Sang Jarak

cerpen cinta jarak jauh

Sang jarak adalah cerpen cinta jarak jauh berakhir dengan ketidak-jelasan lalu terungkap di sebuah pesta pernikahan. Bagaimana kisah selengkapnya ? simak cerita pendek mini berikut :

Cerpen Cinta Jarak Jauh – Sang Jarak

Aku suka hujan, ia menyamarkan air mata dipipiku. Baunya segar memberi kelegaan dari penatnya luka hati karena sebuah penghianatan. Aku suka hujan, tatkala titik titik bening itu jatuh membasahi wajahku, aku merasa perihku terobati seketika, ntah karena sudah hilang akal, atau hanya sedang berdamai dengan hati. Aku tak tau, aku kacau.

Tak pernah kubayangkan Dery akan melakukan hal menyakitkan ini padaku. Antara percaya atau tidak, disengaja atau tidak, yang pasti ini akan menjadi moment yang harus aku buang dari ingatanku. Terpisah jauh dengan Derry menjadi alasan retaknya hubungan kami.

“Semoga kita bertahan dan bisa taklukkan jarak ini Nay !” Aku masih ingat kata kata Derry sebelum keberangkatanku ke Sintang, sebuah kota kecil di Kalimantan Barat. Aku hanya tersenyum menanggapi kata kata bijak kekasihku itu, mengangguk dan menyakini kalau Derry mencintaiku seperti aku mencintainya.

Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk kita menjalani hubungan yang terpisah jarak dan waktu. Mungkin aku mampu, namun Derry menyerah. Dia menghilang, tanpa kabar dan tanpa suara. Diam hingga kehampaan kerap mampir dan aku merasa dikhianati tanpa alasan.

Hingga semua terjawab kini. Saat aku terbang Ke Medan untuk menghadiri pernikahan April, seorang sahabat sejak di bangku SMA.

“Naya…” seseorang memanggilku. Rima, iyaa … dia Rima, kita bertiga sahabatan sejak di bangku SMA.

“Hai…” ulasku sambil tersenyum menggenggam tangannya. Hingga tersadari dan tak bisa ku hindari ataupun mungkin dia. Ya, dia seseorang yang ada di samping Rima. Yang digengggam erat tangannya oleh Rima. Yang sosoknya pernah indah di hatiku, yang ucapannya pernah menjadi impianku. Dia yang pernah berbagi kisah denganku.

“Nay, udah lama ya ga pernah ketemu. Apa khabar ? Oooh iya, kenalin, eh ga perlu dikenalin juga udah kenal kali ya” Canda Rima menjadi terasa dingin sekali bagiku.

“Sebulan lalu Derry nikahin aku Nay, maaf ya ga nyebar undangan sampai Sintang. Ga mampu ongkosin kamu. Ha … ha…” Tawa Rima semakin sumringah. Entah bagaimana aku harus bersikap.

Menangiskah ? Tertawakah ? Bahkan saat aku tak bisa menguasai situasi ini, bahkan saat ini aku merasa bodoh.

“Apa khabar Nay ?” Suara itu bergetar, dingin dan kaku.

“Selamat Derry ” Sebuah ucapan yang akhirnya keluar dari mulutku.

“Nay, please, lanjutkan hidupmu. Maaf” Derry berbisik di telingaku.

Entahlah, ntah siapa yang salah. Aku? Derry? atau sang jarak? Yang pasti segala tanya di hatiku terjawab sudah. Tak ada arti ku sesali kini, cintaku itu kini telah ada yang memiliki, dan dia sahabatku. Pun dia berhak untuk memilih jalan yang ingin dia lalui.

Memang tak mudah mengobati luka hati. Tapi hujan bisa. Hujan bisa samarkan air mata di pipiku, aroma khas-nya mampu menghipnotisku hingga ku rasakan tenang, perlahan hingga mampu ku tepis rasa rindu. Sampai waktu berpihak padaku.


Terima kasih telah berkunjung ke laman kami dan membaca cerpen cinta jarak jauh mini. Semoga cerita pendek perselingkuhan diatas dapat bermanfaat dan menghibur hati sobat Bisfren sekalian. Tetaplah optimis dan semangat, tidak ada perkara yang mudah untuk diselesaikan tetapi tidak ada yang tak mungkin. Jadikan pengalaman hidup sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk mencapai sukses.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait