Penguasa Kalijodo, Daeng Aziz, Penakluk Geng Macan Akhirnya Ditangkap Polisi

daeng aziz penguasa kalijodo sang god father

Jakarta – Siang hari tadi Daeng Aziz, penguasa kalijodo, akhirnya ditangkap polisi atas tuduhan  pencurian listrik, prostitusi, kepemilikan senjata tajam dan minum keras ilegal. Demikian sebagaimana yang disampaikan oleh Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona di Mapolres Jakarta Utara, Jumat (26/2/2016).

Daeng Aziz, The God Father, Penguasa Kalijodo

Daeng Aziz mulai menguasai kalijodo pasca bentrokan yang terjadi antara Geng Macan melawan koalisi Geng Makassar, Geng Banten dan Geng Kulon pada tahun 2002.

Saat itu yang berkuasa di Kalijodo adalah Geng Macan alias Mandar Macanga, yang berarti Orang Mandar Pemberani dibawah pimpinan Usman, Aziz Mandar, Riri, Agus, Usman dan Udin Gondrong yang kesemuanya berasal dari Mandar, Sulawesi Barat. Geng ini menguasai prostitusi dan perjudian di Kalijodo sejak tahun 1992.

Menurut mantan panglima Geng Macan – Udin Gondrong Udin (46), yang kini menetap di Mappilli Barat, Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat – pada era 1992 hingga 2002 dia memimpin 800 pemuda asal Mandar untuk menjaga bisnis judi Koprok di Kalijodo. Rambutnya yang panjang hingga sepinggang menyebabkan dia dijuluki Udin Gondrong.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Polisi, Krishna Murti, mengatakan pada tahun 2002, saat beliau menjabat Kapolsek Penjaringan, terjadi bentrok di Kalijodo antara Geng Mandar melawan gabungan kelompok Makassar, Banten dan Kulon sehingga mengakibatkan puluhan orang terluka dan ratusan kios hangus terbakar.

Udin gondrong menjelaskan – saat Geng Mandar dikeroyok oleh gabungan Geng Makassar, Geng Banten dan Geng Kulon – Polsek Penjaringan saat itu, Krisna Murti, melakukan mediasi guna mencegah bentrok susulan.

Lebih lanjut Udin mengatakan, Daeng Azis yang saat ini dikenal sebagai ‘God Father’ Kalijodo belum ada apa-apanya meski dia sudah mulai masuk di bisnis tempat hiburan malam dan prostitusi disana.

Pasca bentrokan, Kombes Krisna Murti, melakukan mediasi antara Geng Makassar dan Geng Mandar, yang akhirnya membuat pimpinan Geng Mandar, Usman, menarik diri dan berangkat dan menetap di Palu guna mencegah bertambahnya korban dari kelompok Mandar. Setelah Usman ke Palu, anggota Geng Mandar menyebar dengan sendiri hingga akhirnya Daeng Aziz menguasai Kalijodo.

Setelah bubarnya Geng Mandar, Udin kembali ke kampung halamannya di Mandar, Sulawesi Barat. Saat ini Udin aktif pada lembaga pengkajian dan bimbingan teknis mitra DPRD di Sulawesi Barat. Udin Gondrong hidup tenang bersama istri dan 7 putra-putrinya dan melupakan masa lalu yang kelam dan penuh kekerasan.

Sang Penguasa Kalijodo Daeng Aziz, The God Father, akhirnya hari ditangkap Polisi disebuah tempat kost, di Pasar Baru.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona di Mapolres Jakarta Utara, Jumat (26/2/2016) mengatakan “Polisi mengantongi 4 alat bukti”. Namun beliau tidak menjelaskan alat bukti yang dimaksudnya.

Menurut Bolly, kepolisian berkoordinasi dengan PLN menghitung jumlah kerugian negara akibat ulah Daeng Aziz mencapai Rp 500 juta per tahun.

“Disana ada boks listrik sah PLN, tetapi boks legal tidak akan sanggup melistriki kafe Intan ini. Yang terdaftar di PLN hanya 5.500 watt, tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan listrik kafe. Justru cangklongan listrik (curian) yang menghidupi seluruh perabot listrik di kafe,” ujar Bolly.

Hingga sore ini media masih belum memperoleh kabar bagaimana proses penahanan Daeng Aziz, Sang Penguasa Kalijodo. Sementara itu pengacara Daeng Aziz, Razman Arif Nasution, terlihat mengunjungi Polsek Penjaringan untuk melakukan negosiasi penangguhan penahanan kliennya.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait