Surat Untuk Anak-anakku

cerpen inspiratif curhat ibu kepada anaknya

Surat Untuk Anak-Anakku cerpen inspiratif tentang seorang ibu yang ingin meninggalkan pesan kepada anak-anaknya bahwa betapa dia mencintai dan menyayangi mereka. Silahkan simak cerita pendek inspiratif curahan hati berikut.

Cerpen Inspiratif Curahan Hati : Surat Untuk Anak-Anakku

Mungkin ketika kalian menemukan atau membaca surat ini, Ibumu ini sudah tidak ada di rumah ini lagi, mungkin saja aku sudah terbaring di rumah singgahku yang terakhir. Maaf jika aku tidak mewasiatkannya langsung kepada kalian semua, hanya menyimpannya di lemari bajuku, karena aku tahu betapa engkau sangat sibuk anak-anakku, dan aku tidak ingin mengganggu waktu kalian yang sangat berharga itu hanya karena sekedar mendengar ungkapan perasaan hati perempuan tua ini. Biarlah ungkapan perasaan ini aku tuliskan saja didalam suratku ini, dan kusimpan baik-baik bersama kumpulan lipatan pakaianku, aku sangat yakin, suatu hari nanti kalian pasti akan menemukannya manakala kalian hendak membersihkan lemari ini dari sisa-sisa pakaian peninggalanku.

Aku senang sekali telah melihat kalian semua hidup bahagia, Abang dan Adik semuanya telah mendapatkan apa-apa yang telah dicita-citakan, kalian sudah mempunyai kehidupan yang layak dan terpandang, dan ibu sangat bangga kepada kalian.

Ibu jadi teringat masa ketika kalian masih kecil-kecil dahulu. Adik suka sekali bermain dokter-dokteran, hehehe.. sampai corong air ibu pun dia pakai untuk bermain dokter-dokteran. Adik ini sangat ingin sekali menjadi seorang dokter, tapi selalunya tetap saja Ibulah yang menjadi dokter buat adik. Dokter yang senantiasa selalu siap sedia menolong bila adik memerlukannya. Adik pernah berkata kepada Ibu bahwa Adik akan belajar dengan rajin dan bersungguh-sungguh, jika adik sudah besar nanti adik mau jadi dokter, bila nanti Ibu sakit maka saat itu adiklah yang akan mengobati ibu. Betapa waktu ibu menangis penuh haru mendengarkan janji adik kepada Ibu.

Kadangkala Ibu sering bertanya dalam hati adakah nanti anak-anak Ibu akan melakukan hal yang sama kepada Ibu seperti apa yang telah ibu lakukan kepada kalian?. Ibu minta maaf sekiranya Ibu terlalu mendesak adik dan abang untuk belajar sungguh sungguh. Bahkan mungkin terkadang ibu sering memarahi kalian, tapi jujur sebenarnya itu semua ibu lakukan agar kalian bisa benar-benar mencapai apa yang kalian impikan.

Adik sangat rajin, ibu tak perlu meragukan kepintaranmu, Abang pula lain pula tingkahnya, selalu saja cemberut, hehehe… Suatu hari itu wajah Abang terlihat cemberut karena merasa lukisan keluarganya tidak bagus, dan Ibu mencoba menolong abang memperbaiki lukisannya itu.

Walaupun abang mengatakan lukisan keluarganya itu tidak bagus, tapi bagi Ibu, itu adalah lukisan paling cantik yang pernah ibu lihat. Abang bercita-cita ingin sekali menjadi seorang Photographer terkenal, Abang berjanji akan selalu mengambil foto-foto kita sekeluarga. Ibu tertawa bahagia mendengar gaya dan sikap abang waktu itu.

Orang tua bahagia jika anak-anaknya sukses

cerita pendek inspiratif anak sukses
Sukses

Alhamdulillah sekarang abang sudah menjadi seorang Photographer yang berhasil. Hanya saja sampai sekarang kita belum lagi mempunyai satupun foto keluarga kita. Sementara itu lukisan abang pun masih ibu gantung didalam kamar Ibu, bagi Ibu itulah satu-satunya gambar keluarga kita yang Ibu miliki.

Waktu sudah berlalu sangat cepat sekali, tak terasa adik dan abang sudah berhasil sekarang, sibuk bersama impian dan cita-citanya. Cuma kadang kala bukannya ibu tidak tahu kalau adik dan abang itu sangat sibuk, hanya saja hati ibu ini merasa sangat sepi sekali dirumah ini, terkadang ibu sering berlari lari menuju telepon yang berdering hanya karena sebuah halusinasi seolah-olah kalianlah yang menelepon, terlau naif memang, tapi ini sangkin rindunya ibu kepada kalian nak.

Terkadang para tetangga ada yang mengatakan bahwa ibu ini sudah gila, duduk di depan rumah sendirian menatap tajam kepada setiap kendaraan yang berhilir mudik dijalan depan rumah kita, hanya karena menunggu kedatangan anak-anaknya setiap hari. Ibu berharap mana tahu hari ini kalian pulang. Biarlah mereka-mereka itu mau bilang apa mengenai Ibu, karena bagi Ibu cuma itulah satu-satunya hiburan buat Ibu.

Terkadang Sering juga ibu menelepon kalian setengah jalan, kemudian cepat cepat memutuskannya, karena takut bisa mengganggu adik dan abang, karena Ibu tahu bahwa anak-anak ibu sangat sibuk. Ibu tak ingin sikap ibu ini mengganggu konsentrasi pekerjaan kalian, tapi sungguh nak ibu tak kuasa melepaskan kalian jauh dari ibu yang sendiri disini, ibu sungguh rindu kepada kalian, ibu ingin memeluk dan mencium kalian, ibu sungguh rindu kepada masa-masa kita dahulu berkumpul bercanda dan tertawa bersama.

Dan hingga pada suatu hari itu, ibu benar benar sudah tidak berdaya lagi, sakit ibu semakin parah, makanya ibu mencoba menelepon anak-anak ibu, tapi seperti biasanya semuanya sibuk, ibu mencoba menelpon adik hendak membicarakan mengenai sakit yang ibu derita, tapi belum selesai ibu bicara, adik mengatakan ia sangat sibuk sekali hari ini karena ada beberapa pasien nya yang menunggu.

Dan hari ini manakala ibu sudah merasa menghujung hidup ibu sudah dekat, melalui surat ini, Ibu hanya ingin mencoba mengatakan kepada kalian bahwa Ibu sangat rindu sekali kepada kalian nak, kepada adik dan Abang. Kepada semua kenangan yang pernah kita lalui bersama-sama, Dan Jika berdosa ibu membesarkan kalian berdua anakku, Ibu mohon kepada adik dan abang ampunkanlah dan maafkanlah ibumu ini, agar ibu bisa beristirahat dengan tenang di alam Ibu yang baru bersama Ayah kalian. Dan jika kalian rindu kepada Ibu, kirimkanlah saja do’a buat Ibu, itu sudah begitu cukup bagi Ibu nak.

Buat adik dan Abang yang sangat ibu sayangi dan rindui, do’a dan restu Ibu selalu menyertai kebahagiaan kalian berdua.

Cerita ini aku tuliskan dengan penuh khitmad khusus buat Emak, Ibuku tercinta..

“…Aku sangat mencintai dan menyayangimu Mak.. Maafkanlah segala kesalahanku yang mungkin telah merasa melupakan dirimu, walaupun belum tentu bisa membahagiakanmu dari segi materi, namun aku berusaha selalu membuatmu tersenyum senang kepada anakmu ini hingga di penghujung hidupmu..”


Terima kasih telah membaca cerpen inspiratif curahan hati seorang ibu kepada anaknya, semoga cerita pendek diatas dapat menghibur dan memberi inspirasi bagi pembaca sekalian. Salam sukses.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait