Sahabatku

cerita sedih persahabatan sejati

Sahabatku adalah cerita sedih persahabatan tentang dua gadis yang bersahabat sejak SD hingga kuliah namun berpisah karena salah satunya merasa tersaingi dalam percintaan, padahal temannya sudah mengalah. Bagaimana kisah mereka ? apakah persahabatan sekian lama bisa pupus dalam sekejab ? simak cerpen persahabatan berikut.

Cerita Sedih Persahabatan – Sahabatku

Postingan foto-foto gemerlap pesta di Instagram dan Facebook tak lagi mengganggu pemandangan, aku hanya sekilas melihat dan kembali menutup media sosial itu. aku memang bukan pengguna media sosial aktif  tidak terlalu hobi dengan hal-hal semacam itu kecuali menggunakan Yahoo email untuk melihat tentang pekerjaan rutinitas sebagai seorang penulis lepas.

Ada yang terlintas di benakkku saat pertama kali melihat postingan foto tadi. Angela begitu aktif di media sosial bahkan kesehariannya dari bangun tidur sampai mau tidur di postingnya lewat foto-foto di Instagram dan Facebook. Yang memberikan likenya pun sampai ratusan. Tadi saja aku melihat foto postingan Angela dalam pesta sosialitanya yang gemerlap. Aku  hanya bisa tersenyum sendu, yah melihat keadaan Angela baik-baik saja aku sudah senang. Yah … semoga dia selalu baik-baik saja. Itu harapanku yang hanya bisa kukatakan dalam hati dan dalam setiap doa.

Aku  tidak akan pernah bisa membenci Angela. Berusaha sekuat tenagapun, tetap tak bisa membencinya. Wanita itu sudah menjadi separuh dari kehidupanku. Banyak hal yang ku  lewati sejak kecil sampai dewasa bersama-sama bahkan hampir tak terpisahkan. Bagiku sahabat adalah saling memahami dan memahami Angela adalah salah satu berkah untukku walaupun terkadang Angela jarang  memahamiku.

Entah berawal dari mana hingga akhirnya bisa berteman karib  dengan Angela. Ah  ternyata masih ingat yah saat SD dulu. Saat Angela pindah ke sekolah dan satu kelas denganku. Waktu itu anak-anak masih terheran-heran dengan penampilan Angela yang mewah. Dari sepatu sampai rambut dia memakai barang bermerk.

Angela memang terlahir dengan sendok emas di mulutnya. Ayah dan Ibunya sama-sama wirausaha sukses. Karena kesibukan merekalah hingga Angela haus kasih sayang. Satu-satunya anak perempuan dari 4 bersaudara yang semuanya laki-laki. Angela tumbuh dengan sikap manja dan egois. Tapi saat bertemu denganku sikapnya perlahan hilang. Dia bahkan betah berlama-lama di rumahku.

Angela betah di rumahku karena kedua orang tuaku menyayanginya

cerpen keluarga harnonis
liburan keluarga

Keluarga kami keluarga yang sederhana Ayah hanya seorang Guru dan Ibu adalah ibu rumah tangga. Aku memiliki dua saudara laki-laki. Walaupun kami hidup sederhana tapi kami hidup dengan limpahan kasih sayang nyata. Itulah mengapa diriku mengerti kenapa Angela akhirnya bisa bersahabat karib denganku.

Ayah dan Ibuku sudah seperti Ayah dan Ibunya, mereka juga sangat menyayangi Angela. Persahabatan kami terjalin sampai kami sama-sama duduk di bangku kuliah bahkan kami satu fakultas. Angela yang pinter berbahasa inggris memilih sastra Inggris sedangkan aku sastra Indonesia. Aku yang sudah lebih dulu jatuh cinta pada karya-karya Amir Hamzah, Arifien C Noer dan Chairil Anwar memutuskan untuk mendalami sastra Indonesia.

Angela masih supel dia bisa bergaul dengan kalangan mana saja. Dia juga sudah tak lagi terlalu memperlihatkan penampilannya kalau harta orang tuanya tak akan habis sampai tujuh turunan. Mungkin dia tidak ingin membuatku risih jika berjalan bersama mengingat penampilanku pun biasa-biasa saja.

Kamipun sudah melewati berbagai macam gejolak, tidak ada namanya persahabatan tanpa pertengkaran. Aku sering berbeda pendapat dengannya dalam hal apa saja. Tapi pertengkaran kami tidak pernah berlangsung lama karena akhirnya kami akan saling mencari karena rindu.

Aku jatuh cinta pada pandangan pertama

cerpen ketemu cowok di perpustakaan langsung jatuh cinta
Perpustakaan

Sampai pada semester ke 6, aku jatuh cinta pada kakak tingkatku. Seorang pria cuek yang tak sengaja menabrakku di perpustakaan. Saat pertama kali mataku beradu dengan tatapannya aku tahu, hatiku sudah jatuh cinta padanya saat itu. Aku tak pernah berharap dia akan jatuh cinta padaku juga, mengingat ternyata dia adalah salah satu mahasiswa populer di kampus.

Jorgi memang tampan, semuapun mengakui hal itu walau sikapnya super cuek toh tetap saja dia idola di kampus. Berharap dia memiliki perasaan sama padaku itu tidaklah mungkin. Hingga suatu saat di perpustakaan yang sama saat aku sedang membuat refisi tugas dari dosen terkiler di kampus, dia muncul dan duduk didepanku, kemunculannya yang tiba-tiba sebulan sesudah insiden kecil membuatku salah tingkah. Apalagi saat dia menyentuh kakiku agar aku melihatnya. Tapi karena perpustakaan tak bisa ribut, aku hanya membelalakan mataku kearahnya. Saat aku melihatnya dia mengangkat sebuah kertas HVS bertuliskan.

“Namamu Karakan ? aku minta no ponselmu. Kalau tidak kudapatkan sekarang aku bisa gila.”

Saat itu aku mendekap mulutku bukan karena kaget tapi karena menahan tawaku yang hampir meledak. Saat  melihatnya, sekali lagi dia menatapku penuh permohonan. Apakah aku memberikan no ponselku padanya. Tentu saja tidak, aku tidak mau dia menganggapku murahan seperti cewek-cewek di kampus. Aku tidak memberikannya juga karena takut kalau dia hanya menggodaku.

Seminggu, dua minggu, hingga masuk ketiga minggu dia berubah menjadi orang gila. Yah orang gila, dia mengikuti langkahku kemana-mana. Jika ada kesempatan dia menegurku dan mencoba mengajakku bicara. Bicaranya kacau dengan rayuan kacau juga. Aku jadi tahu Jorgi bukanlah tipe cowok romantis, saat meminta nomor ponselku ku tahu dia membutuhkan keberanian tinggi. Akhirnya ku berikan nomor ponsel, kami pun mulai saling telpon dan berkirim pesan. Tapi diriku sama sekali tak menyangka jika Angela juga jatuh cinta pada Jorgi, bahkan mungkin jauh sebelum aku.

Aku terpaksa meninggalkan Jorgi karena Angela menyukainya

cerpen putusin cowok demi sahabat
Mengalah demi sahabat

Saat tahu sahabatku mencintai juga mencintai Jorgi. Tanpa pikir panjang aku mengganti nomor ponsel dan menghindari Jorgi. Awalnya memang menyakitkan dan terasa pedih, aku memilih mengalah demi Angela. Hingga suatu hari Angela datang menemuiku dengan wajah penuh tangis. Saat itu menjelang wisuda. Tanpa mendengarkan penjelasan dia memutuskan persahabatanku dengannya, dia bahkan bersumpah tidak ingin melihat wajahku lagi.

Menyedihkan memang, aku rela meninggalkan orang yang kucintai demi sahabatku akhirnya ditinggalkan sahabatku bahkan tak diberi kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Apakah efek dari mencintai seperti itu, cinta yang menghancurkan. Aku sudah berusaha menjaga persahabatanku namun akhirnya seperti ini.

Setelah wisuda diriku menghilang, mencari peruntungan di kota lebih besar. Mungkin di kota yang baru aku akan memiliki banyak kesempatan untuk menulis karena banyak pilihan majalah dan surat kabar di kota. Yah, aku memulai pekerjaanku dengan menulis. Tak kudengar lagi kabar Angela. Yang ku herankan, dia tidak berusaha menghapusku di media sosial atau memblokirku. Dan aku juga membiarkannya. Aku tidak pernah akan bisa membenci Angela, bahkan sampai saat inipun masih merindukannya.

Jika akhirnya kulihat lagi Angela dengan segala kemewahan di dirinya yang selalu di umbarnya lewat media sosial, aku seperti melihat lagi kejadian yang sama di saat dia pertama kali pindah kesekolah. Aku tidak pernah tahu lagi kabar Jorgi, entah apa Angela berhasil dengan cintanya pada Jorgi diriku tak perduli lagi. Angela sudah pindah ke kota yang sama denganku. Sementara dia hidup dengan hura-hura, diriku masih berkutat dengan tulisan-tulisan.

Hari inipun kulihat lagi postingan foto-fotonya di sebuah klub malam terbesar di kota  bersama dengan teman-teman kayanya. Ah tidak tahukah kamu Angela, hanya dengan melihat foto-fotomu saja hatiku sudah terhibur. Hatiku sungguh sangat  merindukanmu sahabatku. Ku tahu kamu pasti kesepian disana diantara teman-temanmu, ku tahu kamu kesepian. Terlihat jelas di matamu kalau kamu tidak pernah menikmati semua itu. Apakah itu menghiburmu Angela ?

Angela pasang status kangen, teryata dia dirawat di rumah sakit

cerpen sahabat sakit kanker otak stadium 4
Dandelion

Sudah hampir beberapa hari aku tidak melihat media sosial ketika pagi ini mataku melihat postingan berbeda. Kali ini lengkap dengan status “kamu dimana K… Aku sangat merindukanmu, maafkan aku K seandainya kamu ada disini aku rela mengucapkan seribu kata maaf untuk satu kata darimu kalau kamu akan memaafkanku.”

Aku tidak tahu kenapa aku menangis pagi ini, yang pasti ku tahu satu hal, dia juga sangat merindukanku. Tanpa menunggu lagi aku mencari alamat tempat tinggalnya, sangat mudah menemukannya lewat temanku yang juga mengenalnya. Saat tiba di sebuah apartemen di bilangan kawasan mewah. Aku dikabarkan kalau Angela masuk rumah sakit. Akupun segera menuju ke rumah sakit.

Lewat resepsionis rumah sakit ku tahu dia ada di sebuah ruangan VIP. Segera aku menuju ruangan itu. Saat membuka pintu langsung ku lihat dia terbaring dengan selang infus di tangannya. Wajahnya terlihat begitu pucat, agak kawatir juga saat ku melihat ada beberapa mesin di sekitarnya. Sepertinya dia sedang tertidur, saat mendekat kuraih tangannya dan menggenggamnya erat. Seolah tahu ada yang menggenggam tangannya dia membuka matanya. Dan saat melihatku tiba-tiba matanya berkaca-kaca.

“Kemana saja kamu belut, kamu jahat sekali.” Desisnya pelan. Aku mencoba tersenyum walaupun akhirnya aku mengalah pada air mata yang menetes dipipiku.

“Aku selalu ada kitty… ‘’

“Aku rindu padamu belut…” desisinya lagi. Kali ini tanganku hanya bisa memeluknya erat dan menangis. Hatiku juga merindukanmu Kitty. Yah mulai saat ini aku akan selalu ada di sampingmu Angela, diriku akan berada disisimu melewati waktu denganmu. Mengisi hari-harimu yang tak lama lagi. Kanker otak stadium 4 sudah menggerogoti hidupmu. Dokter sudah menvonis kalau hidupmu tinggal beberapa bulan saja.

Maafkan aku jika baru kali ini aku bisa bersamamu. Ketahuilah sebesar apapun kesalahan yang kau buat itu tidak akan bisa membuatku membencimu. Jika aku rela meninggalkan cintaku karenamu, aku juga rela untuk menemani hari-hari terakhirmu. Karena sesudah ini aku mungkin tak akan pernah lagi menemukan sahabat sepertimu.

Untuk sahabatku semoga kamu mengingatku…


Terima kasih telah membaca cerita sedih persahabatan, semoga cerpen diatas bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi untuk selalu menjaga hubungan. Salam sukses.

Dibagikan

Putri Wahyuningsih

Penulis :

Artikel terkait