Penobatan Pangeran Lobak

cerita anak penobatan pangeran lobak

Cerita Anak tentang rencana makar menggulingkan calon pemimpin Kerajaan Umbi di negeri rempah-rempah. Ditulis oleh remaja sebagai bacaan anak dan remaja. Bagaimana ceritanya ? silahkan simak cerpen anak berikut.

Cerpen Anak Penobatan Pangeran Lobak

Di sebuah kerajaan bernama ‘Kerajaan Umbi’ tinggallah seorang pangeran bernama Lobak, anak semata wayang dari raja Lobak dan ratu Lobak yang telah memimpin kerajaan umbi selama 50 tahun. Raja Lobak dinobatkan sebagai raja oleh kakek umbi, raja pertama di kerajaan umbi. Itulah kenapa kerajaannya bernama umbi karena pemimpin pertamanya bernama umbi. Kakek umbi meninggal karena sakit setelah 10 tahun kepemimpinan raja Lobak.

Kerajaan umbi adalah pelepasan dari negeri rempah yang makmur. Walau hanya menjadi kerajaan dari beberapa desa kecil, kerajaan umbi berhasil menciptakan kedamaian dan kemajuan untuk wilayahnya. Harusnya kerajaan umbi dipanggil negeri umbi, tapi pada saat itu kakek umbi sang raja yang pertama memerintah tidak ingin mendengar kerajaannya disebut negeri umbi (baca juga cerita anak bangkai tikus di atas rumah).

Seminggu lagi akan dilaksanakan penobatan raja baru. yaitu keturunan satu-satunya raja Lobak, pangeran Lobak akan meneruskan kepemimpinan raja Lobak. Tapi, paman Ubi keberatan atas rencana penobatan raja baru dari garis keturunan raja Lobak. Dengan alasan karena pangeran Lobak belum pantas untuk menjadi raja.

Menurut cerita anak raja masih terlalu muda

“Pangeran Lobak masih terlalu muda untuk menjadi seorang pemimpin” kata paman Ubi.

Memang pangeran Lobak masih terlalu muda, tapi dia sudah layak untuk memimpin kerajaan dengan kecerdasannya dalam melakukan apapun termasuk bela diri dan bermain pedang, ia sudah pantas duduk di singgasana. Dan raja Lobak yakin, pangeran Lobak bisa melindungi kerajaan dengan sangat baik.

“Saya sudah terlalu tua untuk bisa melindungi kerajaan, saya yakin pangeran Lobaklah yang bisa melakukannya saat ini. Ohok..ohok” lanjut raja Lobak terbatuk-batuk (jangan lewatkan cerita anak Pertikaian).

Semua yang ada di ruang rapat termasuk para menteri, mengangguk-angguk setuju dengan perkataan raja Lobak. paman Ubi diam-diam geram, ia adalah satu-satunya yang menentang penobatan.

“Selain itu, pangeran Lobak belum menikah.” lanjut paman Ubi menyangkal.

Raja Lobak mengangguk-angguk mengerti, dia diam sebentar. Memandangi sang anak yang sedang duduk disamping singgasananya.

“Saya akan menikahi puteri Wortelina dari keluarga paman Wortel dan menjadikannya seorang ratu saat saya menjadi raja” kata pangeran Lobak.

Semuanya tercengang atas pengakuan pangeran Lobak termasuk sang ayah dan ibu juga paman Wortel yang ada disana.

Kemudian raja Lobak tersenyum. “baik, sekarang tidak ada lagi alasan untuk tidak menobatkan pangeran Lobak”

paman Ubi sebenarnya marah, tapi mau bagaimana lagi. Dia sudah tidak mempunyai alasan untuk menghalangi penobatan keponakannya menjadi raja.

“Pernikahan pangeran akan dilakukan sebelum penobatan” lanjut raja Lobak.

Paman Ubi marah lalu merencanakan siasat jahat

Sampai rumah, paman Ubi marah. Menutup pintu rumah dengan keras. ‘BAAAaaMmm’.  Rencana untuk menggagalkan penobatan gagal. Menurutnya dialah yang pantas untuk duduk di singgasana, bukan pangeran Lobak. Karena kerajaan umbi adalah kerajaan ayahnya, kakek umbi. Bukan milik adiknya, raja Lobak.

paman Ubi sebagai seorang kakak hanya ditunjuk menjadi penasehat raja merasa kesal. Bertahun-tahun, ia menyimpan dendam kepada sang adik.

Lalu datanglah Nyi Kunyit ke rumahnya, menteri dari negeri rempah. Sekaligus sepupu dari kakek umbi yang dipanggil bibi Nyi Kunyit.

paman Ubi memang keponakan satu-satunya yang dekat dengan bibi Nyi Kunyit. Sedangkan, raja Lobak dekat dengan Bibi Bangle yang memilih berbaur dengan rakyat biasa daripada tinggal di lingkungan kerajaan. kesederhanaanya membuat raja Lobak kagum kepada Bibi Bangle.

“Ada apa ubi ? Kenapa kau terlihat marah. Apa ada yang membuatmu kesal ?” tanya bibi Nyi Kunyit.

Dengan masih menahan amarah paman Ubi menjawab pertanyaan bibi Nyi Kunyit. “akan diadakan penobatan raja baru seminggu lagi, dan yang dinobatkannya adalah pangeran Lobak. Harusnya kan saya bi, iyakan ? Pangeran Lobak masih bau ingusan. Yang pantas itu saya.” kata paman Ubi.

Nyi Kunyit tersenyum mendengarnya, “Tenang keponakanku, bibi punya rencana untuk menggagalkan semuanya”. Kemudian, bibi Nyi Kunyit membisikkan rencana jahatnya ke telinga paman Ubi. Wajah marah paman Ubi seketika berubah cerah kembali.

Puteri Wortelina Diculik

Dua hari sebelum penobatan dan pernikahan, paman Wortel datang menemui raja Lobak dengan wajah sedih. Mereka duduk berdua di kursi kamar raja. paman Wortel menjelaskan dengan tersedu-sedu. Sehari lalu dia sedang bertugas untuk berkeliling pedesaan, di rumah hanya ada puteri Wortelina seorang diri. Malamnya paman Wortel pulang, tapi puteri Wortelina tidak ada dirumah, ia sudah mencari kemanapun sampai pagi tadi. Dan belum menemukannya.

“Saya pikir, seseorang telah menculiknya” kata paman Wortel sambil menangis.

Raja Lobak menenangkan paman Wortel. “Saya akan menemukan puteri Wortelina secepatnya, tenanglah saudaraku” kata raja Lobak.

Lalu, raja Lobak mengumpulkan semuanya. Seluruh prajurit dengan kelengkapan senjata berkumpul, para menteri juga ada disana. Termasuk paman Ubi, sang penasehat raja. Berdiri tegap melirik raja yang ada disampingnya.

“Puteri Wortelina diculik, kalian harus menemukannya sebelum hari penobatan. Hidup atau mati kalian harus menemukannya, sekaligus penculiknya” perintah sang raja. Paman Ubi melirik raja berkali-kali. Diam-diam tersenyum kecut, penuh arti.

Pangeran Lobak dengan baju besi khusus untuk berperang, menancapkan pedang ke tanah dihadapan sang ayah, lalu menunduk hormat. Semua prajurit mengikutinya. Dia lalu mencabut pedangnya kembali. “Ayoo cari puteri Wortelinaaaa” teriak pangeran Lobak mengacungkan pedang.

“Ayoooo….” seru semua prajurit, lalu berpencar kesegala penjuru wilayah termasuk ke negeri rempah. Hanya paman Wortel yang melihat paman Ubi dengan tatapan curiga. Ia melihat senyum kecut paman Ubi saat itu. Tapi, paman Wortel hanya diam.

“Raja, saya pamit untuk ikut mencari puteri” kata paman Ubi, raja mengangguk tanpa curiga.

Setelah paman Ubi pergi, paman Wortel mendekati raja. Membisikkan sesuatu ke telinga, awalnya raut wajah raja ragu kemudiaan ia mengutus seseorang untuk menyampaikan sesuatu kepada pangeran Lobak yang sedang mencari puteri Wortelina.

Tidak lama utusan raja menemukan sang pangeran yang sedang bertanya kepada seseorang. Utusan itu menghampiri pangeran, lalu membisikkan perintah dari raja.

Pangeran Lobak menemukan tempat persembunyian penculik

cerpen anak pangeran lobak dan puteri wortelina
Pangeran Lobak dan puteri Wortelina (@ http://fyeahcucumberquest.tumblr.com)

Pangeran Lobak sampai ditempat yang diperintahkan oleh raja untuk datang kesana. Dengan mengendap-endap pangeran berusaha mencari jalan untuk masuk ke dalam. Sebuah rumah yang dicurigai tempat penyekapan sang puteri.

Sebuah lengan menarik pangeran masuk kedalam rumah, ia adalah Ubi Son. Anak paman Ubi, sepupunya pangeran Lobak.

“Kau kesini mencari puteri kan ?” tanya Ubi Son. Pangeran mengangguk. “Dia tidak ada disini, ayahku dan nenek Nyi Kunyit membawanya pergi ke negeri rempah. Aku tidak sengaja melihatnya kemarin, dan mendengar pembicaraan mereka.” kata Ubi Son.

“Paman Ubi ? Nenek Nyi Kunyit ? Kenapa mereka ?” tanya pangeran Lobak tidak percaya, karena mereka masih keluarganya. Tidak mungkin. Apalagi paman Ubi adalah ayah dari Ubi Son.

“Tapi itulah kenyataanya saudaraku, ayahku menginginkan tahta dari sejak dulu. Cepat temukan puteri ” kata Ubi Son. Lalu, pangeran pergi ke negeri rempah dengan beberapa prajurit yang ditemuinya dijalan.

Menelusuri juru negeri dan sampailah mereka satu hari sebelum penobatan di desa gambut, desa kecil dan tersembunyi di negeri rempah. Pangeran menemukan sebuah gubuk dan perlahan mendekatinya, melihat kedalam melalui lubang tidak terlalu kecil didinding gubug. Ia melihat paman Ubi dan nenek Nyi Kunyit ada disana sedang memaksa puteri Wortelina yang sedang diikat meminum cairan hitam dalam sebuah gelas plastik berwarna bening. Diduga itu adalah racun.

Pangeran Lobak marah, ia langsung mendobrak pintu gubug. paman Ubi dan Nyi Kunyit kaget sampai gelas yang ada ditangan Nyi Kunyit terjatuh.

“Kalian… Tidak bisa dipercaya” kata pangeran Lobak geram.

“Tangkap mereka” perintah pangeran. Tapi, paman Ubi berusaha melawan prajurit dan berhasil kabur. Hanya Nyi Kunyit yang tertangkap.

Para penculik dibawa menghadap raja

Pangeran Lobak membawa Nyi Kunyit menghadap raja Lobak.

“Maafkan bibi, Lobak. Bibi hanya ingin membantu kakakmu. Dia sangat ingin menjadikan dirinya raja dan duduk disinggasana sebagai pemimpin” kata Nyi Kunyit membela diri.

“Benar kata ayah, dia tidak akan dan tidak boleh menjadi raja. Kakak ubi lebih berbahaya dari binatang buas untuk duduk di singgasana.” kata raja Lobak sinis menanggapi pembelaan Nyi Kunyit karena kesal. Tidak lama, paman Ubi berhasil ditangkap oleh beberapa prajurit yang mengejarnya.

Hari penobatan raja baru dan permaisuri baru

Besoknya, hari pernikahan dan penobatan tiba. puteri Wortelina dengan gaun pengantinnya terlihat sangat cantik duduk disamping suaminya, pangeran Lobak. Mereka sedang dinobatkan menjadi raja dan ratu baru Kerajaan Umbi.

Setelah beberapa jam penobatan, mereka akhirnya resmi menjadi raja dan ratu Kerajaan Umbi. Pangeran Lobak mendapat gelar raja Lobak II setelah sebelumnya ayahnya bergelar raja Lobak I.

Mereka hidup bahagia sebagai keluarga, rakyat bersorak sorai di pesta raja dan ratu baru (cerita anak lucu Pendekar Alfin).

Sementara Ubi Son atas kejujuran dan ketulusannya dinobatkan sebagai penasehat raja, pengganti sang ayah yang dihukum karena kesalahannya.

Paman Ubi mendapatkan hukuman diasingkan disebuah gubug berjeruji besi di sebuah desa terpencil, Nyi Kunyit diturunkan jabatannya di negeri rempah oleh, ratu rempah. Dan menjadi tahanan negeri selamanya.

– SELESAI –

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait