Penasehat Yang Dinasehati

kisah cerita inspiratif kehidupan pendek penasehat dinasehati

Penasehat yang dinasehati adalah cerita inspiratif kehidupan tentang korban penipuan pulsa telepon yang dirangkai penulis dari kisah nyata. Banyak makna yang disampaikan oleh penulis untuk menjadi renungan sekaligus peringatan untuk tidak meremehkan siapapun.

Cerita Inspiratif Kehidupan – Penasehat Yang Dinasehati

Kemarin pagi, hanya dalam tempo kurang dari 1 jam, atau lebih tepatnya hanya membutuhkan durasi percakapan kurang dari 45 menit, aku telah mampu membersihkan seluruh harta kekayaanku dari segala kekotoran, keharaman, dan kekurangan berkahan sebuah rizki hanya dengan mengeluarkan uang sebesar seratus lima puluh ribu rupiah saja. Sungguh Ajaib memang, dan uang itu bukanlah mesti aku salurkan kepada sebuah yayasan amal, atau sebuah kotak infaq sodaqoh di tengah jalan raya atau kepada fakir miskin yang mustahaq, tapi aku berikan kepada orang yang lebih mustahaq dari yang mustahaq dan lebih miskin dari yang paling miskin dan lebih menyedihkan dari seorang pengemis cacat, yaitu kepada seorang bergelar penipu melalui perantara gadis manis penjaga counter pulsa tetanggaku.

Sungguh ironis memang, aku yang terkenal paling wanti – wanti mengingatkan dikeluargaku dalam prihal urusan kasus tipu muslihat melalui handphone dengan berbagai macam modus operandi baik itu pembicaraan dengan orang yang sok kenal, maupun sms sms belas kasihan berujung minta pengiriman pulsa, akhirnya harus bertekuk lutut tak berdaya tatkala praha itu menerjangku bulat bulat. Tidak tanggung tanggung, aku diserang dipagi hari disaat suasana teleponku sedang ramai ramainya berdering menyerupai deringan telepon yang silih berganti di sebuah perkantoran bursa saham.

Berkedok sebagai temanku yang akan memberikan tender pekerjaan proyek, dan sebagai makelar ia sedang berusah menyakinkan beberapa orang orang penting dalam proyek itu agar proyek itu bisa jatuh ke tanganku, usahanya meyakinkanku melalui telepon dengan nomor smartphone yang baru berhasil dengan gemilang. Dan ketika aku yang sedang mengalami lesu proyek saat itu bersemangat, nah disitulah titik awal aku sebagai seorang korban, dibantai.

Dibilang dihipnotis aku tak merasa terhipnotis, bahkan aku masih terasa cukup sadar manakala gadis dicounter pulsa menanyakan dengan lembut kenapa aku harus mengirim pulsa seratus ribu rupiah ke nomor yang sama, dengan jumlah yang sama. Dan aku yang masih diliputi rasa percaya diri dan egoisan yang tinggi berusaha marah makala si penjaga counter itu berusaha melakukan konfrontasi dengan penolakannya untuk mengirim jumlah nilai pulsa yang sama ke nomor telepon yang sama dengan alasan tidak izinkan oleh operator server, tapi jika dengan nilai yang berbeda dibolehkan. Aku yang merasa paling pede sedunia saat itu akhirnya menyetujuinya, walaupun dalam hatiku ini ada perasaan dongkol dan prasangka ini adalah akal-akalan si penjaga couter pulsa biar nilai nominal keuntungannya lebih besar. Huh dasar politik dagang yang keji.

Tapi memang penyesalan itu muncul selalu di epiode terakhir, agar menghasil “ sad ending ” yang benar – benar banyak menguras emosi jiwa dan perasaan untuk menangis lebih lama. Dan itu bagaikan siraman seember air dingin yang dituangkan si penjaga counter pulsa ke mukaku, dan dititik inilah aku benar benar marah menyalahkan si penjaga counter, bukan karena sikapnya yang berusaha menyadarkan aku dari mabuk kepercayaan dadakan ini, tapi yang benar benar membuatku marah adalah kenapa gadis cantik ini mengatakan nya setelah pulsa kedua melayang terbang kepada si bajingan penipu laknatullah itu.

Dan ketika aku berusaha untuk membuktikan sendiri dengan keyakinanku bahwa ini bukanlah kejahatan, aku terpaksa harus menyunggingkan seuntai senyuman manis yang cukup lebar, senyuman kekalahan yang sangat manis, betapa aku telah sangat yakin aku sudah ditipu dengan cukup sempurna.

Aku melangkah dengan cukup gagah meninggalkan counter pulsa itu, kulihat lambaian tangan si gadis cantik penjaga counter pulsa dengan ucapan agar aku hati – hati dijalan, membuat aku tersenyum, ucapanya memang manjur. Betapa gadis itu bisa meramal dengan tepat kalo semangatnya sudah cukup membuat kedua lutut kakiku ini mencengkram kuat tulang paha dan betisku yang sebenarnya sudah terasa lumpuh untuk kulangkahkan berjalan, syukurlah aku mengendarai sepeda motor, jika tidak aku pasti sudah tergeletak di jalan karena kakiku sudah tak sanggup kubawa berjalan lagi ke rumahku yang berjarak cuma 100meter dari counter pulsa.

Sudahlah, anggap saja itu sedekah, pencuci harta, mungkin sebagai penebus dosa barangkali ada hartaku yang tidak diberkahi dan Allah menggerakkan tangan NYA melalui penipu itu untuk hadir didalam kehidupanku untuk mengambil harta yang tidak berkah itu.

Itulah seuntai nasihat dari istriku tercinta menemaniku menikmati semangkuk mie instan spesialnya di pagi menjelang siang kemarin, sebuah motivasi sederhana yang sudah biasa aku dengar dari ustad-ustad dipengajian setiap malam kamisnya untuk memberikan semangat kepada jama’ah pengajiannya yang sedang tertimpa cobaan hidup berupa penipuan, kemalingan atau hal sejenis.

Tapi kali ini nasihat itu begitu pedih bagiku untuk bisa aku terima, karena nasihat itu lebih mirip jika dikatakan seperti sebuah tamparan hebat buatku, betapa orang yang sering kunasehati dan kuingatkan agar jangan sampai terjerumus dalam korban penipuan melalui Handphone, malah berbalik menjadi orang yang berusaha memberikan aku ketegaran bathin. Sungguh aku ibarat seperti seorang penasehat kerajaan yang sedang dinasehati.(TR)


Terima kasih telah membaca cerita inspiratif kehidupan Penasehat Yang Dinasehati. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan memberi inspirasi bagi seluruh pembaca dan pengunjung setia laman cerpen Bisfren ini. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait