Suatu Hari Ketika Hujan Turun Rintik – Rintik @ Cerita Romantis

jam gadang Bukittinggi, Sumatera Barat

Sebuah cerita cinta dibalut dengan keindahan kota Bukittinggi, Sumatera Barat, ketika semua keraguan juga penantian akhirnya terjawab dalam untaian kata singkat romantis. Bagaimana kisah cerita cinta karya Utami Nila ini ?. Silahkan simak pada cerita cinta berikut.

Cerita Cinta Suatu Hari Ketika Hujan Turun Rintik – Rintik

Liburan akhir tahun ini saya juga kedua orang tua berencana akan pulang kampung ke rumah nenek di Bukittinggi. Bukittinggi merupakan sebuah kota kecil sejuk terletak di Sumatera Barat adalah sebuah kota wisata cukup populer mancanegara. Rasanya tak lengkap ke Ranah Minang kalau belum menyempatkan diri untuk mengunjungi kota Bukittinggi.

Perjalanan liburan menyenangkan kami dimulai ketika kami telah tiba dikota ini, kami turun di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, selanjutnya kami menyewa taksi bandara untuk mengantar ke Bukittinggi dengan tarif lumayan murah, bertiga hanya dikenai biaya Rp. 222.000. Kalau memilih menyewa mobil travel, anda harus ke luar bandara terlebih dulu, disana tersedia salah satu travel cukup ternama menawarkan tarif sebesar Rp. 30.000 / orang.

********************

Apa ikon kota Bukittinggi ?

Paling populer disana adalah Jam Gadang. Saya bermaksud mengabadikan keindahannya tetapi susah sekali memotret Jam Gadang ini dari jarak jauh karena pada sekitarnya terdapat bangunan – bangunan tua peninggalan arsitektur turis Belanda dulu yang rata – rata sangat tinggi. Jam Gadang dibangun pada masa Belanda dengan atapnya yang unik seperti atap gereja – gereja tua mengkombinasikan arsitektur bangunan bergaya Belanda serta Jepang, namun paling banyak adalah model atap Bagonjong khas Minangkabau yang tetap dipertahankan yaitu berupa angka jam 4 ditulis dalam huruf romawi ‘IIII’.

Di depan Jam Gadang terdapat istana presiden bernama Istana Bung Hatta. Seperti diketahui bahwa Bung Hatta lahir serta menghabiskan masa kecilnya hingga bersekolah di Bukittinggi dan Padang.

Kawasan Jam Gadang merupakan daerah tertinggi di Bukittinggi, maka dari itu banyak dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara untuk melihat keelokan kota serta rumah penduduk terletak dilembah.

Senja di Masjid Jami Birugo, Bukittinggi.

Rumah nenek terletak dekat daerah Birugo yaitu pinggir Jalan Sudirman. Kawasan Birugo merupakan kompleks perkampungan Muslim, dimana – mana terdapat bangunan masjid menawan, paling populer adalah Masjid Jami Birugo.

Rumah penduduk pada tempat ini memiliki ciri khas tersendiri, berarsitektur rumah gadang seperti kawasan Birugo. Rumah gadang beratap seng serta berada diantara rumah modern. Seperti rumah nenek, dari kejauhan tampak berdiri sangat anggun mampu menyihir mata karena keapikan arsitekturnya. Bagian atapnya meruncing menyerupai tanduk kerbau, bersusun dengan ujung – ujung tajam terdiri dari 4 bagian dalam satu rumah. Dahulu kala, atap rumah gadang dibuat dari ijuk layaknya bangunan tradisional suku Indonesia lainnya. Tetapi seiring dengan kemajuan teknologi menyebabkan tampak semakin eksotik dan bersolek, meskipun atapnya terbuat dari seng.

Rumah adat khas orang Sumatera Barat dilengkapi dengan dinding – dinding yang sama menariknya dengan atap rumah. Dinding – dinding tersebut diukir unik seperti lukisan suku Asmat di Jayapura dengan menonjolkan warna – warna berani seperti merah, hijau, atau kadang – kadang oranye. Keseluruhan elemen pada sebuah bangunan rumah gadang membuat siapapun bila pertama kali berkunjung ke tempat ini akan takjub memandangnya.

Pada halaman rumah gadang terdapat taman sederhana bergaya taman rumah Jepang, ada kolam ikan ditengah – tengahnya, pada sisi kiri serta kanan tertata rapi bunga krisan dalam warna – warna menarik. Dibagian belakang rumah terdapat dua bangunan disebut dengan nama rangkiang. Bangunan ini merupakan tempat untuk menyimpan padi atau hasil kebun lainnya. Selain rangkiang, tak jauh dari rumah gadang, masih dalam satu halaman dengan bangunan utama, dibangun surau kecil, merupakan tempat semua anggota keluarga besar nenek melaksanakan kegiatan beribadah, pendidikan mengaji, juga pada hari – hari biasa lazim dijadikan tempat tidur bagi laki – laki keluarga kami bila belum berkeluarga.

Secara garis besar, rumah gadang dibangun dalam bentuk persegi empat. Badan rumah dibagi ke dalam dua bagian utama yaitu muka – belakang. Pada bagian depan, terdapat banyak ukiran ornament dengan motif – motif ringan umum seperti bunga – bunga hutan, akar pohon – pohon besar seperti beringin, daun tunjung atau teratai atau lain sebagainya. Adapun bagian luar belakang rumah gadang dilapisi dengan menggunakan bahan – bahan bambu dibelah dengan halus. Rumah cantik ini dibangun dengan menggunakan tiang – tiang panjang jua sangat kokoh. Badan utama rumah ditinggikan ke atas serta tidak mudah goyah karena guncangan bencana alam terhebat sekalipun. Rumah gadang mempunyai satu tangga utama terletak pada bagian depan rumah. Sementara itu, ruangan berfungsi sebagai dapur adalah dibangun terpisah, letaknya dibuat dibelakang rumah.

Seperti rumah – rumah adat lainnya, masing – masing bagian dari rumah gadang adalah dikenal banyak menyimpan makna filosofis erat hubungannya dengan budaya dan agama masyarakat setempat.

********************

Saya duduk merenung dalam taman belakang rumah nenek. Menyambut pagi dengan seuntai puisi indah adalah harapan ringan sangat nyaman dilewati seorang diri dibawah sebatang pohon jambu ditanam nenek setahun lalu, saat ini sedang berbuah sangat lebat. Seperti ada hal berbeda dengan setiap harinya saya melewati pagi hari di Jakarta, apa lagi bisa saya lakukan dengan orang – orang terkasih disekitar saya, sepertinya akan selalu ada semangat dalam mendorong serta menjalani hari demi hari, seperti diberi suntikan obat alami sejak awal hari tiba didepan rumah nenek yang asri serta akan terus memberi semangat sampai dipenghujung hari liburanku usai, apalagi ketika wajah ini menengadah ke langit biru, sekelompok burung Camar terbang lambat dengan membawa serta puisi cinta kepada sepasang kekasih berada dibawahnya, wah … rasanya seperti sedang menjalani hari – hari tanpa lelah, dimana apapun dikerjakan dalam satu hari itu adalah sangat dihargai dengan setulus hati, maka bibir akan selalu berusaha untuk tersenyum serta tak mengecewakan.

Saya membuka mailbox handphone terbaru pemberian kedua orangtua sebulan lalu, ada dua SMS cantik menari – nari didepan mata. Yang pertama adalah dari Bastian Tito, adalah kakak kelas satu tingkat diatas kelasku sementara kedua adalah SMS dari sahabat dekatku bernama Arkhan. Sempat bercakap – cakap sebentar lalu ku putuskan hubungan.

********************

Beberapa hari ini saya sedang menyukai kakak kelas, Bastian, dia lumayan tampan dengan kulit putihnya halus seperti seorang perempuan, pintar dalam segala hal termasuk melukis. Namun sebelumnya, saya menjalin hubungan dekat terhadap seorang sahabat yang satu kelas denganku, namanya Arkhan, meskipun wajahnya tidak setampan Bastian, saya tetap menyukainya juga selalu merasa aman juga nyaman berada didekatnya. Kebetulan kami memiliki zodiak sama yaitu Virgo, selalu rela berkorban demi orang – orang yang disukai dan ini benar – benar terjadi padaku.

