Kalau Penyakit Menyerang Bebek, Begini Cara Mengobatinya

Penyakit Bebek dan cara mengobati Itik sakit

Masih berkaitan dengan peluang usaha wirausaha budidaya, kali ini mengenai penyakit pada bebek pedaging maupun Itik petelur agar kita dapat segera mengatasi dan mengobatinya. Bagi wirausahawan peternak yang sudah berpengalaman dalam budidaya bebek, penyakit bebek bukanlah suatu persoalan serius akan tetapi bagi pemula perlu ada pembekalan untuk menyelamatkan investasi yang sudah dikeluarkan.

Aneka penyakit bebek serta cara mengobatinya atau mengatasinya

Meskipun ternak bebek adalah hewan tahan terhadap penyakit, akan tetapi ada kalanya mereka mengalami sakit juga sehingga perlu keterampilan peternak pelaku wirausaha budidaya bebek untuk tanggap melakukan diagnosa penyakitnya agar bisa menentukan jenis penyakit serta cara mengobatinya.

Dalam menjalankan peluang usaha budidaya bebek, peternak idealnya dapat membedakan secara fisik antara bebek sehat dengan itik sedang sakit. Peternak juga mampu membedakan antara kotoran bebek sehat dengan dengan kotoran bebek sakit. Kemudian dia juga dapat mengenali dari gerak-geriknya, bagian tubuh mana yang mengalami kelainan.

Apabila penderitaan tersebut sudah teridentifikasi, peternak bebek dapat menentukan bagaimana langkah pertolongan pertama serta apa yang harus segera dilakukan. Adakalanya sebuah penyakit tidak lazim dia temukan atau belum pernah dihadapi, peternak harus memiliki tempat untuk berkonsultasi baik dengan sesama peternak, balai peternakan setempat, maupun dengan dokter hewan terdekat. Dalam kaitan dengan bantuan dengan pihak lain, seorang wirausahawan atau pelaku bisnis budidaya bebek harus mampu mempersiapkan bahan – bahan yang dibutuhkan sebelum melakukan konsultasi dengan pihak lain untuk memudahkan identifikasi saat dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Jenis – jenis penyakit pada unggas Bebek serta cara – cara mengatasinya

Penyakit yang menyerang unggas Itik pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu : penyakit menular dan penyakit tidak menular. Kedua – duanya sama – sama butuh perhatian karena memiliki peluang resiko merugikan kita sebagai pelaku usaha budidaya.

Penyakit menular pada Itik

Penyakit menular pada hewan ternak Bebek disebabkan oleh virus, kuman atau bakteri yang tertularkan langsung melalui sentuhan atau terpapar di udara. Penyakit – penyakit menular umumnya dipicu oleh kebersihan kandang, meskipun tidak harus demikian, tetapi apabila satu Bebek terdeteksi sebaiknya segera lakukan pembersihan kandang agar penyakit tidak menyerang Bebek lainnya. Jenis penyakit unggas dalam kelompok ini diantaranya adalah :

Penyakit Kolera Itik (Fowl Cholera)

Kolera Itik disebabkan oleh bakteri bernama Pasteurella Avicia.  Biasanya bakteri menyerang anak Itik usia 4 minggu sehingga menyebabkan kematian. Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi darah, kemudian itik akan mengalami mati mendadak. Adapun tingkat kematian akibat bakteri Pasteurella Avicia pada anak Itik mencapai 50 % sementara pada Bebek dewasa kurang dari 50 %.

Itik yang terserang Fowl Cholera akan mengalami sesak nafas, tubunya panas dan bengkak, serta jalannya sempoyongan. Apabila serangan sudah sangat tinggi, Itik akan menjerit lirih dengan suara nyaring dan memisahkan diri dari kelompoknya.

Untuk mencegah Itik terserang Fowl Cholera, mereka dapat diberikan vaksinasi. Biasanya vaksinasi diberikan saat berusia 3 – 4 minggu atau terjadi wabah pada peternakan sekitar. Untuk pengobatan apabila Bebek sudah terkena penyakit bisa diberikan obat berupa Tetracycline, Choramphenicol, serta Preparat-preparat Sulfat.

Penyakit menular mata putih (White Eye)

Penyakit ini biasanya menyerang Itik berusia kurang dari 2 bulan. Umumnya Bebek yang kekurangan vitamin A lebih rentan terhadap serangan virus mata putih White Eye. Selain itu kondisi kelembaban lantai kandang juga memudahkan Bebek terserang.

Tanda-tanda anak Bebek terkena serangan virus mata putih adalah keluarnya cairang putih bening dari mata serta paruhnya. Kotoran bening tersebut dalam hitungan jam kemudian berubah warna menjadi agak kekuningan. Pada saat ini, Bebak akan mulai kesulitan bernafas, tubuhnya menjadi lemas hingga akhirnya lumpuh. Apabila tubuh Itik sampai mengalami kejang – kejang, maka kematian tak mungkin dapat dihindarkan lagi.

Untuk pencegahan maupun pengobatan serangan penyakit mata putih, Itik dapat diberikan anti-biotik Oxytetracycline (terramycin) atau Chlortetracycline (aureomycins) dengan cara dicampur dalam air minum atau pakannya.  Dosis penggunaan anti-biotik adalah 10 gram per 100 kilogram pakan atau 10 gram per 40 gallon air minum ternak.

Penyakit cacar Unggas

Virus cacar unggas bisa menyerang Bebek pada segala usia. Tanda-tanda unggas terserang penyakit cacar dapat dilihat dengan munculnya bintik – bintik kecil atau benjolan pada bagian kaki dan kepala Bebek. Ada dua jenis penyakit cacar pada unggas Itik, yaitu cacar kering dan cacar basah.

Pengobatan pada cacar kering pada unggas dapat dilakukan dengan cara mengelupasi benjolan sampai berdarah lalu diberi obat Yodium Tingture (6-10%) atau Betadine. Penyakit cacar unggas basah menyerang rongga mulut Itik sehingga menyebabkan Itik sulit makan maupun minum hingga pada akhirnya dia akan mati lemas. Untuk pencegahan serta pengobatan lakukan vaksinasi terhadap unggas bila diketahui terjadi serangan cacar pada salah satu Itik atau pada peternakan sekitar.

Penyakit berak darah (Coccidiosis)

Penyakit berak darah bisa menyerang Itik segala usia meskipun lebih banyak terjangkit pada anak Itik atau itik remaja.  Gejala timbul akibat serangan Coccidiosis adalah ternak Bebek menjadi kurang nafsu makan, berat badannya menurun drastis kemudian pada akhirnya menjadi lumpuh.

Penularan penyakit berak darah terjadi melalui kotoran. Untuk pencegahan dilakukan dengan cara menjaga kebersihan serta kelembaban kandang dan pemberian anti-biotik dicampur bersama minuman atau pakan secara berkala.

Penyakit pilek coryza

Serangan penyakit ini biasanya terjadi pada awal pergantian musim dan penularan berlangsung sangat cepat melalui kontak antara itik sakit dengan itik sehat. Penyakit pilek unggas coryza disebabkan oleh micro-organisme yang menyerang sistem  pernafasan sehingga membuat Itik menderita pilek serta mengeluarkan kotoran cair kental dari matanya, sehingga sekilas Itik mengalami gejala serangan penyakit mata putih.

Bebek segala usia bisa terserang sakit pilek, akan tetapi lebih banyak dialami oeh anak Bebek berusia 1 – 8 minggu. Pengobatan untuk pilek menular paling efektif adalah dengan cara suntik “Streptomycin Sulphat” dengan dosis rendah 0,4 gram disesuaikan dengan berat tubuhnya. Penyuntikan dapat dilakukan sendiri 1 x sehari selama beberapa hari menggunakan dosis separuhnya atau 0.2 gram.

Penyakit menular salmonellosis

Penyakit salmonellosis disebabkan oleh kuman bernama Salmonella Anatis. Kuman menjangkiti ternak melalui perantara lalat atau pakan dan minuman yang telah terpapar kuman. Penyakit salmonellosis dapat menyerang Bebek pada segala usia bahkan bisa menyebabkan tingkat kematian hingga 50%.

Pencegahan terhadap penyakit salmonellosis dilakukan dengan cara menjaga kebersihan, sanitasi, serta kelembaban kandang. Secara periodik kandang harus dibersihkan termasuk tempat – tempat penyimpanan dan penyajian pakan agar terbebas dari kuman salmonella. Jika ternak unggas terkena penyakit, pengobatan dapat dilakukan dengan cara memberikan “Furazolidone”.

Penyakit sinusitis unggas

Penyakit sinusitis disebabkan oleh cara pemeliharaan unggas yang buruk, kekurangan mineral dalam pakan unggas serta tidak tersedia kolam untuk bermain. Sebagai akibatnya bebek rentan terhadap infeksi sekunder. Sinusitis dapat menyerang unggas dewasa sehingga menyebabkan kerugian besar.

Pencegahan terhadap penyakit sinusitis bisa dilakukan dengan melakukan pemeliharaan yang baik. Apabila Bebek sudah terserang,  pengobatan dilakukan dengan cara menyuntikan streptomycin ke dalam sinus.

Tanda bebek terserang sinusitis adalah terjadinya pembengkakan sinus, keluar cairan jernih dari lubang hidung, sinus membengkak menimbulkan benjolan pada bagian bawah serta depan mata, dan sekresi mata menjadi berbuih.

Pemberian anti-biotik untuk Bebek dewasa adalah 0,5 gram streptomycin dilarutkan ke dalam 20 cc aquadest lalu disuntikan ke dalam sinus. Pada kasus penderitaan lebih ringan, dosis dapat dikurangi hingga separuhnya. Penyuntikan dilakukan setiap 48 jam hingga Bebek berangsur sembuh dan kembali sehat.

Penyakit hati bengkak aflatoksikosis

Penyakit hati bengkak lebih mudah menyerang anak Itik dibanding Bebek dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh Aflatoksin hasil dari Asperqillus Flavus yang menyerang hati, sehingga Bebek penderita akan memiliki ukuran hati lebih besar (bengkak).

Tanda-tanda Bebek terserang penyakit hati bengkak diantanya : kondisi mereka menjadi lemah, pendarahan pada bagian bawah kulit serta jari, jalan terhuyung-huyung (sempoyongan), lalu akhirnya mati terlentang.

Pencegahan terhadap penyakit hati bengkak dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, menabur kapur pada lantai kandang secara berkala, dan memastikan kandang terbebas dari serangga. Bila Itik terkena penyakit hati, pengobatan hanya dapat dilakukan dengan mencampur anti-biotik ke dalam pakan atau minuman serta banyak – banyak berdoa.

Penyakit – penyakit tidak menular pada Bebek

Penyakit – penyakit tidak menular berikut biasanya disebabkan oleh cara pemeliharaan kurang baik sehingga menimbulkan keracunan, kekurangan vitamin, kekurangan mineral, stress dan lain-lain.

Penyakit Stress (kecemasan)

Faktor pengganggu merupakan hal utama penyebab terjadinya stress atau kecemasan pada bebek  sehingga dapat mempengaruhi perkembangan tubuh itik serta mengurangi produktifitas telur mereka.

Beberapa faktor penggangu yang dapat menyebabkan Itik mengalami stress misalnya suara bising, tidak memiliki kebebasan bermain dekat air, penggantian pakan, sering berpindah-pindah tempat, serta lain – lain sebab sebagainya.

Tidak ada obat untuk menanggulangi Itik galau. Akan tetapi peternak dapat mengurangi atau menghilangkan faktor pengganggu sehingga rasa galau Itik dapat terobati dengan sendirinya.

Penyakit anak Itik Brooder Pneumonia

Penyakit ini biasanya menyerang anak Bebek (brooder) yang masih memiliki bulu-bulu halus. Ternak bebek yang terserang penyakit ini akan mengalami pembengkakan pada bagian kepala, sulit bernafas dan matanya mengeluarkan air.

Penyebab penyakit ini adalah kotak terlalu padat atau lampu pemanas untuk induk buatan kurang memadai sehingga mereka kedinginan atau merasa pengap. Jadi cara pencegahan dapat dilakukan dengan mengatur kapasitas kotak, pelingkar serta mengontrol pemanas induk buatan.

Bagi anak Itik penderita penyakit, pengobatan bisa dilakukan dengan cara memberi satu sendok teh baking soda dicampurkan ke dalam 1,136 liter air minum selama 12 jam.

Unggas kekurangan Vitamin A

Kekurangan Vitamin A dapat menyebabkan Itik terlihat selalu mengantuk, kondisi kaki – kaki lemah, mata tertimbun lendir berwarna putih serta tubuh mereka mudah terkena penyakit infeksi. Pada Bebek berusia 4 minggu selaput mata akan menebal dan kering (mata kering), air mata berlebihan, pada bagian bawah mata tertimbun cairan lendir. Pada Bebek dewasa, kurangnya asupan vitamin A dapat menyebabkan produksi telur bebek menurun serta tubuh menjadi lemah dan kurus sehingga hanya menghasilkan sedikit manfaat daging itik.

Penyebab kekurangan Vitamin A adalah pemberian pakan tidak cukup mengandung vitamin A. Apabila terlihat tanda-tanda ternak kekurangan vitamin A, segera tambahkan atau ganti pakan dengan jenis yang mengandung jagung kuning karena jagung kuning banyak mengandung vitamin A sementara jagung putih kurang vitamin A.

Penyakit kekurangan Vitamin D (Rickets Duck)

Kekurangan Vitamin D, Kalsium dan Fosfor dapat menyebabkan penyakit tulang bahkan pada akhirnya dapat menimbulkan kelumpuhan pada Itik.  Tanda – tanda dari penyakit ini adalah terjadi penyimpangan atau kelainan pada sendi kaki Bebek.

Untuk mencegah Itik menderita penyakit Ricket Duck, pakan harus cukup mengandung kalsium, Vitamin D, dan Forfor. Tambahkan 2% tepung tulang dalam pakan Bebek dan biarkan mereka menerima cukup sinar matahari langsung.

Keracunan jamur atau makanan basi (Mycosis)

Kesehatan serta kebersihan kandang merupakan hal penting terutama pada musim hujan. Bila tidak diawasi, kelembaban serta sisa makanan bisa membuat tumbuhnya jamur pada bagian bawah lantai. Hal tersebut sangat berbahaya bagi Bebek karena jika mereka mengkonsumsi sisa makanan berjamur tersebut, mereka akan mengalami keracunan.

Bebek keracunan jamur atau makanan basi akan terlihat lesu, nafsu makan mereka berkurang sehingga berat tubuh menurun tajam. Apabila kondisi keracunan tidak terpantau oleh peternak, dalam waktu satu minggu Itik akan mati.

Pencegahan keracunan jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan dan kesehatan kandang. Lantai kandang harus dijemur secara periodik dan diberi kapur terutama pada musim hujan. Untuk mengobati unggas penderita keracunan jamur, kita dapat memberi anti-biotik dicampur dalam pakan atau air minum unggas.

Penyakit Anti-biotika Dermatitis

Penggunaan obat-obat mengandung anti-biotik secara berlebihan bisa menyebabkan penyakit pada unggas. Penyakit akibat pengaruh anti-biotik diantaranya kulit unggas menjadi kering, bulu-bulu mereka mudah patah dan rontok, mengalami gatal – gatal pada kulit sehingga unggas menjadi gelisah.

Untuk mencegahnya peternak harus secara bijak menggunakan anti-biotik. Gunakan obat anti-biotik hanya jika diperlukan. Sebenarnya alam menyediakan banyak sekali obat herbal alami sebagai anti-biotik. Hal ini terbukti bahwa bila unggas dipelihara dengan cara dilepas bebas, makan-makanan alami, lebih tahan terhadap penyakit dibanding bila dibudidaya dalam kandang.

Apabila unggas mengalami penderitaan akibat penggunaan anti-biotik, sebaiknya dihentikan dulu penggunaannya serta berikan obat pencahar ringan molasses untuk membantu mengeluarkan racun dan memulihkan kondisi ternak.

Penyakit leher lunglai atau keracunan bakteri bangkai (Botulism)

Penyakit leher lunglai botulism / limberneck disebabkan oleh makanan mengandung bakteri clastrididium botulinium. Bakteri tersebut biasanya hidup pada bangkai atau daging bekicot yang sudah mati / afkir.

Sebagaimana namanya, tanda itik terserang penyakit adalah lehernya lunglai seperti tak bertulang atau tidak tegap setelah dia memakan bangkai tersebut 1 – 3 hari sebelumnya. Hanya dalam hitungan jam setelah mengalami leher lunglai, umumnya Bebek akan mati.

Sama seperti penyakit lainnya, pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan lingkungan serta tidak memberi pakan basi (bangkai). Untuk pengobatan apabila masih memungkinkan, Bebek penderita leher lunglai dapat diberi obat pencahar supaya mereka mengeluarkan kotoran beserta racun dari saluran cernanya.

Untuk pengobatan tradisional, berikan satu sendok makan minyak kelapa serta sediakan banyak air bersih untuk diminum. Manfaat minyak kelapa pada hewan akan membuat Bebek haus sehingga mereka banyak meminum air. Dengan banyak minum, racun dalam darah akan terurai lalu keluar melalui saluran cerna sehingga Bebek terhindar dari kematian.

Penyakit keracunan garam

Bebek merupakan unggas yang tidak tahan terhadap kadar garam berlebihan. Penyakit keracunan garam pada Itik biasanya terjadi bila budidaya dilakukan pada kolam dengan kandungan garam tinggi atau berada dekat pantai.

Meskipun keracunan garam bisa diakibatkan oleh pakan, akan tetapi kejadian tersebut jarang sekali terjadi dibanding dengan peternakan yang berlokasi di sekitar pantai atau tambak.

Untuk menanggulangi Bebek keracunan garam perlakuannya sama seperti bila mereka keracunan bakteri lainnya yaitu diberikan pencahar atau diberi minyak kelapa dan air putih sebanyak-banyaknya agar tubuh mereka mengeluarkan racun dengan sendirinya.

Nah sobat Bisfreners pelaku wirausaha budidaya Itik, demikianlah sekilas tentang aneka penyakit pada unggas yang dapat menyerang ternak kesayangan anda. Semoga dapat membantu anda dalam menjalankan peluang usaha budidaya Itik dan menjadi orang sukses karenanya.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait