Si Jenius

cerita pendek motivasi anak

Si Jenius adalah cerita pendek motivasi untuk anak tentang seorang pemuda yang menikah muda lalu bekerja keras mengembangkan usaha hingga akhirnya meraih sukses menjadi tumpuan orang tuanya. Bagaimana kisahnya ? simak pada cerpen berikut.

Cerita Pendek Motivasi Anak – Si Jenius

Pak Darmawan memiliki 5 orang putra-putri. Pada suatu hari Ia bertanya pada putra sulungnya, “Antoni, kamu mau jadi apa nak ?”.  Antoni menjawab, “mau jadi polisi Pak”. Pak Darmawan bahagia mendengarnya. Tahun berikutnya pak Darmawan bertanya pula pada anaknya yang kedua, “Susan, kamu mau jadi apa nak ?”. Susan menjawab”mau jadi  dokter Pak”. Dan Pak Darmawanpun sangat bahagia mendengarnya. Tahun berikutnya Pak Darmawan bertanya pula pada anaknya yang ketiga,”Rama, kamu mau jadi apa nak ?” lalu Rama pun menjawab “mau jadi pilot Pak”. Pak Darmawan juga bahagia mendengar jawaban itu. Tahun berikutnya tiba  giliran anak ke empat yang ditanya “Jenius, kamu mau jadi apa nak ?” Jenius menjawab “saya mau jadi bapak Pak”.  “Maksudmu, kamu ingin jadi dosen ?”.”Tidak Pak, saya mau jadi  bapak -bapak” “Haa !?” Pak Darmawan sangat terkejut dan sangat kecewa mendengar jawaban Jenius tersebut. Tetapi ia juga tidak mau mengekang anaknya itu.

Beberapa tahun kemudian ketika Antoni, Sutan dan Rama masih menempuh pendidikan yang mereka inginkan, ternyata si Jenius benar-benar menikah di usia muda dengan gadis pilihannya. Karena sangat kecewa dan marah, Pak Darmawan mengusirnya dari rumah lalu mereka tinggal di rumah kontrakan. Tapi Jenius tidak marah, dalam hatinya berkata “Maafkan aku Pak, suatu hari nanti bapak akan tau mengapa aku melakukan ini”. Sejak saat itu setiap kali orang bertanya pada Pak Darmawan “Pak Darma, bukankah orang yang tinggal di dekat jembatan itu putra bapak ?”, Pak Darmawan selalu menjawab, “benar, ia anak saya yang paling bandel”

Jenius dan istrinya memulai hidup dari nol. Mereka membuka wirausaha tambal ban dan bisnis sampingan potong rambut.  Jenius membuat papan tulisan di depan rumah “Menerima tambal ban @ 5000” dan sebuah papan lagi dengan tulisan “Menerima pangkas rambut pria/wanita @6000 buka 24 jam”. Iya, Jenius menerima tambal ban sementara istrinya menerima pangkas rambut karena hanya itulah yang mereka bisa.

Quotes motivasi : Dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan

Sehati dan sehidup semati, tetap berusaha sepenuh hati

Meski tidak sekolah di bidang itu dan hanya belajar dari internet namun hasil kerja mereka sangatlah bagus. Mereka bekerja sangat keras, teliti dan tidak mau menyerah. Mereka selalu berpikir, dimana ada kemauan disitu ada jalan.

Istri Jenius itu sangat bijak. Dia selalu bilang kalau suami istri harus sehati. Itu memang sulit, tetapi jika sehati maka tidak ada yang sulit. Ia juga bijak mengurus keuangan dan sangat menjauhi besar pasak daripada tiang. Hal itu membuat Jenius lebih bersemangat. Meskipun lambat, namun ilmu mereka semakin mantap dan terlihat kemajuan dalam usaha mereka.

Quotes : Menjadi sehati itu sulit tapi kalau sudah sehati tidak ada yang sulit

Setahun kemudian, Jenius menambah tulisan pada papan merek usahanya :

Menerima tambal ban  – ganti oli – ganti ban – setel pelek

Sementara istrinya menambahkan usahanya menjadi sebuah layanan salon lengkap :

Menerima pangkas rambut – reabonding – smoothing

Meskipun sudah mulai maju, Jenius dan istrinya tidak mau menaikkan tarif seperti kebiasaan orang. Saat baru mulai membuka usaha semua murah katanya untuk mencari pelanggan, setelah mulai maju semua jadi mahal berarti gak perlu pelanggan.

Kalau ada kemauan, belajar bisa darimana saja

Demikianlah Jenius dan istrinya terus belajar dari internet dan buku-buku hingga setahun kemudian Jenius menambahkan lagi papan tulisan menjadi “menerima tambal ban -ganti oli -ganti ban -setel pelek – servis motor dll“.  Sementara istrinya “menerima pangkas rambut -rebonding – smoothing – rias pengantin dll“.

Semakin  hari usaha mereka semakin maju, bukan hanya orang lewat dan sekitar situ saja yang datang, tetapi orang jauh juga mulai berdatangan sebab terkenal murah dan bagus. Sampai akhirnya mereka tidak lagi sanggup melayani pelanggan dan harus mempekerjakan beberapa orang serta mencari tempat lebih luas lagi. Jenius juga sudah membuka toko spare part motor sangat besar, bahkan setahun kemudian mereka dapat membangun toko spare part  motor dan salon kecantikan cabang di kota lain. Hingga pada akhirnya mereka menjadi orang kaya raya di usia muda dan terkenal.

Pada suatu hari istri Jenius bertanya “Mas, sudah lama aku ingin menanyakan ini padamu. Jika kamu sangat menyukai otomotif mengapa dulu kamu tidak kuliah ?”. Jenius menjawab “karena aku mengenal ayah, ibu, dan semua saudaraku. Kak Antoni anak paling dimanjakan ibu. Untuk bisa menjadi polisi ayah pasti akan mengandalkan uang dan itu pasti dalam jumlah yang banyak. Kak Susan anak perempuan satu-satunya. Ia ingin jadi dokter tetapi IQ nya lemah karena semasa kecil ia sering terkena step (panas tinggi). Bukankah untuk bisa menjadi dokter ayah juga mengandalkan uangnya. Lalu kak Rama yang paling dimanjakan ayah ingin jadi pilot, ayah juga pasti harus mengeluarkan uang banyak. Jika aku juga kuliah bagaimana dengan nasib adikku yang bungsu ? Jika harta sudah habis bagaimana dengan hari tua ayah dan ibuku ? Aku ingin kelak bisa membantu ayah. Mungkin suatu saat nanti ayah akan butuh bantuanku, bantuan kita. Tetapi mudah-mudahan saja aku keliru. Mudah-mudahan semua saudaraku bisa mencapai cita- citanya tanpa mengandalkan uang”.

Kalau mau sukses, menikahlah di usia muda

Lima tahun berlalu. Pak Darmawan benar-benar datang ke kediaman Jenius. Ternyata Jenius benar. Pak Darmawan terlilit hutang. Antoni 2 x tes polisi, gagal. Sekarang hanya bekerja sebagai satpam di sebuah perusahaan. Susan juga gagal untungnya masih bisa bekerja sebagai perawat biasa di rumah sakit. Rama juga gagal dan kini menjadi supir taxi. Rumah dan tanah sudah terjual. Hutang masih keliling pinggang. Si bungsu mau masuk kuliah otomotif.

Quotes kata bijak : Kalau mau jadi orang sukses, jangan tiru perilaku orang tidak sukses.

Jenius sangat senang ayahnya mau datang. Dia membantu melunasi hutang ayahnya serta membantu biaya kuliah adiknya yang ternyata sangat pintar. Semenjak saat itu setiap kali orang bertanya pada pak Darmawan, “Pak Darma, bukankah orang yang rumahnya seperti istana itu putra bapak ?”. Pak Darmawan pun dengan bangga menjawab “Benar, dia anak saya yang paling sukses.”

Quotes kata bijak : Orang tidak akan menilai seberapa keras perjuanganmu, tapi melihat seberapa besar keberhasilanmu.

Quotes kata bijak : Berterima kasihlah pada orang yang meremehkan


Terima kasih telah membaca cerita pendek motivasi anak. Semoga cerpen diatas bermanfaat dan menghibur hati sobat Bisfren semua. Tetaplah berfikir positif dan bersikap positif dalam menghadapi segala persoalan. Selalu semangat dan optimis menjadikan semua peristiwa sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk mencapai cita-cita dan impian. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Artikel terkait