Hari demi hari telah berlalu, saya dengan Arkhan tetap menjalin hubungan dekat tapi tidak ada perubahan sama sekali ke jenjang lebih serius, sedangkan dengan Kak Bastian, saya telah mengetahui bahwa diam – diam dia mulai jatuh hati kepada kakak kelas dikelas 13. Dia adalah anak baru di sekolah, sangat cantik seperti blasteran Indonesia – Jerman, namanya Fitria. Meskipun saya merasa tersisihkan sekaligus kekaguman ini terbuang sia – sia hanya untuk bisa melihat wajah tampan milik Kak Bastian setiap pagi hari saat kedua kaki melangkah dengan mantap menuju ke pintu gerbang sekolah, namun saya masih bisa menjalani hari – hari indah disekolah bersama Arkhan. Karena setahuku, cinta akan terasa indah jika dibayangkan saja tapi cinta akan terlalu buruk jika dijalani dengan orang yang salah.

Perkenalkan, namaku adalah Shania Napilus, teman – teman juga keluarga dirumah biasa memanggilku Nia, aku bersekolah disalah satu SMA negeri di Jakarta Pusat kelas 10, hobiku berenang, membaca, main gitar juga menggambar. Waktu luangku lebih banyak dilewatkan dengan bermain gitar, melantunkan tembang – tembang ringan khas gadis – gadis manis dan enerjik dari Korea.

********************

Liburan sekolah telah usai dua minggu lalu meninggalkan setumpuk kenangan manis dalam otakku bersama orang – orang terkasih, Ayah dan Bunda, nenek dan beberapa paman serta sepupu – sepupuku yang masih kecil.

Kami jalan – jalan ke rumah gadang mandeh rubiah. Mande Rubiah merupakan tokoh kharismatik dalam sejarah kepahlawanan suku Minangkabau, beliau dipanggil  sebagai Bundo Kanduang. Konon ceritanya, pada jaman dulu kala, Mande Rubiah terusir dari lingkungan Istana Paguruyung karena adanya konflik besar dalam kerajaan. Mande Rubiah melarikan diri lalu mengungsi ke daerah Lunang. Lunang adalah daerah terisolasi berlokasi di selatan wilayah Sumatera Barat. Lunang merupakan sebuah daerah kecil terletak di kecamatan Pancung Soal, kabupaten Pesisir Selatan. Konon ceritanya, dirumah gadang mande rubiah tersimpan beberapa butir telur burung garuda berukuran 60 cm merupakan peninggalan paling berharga dari zaman kerajaan Minangkabau.

Di sekitar objek wisata ini banyak berdiri rumah makan Minang khusus menyediakan  makanan spesifik yaitu masakan Minang serta Melayu, merupakan alasan utama untuk para pelancong mendirikan rumah makan ini meskipun keberadaannya masih sangat kurang terutama yang benar – benar menyediakan makanan spesifik Minang serta Melayu dibeberapa tempat di kota Medan dan sekitarnya. Kami memasuki salah satu rumah makan cukup terkenal berusia tua, rumah makan Minang Garuda, didirikan oleh pemiliknya pada tahun 1976 kemudian terus berkembang pesat hingga sekarang. Ada nasi lamak sarikayo, ketupat beras rendang ayam, gulai itik itiak lado mudo yang berasa sangat pedas dilidah, semangkok belut lado hijau, sepiring sate padang nan gurih, sepiring lupis ketan untuk sajian punutup yang ringan, es tebak dan masakan menarik lainnya.

Hari terakhir kami lewati dengan jalan – jalan ke kawasan wisata terkenal di Bukittinggi yaitu Pantai Pasir Jambak, terletak di km 14 dari pusat kota di jalan raya Padang – Bukittinggi. Pantai Pasir Jambak mempunyai area pantai yang sangat luas lagi bersih, memungkinkan para pengunjung leluasa untuk berlibur di dalamnya. Di Pantai Pasir Jambak tersedia banyak fasilitas wisata berupa pintu gerbang sangat besar serta unik, tempat parkir, panggung – panggung hiburan, warung makanan khas Nusantara, rumah – rumah makan Minangkabau, home – stay murah, aman dan nyaman, gazebo, dan penyewaan perahu. Sangat menarik dan cocok untuk turis asing guna menghabiskan waktu liburan mereka bersama pasangan atau keluarga.

********************

Hari ini adalah hari pertama saya melangkahkan kaki ke sekolah setelah liburan panjang cukup mengasyikkan di rumah nenek di desa.

Siang ini adalah waktu kami untuk keluar dari kelas. Kami berhamburan menuju ke parkiran, saya bertemu Kak Bastian, seperti biasanya dia adalah laki – laki ramah.  Saya menanggapinya dengan sikap kagum, kami berbincang – bincang sebentar, setelah itu saya mengambil sepeda mini kesayanganku lalu langsung mengayuhnya pelan – pelan menuju ke rumah, namun saat saya berada di seperempat perjalanan, saya bertemu Arkhan, kulihat dia berjalan kurang semangat dan tampak sangat kelelahan, mungkin karena satu minggu kemarin dia terkena sakit tipes. Rumahnya berada agak jauh dari sekolah dan saya sangat kasihan melihat kondisinya seperti itu.

“Khan kamu masih sakit ya … ? ” tanyaku khawatir.

“Aku cuma kecapean aja … ” jawabnya lemah.

“Hmmmmmm, ikut aku aja pulang, aku antar kamu duluan ke rumah atau bisa istirahat dulu dikantin sekolah, makan bakso, gimana … ? ” suruhku untuk rehat sebentar.

“Ya, boleh ” katanya setuju padaku.

********************

Selanjutnya setiap siang hari sepulang dari sekolah, saya bersama Arkhan sama – sama pulang mengendarai sepeda balap miliknya, ia senang hati menemani  mengantarku pulang, karena setelah liburan semester lalu, saya bersama Arkhan semakin akrab juga tidak pernah absen untuk pulang berdua.

Hingga pada suatu hari :

“Ada apa, Nia, kok tumben nggak ngajak aku pulang bareng ? ” tanya Arkhan
penuh keheranan, “Emmm … Sebenarnya nggak ada apa apa … !? ” jawabku singkat dan malas. Dalam perjalanan kami pulang kali ini, tidak seperti sebelumnya yang selalu penuh canda tawa serta pembicaraan – pembicaraan ringan tentang kita berdua atau guru – guru kami yang baik hati, Arkhan menuntun sepedanya dan berjalan pelan – pelan disebelahku, hanya keheningan kami rasakan berdua. Saya tidak ingin hari indah ini berlalu begini dengan seraut wajah kalem Arkhan tampak cemberut serta khawatir, aku hanya menginginkan saya dan Arkhan kembali sama – sama ceria seperti dulu lagi.

“Arkhan, kamu tau aku sangat merindukanmu seperti kemarin ? ” bathinku sambil menatap taman kota tertata apik lagi asri, kebetulan hari ini adalah awal musim hujan dimana bunga – bunga taman mulai mengeluarkan kuncup bermekaran. “Iya aku tau … ” tiba – tiba Arkhan mengejutkan lamunanku. “What ! Kamu denger apa yang aku omongin dalam hati ? ” kagetku. “Iya dong ………. ” katanya bernada sombong tetapi mulai bercanda seperti sedia kala. “Apaan sih !? ” kataku malu – malu sambil menepuk salah satu bahu Arkhan.

Mulai saat itu, kami berdua tidak canggung – canggung lagi untuk saling bicara juga bercanda, diskusi atau masing – masing dari kami suka berkunjung ke rumah pada waktu hari Minggu buat mengerjakan PR sekolah bersama – sama. Hal ini kami lakukan dengan keriangan hati hingga ujian semester akhir tiba, kemudian kami lulus ujian dengan hasil sangat memuaskan dan berencana untuk kuliah ke luar negeri !.

