Seuntai Senyum Nelayan Di Masalembu @ Cerita Cinta Romantis

senyum nelayan masalembu cerpen romantis

Cerpen (cerita pendek) romantis penantian cinta terpisah jarak yang jauh dua anak manusia Ayu dan Faris dalam keindahan wisata bumi Masalembu, Cilacap yang begitu indah. Cerpen romantis ini berhasil membawa pembaca menjelajahi keindahan dan kehidupan nelayan pantai Masalembu. Mampukah pesonanya membawa langkah Faris menggapai cinta gadis yang menantinya ?. Silahkan simak selengkapnya dalam cerita romantis berikut.

Cerpen Romantis Seuntai Senyum Nelayan Di Masalembu

Pagi ini aku menyusuri sepanjang pantai. Banyak terdapat pohon – pohon cemara gunung tumbuh subur disini. Bahkan beberapa diantaranya dekat sekali dengan ombak. Karena cuaca sangat buruk maka satu dua dari pohon – pohon cemara itu tumbang, namun masih menyisakan akar – akar pohon yang berukuran besar dan memilki bentuk – bentuk cantik dan unik, tertancap pada pasir putih membentuk siluet menarik membuatnya semakin eksotik berlatarbelakang pesona laut sangat indah (cerpen cerita pendek Torehan Luka).

Ketika akan memotret gambar tentang sebuah menara pandang pendek berdiri pada area pesisir pantai, ku lihat ada dua kentungan bambu digantung pada salah satu tiang bangunan menyerupai gubuk kumuh berada dekat menara tersebut, mengingatkanku akan pesona keindahan alam pantai Amed Pulau Dewata, adalah sebuah kisah tentang kehidupan sekelompok nelayan tradisional menggunakan alat bantu melaut khas disebut angklung bambu digunakan buat melaut pada waktu pagi hari, mereka membunyikannya seperti kentungan bambu biasa untuk mengumpulkan para nelayan lainnya pada perkampungan nelayan disekitar pantai. Mereka harus bersiap – siap untuk menghadapi ombak tinggi demi untuk mencari nafkah buat anak isterinya (cerpen romantis wanita nelayan Penantian Unni).

Ketika berniat untuk pulang kembali ke kota, ku sempatkan diri untuk melewati jalan aspal agak mulus dimana pada sisi kiri kanan jalan terhampar kebun rempah – rempah khas Nusantara seperti bawang, cabai rawit, jahe, kebun kacang panjang serta hamparan sangat luas berupa kebun jagung manis yang baru saja melalui masa panen dan sebagian telah dipetik oleh sekelompok petani kecil untuk menjual hasil bumi tersebut pada keesokan harinya pada pasar – pasar tradisional dekat Pantai Masalembu (cerpen cerita pendek Patah Hati).

Pasar – pasar disekitar tempat ini sebagian besar merupakan pasar untuk pusat jual beli ikan laut segar, sehingga banyak dijumpai beberapa kapal dan perahu nelayan tradisional sering berlabuh pada pantai berdekatan pada pasar ikan tersebut. Namun kadang – kadang ku lihat nelayan sedang melaut atau membereskan jalanya, pastilah mereka datang ke Pantai Masalembu ketika hari telah malam untuk menangkap ikan laut yang suka keluar pada waktu malam hari saat laut sedang surut dan pada musim bulan purnama seperti ikan cumi – cumi, lobster atau kepiting merah (cerpen cerita cinta romantis Amarylis Merah).

Beberapa turis Jepang senang jalan – jalan pagi ke sini guna menikmati keindahan langit biru dan terik matahari masih terhalang oleh cuaca agak dingin serta rindangnya pepohonan perdu disekitar desa. Tepat bagi profesi kami sebagai fotografer untuk mengambil gambar – gambar eksotis buat foto majalah (cerpen cerita pendek Karena cinta itu suci).

Dari kota Jogja membutuhkan waktu sekitar 1 – 1,5 jam untuk tiba selamat sampai kesini. Diakhir minggu, perjalanan lewat darat sangat lancar asalkan sedang tidak sedang musim liburan panjang sekolah, perjalanan ala seorang backpacker berasimilasi antara Google Maps juga bertanya sana – sini pada penduduk setempat atau orang – orang dijalan, adalah insting seorang traveller sejati membuatku terdampar dipantai tersebut penuh rasa takjub luar biasa (cerpen cerita sedih romantis Perempuan berjubah hujan).

Pantai Masalembu adalah salah satu pantai cukup populer di kota ini, memiliki jalan masuk satu – satunya melalui gerbang berdekatan dengan jalan raya utama. Setiap pagi hari, pantai selalu diramaikan oleh kerumunan para nelayan tradisional akan melaut ataupun baru saja pulang dari melaut. Seperti halnya pantai – pantai lainnya di Indonesia, pantai ini ternyata menjadi salah satu pusat untuk jual beli ikan laut segar disamping banyak terdapat warung makan lesehan khusus menjual sajian Nusantara berupa masakan dari laut. Sayang sekali, kondisi pantai kurang bersih karena berlatarbelakang area sawah, ladang sayur – mayur dan kebun buah – buahan dikelola warga Madura asal daerah pesisir pantai, menjadikannya jarang dimanfaatkan untuk tujuan foto – foto pre – wedding bagi calon pengantin bila menginginkan atmosfir gotik atau romantis dan natural terhadap gambar akan diabadikan bersama pasangannya masing – masing (cerpen cerita sedih inspiratif Namun senyumMu tetap mengikuti).

********************

Pada suatu pagi cerah, dipinggir sebuah desa nelayan bernama Masalembu, hiduplah seorang nelayan tua bersama istri baik hatinya. Setiap hari, mereka tekun mengayuh perahunya ke laut untuk menjala ikan. Jikalau mereka beruntung maka akan mendapat hasil tangkapan sangat banyak, namun kadang – kadang tidak terlalu beruntung, kembali ke pantai hanya mampu membawa beberapa ember ikan laut kecil – kecil (cerpen cerita pendek Anakku bukan anak suamiku).

Suatu kali, seperti biasa, nelayan itu menebar jala ikannya ke tengah laut. Tak berapa lama, ia merasakan sentakan kuat terhadap jala ditebar. Nelayan itu penuh semangat membathin, “Hari ini aku pastilah mendapat ikan besar !”. Sekuat tenaga ia mulai menarik jala ikannya. Semakin lama, terasa jala tersebut semakin berat, jauh lebih sulit dari hari – hari biasanya. Namun nelayan itu tetap menarik dengan seluruh tenaga hingga akhirnya isi jala tampak olehnya. Sudah bisa diduga, nelayan tua itu melihat setumpuk ikan – ikan besar telah berhasil ia raup dalam sekejap mata ! (baca cerpen sedih cinta segitiga Kisahku).

Setibanya dipantai, istri tercinta membantunya untuk menurunkan hasil tangkapan ikan di laut, dimana seekor anjing besar tampak berlari penuh gairah untuk menyongsong mereka dengan salak gembira. Anjing itu adalah kepunyaan si nelayan tua. Begitu ia melihat tuannya pulang membawa tangkapan yang berlimpah, hewan itu semakin menggonggong riang dan meloncat – loncat penuh semangat. Tetapi karena sibuk, nelayan tua malah mengacuhkannya karena merasa tidak memiliki banyak waktu luang untuk bermain – main. Si nelayan acuh tak acuh membentak lalu mengusir anjingnya agak kasar supaya tidak mengganggu dan menghalangi pekerjaan cukup berat mereka (cerita pendek cerpen cinta jarak jauh Ihklas).

Kecewa dan sedih karena diabaikan oleh sang majikan terkasih, ekor anjing si nelayan tua tiba – tiba terkulai lemas. Kepalanya menunduk lesu lalu pelan – pelan berjalan menjauhi pesisir pantai, menyusuri kesunyian Pantai Masalembu yang sebenarnya sangat menarik untuk dimanfaatkan bermain – main bersama teman – teman lainnya ketika pagi hari masih menyapa penghuni pantai dengan senyumnya ramah (cerpen cerita pendek Burung camar terbang tinggi).

Tiba – tiba ia kaget dan sedikit tersentak ! Ia melihat sepasang kaki kekar besar dibalut sepatu boot berwarna cokelat kusam berdiri santai tepat di depan kedua mata sayunya karena kelelahan semalaman kemarin berjaga – jaga di depan rumah keluarga nelayan tua tadi. Dengan lembut, sepasang tangan putih milik pemuda itu mengusap – usap kepala sang anjing. Mereka cepat menjadi akrab satu dengan lainnya. Sang anjing suka pada laki – laki asing tersebu lalu mulai menyanyikan lagu – lagu pujian alam tentang kehebatan dirinya sebagai seorang penjaga serta pemburu handal. “Pemburu terbaik di Pantai Masalembu ini adalah aku si Bulu Heron ! Diriku adalah seorang suami sangat sempurna bagi istri juga anak – anakku, s’lalu sabar menunggu kedatangan nelayan tua setelah usai melaut ! “. Selama beberapa menit, laki – laki asing itu hanya mendengarkan ocehan kocak dari seekor anjing kampung, tampaknya sangat setia kepada majikannya. Ia menahan diri, meskipun pada akhirnya tertawa terbahak – bahak karena kelucuan si anjing pintar penjaga pantai milik kedua pasangan nelayan tua yang sedang sibuk menurunkan hasil tangkapannya dari laut (cerita pendek cerpen cinta lama bersemi kembali CLBK Sang Jodoh).

Hari beranjak semakin siang, segera saja berduyun – duyun orang – orang dari kampung nelayan di atas bukit turun ke pantai untuk mulai berkumpul, ada gadis – gadis nelayan Pantai Masalembu  serta sekelompok  ibu  –  ibu  rumah  tangga, “Mari kita lihat kelimpahanmu hari ini, ” kata mereka penuh semangat lalu bulu Heron pun turut serta berdesak – desakan diantara mereka guna melihat kantung – kantung plastik para nelayan berserakan di sekitar perahu untuk tempat menampung hasil tangkapan dari laut oleh para nelayan (cerpen cerita pendek Jangan mencintaiku lagi).

Itulah awal perkenalan mereka, si anjing lucu, nelayan tua serta istrinya bersama dengan seorang turis asing dari negeri Singapura.

********************

Pulau Madura terkenal sebagai salah satu tempat penghasil garam terbesar di Indonesia, dimana Pulau Madura mempunyai ratusan gugusan pulau – pulau kecil sangat indah serta menarik untuk diperkenalkan kepada para pelancong. Keindahan alamnya belum banyak dieksplorasi oleh pihak – pihak terkait, salah satunya adalah Pulau Masalembu dengan pantainya berombak tenang (cerita pendek cerpen inspiratif Perempuan Lentera).

Incoming searchs : cerpen cerita pendek perpisahan cinta sedih romantis nelayan masalembu cerpen cerita pendek perpisahan cinta sedih romantis nelayan masalembu  cerpen cerita pendek perpisahan cinta sedih romantis nelayan masalembu cerpen cerita pendek cinta sedih perpisahan pendek romantis nelayan masalembu cerpen cerita pendek cinta sedih perpisahan romantis nelayan masalembu cerpen cerita pendek cinta sedih perpisahan pendek romantis nelayan masalembu cerpen cerita pendek cinta sedih perpisahan romantis nelayan sedih masalembu pendek masalembu cinta sedih pendek masalembu cinta sedih pendek masalembu cinta sedih cinta sedih perpisahan sedih cinta sedih perpisahan cinta sedih perpisahan cinta sedih perpisahan cinta sedih perpisahan cinta sedih perpisahan cinta sedih perpisahan cinta sedih perpisahan cinta sedih cinta sedih cinta sedih cinta sedih cinta sedih cinta sedih cinta sedih cinta sedih cinta sedih cinta sedih sedih. cerpen sedih perpisahan masalembu cerpen perpisahan romantis masalembu cerpen perpisahan cerita masalembu cinta perpisahan cerpen masalembu cerita perpisahan sedih masalembu cerpen perpisahan masalembu cerita romantis perpisahan cerpen masalembu perpisahan sedih cerita pendek masalembu perpisahan sedih cinta cerpen masalembu cerita perpisahan pendek masalembu sedih cerpen perpisahan masalembu cerita pendek masalembu romantis perpisahan sedih cerpen masalembu cerita pendek cinta perpisahan cerpen pendek cerita sedih cerpen perpisahan pendek masalembu cerita romantis perpisahan cerpen masalembu pendek cerita perpisahan cinta cerita pendek cerpen perpisahan sedih cerita pendek cerpen perpisahan romantis masalembu cerita pendek perpisahan cerpen masalembu cinta pendek perpisahan cerita masalembu cerpen sedih perpisahan masalembu pendek cerita masalembu perpisahan cerpen romantis masalembu pendek cerita perpisahan masalembu cerpen cinta cerpen masalembu perpisahan sedih cerpen romantis masalembu cerpen perpisahan cinta masalembu cerpen sedih cerpen perpisahan masalembu romantis cerpen cinta cerita perpisahan cinta sedih pendek nelayan masalembu perpisahan cerita cinta sedih pendek nelayan perpisahan masalembu cerita cinta sedih pendek perpisahan nelayan pendek masalembu cerita cinta perpisahan sedih pendek nelayan pendek masalembu perpisahan cerita cinta sedih pendek nelayan perpisahan pendek masalembu cerita cinta sedih perpisahan pendek nelayan pendek masalembu cerita perpisahan cinta sedih pendek nelayan pendek perpisahan masalembu cerita cinta sedih pendek perpisahan nelayan pendek masalembu cerita cinta perpisahan sedih pendek nelayan pendek masalembu perpisahan cerita cinta sedih pendek perpisahan nelayan pendek masalembu cerita perpisahan cinta sedih pendek nelayan perpisahan pendek masalembu cerita cinta perpisahan sedih pendek nelayan perpisahan pendek masalembu cerita perpisahan cinta sedih pendek perpisahan nelayan pendek masalembu cerpen perpisahan cinta sedih cerita pendek perpisahan nelayan pendek masalembu cerita perpisahan cinta sedih pendek nelayan perpisahan pendek masalembu cerita cinta perpisahan sedih pendek nelayan perpisahan pendek masalembu.

Anda harus mencoba untuk berkunjung kemari suatu hari nanti. Anda pastilah tak percaya ? Dijamin anda akan terpana juga terpesona ! Pemandangan pada pagi hari sama indahnya dengan pesona senja ramah menyapa para nelayan sehingga kerap menjadi obyek kamera atau android tanpa editing bagi penyuka hobi foto – foto. Indah luar biasa. Pantai di areal pelabuhan pada pagi hari selalu sibuk oleh kegiatan nelayan tradisional melaut. Perahu – perahu nelayan warga lokal berjejer rapi di sepanjang bibir pantai, dengan latarbelakang panorama alam lainnya berupa perkampungan rumah penduduk setempat sebagian besar berprofesi sebagai nelayan atau pedagang ikan laut, ada beberapa rumah panggung milik suku Bugis berdiri kokoh namun tetap tampak anggun di pinggir pantai lalu pada bagian depannya adalah lautan lepas. Arsitektur rumah tradisional itu semakin ringan dengan kombinasi rasa modern ditambahkan pada bagian teras depan, juga banyak dipasang antena parabola, merupakan pemandangan pinggir laut yang dapat anda nikmati dari pagi hingga siang hari serta pemandangan menakjubkan lainnya di waktu senja adalah sebuah lukisan alam indah juga mampu menarik hati para pengunjungnya buat beristirahat beberapa hari di sini (cerpen sedih cerita pendek inspiratif Selembar kain dipergantian hari).

********************

Menjelang petang hari, beberapa nelayan mulai menepi untuk menambatkan dengan aman kapal – kapal serta perahu tradisional mereka, tampak sepasang nelayan tua dengan istrinya, seekor  anjing kesayangan mereka sangat lucu juga seorang teman baru, turis asing, pemuda tampan berusia sekitar 22 tahun, berjalan dengan riang hati menuju ke perkampungan nelayan di atas bukit. Perjalanan ini bukanlah hal mudah untuk dilakukan oleh pemula karena perkampungan nelayan terletak cukup jauh dari pantai juga harus melalui beberapa jalan tanjakan serta tikungan tajam dengan jurang cukup dalam terdapat pada sisi kiri kanan jalan – jalan tikus tersebut. Namun mereka bisa tiba di rumah dengan selamat, seorang gadis Madura berkulit putih keluar dari rumah untuk menyambutnya, “Oh ayah sudah pulang, betapa aku mencemaskan diri kalian selama melaut karena cuaca sedang buruk !” kata gadis itu. “Ini anak semata wayang kami, namanya Ayu Tunjung Sekar. “Mereka saling berjabatan tangan untuk berkenalan, lalu memandang tepat di kedua mata masing – masing ………. Namanya adalah Zeth Faris, laki – laki muda sangat tampan berusia 22 tahun, sebaya dengan Ayu, putri semata wayang dari pasangan nelayan tua bernama Pranggulang dan Gilingwesi. Zeth Faris sedang menghabiskan liburan panjangnya di pantai ini dan secara kebetulan bertemu dengan kedua nelayan tradisional tersebut di atas (simak juga cerpen sedih perselingkuhan Kan ku kubur cinta ini di hatiku).

********************

Mencari seseorang serta tempat tepat seperti dalam fantasi kami adalah kondisi sulit untuk diwujudkan, jika suatu saat nanti anda atau saya berjumpa, maka hidup saya akan menjadi bergairah, hingga tiba waktunya harus kembali pada kenyataan atau dipaksa harus memilih untuk pulang dengan perasaan kecewa karena terlanjur menyimpan setumpuk kenangan berupa jejak mimpi sambil menghitung hari untuk bisa mewujudkannya. Sesungguhnya, seorang gadis bagaikan sekuntum bunga teratai merah, setiap malam mengeluarkan aroma harum akan memikat kaum laki – laki baik hati untuk melihat, semua laki – laki pastilah mau apalagi diberi kesempatan untuk menyukai bahkan mencium semerbak harum baunya dari mahkota bunga eksotik tersebut. Seorang perempuan akan diberi kesempatan buat mendampingi kaum laki – laki seumur hidup, akan melahirkan anak – anak mereka meskipun kadang – kadang disertai rasa sakit. Perempuan adalah orang penuh kesabaran juga ketelatenan dalam merawat anak – anak hingga dewasa bahkan ketika mereka sedang sakit. Bersedia mendukung ketika ada kegagalan berpuluh – puluh bahkan beratus – ratus kali. Akan memberikan seluruh hidupnya untuk kehidupan. Bahkan mereka mampu membuang egonya demi dapat hidup bersama dengan orang terkasih (anda pasti suka cerpen sedih cinta harus memilih).

Pada suatu waktu, mereka bisa sejajar dengan seorang laki – laki, meskipun mereka memiliki perbedaan – perbedaan hingga kadang – kadang membuat mereka harus saling menyakiti satu sama lainnya, namun hanya akan teratasi dengan memberikan pengertian terhadap kedua belah pihak bahwa hidup adalah singkat, terlalu singkat untuk dilewati dengan pertengkaran atau perselisihan. Seharusnya engkau bahagiakan saja pasanganmu, atau isilah hari – hari kalian dengan cinta kasih, lalu dorong agar pasanganmu bisa tersenyum setiap harinya ? (anda pasti suka cerpen inspiratif nasehat penjual es keliling).

Bukankah hal itu menjadi lebih baik juga bahagia dibandingkan anda saling menyakiti … ? Manusia lahir, hidup, lalu mati adalah karena mengalami masa – masa itu, berceceran jejak – jejak mimpi kadang sangat mudah patah tumbuh, lalu hilang berganti. Kehidupan nyata tidaklah sama dengan fantasi. Hidup terkadang tidak harus sesempurna seperti orang lain, karena belum tentu bisa dinikmati sebagai ‘a dream come true’. Anda dapat membayangkan bahwa fantasi kebahagiaan diri sendiri bisa sama dengan orang lain bahkan pada tempat lain.

Semoga kita mampu mendapatkan pendamping sholeh atau sholehah, serta bersedia menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah. Aamiin ya Rabbal’alamiin ………. jam di tanganku menunjukkan pukul enam sore hari, tak jauh dari rumah panggung ini terdapat surau kecil dimana sekelompok nelayan tradisional berkumpul untuk sholat fardhu 5 waktu. Aku pun bersiap – siap untuk ikut (anda pasti suka cerpen cinta sedih romantis seperti itu ku mencintamu sampai mati).

********************

Satu minggu berlalu di Pantai Masalembu.

Aku mulai berani menilai. Hidup dalam keluarga kecil nelayan tua ini seperti tak pernah ada kekurangan. Kedua orang tua Ayu suka bekerja keras juga pintar berhemat, mereka selalu berbagi cerita tentang hal sama berulang – ulang kali setiap kami bersantap malam di teras depan rumah asri sederhana.

Tak ada perubahan lain, sejak kedatanganku ke sini satu minggu lalu, kehangatan di rumah ini tercipta karena sikap Ayu, meskipun kadang – kadang terselip kegelisahan pada kedua mata lembutnya, seperti terlalu terbiasa berlari – lari dikejar rasa cemas karena tak punya apa – apa atau siapa ? Hampir lupa lalu berhenti melihat sinar matahari, lupa tersenyum sambil meresapi kehangatannya menimpa kesempurnaan kulit putihnya.

Aku berpikir, aku tidak bisa menikmati waktu bersama mereka terlalu lama dalam keluarga sederhana ini. Merasa berbeda, orang lain mungkin memandang berbinar pada saya serta profesi sedang ku tekuni sebagai seorang fotografer pada sebuah majalah terkenal di kota Jakarta, berpikir berulang kali bahwa diriku pasti berhasil meraih cita – cita di sana lalu akan menghabiskan sisa waktuku untuk berkunjung ke tempat – tempat menarik terpencil sekalipun sebagai seorang turis sambil berusaha ingin slalu mengetahui tentang mereka ? Seperti keluarga adalah selalu menjadi terdepan dalam mencari kekurangan. Mereka meyakini, hal ini bagus supaya diriku benar – benar bisa menikmati juga mampu berusaha menjadi manusia terbaik.

Ku baca ulang karirku, meski kadang – kadang ku tinggalkan untuk sementara waktu karena berbagai alasan, cuti ke tempat – tempat sunyi lalu berkarya dengan puluhan tulisan serta foto – foto terbaik telah berhasil dimuat. Setiap kali masuk koran, majalah atau televisi, beberapa kali mendapat kesempatan untuk diajak kolaborasi dengan sekelompok seniman lainnya, hatiku selalu merasa kagum dengan dedikasi mereka. Namun, hal ini jarang ku ceritakan kepada orang baru di sekitarku ………. karena jika setiap kali anda menceritakan kebanggaan anda pada mereka, pertanyaan pertama mereka adalah : apakah akan dibayar dan anda tidak mudah untuk mengerti ?.

Sejak bisa mandiri secara finansial setelah lulus kuliah di kota Singapura, diriku lebih suka menghabiskan waktu luang dengan berlibur keluar negeri. Mencari lalu berkenalan dengan orang – orang baru, adalah tempat hidup dalam fantasi saya. Selama mungkin akan saya geluti dunia berbeda mereka, hingga suatu hari nanti tiba waktunya bagi saya untuk kembali pada kenyataan. Pulang ke rumah dengan gairah setinggi langit atau hanya bisa menyimpan kenangan lalu menemukan jejak mimpi lalu mulai menghitung ulang hari demi hari untuk bisa meraih sukses berulang kali.

********************

Hamparan pasir putih di kaki bukit Masalembu, memanjang membentuk siluet eksotik dengan deburan ombak setiap detik memecah kesunyian alam di kampung nelayan tradisional Pulau Madura ini. Berjajar beberapa penginapan dan tempat makan sederhana, tapi kondisinya tidak seramai pantai Kuta, Bali. Sengaja ku ambil cuti panjang sebelum liburan Lebaran datang. Karena diriku ingin menikmati masa liburan singkat dalam suasana sepi penuh kedamaian pada alam bebas.

Seperti pagi hari kemarin, buru – buru diriku bangun untuk bisa menikmati kicau burung camar dari lautan lepas serta beberapa jenis ikan terbang muncul secara tiba – tiba diatasnya, aku tau, mereka tak akan pernah cerewet bertanya tentang kabar manusia tinggal pada pinggir pantai namun kadang – kadang suka usil mengambil pose terbaik dari mereka seperti ku lakukan saat ini. Saya melihat beberapa anak nelayan sedang berenang tanpa pelampung hanya mengenakan selembar celana dalam saja, belajar pasrah agar kuat untuk melawan ombak menghadangnya berkali – kali, lalu kembali mengayuh kedua tangan – tangan kokoh mereka diantara jeda gelombang besar seperti terjadi dalam sebuah kehidupan nyata. Tiba – tiba kedua mata ku melihat seekor penyu raksasa melintas pelan dipinggir pantai, berusaha berenang melayang – layang di permukaan samudra seakan – akan tak pernah kehabisan tenaga. Lima menit berlalu dalam diam, sinar matahari masuk ke permukaan air laut, bak pisau – pisau tajam memecahnya sehingga tercipta cahaya menarik cukup indah untuk diabadikan dengan tustel kesayanganku.

“Faris, apakah kamu sudah siap ? Hari ini kita jalan – jalan ke warung makan langganan keluargaku untuk sarapan pagi. Di sana tersedia menu Eropa favoritmu, pastilah akan membuatmu senang ? “Ayu berteriak lembut dari teras rumah membuyarkan lamunanku di kamar tidur. Ia tampak sangat anggun layaknya gadis – gadis kota, memakai baju santai berupa celana panjang blue jeans berkaos putih bergambar tanda cinta ‘I Luv You !’ dengan topi bundar berwarna putih menutupi kepalanya dengan rambut ikal hitam sepunggung dikepang dua, semakin menarik dengan polesan lipstik berwarna merah muda menghiasi bibir mungilnya.

Pagi itu kami berdua naik sepeda tua milik Bapak Pranggulung yang menuntun kami menuju ke warung makan Galanga. Ketika sampai di depan warung makan, ku lihat bagian depannya begitu sederhana, hati ini langsung tersangkut. Di sekitarnya ada taman bunga, beberapa batang tanaman hias merambat seperti bunga markisa merah, kuning, oranye, dan putih menaungi petak parkiran sepeda juga mobil hendak makan di sini. Saung – saung lesehan dari tiang bambu dan atap rumbia hanya dipisahkan oleh jalan – jalan setapak dipagari oleh bongkah batu – batu sungai alami. Masing – masing sisi serta sudutnya penuh daun palem, puring, hanjuang, juga pisang – pisangan yang tumbuh rindang membuat para pengunjung tidak merasa kegerahan. Di bagian belakang warung terdapat ladang cukup luas berupa tanaman cabe rawit serta rempah – rempah seperti jahe, temulawak juga lengkuas. Tak jauh dari ladang terdapat kebun buah – buahan berupa pohon pepaya, mangga, jambu, duwet dan alpukat.

Sekilas pandang, warung makan tradisional ini menyerupai rumah makan tradisional seperti banyak terdapat di pulau Bali. Seorang pelayan perempuan menuju ke arah kami duduk. Dialah pemilik warung makan bergaya natural dengan teras lebar dibawah. Ada beberapa pasang meja dan kursi dari kayu, pada masing – masing meja makan dihiasi oleh vas bunga berupa bunga anggrek ditambah daun asparagus dipetik dari taman. Dari pojok ruangan terdengar lembut alunan musik Andalusia. Ku lihat disekitar rumah makan ini banyak ditanam pohon kelapa muda,  tak jauh dari sini terdapat perkampungan nelayan dengan suasana pedesaan nyaman juga bersih, ah ………. seperti cerita sepasang kekasih dalam cuplikan novel – novel roman sedang ku baca.

Kami memesan salad, burger tempe, ikan bakar, jus mangga juga kopi hitam pahit. Salad datang terlebih dahulu. Ada sobekan selada, zucchini, terung ungu, tomat, ditambah buah zaitun segar. Ditabur parutan keju feta, lalu disiram saus lemon pedas dicampur dengan olive oil. Rasanya asam – asam lembut, bercampur manis dalam aroma harum dari daun basil. Suapan pertama … saya terpaku ! Rasanya seperti racikan koki profesional dari resto – resto mewah di Eropa. Sangat lezat. Ku hirup napas dalam – dalam seperti seorang anak kecil tak bisa berenang hampir saja tenggelam. Waktu serasa berhenti berputar.

Burger tempe serta ikan panggang selanjutnya datang. Roti burger ukuran jumbo dibalur saus mayonnaise buatan sendiri sementara irisan ikan panggang barracuda semakin terasa mantap gurih disiram dengan saos kental pedas terdiri dari campuran santan kunyit dengan rempah – rempah lainnya. Ada semangkok ubi oranye dipanggang dengan cara tradsional sebagai pengganti kentang goreng. Rasanya sangat harum. Semua disajikan unik diatas piring tradisional berlapis daun pisang. Terlalu indah untuk dinikmati dari kualitas bentuk dan rasanya, jika dibandingkan harganya. Kami pun makan dengan lahap lalu diakhiri dengan mencicipi semangkok es krim buatan mereka ( ada tiga rasa ditawarkan, rasa sirsak, durian serta cokelat ), kami memilih salah satu diantaranya.

Demikianlah acara sarapan pagi sederhana kami, usai itu, saya menutup kedua mata ini sambil bernapas dalam – dalam ……….

********************

Burung – burung di atas langit itu ibarat barisan ombak terus berdatangan dan dalam pendengaran kami seperti nyanyian anak – anak nelayan di pinggir pantai sedang bermain air yang lembut membelai tubuh mereka ………. Beribu angan – angan menggantung, s’lalu  menghampiri pikiranku paling tersembunyi … Lalu perasaan halus itu terus mengusik dan membangunkan jiwaku yang sebentar lagi melayang ………. Kutanya berulang  –  ulang kali,  diriku  : benarkah ‘kendaraan perpisahan’ itu akan segera menghampiriku ?! Akankah kuucapkan kata – kata terakhir, kepada setiap orang kucintai di sini, sebelum kepergianku yang sangat jauh melintasi lautan maha luas ?

Ibuku, Gilingwesi ….. Bapakku, Pranggulang ….. saudara – saudaraku, saudariku terkasih, Ayu Tunjung Sekar, rumah panggung ini dan taman bunga yang setia menemani hari – hari indahku setiap sore ……….

Seuntai senyum sekelompok nelayan di Masalembu, kenalan – kenalanku yang lainnya, kamar tidur, jendela dan sepasang meja dan kursi tua ……….
Jalanan setapak penuh rumput hijau ….. masjid … anak – anak kecil yang senang berlarian di atas hamparan pasir putih

Detik – detik bahagia ini … adalah masa – masa sedih, penuh kesunyian dan perjuangan singkat yang harus aku menangkan …..

Akankah kutinggalkan begitu saja, yang akan terus menghantui dan mengajakku untuk kembali sekali lagi menikmati pesona keindahannya …

Bertemu semua orang – orang tercinta yang hidup penuh kesederhanaan di dalamnya
Siapakah yang akan kuberi pelukan penuh kasih ini sebagai salam perpisahan ? Siapakah yang harus kulupakan pun hanya sekedar menitip sebuah sapaan salam ?
Karena kekhawatiranku, punyakah aku cukup waktu guna menyampaikan salam ini kepada mereka di masa lampau yang pernah menemani hari – hariku dan mungkin memberi kesempatan untuk aku mampu mencintai ?

Siapa bisa memaafkanku ?
Pula, siapa akan merasa kehilangan ?
Bahkan, siapakah yang aku merasakan lebih kehilangan ‘dia’ dibandingkan ia merasakan kehilangan ?

Ayu !? Itulah jawaban hatiku. Canda tawa kami, manakah paling membekas dan akan teringat s’lalu dibenakku ?
Wajah itu, manakah yang terbesar mampu mempengaruhi raut wajahku ?
Berapakah luasnya lautan akan menutupinya, harus bisa menghibur kedua mataku untuk tidak mengucurkan tangis ?
Bagaimana diriku akan mampu bersabar bertahan setelah melampaui masa paling sulit ini, sendiri ?

Ya Tuhanku … betapa ku menyadari kerapuhan hati sebagai seorang manusia
Saat mengetahui pribadi – pribadi ini akan pergi bersama roh terkasih bersih nan suci …

**********

Pagi ini sibuk ku kemasi semua barang – barang, beberapa stel pakaian, buku – buku favoritku, tustel, juga laptop kesayangan ke dalam tas backpacker besar berwarna hitam. Selesai sudah perjalanan akhirku berlibur di Pantai Masalembu.

“Nak Faris, kemarilah segera, ikutlah bersama kami untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke kota menuju bandara bersama Ayu serta seorang teman Bapak yang akan menyopir mobil sewaan kami mengantar Nak Faris ke sana ? “.

Ini adalah saat terakhir kami makan bersama – sama, lesehan dibawah serumpun pohon kelapa hijau sedang berbuah lebat, Bapak Pranggulang menggelar selembar tikar dari daun kelapa dianyam unik rapi menyerupai permadani mahal di kota – kota besar, diatasnya tertata rapi masakan sederhana hasil olahan tangan Ibu Gilingwesi, ada sebakul nasi putih masih panas, sepiring ikan kakap goreng, semangkok sambal belut lada hijau, sepiring sambal terasi pedas, sebakul lalapan segar, sepiring tahu dan tempe goreng, beberapa gelas teh manis, beberapa butir jeruk mandarin juga sepiring buah pepaya segar. Tampak sangat sederhana, berbeda sekali dengan sarapan pagi kami dirumah. Tetapi diriku bisa menikmatinya dengan sangat lahap bersama keluarga nelayan kecil sangat baik hati ini.

**********

“Aku punya sesuatu untuk kamu, Ayu ? “.

“Hmmmmmmmmmmmmmm, apakah itu ? “penuh antusias mata Ayu menatap lembut kedua mata lelahku akibat menahan keharuan karena perpisahan panjang ini. Ku raih tangan kiri putih lembutnya, menggenggam erat penuh rasa khawatir akan perasaan hati ini menjelang perpisahan kami ( kami sedang berada dalam mobil dikemudikan oleh seorang teman akrab Bapak Pranggulang, mobil tua tersebut berjalan pelan menuju ke kota, bandar udara Trunojoyo ).

“Pakailah ini ? “Sebuah cincin dari emas putih bertahtakan sebutir berlian, sangat indah dan begitu menarik disematkan pada jari manis gadis ayu dari Pulau Madura. “Terimakasih, Faris ! “. Kedua mata indah Ayu sempat menghipnotisku ketika pandang pertama, dulu, tiba – tiba mengerjap – ngerjap lalu berlinangkan air mata, diriku tidak bisa berbuat apa – apa, kuambil selembar tisu dari kantong tas, lalu kuhapus dengan lembut berharap sekali dia bisa tersenyum memberikan perasaan kebahagiaan karena bersedia mengantar kepergianku untuk kembali ke kota Singapura.

“Tahun depan diriku pasti akan kembali ! “.

Dengan berat hati ku lambaikan tangan dari tangga terakhir menuju ke pesawat kepada Ayu yang masih berdiri mematung di teras bandara dengan tatapan kedua matanya penuh harapan bahwa suatu hari nanti diriku pasti mengunjungi rumah panggung sederhananya tetapi sangat menarik untuk ku singgahi dan melewatkan liburanku di sana.

**********

Setahun berlalu setelah kejadian itu. Di depan rumah panggung milik keluarga nelayan Pranggulung dipinggir Pantai Masalembu, seorang petugas kantor pos dari kota membawa kabar berita bagus untuk Ayu Tunjung Sekar dari seorang turis asal Singapura berupa selembar kartu pos bergambar bunga mawar peach menyimbolkan penghargaan, rasa terima kasih sekaligus melambangkan kesopanan. Secepat kilat, Ayu mengetahui bahwa foto diatas kartu pos bergambar tersebut adalah hasil maha karya dari seorang fotografer profesional, sangat eksotik, menarik hati siapa yang memandangnya.

“Saying, I miss you will be heart pharmaceutical for some time ………. “

Hanya itu !!!!!!!!!!

Setiap anak perempuan bila telah menginjak usia remaja pastilah pernah merasakan kerinduan maha dahsyat kepada seorang laki – laki pujaan hatinya. Orang paling spesial dan pernah dekat disaat jarak memisahkan yang kadang – kadang memicu perasaan itu muncul semakin kuat apalagi dibarengi dengan adanya momen – momen tertentu yang mampu mendamaikan hati.

Terkadang sebait puisi rindu atau seuntai kidung cinta dilantunkan oleh burung – burung laut di waktu pagi hari adalah media untuk mewakili perasaan seseorang ingin berjumpa dengan tautan hati namun terhalang oleh jarak dan waktu.

Ayu Tunjung Sekar dengan sabar hati menunggu kabar selanjutnya dari Faris, pada bagian bawah pojok kanan dari kartu pos bergambar setangkai bunga mawar peach ini tertulis tangan sangat rapi bertinta merah, Keukonhof.

Dibagikan

Penulis :

You may also like