Romantisme Sesaat Yang Menambah Luka

cerpen sedih gadis dikasih harapan

Romantisme sesaat yang menambah luka adalah cerpen sedih gadis dikasih harapan lalu dicampakkan padahal dia sudah menolong lelaki itu untuk acara yang direncanakannya. Bagaimana curahan hatinya ? simak cerita pendek sedih berikut :

Cerpen Sedih Gadis Dikasih Harapan – Romantisme Sesaat Yang Menambah Luka

Kutuliskan ini untukmu, seseorang yang tiba-tiba hadir dalam hidupku dan menjadi begitu romantis dalam bersama. Aku bersyukur dapat mengenalmu. Dan mungkin, kau orang yang lebih bersyukur lagi karena dapat mengenalku.

Mengapa kukatakan begitu ? Ya, karena kau beruntung dapat bertemu dengan seseorang yang dapat memecahkan masalahmu saat kau tidak menemukan bantuan. Kau sendiri mengakui itu padaku. Aku memang tipe orang yang sangat senang menolong. Dan tidak pernah kulakukan dengan setengah hati.

Awal kedekatan kita bermula karena kau ditugaskan untuk melatih anak-anak yang akan mengikuti lomba fashion show di kotamu. Kau awam dalam bidang itu. Entah terlintas dalam pikirmu atau karena kebetulan aku yang hari itu sedang memamerkan hasil desain gaun dari kain pada akun FB ku sehingga kau berniat “say hello” denganku, aku tak tahu. Kau akrabkan dirimu dengan basa basi pada chat. Ku responi chatmu dan kita terlibat dalam komunikasi banyak hanya dalam beberapa jam. Kau banyak  bertanya tentang desain gaun yang ku buat, ku jelaskan padamu dengan baik. Tak bisa kau tutupi masalahmu, langsung kau utarakan niatmu meminta bantuan padaku.

Aku sangat menyukai fashion, menyukai membimbing orang lain, menyukai berbagi talenta yang kumiliki, itulah aku. Dengan penuh semangat ku iyakan membantumu. Kita sepakat untuk bertemu dan berharap dalam pertemuan itu aku dapat melatih anak-anak yang akan berlomba.

Wow !! Ini keren ! Untuk pertama kalinya aku diminta melatih anak-anak lomba fashion bahkan memakai desainku.

“Amazing !!” pikirku.

Aku sangat bersemangat. Sebelum hari itu datang, kau memang penuh romantisme dalam perhatianmu lewat SMS dan telepon. Namun ku abaikan itu. Aku tak ingin terkecoh dan salah jatuh cinta lagi. Bagaimanapun itu, aku tak ingin jatuh cinta lagi. Kegagalanku dua tahun yang lalu cukup membuatku trauma akan perasaan.

Hari itupun datang.

Sebenarnya ada beberapa jadwal kegiatanku di hari itu. Namun karena telah membuat janji denganmu, ku batalkan mengikuti semua kegiatanku. Semangatku untuk membantumu sungguh tulus tanpa niat jatuh cinta.

Aku tiba di kotamu satu hari sebelumnya. Dini hari, motor yang ku tumpangi berhenti ditempat aku menginap. Kukabari dirimu, memberi alamat tempat aku menginap. Karena aku tiba dini hari, kau mengajakku berkeliling di kotamu sorenya. Itu menarik, aku pikir tidak ada salahnya menikmati waktu.

Entah aku yang tiba-tiba menjadi suka ataukah memang kau yang hanya ingin membalas kebaikanku dengan romantisne sesaatmu.

Setelah berkeliling dan mengabadikan moment baik sendiri maupun berdua ,kau mengajakku ke rumahmu. Aku menolak. “Aku tak ingin dikira orang spesialmu” pikirku. Kau katakan untuk berkenalan dengan orang tuamu, aku semakin keras untuk menolak. Namun kau tak peduli penolakanku.

Perasaan ku jadi serba salah saat itu. Setibanya di rumahmu, perasaanku sedikit bertanya. Namun ku abaikan. Aku tak ingin salah menebal dan menjadi baper. Ada teman-temanmu, keluargamu saat kita tiba di halaman. Bahkan tetangga-tetanggamu ramai di beranda rumah. Karena waktu itu sore, jam dimana orang-orang berkumpul menikmati waktu bersama keluarga. Banyak mata menatap dan menghantar langkahku.

Kutenangkan diri dan menyapa ramah sembari memberi salam pada mereka. Hanya selang beberapa menit, kau mengajakku untuk membuat contoh gaun dari kain utuh. Saat yang tepat untuk mengalihkan wajah grogiku. Ku sibukkan diri dengan unek-unek hobiku. Tidak terasa waktu telah maghrib. Kulihat jam tanganku, pukul 18.15 WIB. Ku kodekan padamu untuk pulang, namun kau menahanku untuk beberapa menit lagi.

Selang beberapa menit, makanan dihindangkan. “Oh, no !! makan malam??”. Mimpi burukpun dimulai.

Sepiring berdua,entah darimana kepercayaan dirimu mendapatkan ide itu. Aku berusaha menikmati, walau sesungguhnya rasa tidak nyaman itu merambat sampai ke kakiku. Hatiku penuh tanda tanya akan sikapmu “Apa maksudmu dengan semua ini?”.

Selesai makan, aku tak ingin berlama-lama. Dengan sopan ku pamitkan diri pada keluargamu yang sedang di ruang tengah. Ayahmu sedang di kamar. Karena tak sopan jika tak menegur, ku katakan dari depan pintu yang berjarak 1 meter di depanku “Pak, aku pamit dulu”, tiba-tiba kau mendorong pelan tubuhku masuk ke kamar orang tuamu. Perasaanku bergetar kuat “apa-apaan ini ?”

Kau menyuruhku bertemu langsung ayahmu. Oh, Tuhan, hatiku goyah sekarang. Apakah kau menyukaiku sungguh ? Bukan karena romantismemu sebagai balas jasa ?

Ku coba tenangkan diriku. Setelah bertemu ayahmu dan pamit, kau menyuruhku bersabar untuk mengambil jaket. Entah apa yang kau pikirkan saat itu. Kau mengajakku melihat kamarmu. Aku tolak. Pikirku, aku bukan siapa-siapa bagimu, aku tak berhak dan tak sopan jika masuk ke kamarmu. Bagiku, perempuan  yang berada pada kamar laki-laki jika bukan istri atau saudara atau orang yang akrab denganmu adalah melanggar etika dan tidak sopan. Aku hanya teman barumu.

Namun entah bagaimana, kau memaksaku. Ku hampiri, namun dengan selangkah agak jauh di depan pintu. Tanganmu menarikku masuk, mataku melotot dan kaget. Aku telah di kamarmu. Wajahku memerah, tapi kau tak perhatikan. Katamu “Lihat ! Begitu sembrautkan ?”. Dengan senyum ragu “aku suka rapi” ucapku cepat,dan kau menjawab “baguslah kalau begitu”.

Semakin banyak tanda tanya yang kau buat bagiku. Saat aku hendak keluar, sontak kau menarik tanganku  memelukku erat dan mencium keningku dengan lama. oh, Tuhan, perasaanku kacau. Aarrggghhh!!!

Antara suka dan ragu akan romantisme yang tiba-tiba. Hatiku kacau. Sungguh, aku jatuh cinta padamu saat kecupan itu kau lekatkan lama di keningku. Rasanya begitu dingin, mengaliri hatiku dan menyentuh sudut hati terkerasku.

Aku yang telah putuskan untuk berhenti jatuh cinta kau luluhkan hanya dalam beberapa jam. Begitu kuatnya auramu. Mengapa kau lakukan itu ? Sukakah kau padaku ?Ataukah ? Aaarrggghhhh… Aku benci ini. Harusnya kau tak membuatku jatuh cinta jika pada akhirnya kau pergi dan menghilang dengan tiba-tiba.

Apa karena kekuranganku ? Apa karena itu caramu membalas jasaku ? Dengarkan ini hai Tuan Romantisme sesaat, pelukan dan kecupan keningmu telah menambah luka dan membuatku semakin takut didekati pria.

Maaf, kutuliskan ini karena kecewa akan sikapmu yang tidak bertanggung-jawab.Jika suka katakan suka, jika tak suka berhentilah memberi ruang untuk jatuh cinta. Untukmu, Tuan Romantisme sesaat.


Terima kasih sudah membaca cerpen sedih gadis dikasih harapan lalu dicampakkan. Semoga cerita sedih mini diatas bermanfaat dan menghibur hati sobat remaja Bisfren sekalian. Tetaplah berpikir positif dan semangat dalam menghadapi segala persoalan hidup. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Trivonia Yanggu

Penulis :

Artikel terkait