Cerita Misteri Susuk Kelabang Merah @ Bisfren.com

Cerita misteri susuk kelabang merah

Cerita misteri seorang gadis patah hati lalu meminta tolong pada dukun untuk memasang susuk kelabang merah. Mampukah susuk gaib tersebut mengembalikan kekasihnya ? silahkan simak cerpen berikut.

Cerpen Misteri Susuk Kelabang Merah

Malam ini Hendra meyakini dirinya harus kembali ke Bandung. Kota dimana dia pernah mengenyam pendidikan selama 4 tahun lamanya ditambah 2 tahun bekerja di sebuah perusahan advertising cukup besar disana. Kota dimana sejuta kenangan tentang seseorang yang membuatnya menyesal telah meninggalkannya.

Delapan bulan bukanlah waktu singkat baginya untuk mencoba meninggalkan mantan kekasihnya, Hani. Hendra memang sengaja memutuskan ikatan cinta diantara mereka karena terpikat oleh kenalan barunya, Desi, di Jakarta yang bahkan mengajaknya keluar dari tempat kerjanya untuk bekerja di salah satu perusahaan sejenis namun lebih terkenal di Jakarta.  Jadi bukan semata-mata Desi memiliki kecantikan lebih dari Hani, melainkan di mata Hendra, Desi lebih memiliki kelas juga lebih bisa mendukung karirnya dibanding Hani. Desi seorang wanita karir, masih muda, cantik, dan selalu berpenampilan modis. Sementara Hani, wanita berdarah Sunda tersebut adalah tipe ibu rumah tangga berpenampilan sederhana namun memiliki sikap pengabdian tinggi kepadanya. Namun begitulah adanya, godaan karir serta materi bisa membuat mata terlena. Meski Hani menangis terluka akibat diputuskan dan ditinggalkan tanpa alasan jelas, Hendra tiada bergeming hatinya. Dirinya sudah mantap dengan keputusan untuk memilih Desi sebagai pelabuhan cinta baru.

Tak satu kesempatan pun ditinggalkan untuk Hani, dirinya seperti bergegas pergi tanpa memberitahukan alamat tempat tinggal baru apalagi kantor dimana dirinya bekerja. Hati Hendra benar-benar sudah mantap untuk tidak kembali pada Hani. Bahkan kepada teman-teman di kantor lamapun dia tidak ingin bicara banyak. Hanya teman-teman dekatnya yang mengetahui keberadaannya.

Akan tetapi semua itu tidak berlangsung selamanya. Empat bulan lalu, tiba-tiba pikirannya selalu terbayang wajah Hani sehingga menyebabkannya mengirim pesan SMS ke nomor Hani yang masih diingatnya. Tidak perlu menunggu lama, Hani membalas SMS nya dengan mengatakan akan ke Jakarta ke rumah saudaranya esok lusa.

Benar saja dua hari kemudian Hani datang ke Jakarta, karena hari Sabtu, Hendra pun mengajaknya mengunjungi beberapa tempat wisata hingga malam hari. Tidak ada sama sekali Hani membicarakan masalah perpisahan mereka, tidak sedikitpun dirinya menyinggung rasa sedih serta sakit hatinya ditinggalkan Hendra. Hani seperti mampu bersikap tegar atas semua perlakuan tidak adil dari Hendra. Bahkan malam sebelum berpisah, dia memberikan sebuah ciuman hangat yang membuat Hendra seketika merasa dirinya berada di surga. Ciuman panas dari seorang mantan pacar.

Sampai pada tempat kost di bilangan Jalan Setia Budi, dekat pusat perkantoran megah kota Jakarta, Hendra tidak segera bisa tertidur. Berkali-kali tangannya memegang HP merasa ingin menghubungi Hani, tetapi berkali-kali pula dibatalkannya. Dia bahkan mengabaikan pesan-pesan Whatsapp masuk dari Desi menanyakan kabarnya serta janjinya mereka esok hari. Sejak malam itu, hingga malam-malam selanjutnya, Hendra selalu terbayang-bayang wajah Hani. Teringat pada kenangan masa lalu saat mereka bersama, terkenang pada kehangatan ciuman memabukan pada pertemuan terakhirnya.

Empat bulan lamanya sejak kedatangan Hani ke Jakarta, hingga malam ini. Dirinya mengemudikan mobil sendiri di tengah derasnya hujan tol Cipularang menuju kota Bandung untuk menuntaskan cinta lamanya yang belum selesai.

===============

Empat bulan lalu

Sudah empat bulan sejak ditinggalkan Hendra, Hani dirundung kesedihan. Luka hatinya sulit disembuhkan. Bila berada di rumah dirinya hanya mengurung diri dalam kamar. Tubuhnya menjadi kurus karena tak nafsu makan. Orang tuanya bisa merasakan ada sesuatu pada putri mereka, tetapi apa bisa dilakukan bila tidak ada cerita terucap darinya.

Pada saat mengalami kesedihan paling dalam itulah tiba-tiba muncul seorang sahabatnya Nunik. Kepada Nunik, Hani menceritakan segala keluh kesah serta rasa kecewanya. Dan sahabatnya tersebut ternyata memiliki solusinya. Diceritakannya tentang seorang nenek sakti di lereng gunung Ceremai, cukup jauh dari tempat mereka tinggal, yang bisa dimintai pertolongan. Mulanya Hani kaget, ditatapnya sahabatnya  seakan tak percaya dianjurkan menempuh jalan mistis supra-natural. Tetapi kegalauan hatinya lebih digjaya mengalahkan segala akal sehat serta logikanya. Segera saja mereka membuat rencana perjalanan.

Singkatnya tiga hari kemudian mereka berangkat dan sampai pada sebuah perkampungan di lereng gunung Ceremai. Dari sana mereka menapaki jalan menuju gunung  layaknya akan pergi melakukan pendakian. Tidak banyak barang mereka bawa kecuali air putih dan beberapa persyaratan yang biasanya diminta sebagaimana dikatakan Nunik. Gunung Ceremai dikenal sebagai gunung yang sepanjang perjalanannya tidak ada mata air. Jadi mereka harus membawa bekal air minum secukupnya meskipun bukan tujuannya mendaki sampai ke puncak, hanya menuju hutan masih termasuk kawasan lereng gunung Ceremai. Itupun dipandu oleh warga setempat yang dikenal sebagai pengantar orang meminta pertolongan gaib.

Dua jam perjalanan, sampailah mereka pada gubuk Nenek berusia sekitar 80 an namun masih tampak gagah. Matanya menatap tajam pada Hani membaca niat serta keteguhan hatinya. Akan tetapi sebagaimana umumnya para waskita, dia tidak semerta-merta mengatakan sudah mengetahui niat tamunya. Dipersilahkannya Hani menceritakan masalahnya.

“Mengembalikan kekasihmu bukanlah urusan sulit, akan tetapi menjaganya agar tak bisa lagi tergoda wanita lain tidaklah mudah. Semua kekuatan pelet atau pengasihan pada suatu saat akan berkurang kekuatannya” kata Nenek menyambut kisah diceritakan Hani. “Kalau kamu mau selamanya dia tiada mampu melupakanmu, tubuhmu harus dipasangi susuk” pungkasnya.

“Susuk apa nek ?”

“Susuk kelabang merah”, jawab sang Nenek. Hani terperanjat. “Tenang saja, tidak berbahaya. Karena kelabangnya juga bukan sembarangan melainkan sudah diberi kekuatan gaib”. “Lama dan sakit atau tidak Nek ?” tanya Hani. “Sebentar saja, tetapi kamu harus ingat bahwa setelah terpasang, kamu akan merasa lebih segar dan bersemangat. Wajah kamu akan tampak lebih menggairahkan. Kamu akan memiliki kekuatan diatas ranjang melebihi wanita biasa bahkan tiada satupun pria akan mampu menandingimu. Akan tetapi pada saat-saat tertentu gairah kamu akan memuncak…” Sang Nenek seperti menahan lidahnya untuk tidak melanjutkan perkataannya. Hani berpikir sejenak, menatap mata Nunik seakan meminta pendapat. Tetapi Nunik hanya menjawab dengan mengangkat bahunya. Akhirnya dengan mantap Hani pun menuruti saran sang Nenek. “Baik Nek, saya bersedia”. “Yakin ?” sang Nenek  menatapnya dalam. Batinnya sudah membisikan bahwa Hani sudah mantap, akan tetapi sebuah kontrak gaib harus dilakukan melalui ucapan. “Yakin nek” jawab Hani mantap.

Dan matahari senja  gunung Ceremai itupun menjadi saksi sebuah kontrak antara Hani dengan penguasa gaib gunung Ceremai. Satu ekor kelabang merah usia remaja dimasukan ke bibir bawah dekat dagu Hani Hani hanya dengan sebuah usapan lembut. Tidak ada rasa sakit, tidak ada luka. Tetapi kelabang di tangan sang Nenek secara gaib telah masuk pada peredaran darahnya, menjadikan bibir Hani sebagai tempat bersemayannya. Mampu berkeliaran di dalam tubuh kemanapun dia suka.

Hani pun mampu merasakan sensasi adanya mahluk hidup dalam tubuhnya, menandakan tiada kebohongan sang Nenek untuk melakukan tipuan. Sesekali bibirnya berkedut sendiri tanpa ada penyebab apapun bila mahluk gaib berwujud kelabang merah bergerak.

Merekapun segera pulang setelah mengucapkan terima kasih sambil tak lupa meninggalkan beberapa tanda terima kasih dalam bentuk gula, kopi, dan lain-lain serta sejumlah uang. Sebelum berpisah sang Nenek berkata “Ingat, dalam waktu dekat pacarmu akan menghubungi, ajak dia bertemu lalu berikan sebuah ciuman. Maka selamanya dia akan menjadi milikmu”.

Tidak ada hal istimewa sepanjang perjalanan kecuali malam itu, di Jakarta, mantan pacarnya, Hendra tiba-tiba teringat pada dirinya dan tak mampu memejamkan mata sehingga tangannya bergerak meraih ponsel mengirim SMS. Sungguh secepat itulah reaksi kekuatan gaib sang Nenek dari gunung Ceremai.

===============

Sebenarnya ada hal aneh dirasakan Hani sejak tubuhnya dipasang susuk kelabang merah. Hatinya tidak lagi merasa dihimpit kesedihan serta kegundahan. Seakan semua galau hilang begitu saja. Keberadaan bahkan kehilangan Hendra seperti bukan lagi hal istimewa baginya. Hani bahkan bisa tertawa, bercanda, makan dengan lahap sehingga tubuh dan wajahnya terlihat kembali bugar.

Akan tetapi dibalik semua itu, hatinya yang sekian lama terkunci pada Hendra secara tiba-tiba bisa melihat serta merasakan suka pada lelaki lain. Cintanya pada Hendra bukan lagi cinta mati. Pada saat ini, sekalipun Hendra tidak kembali padanya bukan menjadi masalah. Matanya bisa melihat bahwa banyak lelaki lain lebih tampan dan mereka semua memandangnya dengan pandangan suka. Benar kata Nenek sakti, setelah dipasang susuk kelabang merah, wajahnya akan terlihat lebih cantik dan tubuhnya akan terlihat lebih menggairahkan para lelaki.

Dan selama empat bulan setelah pertemuannya dengan Hendra di Jakarta, bukan dirinya yang memikirkan tetapi justru Hendra selalu memikirkannya bahkan tergila-gila padanya. Berkali-kali Hendra mengatakan ingin ke Bandung tapi selalu ditolaknya dengan mengatakan dirinya sedang sibuk. Sengaja hal tersebut dilakukannya untuk memberi Hendra kerinduan mendalam sama seperti pernah dirasakannya.

Hingga siang tadi, tiba-tiba dirinya merasakan gairah cintanya memuncak tanpa diketahui penyebabnya. Akhirnya diapun menghubungi Hendra untuk datang. Usai kerja, secepat kilat Hendra pulang ke rumah lalu bergegas berangkat meski sebenarnya memiliki janji pada Desi. Toh sudah empat bulan dirinya mengabaikan Desi. Hendra seakan tak memiliki beban pada Desi sama sekali. Lagipula pikirnya Desi wanita kota metropolitan dengan pergaulan luas,  kehilangan lelaki sepertinya bukan sebuah pukulan besar bagi Desi.

Sebuah cincin kawin sudah disiapkannya, malam ini juga dirinya akan melamar Hani sekaligus membicarakan pernikahan mereka. Tak ingin dirinya menunggu-nunggu lagi. Sementara disana Hani telah menanti kekasih hati dengan senyum kemenangan penuh misteri.

= TAMAT =

Semua nama, tempat serta istilah merupakan rekaan fiktif semata. Meminta pertolongan atau bekerjasama dengan mahluk gaib hukumnya adalah mempersekutukan Tuhan.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait