Sayup Meredup

cerita pendek cerpen inspiratif sedih

Sayup meredup merupakan cerpen inspiratif sedih tentang cewek galau karena sikap cowok yang dekat dengan teman lain. Dia merasa takut kehilangan sehingga jadi kecewa, cemas dan resah. Namun akhirnya dia memutuskan untuk bersikap biasa saja dengan cara berhenti berharap. Simak cerpen mini sedih berikut :

Cerpen Inspiratif Sedih – Sayup Meredup

Terkadang kamu hanya perlu berhenti berharap agar berhenti kecewa

“Terima kasih” ucapku mengambil segelas coklat klasik panas yang ku beli tidak jauh dari rumah. Kali ini aku tidak lagi membeli kopi, aku telah memutuskan untuk berhenti mencintai apa yang telah membuatku jatuh cinta kepadanya.

Aku berjalan kaki berpayung rintik hujan yang perlahan membasahi jalan. Sedikit tergesa karena tidak ingin panas coklatku menghilang.

Aku menyesap sedikit demi sedikit coklat panasku. “Ternyata lebih enak ya” batinku mencoba menikmati seperti halnya aku menikmati kopi hitam. Aku mengecek handphone yang sejak tadi ku tinggalkan. Ada beberapa notifikasi pesan dari orang yang tidak ingin lagi ku harapkan.

Genta : Rein

Desta : Mengirimkan stiker

“Huh” desahku malas. Aku berusaha menghiraukannya, aku hanya ingin menikmati kesendirian tanpa mengharapkan apa pun dari orang lain.

Sebenarnya tidak ada yang salah dari mereka berdua, hanya saja aku yang menggantungkan harapan terlalu tinggi. Sehingga aku lupa, jika harapan itu tidak terjadi aku akan jatuh berkeping-keping.

Sebelum memutuskan untuk berhenti menyakiti diri sendiri. Ada banyak kejadian yang membuatku ingin berhenti.

-Desta-

“Kamu berubah Des, gak kayak biasanya” ucapku cemas.

“Gak seperti biasa gimana ? Aku merasa aku berlebihan dan aku merasa bersalah” jawabnya.

“Oh, seperti dugaanku. Gapapa Des, aku ngerti, santai aja. Aku cuma takut aku yang ada salah sama kamu” sahutku berusaha biasa saja.

“Maaf Rein, aku gak bisa lagi seperti biasanya” ucapnya.

“Never mind” balasku.

Setelah percakapan singkat yang sudah berhari-hari ku pendam untuk menanyakannya sampai siap. Ternyata tetap saja hatiku merasakan sakitnya.

Saat itu juga ku pesan tiket untuk pulang ke rumah untuk lusa hari. Diriku hanya ingin sejenak melepas penat. Tapi di rumah bukannya melepas penat, hanya menambah kegelisahan.

-Genta-

“Reina !” setengah berteriak dia menghampiriku.

“Genta ?!” ucapku kaget karena dia tiba-tiba berada di depanku sesaat setelah aku tiba di terminal kedatangan.

“Yuk aku antar pulang” ucapnya tersenyum dan mengambil alih koperku.

“Kamu tau dari mana aku …” tanyaku heran dan mengekor berjalan menuju parkir. Ia menyuruhku diam dan hanya tertawa melihat kebingunganku.

Setelahnya selama aku berada di rumah dia menemaniku sepanjang hari. Awalnya aku masih saja memikirkan percakapan terakhirku dengan Desta. Sampai sejauh ini aku masih mengharapkannya, tapi tidak bisa berbuat apa pun.

Aku ingin memperjelas semuanya agar aku bisa hidup tenang tanpa bayang-bayang harapan semu yang menggantung tinggi. Hari terakhir di rumah, aku bertemu lagi dengannya.

“Hmm Gen, kamu ingat yang dulu aku pernah bilang, aku mau tanya sesuatu ke kamu?” tanyaku hati-hati.

“Iya ingat, kamu mau nanya tentang Sila kan ?” jawabnya sambil menyesap segelas double esspresso-nya.

“Kok kamu tau sih ?” sahutku heran.

“Rein, feeling-ku kuat sama kamu” jawabnya tenang.

“Ya udah jelaskan sekarang” pintaku setengah memaksa.

“Gak ada yang perlu dijelaskan. Kamu hanya perlu tau, sampai saat ini aku masih sendiri. Sila hanya temanku, sejak awal kamu tau kan” jawabnya.

“Iya aku tau dia, aku kenal, tapi dia dulu gak kayak gitu, kenapa sekarang dia begitu ke kamu” sentakku berusaha menahan emosi.

“Rein, aku gak akan sama kamu saat ini kalau aku ada hubungan dengan orang lain. Aku gak akan memperjuangkan ini” jawabnya berusaha setenang mungkin meskipun terlihat jelas raut kesal di wajahnya.

“Ya aku tau, aku gak punya hak ngelarang kamu dengan siapa aja. Tapi kamu … ah kamu tau kan kita gimana” jawabku memalingkan wajah.

“Kalau kamu gak percaya aku, kamu boleh tinggalin aku” jawabnya langsung menegak habis kopinya, bersandar, dan mengatur napas.

Catatan : kata “kamu boleh ninggalin aku” adalah tanda meremehkan dan tantangan pacar minta putus

Aku kehabisan kata-kata, aku tidak pernah melihat dia sekesal ini. Aku berusaha menahan emosi, menghabiskan kopi yang ku pesan. Rasanya ingin segera kembali ke rumah menenangkan hati. Sialnya ini hari terakhirku di rumah. Ia pun harus kembali ke pekerjaannya.

****

Coklat panasku sudah habis. Aku kembali menatap layar handphone, melihat dua nama yang ada dalam notifikasi. “Malam ini aku ingin tidur nyenyak” batinku mematikan handphone dan tidur. Ada banyak hal yang membuatmu lelah oleh skenario hidup yang berurusan dengan hati. Terkadang kamu sendiri yang membuat semuanya rumit.

Bukankah aku hanya takut kehilangan Desta ? Bukankah aku sama brengseknya dengan Genta ? Hatiku berkecamuk. Satu-satunya hal yang terlintas di kepalaku kali ini, “berhenti berharap”. (tamat)


Terima kasih telah membaca cerpen inspiratif sedih putus cinta. Semoga cerpen mini sedih diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat pemirsa laman Bisfren sekalian. Tetaplah optimis dan semangat dalam menghadapi semua persoalan hidup. Jadikan segala peristiwa sebagai sumber inspirasi dan motivasi guna mencapai sukses dalam meraih cita-cita dan cinta.

Dibagikan

ComeOverYou

Penulis :

Artikel terkait