Cerita Romantis : Sang Jodoh @ Cerpen CLBK

cerita romantis pendek sang jodoh cerita pendek

Sang Jodoh adalah cerita romantis tentang cinta lama belum kelar (CLBK) teman SMA yang terpisah selama lima belas tahun lalu bertemu kembali. Bagaimana cerita singkat romantis ini bisa menghanyutkan anda ? baca selengkapnya di komunitas penulis cerita pendek ini.

Cerita Romantis Singkat “Sang Jodoh”

Aku menatap lagi foto sang pemilik akun FB baru saja kuterima pertemanannya. Wajah dengan senyum juga masih sama, dengan lesung pipit selalu menjadi ciri khasnya. Tak ada perubahan, mungkin hanya kini dirinya terlihat dewasa juga penuh karisma… hmmm… sejenak ingatanku kembali saat masa SMA dulu. Sudah 15 tahun tapi masih sama tetap saja terlihat gagah.

Dia memang bukan cinta pertama tapi dirinya pernah membuatku simpati sekaligus suka. Sayang waktu SMA dulu diriku tidaklah seagresif Nina, teman sebangku yang selalu mengejar ngejarnya. Atau Wina anak walikota berkulit sebening kaca, atau Susan primadona sekolah tiada pernah absen ikut kontes kecantikan. Yah Bimantara Ayudha cowok itu dulu memang jadi idola disekolah juga menjadi idolaku. Bedanya bagiku Bima adalah idola didalam hati tak terungkap.

Ha ha ha diriku begitu bodoh kalo harus bersaing pada cewek cewek cantik menyukai Bima. Jujurlah setiap kali bercermin tidak pernah diriku merasa cantik walau mama selalu bilang wajahku manis, ya iyalah mana ada sih orang tua lihat anaknya jelek he he he. Kaya ? hmm keluargaku cuma dari kelas menengah. Pintar ? hmmm, setidaknya ga pernah melorot dari peringkat 3. Mungkin satu satunya yang bisa kubanggakan pada diriku adalah diriku atlet karate wakil daerah untuk mengikuti pertandingan-pertandingan sampai ke tingkat PON. Yah, tapi aku tidak pernah menyombongkan hal itu malah diriku selalu menyembunyikannya. Karena kebanyakan cowok tidak terlalu suka dengan tipikal cewek macho hobi beladiri sepertiku.

Kembali pandanganku ke foto profile Bima, dalam hatiku tersenyum tumben diringa ‘Add’ akunku, tahu darimana kalau ini akunku. Iseng kunyalakan obrolan… upss… kaget saat Bima menegurku.

”Aloo… ini Putri yang itu yah ?”

Aku mendelik, ”yang itu mana yah ?”

”Hahahha… berarti ini benar benar kamu yah”

”Konyol ah”

‘Hahhah… akhirnya bisa ketemu juga”

”Kok bisa ?”

”Yah bisalah… ga tau mau mulai darimana yah… udah lama juga yah”

”hmm iya… 15 tahun kalo ga salah..”

”Percaya ga kamu kalo selama 15 tahun ini selalu kucari tahu tentang kabarmu”

ups… ”kok bisa ?”.

”Yup karena ada sesuatu masih mengganjal dalam hatiku tentang kamu”

”Maksudmu apa Bim”

”Ingin bicara langsung denganmu tidak disini”

”Ok.. Ok.. sekarang dimana ?”

”Sekarang tinggal di Bali”‘

”Busettt jauh amirr… kamu lagi mimpi atau apa Bim ?”

”Jauh kalo jalan kaki neng… hari gini. Asal niat aja besok juga da sampai di Manado”

”Eit… jangan becanda Bim”

”Hahhah… 3 tahun satu kelas denganmu sepertinya aku mengenalmu tapi kamu tidak mengenalku”.

”Bagaimana bisa mengenalmu dengan baik jika banyak cewek-cewek di sekelilingmu Bim, aneh deh”

”hahhaha… iya juga sehhh..”

”tu kan…”

”ok kalo gitu nomor telponmu yah”

”serius kamu Bim”

”yah ampun Put jadi dari tadi ngomong dianggap becanda yah”

”hehhehe…kali aja…”

Kuketik nomor telponku sedetik kemudian HP ku berbunyi ada SMS masuk bunyinya “nomor ku disave yah… nanti kita sambung lagi. Lagi ada kerjaan dikit”.

Ups… obrolan tak pernah kusangka akan terjalin ini masih menyisahkan pertanyaan dalam benakku. Seorang Bima dulu kalau bicara kuanggap cuma basa-basi kini baru saja selesai ngobrol denganku sekaligus membuatku penasaran. Selama 15 tahun dirinya selalu mencari tau kabar tentangku ?. Ada apa ini ?. Bima, apa dia gak tau kalo dulu hatiku menyukainya tapi gak berani menunjukkannya. Terus sekarang ? Apa dirinya gak tahu kalau diriku baru saja melewati masa-masa tersulitku ?. Pernikahan gagal, kehilangan hak asuh anak-anakku, hampir saja kehilangan pekerjaan karena jarang masuk kantor karena harus bolak balik pengadilan. Ditambah lagi stres sepertinya akan mengarah ke depresi. Tapi sepertinya Allah memberiku kesabaran serta ketegaran tiada batasnya hingga diriku bisa bertahan.

Hatiku bisa menerima kenyataan, kembali move on, sehingga kini bisa bertahan menata hidupku. Yah berat memang. Hatiku telah ikhlas semua karena ku yakin semua adalah takdir. Diriku tak bisa memaksakan kehendak, tak bisa memaksa suamiku untuk tetap jadi milikku sementara hatinya sudah menjadi milik orang lain. Mungkin jodohku dengan suamiku cuma sampai disini, walaupun hancur diriku harus menerimanya. Perasaan dikhianati memang sangat menyakitkan tapi inilah hidup. Namun diriku harus kembali pada kenyataan bahwa ada keluarga, ada pekerjaan tidak boleh kusia-siakan.

Walaupun anak-anak tiada bersamaku melainkan bersama papa mereka, tapi diriku punya kewajiban untuk memenuhi kebutuhan mereka juga. Mantan suami boleh tapi mantan anak gak ada. Aku harus bertahan demi mereka. Mereka satu satunya harapan untuk bertahan hidup.

Sekarang 7 tahun sudah diriku berada dalam kesendirian. Ketakutanku untuk menjalin sebuah hubungan sampai tingkat pernikahan. Hatiku masih takut kalau akhirnya akan mengalami kegagalan lagi. Namun obrolan tadi dengan Bima yang tiba tiba muncul sebagai teman di FB… hahahha… tak sadar kugelengkan kepala keras, mencegah memikirkan sampai jauh ke arah sana. Wow…  tak mungkin. Sudahlah kututup laptopku lalu kembali melanjutkan pekerjaanku.

Seminggu setelah obrolanku dengan Bima aku akhirnya mengambil kesimpulan itu hanyalah obrolan dua teman lama yang baru bertemu. HP kupun tidak pernah berbunyi ataupun sekedar sms dari Bima.Bohong jika tidak mengharapkan telpon atau SMS darinya, aku memang mengharapkannya menghubungiku. Tapi setelah seminggu ini. Aku menatap laptopku dan tertawa sendiri, ini konyol kenapa aku terlalu berharap dengan pertemuan yang cuma ada di FB, dengan obrolan singkat, dengan sms yang biasa saja… hahhhahh… benar benar menggelikan. Saat aku sedang tertawa sendiri menertawakan kebodohanku tiba tiba ponselku berbunyi. Jantungku tak jadi berdegub kencang saat tahu siapa yang menelpon, ternyata Dede Arinda teman smaku yang sampai saat ini masih jadi teman baikku. Pasti mo curhat lagi nih.

”Aloo de”

”Put, kamu dimana”

”Dikantor baru aja mo keluar makan siang, napa ?”

”Kebetulan banget aku mo ngajak makan siang”

”Idih tumben lu biasanyakan suka nodong ditraktirin”

”Wah separah itu yah”

”Hahah ga la becanda neng”

”Ketemu di cafe Valensia yah”

”Tumben milih cafe… biasanyakan lu doyan lesehan”

”Ga hari ini deh…kakiku lagi sakit kalo dilipet”

”Ok deh 10 menit yah..jangan terlambat”

”Pokoknya kalo sampe duluan kamu pesan aja ya”

”Ok deh bos… btw ngerayain apa sih” tanyaku penasaran.

”Ada deh… ntar juga tau”

”Huu… pake acara rahasiaan segala lagi”

”Udah cepetan dah… ku tutup yah bye”

Ponsel kututup… nih anak dua minggu nggak ada kabar trus muncul langsung bikin penasaran. Ada acara apa yah ? ulang tahun nggak mungkin, gajian juga ga mungkin secara ini tengah bulan, alaaa…malas mikir dah. Sepuluh menit kemudian tubuhku sudah duduk di sudut cafe Valensia. Kepalaku celingak-celinguk kearah pintu masuk cafe. Dinding cafe terbuat dari kaca tembus pandang membuatku bisa melihat mobil yang lalu lalang di jalan raya.

Suasana cafe memang agak sepi maklum jam makan siang begini orang-orang kantor lebih memilih restoran atau rumah makan untuk makan siang. Tapi ku malah memilih cafe. Sudah 15 menit duduk tapi batang hidung Dede belum juga keliatan. Ya elaa nih anak bikin kerjaan aja. Tumben juga terlambat. Juice tomatku sudah setengahnya habis tapi dede belum datang juga. Sebuah Land Cruiser menepi dan parkir di depan kafe. Sesosok tubuh jangkung berkacamata hitam turun. Hmmmm… keren juga… hatiku berbisik saat laki laki itu masuk. Tapi tidak ku perhatikan sosok itu karena tanganku terus sibuk dengan HP ku.  Aku harus menelpon Dede. Baru saja akan menekan nomor telepon Dede, ketika sadar laki-laki itu sudah berada didepanku. Hatiku jadi gugup.

”Boleh duduk disini”

”Eh… eh… Si.. silahkan” ucapku. Terbata.

Kan banyak tempat duduk kosong kenapa harus duduk disini. Aduh… agak risih juga saat laki-laki itu duduk di depanku. Jadi ingin pindah tempat duduk tapi bagaimana caranya yah. Liat aja sikapnya cool banget seolah olah merasa tidak ada apa-apa sedangkan diriku sudah benar benar gugup. Tiba-tiba dia membuka kacamata. Mataku terperangah… tak sadar mulutku terbuka dan ”Bimaaaa… kamu …!!”

Bima cuma tersenyum manis, manis sekali… rasanya membuatku ingin berteriak saking gemesnya. Tapi ku hanya bisa menutup mulutku, menggelang-geleng kepala sambil memejamkan mata, berbisik dalam hati kalau semua ini hanya mimpi.

”Putri”

Sentuhan lembut ditanganku menyadarkanku kalau ini bukan mimpi. Bima memang ada dihadapanku sedang memegang tanganku. Sementara sama sekali tak bisa kutampik rasa suka apalagi mencoba melepaskan tangannya dari tanganku. Terasa hangat serta lembut dengan tatapan begitu syahdu.

”Maaf yah kalo membuat kamu terkejut. Maaf juga kalau kedatanganku ini tidak mengabarkanmu”.

” Hmm diriku berhak untuk marahkan ?,” selaku cepat.

”Yah kamu berhak, pasrah saja deh kalau kamu marah”.

”Aah Bima… satu-satunya kuingat darimu adalah sifat suka mengagetkanku” keluhku.

“Seminggu ini begitu sibuk mengurus kepindahanku kesini, jadi kupikir akan kujelaskan semuanya padamu kalau bertemu”.

”Seyakin itukah kamu akan bertemu denganku Bim”.

”yup… sangat yakin sampai Dede pun tidak percaya”.

Ahaaa… jadi Dede biang keroknya yah… Awas dia nanti…

”Jangan salahkan dede yah, sebaliknya diriku sangat berterimakasih padanya. Kalau bukan karena dia diriku tak akan tahu kabarmu serta bertemu denganmu disini”

”Memangnya kalian bertemu dimana”

”Bertemu dengannya di Bali 2 minggu lalu”

Ah baru kuingat, dua minggu lalu tuh anak pernah bilang mau ke bali dalam rangka tugas kantor tapi diriku tidak tahu dia jadi pergi apa gak … hmmm… jadi ini ceritanya.

”FB nya juga dia yang kasih tau Put. Maaf yah kalau banyak bertanya tentang kamu. Dede juga udah cerita semua. Lalu entah kenapa tiba tiba saja kuputuskan untuk pindah kesini”

”Apa maksudmu Bima ?”

”15 tahun mungkin terlambat untuk mengakui sesuatu yang tersimpan rapat dalam hati tapi bagiku tidak ada kata terlambat untuk mengatakannya…. pasti akan ada waktu dimana mulutku bisa mengatakannya.”

”Sama sekali tidak mengerti apa yang ingin kamu katakan Bim”

”Aku menyukaimu Put, sejak SMA dulu. Mungkin ini konyol tapi kamu adalah cinta pertamaku. Namun anehnya perasaan ini tidak pernah hilang bahkan selalu tersimpan dalam hati.”

Ucapan Bima membuat aku terkesima, Bima menyukaiku… sejak masih sma… ini benar benar konyol tapi… kutatap Bima lekat-lekat tidak ada kebohongan disitu. Semua yang ada didepanku menampakkan kesungguhan yang benar benar nyata. Dan genggaman erat tangan Bima di jari jariku sepertinya semakin memperkuat kesungguhan itu.

”Aku tidak pernah meminta kamu utk mempercayaiku put, tapi percayakah kamu akan takdir… setelah 15 tahun dan kita kembali dipertemukan… Aku yang ada di Bali tak pernah ragu untuk kembali kesini”

”Entahlah Bim… ini begitu mengejutkan aku…dan aku masih merasa ini tidak mungkin”

”Tapi aku ada didepanmu, dan ini nyata….”

”Bima… aku pernah gagal dan aku”

”Aku juga put… kita berdua pernah sama sama gagal, mungkin bedanya istriku meninggal aku gagal memberikan pengobatan yang terbaik utknya… aku merasa gagal sebagai suami. Tapi kegagalan adalah proses kehidupan put, kita banyak belajar dari kegagalan. maukah kamu menjadi bagian dari proses kehidupanku selanjutnya put ?”

Aku menatap Bima… banyak yang harus dibicarakan,banyak yang harus dijelaskan,dan banyak yang harus diungkapkan.Tapi apa gunanya banyak bicara jika lewat tatapan mata saja sudah mengungkapkan banyak hal. Mungkin lewat tatapan saja hati sudah saling bicara… karena makna yang tersirat dalam tatapan mata lebih luas dari samudera.

Aku tersenyum pasti, ”aku suka warna hitam”.

”Aku tahu”

”Aku suka makan”

”Aku tahu”

”Aku juga suka kamu”

”Aku juga sudah tau”

Kami sama sama tertawa… jemariku masih ada dalam genggamannya, masih tergenggam erat… Kami tahu perlahan namun pasti semuanya akan berjalan sebagaimana mestinya… Takdir memang tidak pernah bisa meleset begitu juga jodoh… jika dia ditakdirkan untuk datang siapapun takkan bisa menolaknya.


Terima kasih telah berkunjung dan membaca cerita romantis pendek “Sang Jodoh”, mohon berikan jempol dan bagikan melalui Facebook, google+, pinterest, dan twitter untuk mengapresiasi penulis cerita singkat romantis ini. Silahkan Klik disini untuk membaca cerita cinta bisfren lainnya.

Dibagikan

Putri Wahyuningsih

Penulis :

Artikel terkait

1 Comment