Pengumpul Sarang Walet – Menyabung nyawa demi rupiah @Indonesia

pengumpul sarang walet menyabung nyawa

Sarang walet biasanya dicari dari gua-gua di Indonesia, Thailand, Malaysia, Myanmar , Cina dan Filipina. Pengumpul sarang walet memanen satu sampai dua kali dalam setahun. Tidak seluruh bagian sarang walet diambil, yang dibutuhkan adalah yang berwarna putih yang terbuat dari air liur walet. Setelah bagian yang dibutuhkan diambil dengan menggunakan pisau dan pinset, bagian sarang lainnya dibiarkan sebagaimana adanya dan pengumpul biasanya selalu meletakkan kembali telur yang mereka jumpai ke dalam sarang, agar burung walet tetap tinggal disana, sehingga mereka bisa memanen kembali kelak.

Pengumpul sarang walet

Seorang pengumpul sarang walet kadang-kadang harus memanjat tebing hingga untuk mencapai atap gua dengan menggunakan peralatan seadanya seperti bambu dan tali rotan yang dijadikan tangga. Kadang mereka harus berenang melalui terowongan bawah yang berliku untuk mencapai lokasi dimana burung walet bersarang.

Bila sarang ditemukan, seorang pengumpul sarang harus memiliki ketrampilan khusus untuk memotong dan mengambil sarang agar walet tidak pergi dari tempat itu. Jika walet menjadi tidak kerasan dan pergi, maka pengumpul harus mencari kembali lokasi sarang burung yang baru yang tidak mudah.

sarang walet diatas gua
walet bersarang di atap gua

Pengumpul sarang walet banyak menghabiskan waktu untuk tinggal di gua-gua, memanjat tebing, membuat tangga dari kayu dan bambu untuk memudahkan mereka mencapai sarang. Gua yang memiliki banyak walet biasanya dijaga setiap hari oleh pengumpul sarang yang pertama menemukannya agar tidak ada pengumpul lain yang masuk dan mengambil milik mereka.

Pengumpul sarang walet biasanya berkelompok terdiri dari 4 hingga 10 orang tergantung dari lokasi dan jumlah sarang yang mereka kuasai. Karena mereka kerap harus tinggal terasing berbulan-bulan di hutan dan gua, tidak jarang mereka memakan sebagian telur walet yang ditemukan jika jumlah mencukupi untuk menjaga walet ada.

sarang walet dalam gua
Koloni burung walet

Pengumpul sarang burung yang bekerja pada tebing terjal di sisi selatan Jawa harus berurusan dengan pasang kuat dan gelombang besar untuk mendapatkan sarang burung. Seringkali pengumpul terjebak di dalam gua selama berhari-hari karena salah memperhitungkan waktu air pasang. Dalam kegelapan gua, mereka harus bertahan dengan makan sarang burung, telur bahkan apapun yang dapat dimakan dari lantai gua yang lembab. [Sumber: “Ring of Fire” oleh Lawrence dan Lorne Blair, Bantam Books, New York]

pengumpul sarang walet menjual setelah dibersihkan
Sarang walet siap dijual

Pekerjaan pengumpul sarang walet sangatlah berbahaya dan beresiko tinggi, itu sebabnya harga sarang walet kemudian menjadi sangat mahal hingga kemudian banyak orang melakukan budidaya sarang burung walet.

Dibagikan

Nissa Fatima

Penulis :

Artikel terkait