Segenap Penerimaan

cerpen perpisahan kasih tak sampai segenap penerimaan

Cerpen perpisahan seorang gadis dengan lelaki pujaan hatinya. Lelaki itu begitu perhatian padanya namun justru memilih kakaknya. Pada akhir pertemuan dia menjumpai bahwa sang pujaan hati tersebut ternyata tidak mengerti perasaannya sehingga dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya lalu berpisah. Bagaimana kisah cinta tak sampai ini ? simak pada cerita pendek perpisahan berikut :

Cerita Pendek Segenap Penerimaan

Siang itu aku sedang menikmati sendiriku di toko buku kota kami. Selalu saja menjadi tempatku menyendiri karena selain banyak sekali buku tersedia, cafetaria menjadi satu paket dengan toko buku ini menjadi pelengkap sangat pas. Sudut ruangan dengan dekorasi vintage ini yang kupilih untuk melumat dua buku yang baru saja kutenteng keluar dari meja kasir.

Belum habis bab pertama novel kubaca, belum cukup seperempat gelas mocca float kusedot, tiba-tiba ada sesosok manusia tanpa merasa bersalah mengganggu waktu sendiriku. Sosok itu duduk begitu saja di hadapanku, menaruh mocca float dan dua buah roti bakar di atas meja, tersenyum begitu saja, kamu (baca cerpen perpisahan yang manis).

“Ra…” lagi-lagi kamu menemukanku. “Hai, Az. Ngapain ke sini?” Aku mencoba berbasa-basi. “Bertemu kamu.” Jawaban singkat itu membuatku sedikit tersedak. “Oh yeah, untuk ?”. “Bicara, ingat pertemuan kemarin di sini ? Aku ingin bicara dengan kamu, tapi sayang ibu nungguin”. Aku tersenyum, menutup buku yang sedari membuatku tidak memandangmu, “Lalu ?”.

“Bagaimana kabarmu Ra ?”. “Baik sekali. Bagaimana kabar Kak Lisa ?” sebuah pertanyaan yang membuat air mukamu sedikit berubah. Kamu diam sejenak. “Aku khawatir sama kamu Ra. Kenapa ga pernah ngebalas pesanku?” Kamu tidak menjawab pertanyaanku, mengalihkan pembicaraan.

Ternyata dia masih ingat roti bakar cokelat pisang kesukaanku

cerpen roti bakar pisang cokelat
Roti bakar pisang cokelat (@ Bisfren.com)

“Taulah, pulsaku terbatas. Sedang berhemat”. “Untuk sekian bulan Ra ?”. “Boleh minta roti bakarnya ?” kali ini aku yang mengalihkan. “Memang untuk kamu Ra, rasa cokelat pisang.”

Ah, kamu masih ingat kesukaanku. Hatiku tiba-tiba gerimis. Aku teramat tahu kamu meminjamkan hatimu kepada Kak Lisa, tapi masih begitu peduli kepadaku.

“Ra, aku akan kuliah di ibukota. Oh ya, selamat berkuliah di fakultas impianmu, menjadi dokter hebat.”

“Berarti akan jauhan sama Kak Lisa nih ?”

“Terlebih lagi jauhan sama kamu Ra.”

Aku benar-benar tidak mengerti perasaannya. Kamu begitu khawatir kepadaku. Berusaha mencariku. Kamu begitu tetapi kamu juga tak bisa menolak cinta Kak Lisa, larut dalam ceritanya. Aku tahu dari segala sisi, Kak Lisa lebih baik dariku. Kelembutannya, kecantikan rupanya, kecerdasannya. Kamu juga punya sejuta alasan untuk dicintai wanita sebaik dia (cerpen perpisahan sedih cinta yang tak pernah kau mulai).

Aku melepasmu demi kak Lisa

Aku sudah memilih mundur dan melepaskanmu. Memilih menjauh sejenak untuk menerapi diriku sendiri, tetapi kamu yang terus-menerus seperti ini menyakitkan hatiku. Aku tidak bisa terus-menerus begini.

“Azra, aku berhenti.” Kalimatku berhenti, ada bulir yang berusaha kuat-kuat kutahan.

Kamu diam.

“Kalau saat ini cintamu juga beralih, aku juga Az. Aku minta maaf untuk diamku selama berbulan-bulan, membuatmu khawatir, apalagi membuat ibumu khawatir.” Bulir-bulir itu mengalir dari sudut mataku, menyebut ibumu membuatku lebih sesak.

“Aku tahu, kita memang tidak berteman biasa, atau hanya aku yang menganggap itu. Hatiku juga teramat tahu, aku tidak bisa menganggap kamu teman biasa. Ada rasa yang tumbuh pelan-pelan. Diriku juga tahu, kini sudah ada gadis yang sangat serasi untukmu… Aku rasa, tanpa akupun kamu akan tetap bahagia. Hehehe”

Kamu masih diam, memandangku nanar.

Hanya dapat ku ucapkan terima kasih atas segalanya, karena kamu memang tidak pernah mengerti perasaanku

“Oh ya, aku ingin bilang aku begitu bahagia untuk segala mimpi yang pernah kita kejar bersama, senyum bahagia kita, terutama untuk semangat yang tercipta. Untuk semua hal itu ku ucapkan terima kasih.”

“Dan terutama, terima kasih atas sejuta pelajaran hidup yang kamu berikan. Az, kamu adalah satu episode yang begitu berarti dalam hidupku. Karena kamu, aku sadar selama ini begitu salah menautkan cinta. Cinta seseorang seharusnya dilandaskan untuk Allah yang menciptakan dirinya. Seharusnya, yang utama adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta seperti itu yang tidak akan pernah membuat hati kita kecewa.”

Ketika kamu beralih, aku juga Az. Aku ingin beralih mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari siapapun. Jadi, kumohon Az… berhentilah untuk peduli, berhentilah untuk menanyakan kabar, berhentilah untuk semuanya. Aku tetap baik-baik saja.”

Quotes Kata bijak : Maaf, kamu hanyalah masa lalu ku

Aku menyeka air mataku. Menyeruput moca float di hadapanku, hingga menyisakan beberapa balok es di dalamnya.

“Apa maksudmu Ra ?”

Hatiku tiba-tiba teriris lagi, sepanjang itu, bahkan aku sampai mengungkapkan perasaan padamu, kamu hanya bertanya, apa maksudku ?.

Aku tidak bisa berkata-kata, hanya tersenyum lebar sekali sambil menggigit bibir. Air mataku tak boleh keluar lagi.

Siang itu aku pergi, benar-benar pergi dari hidupmu. Biarlah kisah ini hanya menjadi sebuah cerpen perpisahan yang mendewasakan

cerita sedih perpisahan dengan pacar
Sedih sendirian (@ pinterest)

Demikianlah aku mengakhiri kisah lugu masa remaja kita yang pelan-pelan mulai mendewasa. Aku tahu, seberapa pun aku pernah berharap kamu akan menjadi masa depanku, kamu tetap tidak akan menjadi masa depanku jika memang bukan kamu yang tertulis untukku.

Quotes kata bijak : Kita lebih mengenal seseorang setelah berpisah atau saat perpisahan dibanding saat bertemu atau menjalin hubungan

Quotes gambar kata bijak tentang perpisahan
Kita lebih mengenal seseorang setelah berpisah

Hatiku teramat sakit, tetapi ada kelegaan di sudut hati yang membawa ke sebuah fase baru, segenap penerimaan. Ternyata kamu memang ditakdirkan datang untuk memberikan kesadaran dalam hidupku yang sempat terlalu lugu. Aku sadar, sudah saatnya berbenah dan kembali kepada-Nya setelah jauh tersesat.

Sesakit apa pun, selama kita berada di jalan-Nya, kita akan tetap bahagia.

Dibagikan

Penulis :

You may also like