********************

Hari ini kami mengadakan pesta perpisahan terakhir disekolah. Semua teman – teman termasuk mantan kakak kelas dulu datang ke pesta untuk bergembira merayakan kemenangan kami atas soal – soal ujian sekolah yang sangat sulit dan akhirnya kami mampu lulus mendapat nilai memuaskan.

Pesta perpisahan sekolah sebelum meninggalkan seragam putih abu – abu selalu berlangsung penuh warna dan mengasyikkan untuk dihadiri. Hampir semua sekolah dikota ini mengadakan acara spesial ini untuk melepaskan siswa – siswinya yang sudah lulus dimana pesta seperti ini dikenal dengan nama prom night.

Pesta unik lagi menarik tersebut berlangsung disalah satu hotel mewah yang ada dikota Jakarta. Kepala sekolah, semua guru tercinta dan rekan – rekan OSIS mengusung tiga usulan tema sedang tren saat ini diperbincangkan dan digandrungi oleh siswa – siswi seragam abu – abu di Jakarta, yaitu futuristic, clock tower, dan great gatsby. Tetapi diantara ketiga tema tersebut, yang menjadi favorit adalah tema ” Once Upon a Time ” untuk prom night diadakan di Hotel Hilton, Jakarta.

Kalian pasti sudah kenal pada karakter – karakter dongeng, seperti Snow White serta Peter Pan serta teman – temannya yang lucu – lucu dari negeri dongeng, kan ? Prom night ” Once Upon a Time ” merupakan gabungan dari beberapa macam dongeng diseluruh dunia.

Terinspirasi dari serial televisi populer berjudul ” Once Upon a Time “, kami sangat bangga dan suka mengangkat tema juga konsep dari salah satu cerita dongeng melegenda didunia ini. Dari gedung hall hingga ballroom, semuanya dihiasi beragam dekorasi umum bisa anda lihat pada film – film Cinderella, Alice in Wonderland, serta kisah dongeng lainnya.

Mengingat malam ini merupakan malam terakhir kebersamaan kami dari seluruh siswa dan siswi kelas XII, kami berusaha menciptakan suasana pesta perpisahan ini agar mampu mengikat tali kebersamaan dan persahabatan yang menyenangkan sekaligus membuat kami terharu karena setelahnya kami akan berpisah untuk selama – lamanya.

Hall menuju ballroom dibuat maze atau biasa dikenal dengan istilah labirin. Di sebuah pojok labirin, dipajang foto – foto angkatan dari sekolah ini selama tiga tahun terakhir. Ada pasangan favorit sekolah kami, Kak Bastian dan kekasihnya tercinta, Fitria sedang tersenyum manis ke arah kami, adik – adik kelasnya yang memandang penuh kagum. Kami sangat terharu saat diberi kesempatan buat melihat foto – foto sederhana tersebut karena mampu mengingatkan begitu banyak kejadian indah yang sudah terjadi pada masa lampau ketika kami sama – sama belajar di sekolah ini. Labirin diakhiri dengan wall of fame dan photobooth. Seluruh siswa dan siswi diwajibkan mengambil foto paling selfie di dua spot acara ini.

Pembukaan acara prom night ” Once Upon a Time ” tersebut di atas dibuat sedemikian nyata layaknya kami memasuki dunia dongeng. Pintu Ballroom Hotel Hilton dihias sangat meriah seperti sebuah gerbang ( gate ) istana di atas awan pun dibuka pelan – pelan sebagai tanda puncak acara akan segera dimulai. Diiringi musik dari band Korea, seluruh siswa juga siswi memasuki gerbang menuju ballroom untuk menonton acara yang sebentar lagi dimulai.

Pertama, acara diawali dengan makan malam bersama. Hidangan makan malam terdiri dari masakan Eropa dan beberapa diantaranya adalah masakan Jepang, semakin membuat kami merasa tersanjung dan penuh kebahagiaan untuk pertemuan kami dan seluruh guru serta teman – teman yang lainnya atas ketersediaan waktu buat datang ke pesta ini pada malam hari yang terakhir ini. Bukan hanya untuk menikmati hidangan yang berasa sempurna di lidah kami masing – masing, kami pun dapat menikmati penampilan dari beberapa pengisi acara band sekolah yang memukau. Kami berharap acara prom night ” Once Upon a Time ” ini adalah menjadi acara perpisahan penuh kenangan, disamping menjadi wadah kreativitas penyuka seni.

**********

Jam menunjukkan pukul 12 malam ketika pesta usai. Kedua orangtuaku menungguku di halaman parkir hotel. Sementara Arkhan menyetir sendiri mobil milik kakaknya. Akhirnya penyesalanku tidak bisa ditutup – tutupi lagi oleh kemeriahan suasana pesta perpisahan yang kami hadiri tadi. Sebelum kami benar – benar berpisah, saya menyempatkan diri untuk berbincang – bincang sebentar di lobi hotel, hanya berdua saja.

“Oh iya, gimana rencana kamu setelah lulus dari sekolah ini … ? ” tanya Arkhan secara tiba – tiba dan penuh minat. “Sama seperti kamu ! ” jawabku sedih karena saya akan berpisah kampus dengannya. “Semoga sukses ya ?! ” Arkhan tampak mendukung rencanaku. “Yang sabar saja ya, Nia, kamu pasti akan bisa menggapai cita – cita setinggi langit. Mari pulang, hari sudah larut malam. ” kami mengakhiri hubungan manis dengan saling berjabatan tangan. Saya sangat senang karena melihat wajah Arkhan penuh semangat, dan akan merasa lebih bergairah jika suatu hari nanti bisa bertemu kembali dengan Arkhan dan ia akan berada disampingku, selamanya.

Saya merasakan hati ini berdetak pelan penuh kedamaian, nyaman, serta agak khawatir kalau perasaan ini adalah sebuah tanda kecil bahwa saya baru bisa belajar mencintai seorang laki – laki sebagai wanita dewasa.

********************

Pada suatu hari Minggu cerah. Tiba – tiba Arkhan meneleponku untuk bertemu disalah satu restoran China pada salah satu mall terdekat dari kompleks perumahan kami. Kami kesana berboncengan dengan sepeda balap kesayangan Arkhan.

Tiba ditujuan, kami memesan beberapa masakan China favorit lalu menyantapnya dengan lahap, bersama – sama, tanpa disertai perbincangan seperti sering kami lakukan ketika masih berseragam abu – abu di sekolah dulu.

Ketika tiba waktunya untuk pulang, pada suatu pertigaan berdekatan dengan rumahku, tiba – tiba Arkhan berhenti mengayuh sepeda lalu turun, aku mengikutinya menuju ke sebuah taman kota. Wajah Arkhan tampak serius, hal itulah sedari dulu yang membuat jantungku selalu berdetak semakin cepat.

“Ada apa, kok kamu turun tiba – tiba ? ” tanyaku. “Dari pertama kali berkenalan, saat dulu aku dan kamu sama – sama sekolah di SMU yang penuh kenangan manis,  aku suka kamu, Nia, dan   itu   telah   terjadi   jauh  –  jauh  hari  sebelum  kamu   dekat   dengan  Kak  Bastian.  ” Deg ! “Maksudmu apa Arkhan, ? ” tanyaku penuh rasa kurang percaya diri. “Ini perasaanku. ” Jawabnya sangat lembut dan singkat.

“Jujur saja, Nia, aku berharap kamu bisa mengerti keadaanku … ? ” Ungkapnya tanpa aku sadari, aku menangis penuh kebahagiaan di depan Arkhan, untuk kedua kalinya, saya tidak bisa menahan air mata yang keluar semakin banyak dan mengalir, membasahi kedua pipi ini, air mata kebahagiaan yang sangat melimpah.

Semua kegalauan hati, kekhawatiran dan penyesalan yang menggantung selama tiga tahun, semua perasaanku sebagai gadis belia yang beranjak dewasa dan terkadang merasa sia – sia akan sebuah pengharapan dari seorang laki – laki yang dekat, kini terhapus oleh kelembutan pengakuannya tentang perasaannya kepadaku, menjadi hal terpenting bagi kami untuk melangkah pasti dimasa depan.

Aku mencintaimu Arkhan.

Dibagikan

Penulis :

You may also like