Pengakuan Seorang Janda Kembang

cerita panas singkat

Cerita panas singkat tentang mahasiswi janda kembang pacaran dengan perjaka yang dikenalnya secara tidak sengaja. Semula dia menutupi statusnya namun akhirnya merasa harus mengungkapkan kejujuran sebelum masuk pada jenjang hubungan berikutnya. Bagaimana jalan ceritanya, silahkan simak cerpen panas berikut.

Cerita Panas Singkat – Pengakuan Seorang Janda Kembang

Tidak seperti biasanya cuaca sore diguyur oleh hujan amat sangat derasnya, hujan tidak hanya fenomena cuaca penyebab turunnya air dari awan tapi hujan juga membawa kenangan – kenangan bagi remaja, baik kenangan pahit ataupun kenangan manis. Dikala hujan mungkin kita sering melamun mengingat kenangan-kenangan dulu pernah dialami. Benar sekali kata kata bijak mengatakan orang bisa berubah, tapi kenangan tetap abadi.

Kenapa ??? karena suasana hujan selalu membuat kegalauan yang mengingatkan kita pada masa lalu. Itulah yang sedang dirasakan oleh seorang gadis bernama Alya Anandea atau lebih akrab dipanggil dengan sebutan Alya. Tapi dalam ingatan Alya bukanlah masa lalunya bersama seorang kekasih melainkan masa lalu bersama sahabatnya ketika masih di bangku SMA, dimana ketika ia sering bercanda bersama teman-teman, ketika makan bersama dan nggak pernah terlupakan oleh Alya adalah sebutan namanya ketika SMA dulu.

Ekor kuda ?? Itu adalah sebutan semua teman-teman pada Alya, karena disekolah Alya selalu mengikat rambutnya tinggi. Ya,, memang seperti ekor kuda ! tapi sejak masuk perguruan tinggi sebutan tersebut sudah tak pernah lagi didengar oleh Alya, andai waktu bisa diputar ??? Tentu saja Alya akan mengembalikan semua kenangan.

Tak terasa hujan mulai berhenti, hari pun sudah mulai gelap… tapi Alya masih saja tiduran dikamar kosnya sambil memeluk bantal guling kesayangannya, pelukan bantal guling terasa cukup bagi Alya untuk menghangati tubuh kedinginan. Mungkin sebagian orang berkata dikala dingin lebih enak bersama seorang kekasih. Sementara Alya tiada pernah memikirkan hal demikian. Tiba-tiba  kemudian orang tua Alya menelpon “Alya, kamu dimana ??” Tanya mama Alya

“di kos ma, kenapa ma ?”

“Nggak sayang, mama cuma mau bilang uang buat belanja kamu sudah mama kirim, kamu boleh cek di ATM sekarang”

“Iya ma, nanti dicek !! Makasih ya ma”

“Iya, sama-sama sayang . Ingat ! Kamu jangan nakal disana, belajarlah rajin”

Mau ke ATM sang janda tertabrak motor

“Iya ma” telpon dari mamanya segera dimatikan, mendengar uang sudah dikirim Alya langsung bangun dari tempat tidurnya lalu bersiap-siap untuk pergi ke ATM, untung saja ATM tak terlalu jauh dari tempat kosnya.

Di perjalanan menuju ATM Alya banyak ditegur oleh orang-orang sekitarnya, Alya memang tidak memiliki paras terlalu cantik tapi penampilannya cukup menggoda para lelaki hingga bertekuk lutut padanya… tapi apakah mereka tau bagaimana dan siapa Alya sebenarnya ? Mungkin saja mereka akan menghindari bahkan membenci Alya jika mengetahui siapa Alya sebenarnya. Tiba-tiba ketika hendak nyebrang Alya ditabrak oleh seseorang tengah ngebut bawa motor, untung saja Alya cepat menghindar tapi kakinya sedikit sakit terkena goresan aspal. Kejadian itu membuat banyak orang mendatangi Alya salah satunya Rudi, pemilik restoran di sebrang jalan.

“Kamu nggak pa-pa?” Tanya Rudi pada Alya

“Aku nggak pa-pa” jawab Alya sambil menahan perih luka di kakinya

“Kaki kamu terluka masa’ bilang nggak pa-pa ! ku antar ke rumah sakit ya??”

“Nggak ! nggak usah, saya pulang saja”

“Kalau gitu kamu ke tempat kerjaku aja, biar luka kaki kamu bisa diobatin” Alya hanya tersenyum sambil mengiyakan perkataan Rudi, maka dengan segera Rudi membawa Alya ke tempat kerjanya.

Sebuah ruangan yang terlihat rapi dan bersih serta  terdapat sebuah meja dan juga kursi sofa didalamnya, Alya dibaringkan diatas sofa itu. Rudi mengeluarkan kotak P3K dari lacinya lalu membersihkan luka dikaki Alya serta berikutnya di perban

“Gimana??? Masih sakit?? “ Tanya Rudi dengan khawatir.

“Udah mendingan kak, makasih ya kak!”

“Iya sama-sama, oh ya boleh tau nama kamu ?”

“Alya kak, kakak sendiri???”

“Namaku Rudi”

Cerita Panas akhirnya jadi cinta

Sejak kejadian malam tersebut Rudi dan Alya makin sering bertemu, karena sejak Awal menolong Alya, Rudi sepertinya sudah menaruh rasa suka pada gadis itu. Alya sendiri juga sepertinya merasakan kebahagiaan ketika bersama Rudi. Lambat laun cinta pun terjalin diantara mereka hingga sebulan berikutnya mereka resmi pacaran. Melihat keseriusan Rudi, Alya benar-benar merasa bersalah telah menutupi jati dirinya, apa Rudi akan tetap menerima segala kekurangan Alya ? Apa Rudi akan tetap mencintainya setelah tau siapa dirinya ?  Alya tak mampu lagi untuk menutupi itu semua.

Suatu hari ketika menghadiri pesta ulang tahun temannya Rudi, Alya disuruh menyanyikan sebuah lagu. Ternyata Alya memiliki suara begitu merdu sehingga membuat semua orang tak bosan mendengarkan suaranya. Tapi ketika lagu ketiga selesai dinyanyikannya Alya berbicara pada semua hadirin di pesta.

“Kepada semua hadirin pada pesta malam ini, saya ingin mengungkapkan kejujuran tentang diri saya kepada anda semua disini terutama pada seseorang yang sangat saya cintai, kak Rudi”. Rudi terlihat bingung, apa yang akan diungkapkan Alya ? Apa mungkin Alya telah berbohong ? Tapi apa ? Karena setahu Rudi Alya selalu berkata jujur padanya

“Mungkin kalian semua tau saya seorang mahasiswa. Ya, saya memang seorang mahasiswa tapi apakah kalian tau siapa saya sebenarnya ? Terutama pada kak Rudi, saya benar-benar minta maaf karena telah menutupi jati diri saya. Saya tau kakak sangat mencintai saya, tapi saya nggak ingin kakak menyesal”

Rudi semakin bertanya-tanya, apa maksud dari omongan Alya ? Apa telah ditutupi Alya dari nya. “Aku nggak tau,, apakah kakak masih mau menerimaku atau tidak . mungkin saja kakak akan meninggalkanku aku atau mungkin kakak akan tetap bersamaku”

Pengakuan sang janda kembang

“dulu ketika tamat SMA diriku sudah… me..nikah” ucap Alya dengan gugup

Menikah ?. Sulit dipercaya gadis terlihat muda itu sudah menikah, tapi Rudi ingin sekali mendengar lanjutan dari cerita Alya.

“Tapi pernikahanku tak berjalan lama, 6 bulan kemudian dia pergi meninggalkanku tanpa sebab jelas. Dan sejak diriku sudah resmi bercerai, ku putuskan untuk melanjutkan kuliah, sejak itulah diriku tidak ingin lagi pacaran. Kuputuskan untuk menyelesaikan pendidikanku dulu. Mungkin kalian semua nggak percaya kalau diriku seorang janda, lebih tepatnya janda kembang karena belum punya anak.

“Tapi sekarang ada seorang pemuda kaya benar-benar serius kepadaku bahkan rela menungguku tamat kuliah. Kak rudi, maaf kan diriku. Aku sudah berbohong pada kakak, dan sekarang kakak sudah tau  siapa diriku sebenarnya… semuanya terserah kakak.  Apapun keputusan kakak  aku terima”

Akankah Rudi tetap mencintai Alya dengan status  Alya seorang janda kembang. Rudi kemudian menghampiri Alya kedepan.

“Aku benaran nggak nyangka ternyata Alya yang ku kenal selama ini seorang janda, tapi aku nggak peduli apapun status kamu, mungkin karena aku terlalu amat sangat mencintai kamu. Jujur !! Baru kali ini ku temukan wanita seperti dirimu yang berani mengungkapkan kejujuran di depan semua orang, jarang ditemukan wanita seperti  kamu. Dan perasaanku tidak akan berubah. Hatiku tetap mencintaimu, aku akan tetap menunggu sampai kamu selesai kuliah”

Tak tahan lagi membendung air mata nya Alya langsung memeluk kekasihnya, tak disangka Rudi masih mau menerimanya meskipun berstatus seorang janda kembang. Tapi itulah cinta, tidak memandang bagaimana pun status seseorang karena cinta akan memberikan kebahagiaan pada mereka yang bisa memelihara hubungan cinta dengan baik dan penuh kepercayaan.


Terima kasih telah membaca cerita panas singkat tentang janda kembang. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Salam sukses selalu

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait

6 Comments

  1. Xi xi xi klo dipikir-pikir benaran hot juga ya. Ok deh, cukup mengejutkan ide ceritanya tapi kurang menggigit cara penyampaiannya

  2. I think she only want to tell the truth. Tapi kalau mengaku janda kembang di depan umum ha ha ha no komen lah :). Cerita menarik, sangat menghibur dan bisa membuat tersenyum.