Sayang Buat Aya

cerpen cinta anak sma

Sayang buat Aya adalah cerpen cinta anak SMA berkenalan dengan Mahasiswa di tepon lalu bertemu ketika cowok mahasiswa magang di sekolahnya. Beranikan sang cewek untuk bertemu setelah mengarang cerita bohong tentang dirinya selama ini ?

Cerpen Cinta Anak SMA – Sayang Buat Aya

Bel tanda masuk pagi sudah berbunyi, puluhan anak-anak SMA Pelita Harapan segera masuk ke kelas mereka masing-masing. Sebagian mereka sudah berjalan di koridor dan ada juga masih di pintu gerbang. Salah satunya seorang gadis mungil bernama Aya yang baru saja turun dari angkot. Melihat Pak Satpam Sekolah hendak mengunci pintu gerbang, Aya segera berlari menuju gerbang sekolah. Untunglah pak satpamnya baik, jadi Aya masih diberi kesempatan untuk masuk.

Sesampainya di kelas, Aya segera duduk disamping temannya Jenny. Jenny adalah teman Aya yang sudah akrab sejak mereka masih duduk di bangku SMP. Mereka layaknya seperti saudara, meskipun berbeda kondisi ekonomi. Aya hidup dalam kesederhanaan tanpa orang tuanya, sedangkan Jenny anak orang kaya dan masih memiliki orang tua yang lengkap. Sebenarnya orang tua Jenny selalu melarang berteman dengan Aya, tapi semua nggak ngaruh bagi Jenny. Karena persahabatan tidak pandang materi.

Nggak terasa setengah jam sudah anak-anak Kelas XII IPS 2 menunggu guru Matematika datang. Tapi guru matematika yang dibilang kejam oleh anak-anak SMA Pelita Harapan itu nggak nongol-nongol juga di XII IPS 2, biasanya pertanda bahwa Bu Guru tidak datang.

“Mudah-mudahan bu Siska nggak datang ya, paling males belajar ama dia” ujar Aya kepada sahabatnya.

“Jangan senang dulu, barangkali aja bu Siska terlambat datang”   jawab Jenny karena belum yakin bu Siska absen.

Ternyata ada guru baru pengganti

Tiba-tiba wakil kepala sekolah datang bersama seorang guru baru. Beliau memperkenalkan guru baru Matematika selama bu Siska bertugas keluar negeri, guru tersebut bernama Recky. Dia terlihat masih sangat muda, karena memang Recky adalah seorang mahasiswa sedang menjalani kuliahnya di sebuah perguruan tinggi negeri. Recky hanya ditugaskan untuk sementara waktu menggantikan bu Siska.

Setelah perkenalan selesai, wakil kepala sekolah segera keluar. Sementara Aya terlihat sedang memikirkan sesuatu di bangkunya. Nama Recky memang tidak asing lagi di telinga Aya, dia seperti mengenal nama tersebut, tapi siapa ?

Sepulang sekolah Aya langsung pulang ke rumahnya. Memang tak ada waktu untuk gadis mungil tersebut pergi bermain-main menghabiskan waktu bersama teman-teman sekolah, kerena Aya harus masuk kerja. Sesaat ketika duduk di ruang tamu tiba-tiba handphonenya berbunyi. Sebuah nomor baru tidak dikenal sempat membuat Aya bertanya-tanya. Dengan ragu Aya mengangkatnya.

Loh … namanya Ana atau Aya ?

“Hallo”

“hai, kamu Ana ?”

“i.. iya”

“Aku recky, masih ingat kan ? Tiga hari lalu kita masih sering telpon-telponan”.

“Owhh… Iya aku masih ingat kok kak, kok pake nomor baru kak ?”.

“Iya, sengaja kok ! Sekarang aku lagi di Jakarta. Disuruh ngajar SMA Pelita Harapan sama kakakku”

“hah.. ? SMA Pelita Harapan ?”.

Mendengar Recky mengajar di SMA Pelita Harapan Aya langsung kaget, berarti dugaannya benar. Pak Recky adalah kak Recky yang selama ini di kenalnya lewat telpon. Tapi Aya masih berharap Recky belum mengenalinya, toh yang dikenal Recky bukan nama Aya, melainkan Ana. Hari itu Recky ingin mengajak ketemuan, tapi Aya menolak karena ingin menemani mamanya ke rumah sakit.

Selama kenal di telpon Aya, memang menutupi jati diri sebenarnya. Aya mengaku bahwa ia anak orang kaya dan punya segalanya. Sekarang Recky mengajak untuk bertemu, jelas saja Aya belum siap karena takut ketahuan akan dirinya.

Bekerja sambil sekolah untuk mendapat uang jajan sendiri

Jam sudah menunjukkan pukul 2, sudah waktunya bagi Aya untuk bekerja. Aya bekerja di sebuah rumah makan nggak jauh dari rumahnya. Meskipun hanya sebagai seorang pelayan, Aya cukup senang karena di usia muda Aya sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Secara kebetulan Aya disuruh mengantar pesanan di meja 04, tak disangka pengunjung di meja 04 itu adalah Recky.

“Hei.. kamu Aya kan ? Siswi SMA Pelita Harapan”.

“Iya pak” jawab Aya sedikit tersenyum.

“Kamu kerja disini ?”.

“Iya pak, saya bekerja disini”.

“Oh ya, kamu ada waktu sebentar ? Temanin saya ngobrol dulu lah”.

“Maaf pak, saya nggak bisa, masih banyak kerjaan soalnya”.

Selesai mengantar pesanan buat Recky, Aya segera berlalu meninggalkan meja 04. Sementara Recky merasa tidak asing mendengarkan suara Aya, dia seperti mengenalnya. Hatinya yakin sekali suara itu persis seperti suara Ana, tapi rasanya tidak mungkin. Karena Recky mengenal Ana sebagai anak orang kaya.

Curhat sama teman, biar bagaimanapun untuk memulai hubungan harus disertai kejujuran

Keesokan harinya ketika tiba di sekolah, Aya curhat kepada sahabatnya tentang Recky. Aya mengatakan yang sebenarnya kepada Jenny.

“Jadi kamu sudah kenal sama pak Recky ?” Tanya Jenny sedikit kaget.

“Jangan keras-keras, nanti kedengaran sama orang. Aku mau minta tolong sama kamu, kak Recky ngajak ketemuan”.

“Bagus donk, kalau menurut aku sich jangan menolak”.

“Tapi masalahnya aku berbohong sama kak Recky. Aku mengaku kalau namaku Ana dan anak orang kaya. Kalau aku ketemu sama dia, dia pasti bakalan tahu yang sebenarnya”

“Trus, sekarang gimana ?”

“Hmmm…  kamu ada teman bisa diajak ketemuan gak sama kak Recky ?”

“Ada sich, gimana kalau nanti pulang sekolah kita ke rumah temanku”

“Ok”

Eh malah makin banyak bohongnya

Sepulang sekolah Jenny mengajak Aya ke rumah temannya, Nita. Nita memang anak orang kaya. Dia juga masih SMA, persis seperti apa yang dicari oleh Aya. Dengan terus terang Aya menjelaskan semuanya ke Nita tentang pertemuannya dengan Recky. Sedikit banyak Jenny dan Aya sempat cerita banyak juga tentang Recky, sehingga makin membuat Nita semangat untuk bertemu dengan cowok itu.

Malam harinya Recky kembali menghubungi Aya. Untuk kedua kalinya Recky mengajak ketemuan. Kali ini Aya tidak menolak, memang Aya mengatakan tidak bisa. Tapi Aya mengajak bertemu besok siang di kafe Intan setelah pulang sekolah.

Keesokan harinya setelah pulang sekolah, seperti biasanya Aya menunggu angkot depan gerbang sekolah. Tapi dia terlihat sedikit panik karena dari tadi Nita tidak mengangkat telponnya. Saking paniknya Aya kaget ketika dihampiri oleh Recky.

Oooo oo saking kagetnya jadi salah sebut deh

“Aya”

“eh, kak Recky ! Ngagetin aja dech”.

“kamu panggil aku apa ?”.

Tanpa disadari Aya memanggil Recky dengan sebutan kak. Hal tersebut membuat Recky semakin yakin kalau Aya adalah Ana. Tetapi Aya secepatnya mengalihkan pembicaraan.

“Itu angkotnya udah datang, saya duluan ya pak”.

Aya segera buru-buru naik angkot. Selama di angkot Aya kembali menghubungi Nita. Untung Nita cepat mengangkat telponnya, secepatnya Aya menyuruh Nita untuk datang ke kafe intan siang itu juga.

Pertemuan di kafe Intan

Siang itu Recky mengunjungi kafe intan, hanya ada satu anak sekolah berada dalam kafe itu. Recky segera menghampirinya, karena itu pasti Ana.

“Hai, kamu ana ?”

“iya, kamu Recky ya ? ayo silahkan duduk. Aku udah 15 menit tau nggak nunggu kamu”.

Recky sedikit kaget karena cara bicara Ana yang dikenal oleh Recky berbeda dengan biasanya. Recky merasa gadis didepannya saat ini bukanlah Ana dikenal ditelpon. Tiba-tiba ketika melirik ke samping kiri, Recky melihat Aya. Namun Aya secepatnya menghilang.

Tuh kan, akhirnya jeles sendiri

Hari itu Aya sama sekali tidak konsentrasi pada pekerjaannya. Dalam pikirannya adalah Recky tengah berduaan dengan Nita. Cemburu ! Ya, mungkin itu sedang dirasakan oleh Aya. Karena kebohongan telah membuatnya jatuh ke dalam jurang begitu menyakitkan. Akhirnya Aya meminta izin untuk pulang lebih cepat. Ketika sedang berjalan diatas trotoar jalan, Recky tiba-tiba melihatnya lalu segera menghampirinya.

“Aya, kamu mau kemana ?”.

“Saya mau pulang pak”.

“Saya antar kamu pulang ya, kebetulan ada hal mau saya bicarakan sama kamu”.

“Maaf pak, saya nggak ada waktu. Lagian rumah saya juga dekat kok, saya pamit dulu pak”.

Aya segera berlalu meninggalkan Recky. Recky masih bertanya-tanya dan masih penasaran pada gadis tersebut. Tapi apa yang harus dia lakukan setiap ingin bicara Aya malah menghindar.

Sebaiknya akhiri saja kebohonganmu

Esok harinya saat sedang istirahat di kantin sekolah bersama Jenny, Recky tiba-tiba menghampiri Aya.

“Aya, sampai kapan kamu akan membuatku terus bertanya-tanya seperti ini ?”.

“Maksud bapak apa ? saya nggak ngerti”.

“Udah ya, kamu lebih baik jujur dan terbuka aja” jawab temannya memberi saran.

“Kamu diam aja lagi Jen”

“Nanti pulang sekolah ku tunggu kamu digerbang” ucap Recky pada Aya sebelum berlalu pergi.

Begitu pulang sekolah Recky menunggu Aya disamping mobilnya di gerbang sekolah. Sudah 10 menit menunggu Aya tidak juga datang. Padahal sebenarnya Aya sudah tau kalau Recky menunggunya. Aya sengaja belum keluar karena menunggu Recky pergi. Namun setelah setengah jam, Recky ternyata tidak juga pergi. Akhirnya membuat Aya memberanikan diri untuk menghampirinya.

“Maaf pak, tadi saya ada praktek dilabor” jawab Aya sengaja berbohong.

“Ayo masuk mobil, kita nggak mungkin ngobrol disini”.

Di Taman Sari, akhirnya terungkap

Mau tidak mau Aya harus menurut, mereka pergi ke Taman Sari. Keindahan taman tersebut memang membuat suasana jadi romantis karena ada air mancur ditengahnya.

“Kenapa kamu tega berbohong sama aku Aya. Aku salah apa sama kamu, sampai-sampai kamu menyuruh orang lain untuk bertemu denganku. Sekarang diriku udah tau semuanya, kamu nggak usah berbohong lagi”.

“Maksudnya, bapak udah tau kalau saya…?”

“Ya, kamu mengaku sebagai Ana kan ?, sejak awal kenal, aku udah bisa lihat kalau kamu Ana. Suara kamu, cara ngomong kamu, semua persis seperti Ana. Kemaren siang juga kamu datang ke kafe Intan. Diriku tau semuanya itu pasti udah kamu rencanakan”.

“Maafin aku kak Recky, diriku terpaksa melakukannya karena merasa nggak pantas buat bertemu kakak”.

“Kenapa Aya ?”

“Sebenarnya diriku bukan orang kaya kak. Aku tinggal sendirian, orang tuaku udah nggak ada”

“Kamu tau, kenapa aku begitu nekat ingin ketemu kamu. Karena hatiku nggak bisa berbohong Aya. Aku sayang kamu”.

“Tapi kak”

“Aku nggak peduli gimanapun keadaanmu Aya. Hatiku tetap akan menyayangimu”.

Aya tidak bisa lagi membendung air matanya. Dia meneteskan semua air matanya dalam pelukan Recky.

Satu tahun kemudian

Aya sudah tidak tinggal di Jakarta lagi. Dia tinggal di bandung bersama kakak sulungnya Recky. Aya dan Recky sekarang sudah bertunangan. Mereka akan menikah setelah Aya lulus kuliah. Ternyata keluarga Recky adalah keluarga baik, mereka tidak pernah memandang kondisi Aya dari segi materi. Terutama mama Recky, ia sangat menyayangi Aya.

Sekarang kehidupan Aya jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Aya telah memiliki segalanya. Calon suami yang sangat dicintai serta keluarga sangat disayangi.

SELESAI


Terima kasih telah membaca cerpen cinta anak SMA. Semoga cerita pendek diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat muda Bisfren sekalian. Tetaplah semangat dalam mengejar cita-cita. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait