Saudara Baruku

Saudara baruku adalah cerita pendek Islam tentang pertanyaan alasan mengapa menggunakan hijab. Cukup menarik untuk dibaca. Simak selengkapnya :

Cerita Pendek Islam – Saudara Baruku

Adzan berkumandang,  pelajaran masih terus berlanjut,  aku minta izin kepada dosenku untuk sholat dzuhur.  Setelah dosen memberi izin,  aku langsung turun tangga menuju tempat sholat,  tempatnya lumayan jauh.

Kampusnya mahasiswa mayoritas non Muslim, aku satu-satunya mahasiswa yang berkerudung. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seorang memanggil. “Hi, boleh saya bertanya sesuatu ?”. Aku tidak mengenalnya wanita itu,  namun tampaknya ia juga mahasiswa di kampus yang sama. “Emm,  boleh,  mau nanya apa ?”

“Maaf ya,  aku mau nanya,  kenapa agamamu memerintah yang bikin ribet,  ya termasuk pake nutup tubuh seluruhnya seperti yang kamu pake ini ?”. Aku hanya tersenyum, sambil terus melangkah tanpa buru-buru menjawab.

“Tau bagaimana kedudukan seorang putri raja ?”

“Iya”

“Pasti sama rajanya ga boleh ini dan itu kan, bahkan ke mana-mana harus ada body guardnya, kenapa rajanya mengatur sedemikian ribet ?”

“Ya demi kebaikan putri,  kan di luar sana bisa jadi ada orang yang berhati jahat, ingin mencelakakan misalnya.”

“Agama saya memperlakukan setiap wanita layaknya tuan putri itu”

Dia terdiam. “Eemmh ada lagi ?” Tanyaku memecah lamunannya. Dia berkata “Aku baca di berita bahwa dari orang ahli agamamu katanya zaman saat ini sudah tidak harus memakai tutup kepala,  karena kondisi tidak seperti di saat zaman nabimu ?”

Hatiku sontak kaget,  ternyata ia mengikuti berita-berita yang sedang update di kalangan kaum muslim. Era yang sangat mudah mendapatkan informasi adalah hal yang wajar.

“Sebagaimana telah kita ketahui dari kalangan muslim,  bahwa sebelum turunnya kitab suci kami, kebiasaan para wanitanya tidak menutup kepala dan sebagian tubuhnya, yang seharusnya ditutup, setelah turun ayat tentang harusnya menutup seluruh tubuh,  para wanita bergegas mengambil kain gorden sebagai penutup kepala. Maka ayat itu terus berlaku tanpa melihat kondisi dan keadaan. Jika alasannya menutup tubuh agar tidak diganggu oleh laki-laki jahat, kemudian kondisi saat ini, meski tidak menutup tubuh tidak diganggu oleh laki-laki tidak akan pernah merubah hukum harusnya menutup aurat. Karena turunnya perintah dari Tuhanku bukan atas dasar dampaknya,  tapi dampak yang baik dari aturan Tuhanku pasti ada. Jika tidak taat aturan Tuhan, di dalam agamaku mendapat siksa di dalam akhirat. Bukankah itu hukuman yang adil? Jadi kondisi tidak mampu merubah hukum selama tidak ada ayat yang menghapusnya. Di ayat yang terakhir turun,  bahwa Tuhanku telah menyempurnakan Islam sebagai agama yang diridhoi Tuhan”

Aku menoleh padanya, wanita itu mengucur air mata. Dia langsung memegang tanganku erat, tangannya terasa gemetar dan dingin.

“Entah apa yang terjadi pada saya, saya merasa ada yang kurang. Bagaimana cara masuk agamamu,  antar aku, aku ingin masuk Islam”

Tak terasa air mataku juga mengalir,  aku bawa ia ke musholla, dan kebetulan di sana ada imam sholat,  aku pun melapor. Ikrar syahadat akan diumumkan setelah sholat dzuhur.

Usai sholat,  sang imam mengumumkan kepada para jama’ah agar tidak pulang dulu,  menjadi saksi seorang wanita yang akan menjadi mu’allaf. Ikrar syahadat pun diucapkan. Haru biru di dalam musholla. Aku langsung memeluknya.

Pada hari itu juga kami pergi ke toko untuk membeli baju muslim. Ia langsung memakai di tempat itu, wajahnya sangat cantik,  gadis keturunan Tionghoa. Aku cium keningnya seraya berucap “Kamu saudara seagamaku saat ini,  semoga kita tetap bersaudara hingga menghadap Tuhan kita, Allah”


Terima kasih telah membaca cerita pendek islam. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat sekalian. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait