Percintaan Sepasang Saudara Kembar

kisah romantis pendek

Kisah romantis pendek tentang dua saudara kembar laki perempuan terpisah sejak bayi kemudian bertemu dan jatuh cinta setelah remaja saat menjadi mahasiswa di kampus yang sama. Apa alasannya dan bagaimana kisahnya ? silahkan simak pada cerita pendek berikut.

Kisah Romantis Pendek – Percintaan Saudara Kembar

Sebuah taman yang di kelilingi dengan berbagai macam ragam bunga serta terdapat sebuah kolam dihiasi oleh air mancur terletak di tengah-tengahnya, terlihat seorang gadis duduk termenung di salah satu bangku di taman itu, gadis mungil tersebut bernama Anita. Gadis itu terlihat sedang menunggu seseorang, entah siapa??  tidak lama kemudian seorang lelaki berambut gondrong menghampirinya, dan ternyata itu adalah kekasihnya, lelaki itu bernama Adrian.

“Aku sudah menunggu hampir satu jam disini, kenapa kakak baru datang??? Kakak kemana???” Tanya Anita dengan raut wajah kesal.

“Maaf ya sayang, tadi aku nganterin mama dulu belanja” jawab Adrian.

Namun wajah Anita tetap masih terlihat kesal, hal itu tidak membuat Adrian khawatir karena ia tahu betul apa yang membuat kekasihnya itu tersenyum kembali, tentu saja makan mie ayam nya mas jarwo, lokasinya masih sekitaran taman. Maka dengan segera Adrian membawa kekasihnya itu untuk mampir  ke warungnya mas Jarwo.

“Mie ayamnya dua ya mas” ungkap Adrian pada mas Jarwo.

“Kakak tau aja ya, kalau aku lagi kesal pasti dech diajak makan mie ayam mas jarwo” ungkap Anita pada kekasihnya.

“Ya donk, aku kan sayang kamu. Jadi apapun akan aku lakukan supaya kamu bisa kembali tersenyum.

Mas jarwo kemudian mengantarkan pesanan mereka, kedua nya terlihat sangat menikmati mie ayam buatannya mas Jarwo. Sore harinya setelah mengantarkan Anita pulang, Adrian langsung pulang ke rumahnya.

Dipertemukan sahabat masa kecilnya, Shinta, lalu dijodohkan

Tiba di rumahnya, sang mama mempertemukannya dengan sahabat kecilnya yaitu Shinta, sudah lama mereka tidak saling bertemu. Bayangkan saja waktu itu mereka masih berumur 10 tahun, lalu Shinta dibawa orang tuanya untuk tinggal di luar negri. Dan sekarang Shinta sudah tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang sudah dewasa.

“Kamu apa kabar Adrian??” Tanya Shinta seraya melontarkan senyuman.

“Aku baik, kamu sendiri gimana ? Kok nggak kasih kabar dulu mau datang kesini” jawab Adrian.

“Aku sehat, aku sengaja ingin kasih kejutan ke kamu juga sama tante Siska. Lagian kayaknya aku bakalan menetap di Indonesia, soalnya aku udah lulus wisuda. Aku mutusin untuk cari kerja di Indonesia aja” ungkap Shinta sambil menunjukkan wajah cerianya.

Pertemuannya dengan Shinta membuat kedua orang tua Adrian senang, mereka sepakat untuk menjodohkan Adrian dengan Shinta. Shinta sendiri tidak merasa keberatan, karena diam-diam ia sangat mengharapkan Adrian jadi kekasihnya.

Namun ketika hal itu dibicarakan Adrian tidak bisa berkata apa-apa, ia takut menyakiti perasaan Shinta jika menolak, lalu jika tawaran orang tuanya diterima bagaimana dengan Anita?? Hubungannya dengan Anita sudah berjalan 1 tahun lebih, Adrian juga sudah dekat dengan ibu nya Anita. Adrian juga tidak tega jika harus menyakiti hati Anita.

Pacar minta dilamar, padahal dirinya sudah dijodohkan

Keesokan harinya Anita mengajak Adrian ketemuan di taman tempat biasa, sepertinya ada hal penting yang ingin di bicarakan oleh Anita. Ternyata Anita membicarakan tentang hubungan mereka.

“Ibu sudah nanya kapan kakak ngelamar aku ? Kita udah pacara satu tahun lebih kak, apa kakak nggak ingin hubungan kita dilanjutkan ke jenjang pernikahan ?” Tanya Anita dengan wajah polos pada Adrian.

Adrian benaran bingung mau jawab apa?? Sebagai lelaki tentunya ia ingin menikah dengan wanita yang sangat ia cintai, namun di sisi lain orang tua nya sangat berharap Adrian menikah dengan Shinta. Apa yang harus dilakukan Adrian ketika dua masalah datang secara bersamaan.

“Kamu sabar ya sayang, aku usahakan secepatnya kita akan menikah. Aku juga butuh waktu yang untuk kenalin kamu sama orang tuaku”.

Hanya kata itu yang bisa dilontarkan Adrian pada kekasihnya, meskipun bukan itu yang diharapkan Anita, namun sedikit membuat ia tersenyum akan hal itu.

Setelah pulang dari taman dengan hati bimbang Adrian mencoba menjelaskan tentang hubungannya dengan Anita pada orang tuanya. Keputusan Adrian menolak menikah dengan Shinta membuat kedua orang tuanya heran.

“Kenapa kamu menolak menikah dengan Shinta ? Dia gadis cantik, punya pendidikan tinggi dan dia sepadan dengan kita” jelas mama Adrian sambil marah pada anaknya.

“Mama kamu benar Adrian, lagian kalian udah saling kenal dari kecil, menurut papa Shinta bukan orang lain buat kamu” jelas papa Adrian.

“Benar pa, tapi… aku sudah punya pilihan lain” jawab Adrian dengan berat hati.

“Apa keinginan kamu itu sesuai dengan keinginan mama, apa dia kaya seperti kita ? Apa dia berasal dari keluar yang terpandang ? Apa dia punya pendidikan tinggi juga seperti Shinta ?” lanjut mama Adrian.

Adrian tidak mampu menjawab pertanyaan mamanya, karena jika dibilang kehidupan Anita yang sebenarnya belum tentu orang tuanya merestui hubungan mereka. Anita memang bukan orang kaya, ia hidup dalam kesederhanaan bersama ibunya sementara ayah nya sudah lama meninggal ketika Anita masih kecil, pendidikan nya hanya sampai SMA karena tidak ada biaya lagi untuk Anita lanjut kuliah. Namun kesederhanaan yang dimiliki Anita itulah membuat Adrian jatuh hati padanya akan tetapi ketika hubungan mereka sudah berlanjut satu tahun lebih Adrian masih belum berani memperkenalkan Anita pada orang tuanya.

Ditolak mentah-mentah oleh calon mertua

“Kalau kamu memang punya pilihan lain, coba bawa dia ke rumah. Kenalkan sama papa dan mama” ungkap papa Adrian.

“Tapi pa…. ?” belum selesai Adrian menjawab sang mama mendahuluinya.

“Pasti gadis itu tidak sesuai dengan apa yang mama harapkan, iyakan Adrian ?” ungkap mama Adrian.

“Sudahlah ma, jangan seperti itu sama anak, tidak baik ma” jawab papa Adrian sedikit membela anaknya.

Adrian sedikit lega dengan perkataan papanya, dua hari setelah itu Adrian membawa Anita menemui kedua orang tuanya. Namun apa yang terjadi ? Mungkin emang nasib mereka tidak berjodoh. Meskipun papa Adrian telah merestui mereka, sayangnya  sang mama masih membantah hal tersebut karena Anita tidak sesuai dengan pilihannya.

“Kamu itu sudah dibutakan sama dia Adrian, kamu liat donk diri kamu ? Apa kamu pantas bersanding dengannya ? Mama malu kalau kamu sampai menikah dengan dia, pokoknya mama tetap nggak setuju. Apa kata orang nanti ?.  Kita keluarga terpandang disini, kalau kamu sayang sama mama tolong dengarkan apa kata mama”.

Itulah kata-kata yang di lontarkan oleh mama Adrian hingga membuat Anita berlari meninggalkan rumah Adrian, ketika Adrian ingin mengejar  sang mama menghalanginya.

Sesampai di rumah Anita tidak mampu berkata apa-apa pada ibunya, ambil menangis Anita memeluk ibunya. Sang ibu membelai rambut anaknya itu dengan penuh kasih sayang, perlahan sang ibu mulai bertanya tentang keadaan anak nya ?.

“Kamu kenapa sayang ? Kamu cerita sama ibu” Tanya ibu Anita dengan penuh kata kebijakan.

“Maafin Anita bu, Anita tidak bisa buat ibu bahagia, mungkin Anita tidak akan menikah dengan kak Adrian” jawab Anita sambil beruraian air mata di hadapan ibunya.

Dengan berat hati Anita akhirnya menceritakan semua kejadian sewaktu di rumah Adrian tadi, sang ibu bisa mengerti apa yang dirasakan oleh anaknya. Dengan rasa penuh keibuan dipeluknya gadis semata wayangnya itu dengan penuh kasih saying.

Setelah kejadian di rumah Adrian itu, Anita tidak pernah lagi bertemu dengan Adrian. Begitu juga dengan Adrian, ketika bepergian selalu diawasi oleh mamanya hingga tidak ada waktu bagi Adrian untuk menemui Anita.

Sebulan kemudian terdengar kabar bahwa Adrian telah menikah dengan Shinta. Anita tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa pasrah meskipun hatinya hancur ketika melihat Adrian bersanding dengan wanita lain di pelaminan

Tiga bulan setelah menikah dengan Shinta, Adrian juga mendapat kabar bahwa Anita juga sudah menikah, entah dengan siapa. Karena Adrian hanya dengar kabar dari teman-teman Anita saja.

Sekarang Anita dan Adrian sudah memiki rumah tangga masing-masing, meskipun saling mencintai tapi tuhan tidak mentakdirkan mereka untuk berjodoh.

Bertemu kembali dengan mantan pacar di rumah sakit

Setelah hampir satu tahun Adrian menikah dengan Shinta belum ada tanda-tanda sedikit pun tentang kehamilan Shinta, padahal kedua orang tua mereka sudah mengharapkan kehadiran cucu secepatnya. Sementara Anita yang baru beberapa bulan menikah telah mendapatkan tanda bahwa ia hamil, kebahagiaan menyelimuti hidup Anita. Apalagi ia mendapat suami yang sangat sayang padanya.

Suatu hari ketika Anita dan suaminya keluar dari rumah sakit tiba-tiba mereka bertemu dengan Adrian dan Shinta yang kebetulan ingin konsultasi ke dokter kandungan, dan ternyata suami Anita adalah teman Adrian sendiri ketika kuliah dulu yaitu Handikal, tidak disangka Anita yang masih dicintai itu sekarang jadi milik temannya sendiri.

Namun dihadapan Handikal, mereka pura-pura untuk tidak saling mengenal.

“Kamu nikah nggak ngundang-ngundang ya kal” Tanya Adrian pada Handikal.

“Bukan gitu, cuman nggak sempat aja. Gimana kabar kamu sekarang ?” ungkap Handikal pada Adrian.

“Aku baik kok, istri ku juga. Cuman yea… kami belum bisa seperti kalian, kamu tentunya pasti sudah nggak sabar nunggu kelahiran sang buah hati” jawab Adrian sambil melirik ke Anita.

Handikal hanya tersenyum dengan apa yang di ucapkan Adrian, karena memang benar Handikal sudah tidak sabar menantikan sang buah hatinya lahir. Pertemuan mereka hari itu tidak berlangsung lama karena Anita dan Handikal harus segera pulang.

Pertemuan dengan Anita secara tidak sengaja itu sedikit mengobati hati Adrian yang terbalut rindu terhadap Anita selama ini. Entah apa yang dirasakan ketika ternyata Anita jadi istri temannya sendiri, cemburu, iri, marah ? Sulit untuk diungkapkan, terlebih ketika dilihatnya Anita tengah hamil. Adrian kembali dalam khayalan andai saja ia dan Anita bisa bersama lalu punya anak. Namun itu hanya ada dalam khayalan Adrian saja.

Anita sudah 100% move on dengan kehadiran anaknya

Sementara Anita perlahan sudah mulai melupakan Adrian meskipun awalnya cukup sulit baginya, ia juga berusaha jadi istri yang baik untuk suaminya tanpa mengungkit masa lalu pada Handikal.

3 bulan kemudian impian Handikal menjadi seorang ayah pun terwujud, buah cintanya bersama Anita telah lahir ke dunia, betapa bahagianya Anita dan Handikal mendapat sepasang bayi kembar putra dan putri. Orang tua mereka juga sangat bahagia mendapatkan sepasang cucu anak kembar.

Rumah tangga yang dibina Anita dan Handikal rasanya sudah lengkap dengan kehadiran bayi mereka. Sementara Adrian dan Shinta sampai saat ini belum juga dikaruniai anak. Hingga suatu hari Shinta mendengar bahwa Anita melahirkan anak kembar, ia memberi tahukan hal itu pada Adrian. Shinta berniat untuk mengadopsi salah satu anak Anita. Awalnya Adrian keberatan, tapi Shinta tetap memaksa.

Mantan pacar kok mau adopsi anaknya, urusannya bisa nyambung lagi nih

Suatu hari mereka berkunjung ke rumah Handikal, kebetulan Handikal masih tinggal di rumah lamanya, jadi tidak susah bagi Adrian mencari temannya. Tujuan awalnya memang untuk bersilaturahmi melihat anak Handikal. Tapi lama-lama Adrian mulai menceritakan niatnya yang sebenarnya. Handikal sich tidak keberatan, tapi bagaimana dengan Anita ?.

“Nggak,, aku nggak mau!!” jelas Anita membantah.

“Anita, aku mohon ! Aku janji akan merawat anak kamu dengan baik, kami akan anggap dia seperti anak kami sendiri, kamu bayangkan saja ! Kami lebih dulu menikah dari kalian, tapi sampai sekarang kami belum juga punya anak, tolong lah mengerti aku anita” jawab Shinta menjelaskannya pada Anita.

“Apapun alasannya aku tetap tidak mau memberi kan anakku pada kalian” tegas Anita.

Adrian tahu betul bagaimana sifat Anita, ia paling tidak suka dipaksa. Dengan segera Adrian dan istrinya segera pamit pulang.

Namun keesokan harinya Adrian kembali mendatangi rumah Handikal, kebetulan waktu itu Handikal tidak ada di rumah. Adrian hanya bertemu dengan Anita, Adrian masih mengulangi pertanyaan sama seperti kemarin.

“Apa kakak belum puas menyakiti aku ? Sampai-sampai kakak ingin memisahkanku dengan anak kadungku ?”.

“Aku tidak ada maksud menyakiti kamu, kamu tau sendiri bagaimana mamaku”.

“Sudahlah kak, nggak ada gunanya membahas masa lalu, yang penting aku tidak akan memberikan anakku sama kakak”.

Dirayu-rayu dan rasa masih ada, akhirnya dikasih juga anaknya diadopsi oleh mantan pacar

“Hidup kamu bahagia anita, punya suami yang sangat sayang sama kamu. Punya anak yang lucu apa kamu tidak ingin melihatku bahagia ? Kamu fikir aku bahagia menikah dengan Shinta ? Tidak Anita, hatiku sakit karena menahan rindu sama kamu. Apa lagi sampai sekarang kami belum bisa punya anak. Aku nggak tau harus berbuat apa ? Mungkin kamu benar aku telah menyakiti kamu, dan ini semua balasan dari tuhan untukku”.

Hati Anita mulai luluh dengan perkataan Adrian yang seperti itu, ia tidak menyangka ternyata sampai sekarang Adrian masih menyayanginya. Namun apa harus dikata ? Keduanya sudah punya jalan hidup masing-masing.
Dua hari setelah Adrian datang kerumahnya, Anita dan Handikal mendatangi rumah Adrian. Anita berubah pikiran, ia merelakan salah satu bayinya diserahkan pada Adrian. Maka dengan berat hati ia memberikan bayi laki-lakinya pada Adrian, sementara bayi perempuan tetap bersamanya. Anita memberi nama kedua bayinya itu Erdhio dan Erdhia.

22 tahun kemudian

Erdhio yang dirawat oleh Shinta sekarang tumbuh dewasa, Erdhio terbilang cowok paling ganteng di kampusnya. Banyak cewek-cewek kampus naksir dia, namun siapakah gerangan gadis yang beruntung mendapatkan cinta Erdhio ?.

Hmm… dialah gadis cantik anak sastra inggris bernama Erdhia, ternyata diam-diam Erdhio naksir gadis cantik tersebut. Tapi entahlah dengan Erdhia sendiri, mereka emang sering ketemu dan jalan bareng, tapi Erdhio belum memiliki keberanian mengungkapkan cintanya pada Erdhia.

Suatu ketika saat mereka sedang menikmati makan siang di sebuah mall, Erdhio memberanikan diri untuk mengungkapkan cintanya, peduli amat apa jawaban Erdhia. Yang penting dia jujur tentang perasaannya. Anehnya, ketika Erdhio ngungkapin cintanya Erdhia malah menertawakan.

“Emang ada yang lucu ya ? Kok kamu ketawa ?” Tanya Erdhio dengan serius.

Sambil melontarkan senyuman Erdhia pun menjawab “enggak sich, cuman aku heran aja masa jaman sekarang ngungkapin cinta nggak ada romantisnya” ucap Erdhia sambil tertawa.

Erdhio sedikit malu namun ia tetap tersenyum.

“Kenapa harus romantis, yang penting adalah ketulusannya. Aku juga nggak berharap kamu jawab sekarang” ungkap Erdhio.

Gak ngasi jawaban tapi cemburu

Erdhia memang tidak memberikan jawaban apa-apa ketika itu, meskipun sebenarnya hatinya berkata iya, namun ia belum berani mengatakan. Toh, bagi Erdhia mereka selama ini sudah seperti orang pacaran, orang-orang di kampus juga mengiranya mereka sudah pacaran. Mereka terbilang pasangan paling cocok di kampus.

Hari demi hari berlalu, ada sebuah kecurigaan timbul di hati Erdhia tentang Erdhio. Meskipun sering bersama namun hal sangat diharapkannya tidak pernah di ungkapkan kembali oleh Erdhio, tentu saja Erdhia berharap Erdhio mengungkapkan cintanya kembali. Erdhia mulai ragu akan cintanya Erdhio, apakah Erdhio benaran sayang padanya ? Terlebih ketika dilihatnya Erdhio jalan bareng dengan salah satu mahasiswi kampus yaitu Riana.

Kedekatan Erdhio dengan Riana perlahan membuat Erdhia menjauh, bahkan Erdhia rela tidak masuk kuliah hanya untuk menjauh dari Erdhio. Hal itu membuat Anita mamanya Erdhia heran.

“Kamu kenapa sayang ? Mama perhatikan akhir-akhir ini kamu jarang masuk kuliah ?” Tanya Anita dengan penuh keibuan pada anaknya.

“Nggak pa-pa kok ma, malas aja” jawab Erdhia dengan acuh tak acuh.

“Kamu jangan malas-malasan gitu donk, nggak kasihan apa sama papa ? Setiap hari kerja demi kamu”.

“Iya ma, besok aku masuk dech….. oh ya ma, aku boleh nanya nggak ? Gimana sich ceritanya mama sama papa dulunya bisa nikah” tanya Erdhia sambil menatap senyum mamanya.

Dari sikap Erdhia, Anita bisa merasakan bahwa putri nya itu tengah jatuh cinta. Akan tetapi Anita tidak berani mengatakan hal yang sebenarnya, Anita tidak ingin teringat kembali pada masa lalunya.

“Ya udah kalau mama nggak mau cerita, nggak pa-pa kok. Aku nggak maksa” Erdhia kemudian meninggalkan mamanya dan berlalu masuk kamar.

Cemburu bikin demam sakit malarindu tropikangen

Malam harinya saat Anita, Handikal dan juga Ibu Anita tengah menikmati makan malam, Erdhia tidak kunjung keluar dari kamar.

“Erdhia mana sayang, kok nggak ikut makan ?” tanya Handikal pada istrinya.

“Nggak tau kak, coba ku lihat dulu ya” ucap Anita sambil berlalu ke kamar anaknya.

Dilihatnya putrinya sedang tertidur, ketika dibangunkan Erdhia tak kunjung bangun. Lalu Anita meletakkan tangannya ke kening putrinya, ternyata Erdhia demam. Pantas tidak keluar dari kamar, Anita terus mencoba membangunkan putrinya, hingga akhirnya Edhia pun terbangun.

“Kamu sakit??” tanya Anita.

“Nggak tau ma, sejak tadi sore badan ku panas banget” jawab Erdhia dengan lemas.

“Ya udah, kita makan malam dulu yuk” ajak Anita pada anaknya.

“Mama duluan aja, aku lagi nggak nafsu makan”.

Anita memberi tahu suaminya bahwa Erdhia sakit, anehnya, ketika hendak dibawa ke rumah sakit Erdhia malah menolak. Anita bisa merasakan sakit yang dialami oleh putrinya itu, tentu saja sakit karena cinta. Anita makin penasaran siapakah gerangan lelaki yang dicintai putrinya itu hingga membuatnya sakit seperti sekarang ini.

Keesokan harinya teman Erdhia yaitu Adinda datang ke rumah, namun kedatangan Adinda malah membuat hati Erdhia hancur, bagaimana tidak ? Ia memberikan kabar bahwa Erdhio telah jadian dengan Riana.

“Kedatangan ku kesini sich selain lihat keadaan kamu, ada berita hangat yang mau aku sampaikan” ucap Adinda menunjukkan sikap riangnya.

“Apaan” jawab Erdhia penasaran.

“Itu loh, cowok yang dulunya dekat banget sama kamu ternyata udah jadian sama Riana”.

Hati Erdhia sakit, namun ia berusaha untuk tersenyum. Setelah Adinda memberi tahukan kabar itu Erdhia tidak mau lagi masuk kuliah, sakitnya tidak kunjung sembuh. Bahkan semakin hari terlihat semakin parah, ditambah lagi nafsu makan Erdhia berkurang. Hal itu membuat Anita panik, Anita makin penasaran siapakah gerangan yang membuat putri kesayangannya seperti itu. Hingga kemudian timbul ide untuk menemui temannya Erdhia yaitu Adinda. Adinda sendiri juga tidak mengerti hal yang menyebabkan Erdhia seperti itu, tapi sedikit ia menceritakan tentang hubungannya Erdhia dengan Erdhio yang sempat dekat. Adinda mulai berfikir jika sakit yang dialami Erdhia itu ada hubungannya dengan Erdhio, karena sakit yang dialami Erdhia makin menjadi sejak ia memberi tahukan kabar bahwa Erdhio telah jadian dengan Riana.

“Erdhio ?” pikir Anita dalam hati, nama Erdhio memang mengingatkan Anita pada kembarannya Erdhia, tapi yang namanya Erdhio kan banyak!! Anita secepatnya membuang jauh-jauh pikirannya tentang kembaran Erdhia.

Atas permintaan Anita, Adinda pun menemui Erdhio ketika ia sudah masuk kampus. Namun sebelum sempat menjelaskan semuanya Erdhio malah duluan bertanya.

“Kamu tahu kemana Erdhia ? Sudah dua minggu dia nggak masuk kampus, aku kawatir terjadi apa-apa sama dia” tanya Erdhio dengan wajah cemas.

“Erdhia sakit ?” jawab Adinda singkat.

Padahal udah jadian sama Riana, kenapa masih mikirin Erdhia ya ?

Mendengar Erdhia sakit, Erdhio malah makin tampak kawatir. Ia ingin segera menjenguk Erdhia. Siang harinya dia langsung datang ke rumah Erdhia. Untung saja Erdhio masih ingat rumah Erdhia, karena dulu mereka pernah mengerjakan tugas kampus di rumah Erdhia.

“Saya mau ketemu sama Erdhia, tante” ungkap Erdhio saat bertemu dengan Anita.

Anita langsung mempersilahkan Erdhio masuk menemui putrinya di kamar.

“Erdhio ? Kamu ngapain kesini ?” ungkap Erdhia memperlihatkan wajah kesalnya.

“Aku kesini mau lihat keadaan kamu ? Kata Adinda kamu sakit”.

“Hubungannya sama kamu apa kalau aku sakit ? Lagian… kamu kan udah jadian dengan Riana, kenapa masih peduliin aku”.

“Kamu cemburu ?”.

“Enggak !”

“Kalau nggak, besok aku ingin kamu masuk kuliah”.

Erdhia hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun. Erdhio nampaknya tahu apa yang dirasakan Erdhia ketika mengetahui hubungannya dengan Riana. Cemburu ! Tentu saja itu yang dirasakan Erdhia, tapi itulah yang diinginkan Erdhio. Dengan begitu ia bisa merasakan gadis mungil itu sangat menyayangi dirinya.

Setelah dibesuk pujaan hati, keesokan harinya, Erdhia sembuh, kembali memulai aktifitasnya

“Ma, pa aku berangkat kuliah dulu ya” ungkap Erdhia dengan penuh semangat pada mamanya.

“Kamu udah sembuh sayang ?” jawab mamanya heran.

“Ya udah ma, aku buru-buru”.

Dengan penuh semangat Erdhia bergegas meninggalkan mama dan papanya yang tengah sarapan. Sikap Erdhia hari itu membuat kedua orang tuanya heran. Segitu sayangkah Erdhia pada Erdhio ? Hingga kedatangan Erdhio kembali membuat Erdhia bersemangat menjalani aktifitas kuliahnya.

Biasanya selalu jalan bereng, tapi sekarang sendirian, pikir Erdhia dalam hati. Setibanya di kelas, Erdhia langsung bertemu dengan Erdhio. Kehadiran Erdhia kembali di kampus membuat Erdhio senang. Meskipun sebenarnya hati Erdhia sakit, namun ia berusaha untuk tetap tersenyum seakan-akan antara Erdhio dan Riana tidak ada hubungan apa-apa.

“Aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan Erdhia ?” ungkap Erdhio sambil menatap mata Erdhia.

“Erdhio, sebenarnya aku. . . “ Erdhia tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Aku sayang kamu ? Itukan yang hendak kamu bilang” jawab Erdhio.

“Kamu tahu dari mana ?” tanya Erdhia penasaran.

“Sudahlah Erdhia, nggak ada gunanya membohongi perasaan sendiri. Kamu juga harus tau antara aku dan Riana memang tidak ada keseriusan”.

“Jadi. . . .?”.

“Aku sayang kamu Erdhia” ucap Erdhio seraya memeluk Erdhia.

Cinta memang tak bisa di dustai, itulah yang terjadi dengan Erdhia dan Erdhio, terlebih keduanya saling mencintai.

Sejak saat itu mereka resmi berpacaran

Erdhia dan Erdhio resmi berpacaran. Mereka selalu bersama-sama kemanapun juga. Namun seiring berjalannya waktu, kenyataan tak bisa untuk dihindari. Lambat laun semuanya pasti akan terbongkar. Seperti saat itu. Erdhia dengan keluarga Erdhio tengah menikmati makan malam di sebuah kafe, secara kebetulan Anita dan Handikal hendak makan malam di kafe yang sama. Tanpa sengaja mereka bertemu. Alangkah kagetnya Anita, ternyata Erdhio yang dicintai oleh putrinya selama ini adalah kembarannya Erdhia.

“Loh… mama kok bisa kenal sama orang tuanya Erdhio ?” ungkap Erdhia penasaran.

Tanpa banyak berkata, Anita langsung mengajak putrinya untuk pulang. Begitu tiba dirumah Anita menceritakan kenyataan sebenarnya, bahwa Erdhio adalah kembaran Erdhia sendiri. Erdhia tidak percaya akan hal itu, namun kedua orang tuanya berusaha untuk meyakinkan.

“Mama sama papa pasti bohong. Kalau iya aku punya saudara kembar, kenapa mama nggak pernah cerita dari dulu ? Dan kenapa juga kembaran aku harus Erdhio, ini semua nggak masuk akal ma”.

Selesai melontarkan kata-kata itu Erdhia langsung berlari meninggalkan kedua orang tuanya. Malam itu juga dengan beruraian air mata  Erdhia langsung mendatangi rumah Erdhio. Ternyata Erdhio juga sudah mengetahui hal yang ingin disampaikan Erdhia, karena Adrian lebih dulu menceritakan hal itu padanya.

Kisah kasih harus terpisah bagai cerpen cinta kasih tak sampai

“Apa yang harus kita lakukan ? Aku sayang banget sama kamu Erdhio, aku nggak bisa terima kenyataan ini”
Erdhio langsung memeluk wanita yang sangat dicintainya, sulit bagi mereka untuk percaya bahwa mereka saudara kembar. Namun itulah kenyataannya. Disaat seperti itu Anita pun tiba bersama suaminya.

“Maafin mama sayang, nggak seharusnya mama misahkan kalian dari dulu”.

“Mama jahat ! Mama kejam !, pokoknya ku nggak terima Erdhio itu kembaranku” teriak Erdhia sambil berlari meninggalkan rumah Erdhio.

“Apa kamu juga menganggap mama ini jahat Erdhio ?” ungkap Anita pada Erdhio.

“Iya ! Kalau bukan karena mama, kami nggak mungkin saling mencintai seperti ini”.

Erdhio berlalu juga meninggalkan Anita dan Handikal, bermaksud ingin mengejar Erdhia. Tidak lama kemudian Adrian keluar.

“Ini semua salah kita, sekarang apa yang harus kita lakukan ? Kejadiannya sudah begini” ungkap Anita sambil memeluk suaminya.

“Aku minta maaf Anita, harusnya dulu aku nggak pernah maksa kamu buat nyerahin bayi kamu ke aku” ungkap Adrian.

“Sudahlah… kita nggak perlu bahas masa lalu, sekarang kita harus sadarkan mereka untuk bisa menerima kenyataan ini” jelas Handikal.

Dua jam sudah Anita dan Handikal menunggu Erdhia dan Erdhio pulang dirumah Adrian, namun mereka tidak kunjung pulang. Lalu kemudian Adrian mendapat telpon.

Erdhia kecelakaan

Mendengar hal itu Anita langsung panik, namun Handikal berusaha untuk menenangkan istrinya. “Erdhia sudah dibawa kerumah sakit, kamu nggak usah kwatir. Erdhio bersamanya” jelas Adrian pada Anita.

“Kak, kita kerumah sakit sekarang yuk kak ! Aku takut terjadi apa-apa sama Erdhia” ungkap Anita pada suaminya
15 menit sesudah itu mereka pun tiba di rumah sakit, untung luka yang dialami Erdhia tidak terlalu parah, sehingga ketika orang tuanya tiba di rumah sakit Erdhia sudah sadar.

“Ma, maafin Erdhia ya.  Erdhia sudah marah-marah sama mama” ungkap Erdhia sambil menatap mamanya.

“Kamu nggak salah sayang, mama yang salah ! Seandainya dulu mama tidak pernah misahin kalian, ini semua pasti nggak akan terjadi”.

“Yang berlalu biarlah berlalu ma,  aku dan Erdhio harus terima kenyataan kalau kami saudara kembar, anak mama” jelas Erdhia sambil menangis.

Anita tersenyum mendengarkan penjelasan anaknya, kedua putra dan putrinya sudah bisa menerima kenyataan bahwa mereka saudara kembar.

Sejak kejadian itu Erdhio dan Erdhia juga mulai melupakan cinta diantara mereka, hubungan yang mereka jalani bukanlah sepasang kekasih lagi, melainkan sepasang saudara kembar. Meskipun sebenarnya sulit, namun mereka harus menerima kenyataan sesungguhnya.


Terima kasih telah membaca cerpen kisah romantis pendek saudara kembar. Semoga cerita pendek diatas dapat mrnghibur dan memberi manfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Tetaplah semangat dalam menjalani hidup. Jadikan segala peristiwa sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk mencapai sukses.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait