Si Jalang

cerita pendek selingkuh saduran

Si jalang adalah cerita pendek selingkuh saduran dari cerita berjudul The Bitch karya Roderick Wilkinson yang berkisah tentang harta, kesetiaan dan cinta. Cukup menarik untuk dibaca. Simak pada cerpen terjemahan berikut :

Cerita Pendek Selingkuh Saduran – Si Jalang

Mulutnya yang indah dan bergincu sedikit terbuka seraya mata birunya yang menatap – semua kekagetan ini terjadi setelah dia membuka pintu.

Lalu semuanya menghilang dan dia menjadi Myra Langtry lagi, tenang dan cantik. Simpanan dari suami wanita yang berdiri di pintu masuk.

Norma Cheril menunjukkan posisinya sambil tersenyum. “Halo, Nona Langtry. Bolehkah saya masuk ? Saya Nyonya Cherril.”

“Tentu saja,” Dia menunjukkan jalan menuju jalan masuk yang lebar, ruang santai terbuka.

Nyonya Cherril adalah wanita berusia lima puluh enam tahun. Dia ramping, tinggi dengan gaya yang mengeankan, setelan berwarna beige yang dia kenakan terlihat pas dengan topi berwarna merah. Dia terlihat amat tenang sembari menatap keluar jendela yang seluas dinding. Dia dapat melihat cakrawala dan sungai yang berkelok. “Bolehkah saya duduk?”

Myra melongo. Ekspresi terhibur entah mengapa juga tertegun karena kelancangan wanita yang telah ia bahas, debatkan, bayangkan, kutuk, dan kasihani selama setahun terakhir. Apakah Anda mau secangki kopi? Kunjungan apa ini?

“Tidak, terima kasih. Dia membuka tasnya yang berwarna putih dan mengambil sekotak rokok. “Kamu tidak menyembunyikan suamiku di bawah kasur atau di dalam lemari kan, Nn. Langtry ?

“Saya tidak menyembunyikannya di bawah Kasur Ny. Cherril. Di mana Anda biasa menyimpannya ?

“Awalnya di tempatnya, Myra”

Seperti di sini? Perempuan yang lebih muda terlihat sedikit seperti singa betina karena celana ketatnya. “Sekarang beritahu aku mengapa kau ke sini, Norma. Aku agak sibuk.”

“Tentu saja  Norma melihat-lihat karpet putih dan perabotan elegan yang terbuat dari kayu cendana. “Kau sudah sibuk lama sebelum bertemu suamiku. Sebuah kamar untuk tidur-duduk di Collingwood, kan? Dia mendesah. “Itu kan pengalaman untukmu!” Dia membakar rokok. “Myra, Aku ke sini untuk mengatakan Ralph ingin meninggalkanmu.”

Myra melongo. Dia tertawa. “Ingin–? Bagaimana kau tahu?

Norma melihat-lihat. “Apakah ada asbak? Aku tak mau mengotori ruangan di rumah mewah ini.”

Myra memberikan asbak yang terbuat dari batu giok tiruan. “Katakan saja kalau kau butuh tempolong.”

“Seperti yang aku katakan Myra, Ralph ingin menyingkirkanmu. Dia belum menyadarinya, namun itu akan terjadi mala mini. Kukira kaulah orang pertama yang harus tau. Kau tahu—“ (dia menatap ke perempuan yang lebih muda dari tempat dia berdiri) “—Aku sudah memutuskan bercerai kalua dia mau.”

“Benarkah?”

“Dia piker dia menginginkan hal itu. Seperti yang sama-sama kita tahu, Ralph sedang menghadapi menopause lelaku.  – orang-orang menyebutnya” krisis paruh-baya”. Salah satu gejalanya adalah menjalin hubungan gelap – dengan orang sepertimu. Lalu setelah beberapa bulan bertindak mesum, mereka berpikir untuk berganti pasangan secara permanen.”

“Langsung saja ke intinya”

Norma berdesah. “Baiklah, Ralph mau bercerai.”

“Kau menolak bercerai selama berbulan-bulan”

“Betul. Sekarang aku berubah pikiran. Kita bias bercerai kapanpun, dan akan kusampaikan mala mini.”

Myra pergi ke sebuah bar minuman keras mewah. “Saya rasa saya ingin mabuk. Anda membuat saya bingung. Mau ikut minum?”

“Tidak, terima kasih. Seperti yang saya katakan, saya ingin meminta cerai. Namun saya ragu bila dia akan menerimanya.”

“Oh? Mengapa?”

“Karena dia akan jatuh miskin.”

Myra berhenti sambil  menggenggam botol gin ditangannya. “Jatuh miskin?”

“Ya, anda tahu, Ralph tidak punya apa-apa. Apa dia tidak bilang pada anda?”

“Tidak punya apapun?” Dia tertawa . “Dia wakil presiden–“

“ Perusahaan Cherril sebenarnya adalah milik keluarga. Ralph hamper tidak mempunyai saham. Dia ada di posisi atas, tentu sajam tapi itu hanya karena aku membiarkan dia di posisi itu. Aku tidak menyangkal kalua dia adalah pebisnis yang cukup handal. Dia memulai dari bawah, sayangku, tapi yang tak kusangkal dia memberitahumu kalua dia tak punya uang. Dia menikahiku demi uang—“

“Apa lagi!”

“—sedangkan dia tidur denganmu karena kau adalah wanita jalang. Dan kupikir dia tahu dia tak dapat memiliki keduanya, Rumah kami berada di bawah namaku, begitu pula seluruh properti. Aku yang membayar seluruh tagihan, anehnya termasuk (dia melihat perabot dari Denmark) rumah bordil ini”

Myra mengaduk Martininya yang kering. “Apa sih yang ingin kau katakana?”

“Begini saja. Aku akan menceraikannya jika kau meninggalkannya hanya dengan pakaian yang dia kenakan, karana hanya itulah yang dia miliki.”

“Saat kau selesai dengannya?

“Betul.”

Myra duduk di salah satu kursi dan meneguk minumannya. “Kau betul-betul wanita jalang”

“Iya, kau dapat sebut begitu. Tapi tak masalah. Untungnya aku tidak harus mempedulikan pendapatmu dalam satu atau lain hal. Atau bahkan pendapat Ralph. Aku telah mengenalmu selama setahun ini. Dan tentu aku mengenal Ralph selama aku menikahinya.”

Norma bangun dari kursi. “Kukira kau harus mengerti situasinya. Dia milikmu. Dia berumur lima puluh satu tahun. Dia kaya—untuk sekarang. Dia memintaku untuk bercerai dan aku menolak. Aku ingin melihat apakah kau berani lanjut menjadi simpanannya sampai aku mati nanti. Dan kau tak ingin. Kau mau keamanan, Myra—dengan mudah. Kamu ingin mencurinya dari orang lain. Baiklah—tapi aku hanya ingin kau tahu apa yang kau curi. Suamiku, jika kau ingin mengambilnya, kau mengambilnya tanpa sepeser dollarpun—jika aku berhasil—juga tana pekerjaan.” Dia tersenyum kepada wanita lebih muda yang tengah duduk. “Secara tak sengaja, pinggangnya sakit data musim dingin.”

Myra bangun dari tempat duduknya. “Jika kita laki-laki, akan kupatahkan lehermu.”

“Menurutku kau akan mencobanya. Nyatanya, kau lebih ahli dalam “mematahkan” pernikahan.”

Myra pergi ke bar minuman keras, mengganti gelasnya dan menoleh.

“Kau akan berpura-pura, tentu saja kau pernah mencintainya.”

“Tak harus begitu. Aku tak harus berpura-oura, meminta maaf, menjelaskan atau memprotes apapun. Ini bukan urusanmu. Yang harus kau perhatikan adalah dirimu sendiri karena kau akan mendapatkan Ralph tanpa apapun. Sama seperti saat aku menikahinya. Ralph Cherril—tak punya apapun. Norma pergi ke pintu. “Bicaralah dengannya Myra. “Aku dengan senang hati akan mendengarkanmu.” Dia membuka pintu. “Aku akan pergi—kalian bias membicarakannya. “Dia keluar.

Myra termangu, satu tangan ada di meja, wajah ovalnya pucat. Di belakangnya secara perlahan sebuah ruangan terbuka dan Ralph Cherril berdiri dengan satu tangan bersender ke kusen pintu. Suaranya berat, kasar “Kau dengar kata perempuan itu, ‘bicaralah dengan Ralph, Myra’.”

Dia tidak melihat Ralph tapi berjalan menuju jendela besar dan melihat cakrawala di kota. “Dia benar-benar wanita jalang.”

Cherril pria besar, kekar dengan pundak lebar dan tangan yang besar. Rambutnya yang keabu-abuan tertata rapi membuat lehernya yang lebar tidak mencolok. Dia terlihat tampan secara berotot dan kuat.

Dia bilang “Kau harus beritahu aku kalau kau mempercayainya.”

Dia terus menatap ke luar jendela. Suaranya terdengar jauh. “Aku tak harus mempercayai apapun, Ralph.”

Dia muncul di belakang Myra dan menaruh tangannya di pinggang Myra. Suaranya lebih halus. “Maksudmu tak masalah dia jujur atau bohong?”

“Maksudku, aku tak harus bertindak apapun. Dia istrimu. Aku ya aku. Kamu ya kamu.” Myra tertawa kecil lalu menoleh pada Ralph.

“Apa-apaan ini, Ralph? Istrimu masuk ke rumah ini, memanggilku dengan nama-nama kotor, mengatakan kalau aku bias memilikimu, dan bilang kau tak akan mempunyai sepeserpun.” Dia tertawa lebih keras. “Aku baru sekali melihatnya! Orang asing. Lalu dia bilang kau tak akan punya uang jajan jika aku menikahimu. Kau akan menjadi bocah miskin.”

Cherril terlihat sedikit marah lalu menuju bar minuman keras.

“Mungkin kunjungan Norma memberikanmu kesempatan untuk berpikir dua kali tentang hubungan kita.” Dia berhenti dengan botol whisky lalu menatap Myra.

“Betul, kan?

“Tentu saja! Perempuan ity—“

“Myra, dengarkan—“

“Tidak, kau yang dengar, Ralph. Perempuan itu datang ke sini dan memberi tahuku bahwa dia adalah bankermu dan kau bekerja karena uangnya dan jika kita menikah yang akan kau bawa hanyalah korek api jika tak tertuliskan namanya di korekmu. Aku selalu bilang kalua aku tak peduli apapun yang dibawa seorang pria jika dia menikahiku, jika aku mencintainya. Dia bias membawa accordion atau ulkus duodenum milik kakaknya yang bertangan satu atau bahkan gigi palsunya. Apapun. Itu yang selalu kupikirkan.” Dia mulai berjalan dengan marah. “Namun aku baru menemukan sesuatu hari inikalu kau atau wanita lain tidak boleh membawa sesuatu ke pernikahan kita—seorang istri!

“Myra, jangan bicara begitu!

“Bicara seperti apa? Perempuan yang ingin kau nikahi?

“Kau mempercainya?”

“Tentu saja aku percaya. Aku mempercayai seluruh kata-katanya.Dia akan mencabut seluruh bulumunsebelum kalian bercerai.”

Ralph menuangkan whisky lalu menjatuhkan botol di atas meja. “Dia berbohong”

“Aku tak peduli apakah dia berbohong atau tidak. Tak ada wanita yang memberikanku suaminya. Jangan ceraikan dia. Dia ingin menjualmu. Untuk harga yang tak sepantasnya.

“Jangan sembarangan. Norma hanya menggertak”

“Benarkah?”

“Biaklah.”Cherril mengambil gelasnya secara perlahan lalu menuju ke arah jendela, suaranya mengecil. “Andaikan dia berkata jujur. Hanya berandai-andai. Aku akan jatuh misikin—tanpa pekerjaan, uang, apapun. Maukah kau menkahiku? Kamu telah memberitahuku selama berbulan-bulan kalua kau ingin menikah.” Suaranya terdengar pelan nan bengis. “Pernikahan denganku? Wkil presiden kaya-raya. Atau hanya aku Ralph Cherril. Miskin. Tanpa apapun, Beritahu aku sekarang, Myra? Kau terus membicarakan ini kan? Kau akan menikahiku walau aku hanya pengangguran.

Myra menatapnya. Lalu dia pergi ke meja telpon, mengangkatnya, lalu menaruhnya di meja kecil di depan Ralph.

“Telpon dia”

“Siapa?”

“Norma.”

“Dia tidak ada di rumah.”

“Tinggalkan dia pesan”

“Lalu apa?”

“Beri tahu dia kalau kau ada di sini saat dia menelpon. Lalu mintalah bercerai.

Ralph menatap. “Lewat telpon ?”

“Iya. Di sini.”

“Myra, dengarkan—“

“Telpon dia sekarang.” Mata Myra berbinar.

“Itu bukan sebuah keputusan—“

“Aku memberikanmu kesempatan terakhir, Ralph. Telpon Norma. Katakan bahwa perceraian bisa dilanjutkan.”

Ralph mempelototinya, melihat gelas whisky, meminumnya, dan memecahkan gelas pada meja sebelum terjatuh. Sia bangkit dan mengenakan jaketnya. “Kau mempercayainya, kan?”

Myra menatap ke luar jendela. Suaranya datar. “Selamat tinggal, Ralph.”

Dia merapikan dasinya. “Kau tidak bisa menikahi orang yang tidak memiliki apapun.”

“Selamat tinggal, Ralph.”

Dia berjalan menuju pintu dengan marah dan keluar.

Cherril berjalan keluar menuju lift ke pintu masuk dan keluar melalui pintu ganda gedung apartemen. Saat dia keluar dia melihat supir mobil Rolls hitam baru saja membuka pintu. Dia menatap, menggigit bibir sedikit ragu. Lalu dia mendekati mobil itu. Si supir menutup pintu secara perlahan.

Norma duduk di belakang. Dia membuka bungkus rokoknya.

“Kau kenapa?”

Dia mempelototinya dengan amarah. “Dasar—Wanita jalang!”

Norma membakar rokoknya saat mobil Rollsnya berjalan. Dia menghisap lalu menghembuskan asap rokoknya perlaham “Itu kali kedua aku dipanggil seperti itu hari ini. Aku mulai berpikir bahwa itu benar.”


Terima kasih telah membaca cerita pendek selingkuh saduran The Bitch atau si jalang. Semoga cerpen perselingkuhan terjemahan diatas dapat menghibur dan memberi inspirasi bagi sobat penulis pemula untuk menulis karya yang lebih baik. Salam sukses.

Dibagikan

Artikel terkait