Yang Harus Diingat Sebelum Membeli Dengan Cara Kredit

Sebelum Membeli Barang Konsumtif Dengan Cara Kredit

Bisfren – Bisnis. Jalan-jalan ke mal atau ketempat wisata biasanya bikin mata kita jelalatan lihat barang-barang dipajang di etalase. Apalagi kalau disamping barang itu ditempel tulisan – “Promo !!“, “Diskon xx % !!“, “Beli satu gratis satu“, “Cicilan nol persen” – atau masih banyak lagi cara pedagang memikat mata kita dan menarik hati untuk membeli. Kalau kita memiliki uang tunai atau tabungan untuk membeli itu tidak menjadi masalah. Akan tetapi ketika keinginan membeli begitu mendesak sementara kita tidak memiliki uang cukup, bisa jadi membeli dengan cara kredit atau menggunakan kartu kredit menjadi pilihan.  Nah bisfreners, berikut ini kami coba memberikan tips sederhana sebelum membeli dengan cara angsuran terutama jika kemampuan membayar terbatas.

Sebelum Membeli Dengan Cara Kredit

Bagaimanapun, membeli dengan cara tunai atau kas, merupakan pilihan terbaik dan diinginkan oleh semua orang. Akan tetapi godaan membeli atau kebutuhan mendesak membuat sebagian dari kita kemudian memutuskan untuk membeli dengan cara kredit atau menggunakan ‘credit card’ lalu membayar secara angsuran.

Akan tetapi membeli secara hutang bisa memuaskan orang saat membeli namun menyisakan beban dibelakang sesudahnya. Tidak usah dibilang berapa banyak orang mengalami kesulitan keuangan akibat kesalahan dalam memutuskan membeli secara kredit akibat pola hidup konsumtif, memenuhi kebutuhan masih bisa ditunda, iming-iming diskon atau dengan cara pembayaran ringan sehingga mereka kemudian terjebak dalam beban hutang.

Nah sebelum membeli barang konsumtif dengan cara kredit, sebaiknya baca ini dulu.
Iming-iming cash back dengan kartu kredit belum tentu menguntungkan buat kita saat membayar. Penawaran belanja seperti ini kelihatannya menguntungkan, akan tetapi belum tentu menguntungkan.

Ketika ditawarkan belanja disebuah toko dengan iming-iming cash back sekian persen dengan catatan harus membeli dengan nilai tertentu, cobalah berhitung kembali apakah memang butuh untuk membeli sejumlah itu ? biasanya toko menawarkan promo cash back adalah toko penjual barang spesifik tertentu saja, misalnya kaca mata dan gadget.

Pertanyaannya adalah, apakah kita memang butuh untuk membeli kacamata hingga mencapai nilai promo hanya untuk mendapatkan cash back ? tentu saja harus dipertimbangkan kembali hal itu.

Pembelian dengan menggunakan kartu kredit untuk mengharapkan cash back, akan menguntungkan kalau memang barang itu harganya lebih tinggi dibanding nilai promo cash back, atau memiliki uang tunai untuk segera melunasinya sebelum tanggal cetak tagihan kartu kredit. Dengan pelunasan sebelum tanggal cetak tagihan kartu kredit, tidak ada bunga dibebankan oleh bank, sehingga sebenarnya kita diuntungkan oleh diskon layaknya pembelian tunai.

Hati-hati angsuran nol persen kalau memiliki kemampuan terbatas

jual aneka furnitur rumah tangga kredit cicilan 0 persen
Kredit furnitur (@FeitoDeCarinho)

Cicilan nol persen ini memang biasanya ditawarkan untuk barang-barang konsumtif, seperti handphone, televisi, tas, dan lain-lain. Ini kemudian membuat orang tertarik untuk membeli dengan cara angsuran.

Namun bisfreners, waspadalah dengan promo seperti ini kalau kemampuan untuk membayar tagihan terbatas. Selain mengakibatkan limit kartu kredit berkurang – karena di “lock” sebesar nilai pembelanjaan, sehingga tidak bisa digunakan membayar saat “emergency” atau keadaan mendesak – kemampuan membayar terbatas bisa menyebabkan kita tidak bisa membayar angsuran tagihan pembelanjaan lainnya.

Kalau masih bingung, contohnya seperti ini : Kamu membeli sebuah barang dengan promo cicilan nol persen senilai katakan Rp. 12.000.000,- cicilan harus dilunasi selama 12 bulan sehingga setiap bulan akan muncul kewajiban membayar angsuran sebesar Rp. 1.000.000,- dan limit kamu di “lock” atau diblokir sebesar Rp. 12.000.000,-. Nominal ini akan dibuka sebesar angsuran setiap kali dibayar angsurannya.

Dengan asumsi bahwa sebelumnya sudah ada hutang lain atau sudah membeli kebutuhan lain bukan cicilan tetap sebesar Rp. 10.000.000,-  maka total hutang adalah Rp. 22.000.000,- tetapi tagihan muncul pada lembar tagihan bulan pertama Rp. 11.000.000,- dengan pembayaran minimum setidaknya sebesar Rp. 2.000.000,-. Munculnya tagihan minimum ini adalah dari cicilan tetap Rp. 1.000.000,- ditambah dari tagihan pembelanjaan bukan cicilan tetap yaitu 10% (sesuai ketentuan Bank Indonesia) x Rp. 10.000.00,-

Jika kemampuan membayar tagihan kredit kurang dari itu, maka kita akan mengalami kesulitan untuk membayar dan harus menggunakan uang tunai bagi kebutuhan lain.

Perhatikan periode dan besar angsuran

kalkulator bunga kredit angsuran tetap
Hitung angsuran (@Ask.com)

Sebelum membeli secara kredit, perhatikan periode dan jangka waktu membayar angsuran. Pilihlah barang sesuai dengan kemampuan membayar. Jangan terlalu tinggi angsurannya juga atau jangan terlalu rendah.

Membeli dengan angsuran terlalu tinggi dari kemampuan akan menyebabkan kita kesulitan membayar, akan tetapi memilih cicilan terlalu rendah dari kemampuan membuat biaya bunga harus dibayar semakin besar dan jangka waktu menjadi lebih panjang.

Selain itu memilih angsuran terlalu rendah akan membuat orang merasa masih punya uang sehingga menjadikan lengah lalu berani berhutang membeli lainnya lagi. Hingga pada akhirnya membuat terjebak semakin dalam pada urusan membayar angsuran. Demikian sedikit yang kami sampaikan kepada bisfreners, semoga bermanfaat. Jangan lupa baca artikel tentang peluang usaha modal kecil kami.


Apabila anda merasa artikel ini bermanfaat, bantu kami membagikan melalui Facebook, Twitter, Google+, Whatsapp dan Pinterest dengan mengklik ikon bagikan dibawah artikel ini.

Save

Save

Save

Save

Save

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait