tanya pelayan.

“Pesan flat white coffenya aja satu mba” jawab Melody sambil menunggu Hari. ”Ada yang mau dipesan lagi?” tanya pelayan lagi.

“Ngga mba, udah itu aja”  jawab Melody melirik ke kanan ke kiri. Tak lama pesanan pun datang. Hari  yang sedang berjalan menuju ke cafe tiba-tiba kecelakaan di jalan. Menabrak sebuah mobil dihadapannya sampai mobil depan Hari hancur berasap. Darah bercucuran di kepala Hari yang terkena benturan setir. Boneka yang bertuliskan I LOVE YOU,  ada sebuah kalung dileher boneka tersebut, berada di bangku mobil sebelah Hari menyetir terjatuh ke bawah. Seseorang lewat melihat mobil kecelakaan, lalu berteriak meminta tolong.

Silih berganti masyarakat ramai yang menolongnya, lalu Hari dibawa segera ke Rumah Sakit. Polisi pun datang, memasang garis polisi di tempat kejadian kecelakaan Hari untuk menyelidiki sebab kecelakaan tersebut. Sudah 5 jam berlalu Melody menunggu di bangku cafe, Hari tidak kunjung datang. Akhirnya Melody memutuskan untuk pulang dengan hati yang kecewa. Hari terbaring lemah di atas ranjang, tangan yang di tusukan jarum, langsung ditangani dokter dalam ruangan khas yang berbau obat. Keadaannya sangat melemah, banyak kehilangan darah dibagian kepalanya.

Hari butuh istirahat banyak untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang lemah. Burung berkicau di halaman, ramai orang sakit dihalaman untuk menghirup udara segar di pagi ini. Haripun siuman dari kondisinya, lalu Hari ingat sebuah janji menemui Melody kekasihnya. Hari pun pergi bertekad untuk menemui Melody di cafe, membawa boneka  yang berada di atas meja pinggir. Dengan kondisi yang sangat lemah, jam 10 pagi Hari pergi menggunakan taksi menuju cafe, lalu mencabut jarum infusan yang ditangannya.

Hari mengambil handphone nya lalu menelpon Melody. Tutt.. tutt.. tutt..  tetap tak diangkat hingga berulang kali. Hari pun sampai di cafe, langsung menuju kamar mandi untuk mengubah pakaiannya agar tidak terlihat seperti orang  sakit. Selesai mengganti pakaian, duduk memesan minuman  hingga jam 10 malam. Tepat jam 10 malam Hari menunggu, hingga berjam-jam Hari tetap bersikeras untuk menunggu Melody, kekasihnya pasti datang. “Mas, cafenya sudah ingin tutup.” ucap pemilik cafe.

“Pak, kasih saya kesempatan pak saya mohon. Ini ada uang sedikit tapi saya mohon jangan tutup dulu ada seseorang yang akan datang. Saya mohon Pak” Hari memohon-mohon sembari meneteskan air matanya dihadapan Bapak pemilik cafe agar cafe itu tidak jadi ditutup. Akhirnya bapak tersebut mengizinkannya. Mengecek handphonenya berdering sebuah telpon masuk. Telpon masuk dari Melody, Hari menggeser touchscreennya menggunakan jari. Lalu mereka saling bicara, Melody pun menemuinya walau berat hati masih merasakan kecewa yang sangat mendalam. Dia tetap akan menemui Hari kekasihnya.

Sesampai depan cafe, ternyata cafe  sudah sepi. Melody tetap masuk ke dalam cafe karena berniat menemui Hari. Melody melihat sebuah laki-laki menggunakan jas hitam,  jeans biru. Melody menepuk pundak laki-laki itu lalu menegurnya. “Maaf”  laki-laki itu menengok ke belakang melihat Melody langsung memeluknya. Dengan muka yang sangat pucat, kondisi badan yang sangat lemah itu terjatuh langsung dipelukan Melody. “Sayang, bangunn…” Melody menepuk pipi Hari dengan pelan. Air mata Melody berlinang dipipi, jatuh ke arah muka Hari. Ia menggoyang-goyangkan badan Hari agar tersadar dari pingsannya.

30 menit berlalu, akhirnya Hari siuman dari pingsannya. Hari yang terbangun pun duduk di dekat Melody. Hari memegang tangan Melody, menaruh sebuah boneka kecil di dadanya dan meyilangkan tangan Melody ke boneka tersebut. Tepat di Anniversary ke 3 tahun jam menunjukkan pukul 00.00. “Sayang, aku hanya ingin memberikan ini saja. Apa kamu menerimanya sepenuh hatimu seperti kamu mencintai aku?” Hari semakin lemas. “Kamu kenapa? Kenapa ngga bilang kalau kamu sakit? Kepala kamu kenapa diperban gitu? Aku khawatir sayang. Aku terima bonekanya dengan sepenuh hati asal kamu jujur.” jawab Melody meneteskan air mata terus-menerus karena kekasihnya korban kecelakaan.

“Aku gapapa ko, sedikit lemas aja. Terima kasih udah mau bersamaku selama 3 tahun. Happy Anniversary sayang. Semoga kamu bahagia ya jadi cewe tangguh.” jawab Hari semakin melemas berbicaranya. Hari pun menutup matanya, tidak akan membukanya untuk esok hari ataupun selamanya. Melody menangis sejerit-jeritnya “Sayaaaaang, jangan pergii, aku sayang kamu tulus dari hati.. jangan pergiii aku ngga relaa..“ teriak Melody kencang. Tidak rela bahwa kekasihnya selama ini berawal dari pertolongan, selalu menemaninya di hari-hari, mengerti sikap Melody, sekarang tiada. Melody memeluk tubuh Hari kekasihnya itu dengan erat. Pelukan untuk terakhir kalinya. Cinta mereka berakhir di Cafe Today.

Sudah 8 bulan berlalu, seperti tidak ada warna di kehidupan Melody. Menjalani aktifitasnya tanpa kekasih sangat Melody cintai. Hingga seperti ingin menyerah untuk hidup. Namun Melody tegar dan teguh untuk menerima kenyataannya bahwa kekasih seperti pelangi dihidupnya tidak ada lagi disampingnya. (L.Viashari)


Terima kasih telah membaca cerita fiksi romantis sedih. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Tetaplah semangat dan berusaha. Jadikan setiap peristiwa hidup sebagai sumber motivasi dan inspirasi untuk mencapai sukses.

Dibagikan

Adelia Septiawati

Penulis :

Artikel terkait