Tak Ku Biarkan Kau Merebut Suamiku

cerita pendek selingkuh cerpen perselingkuhan

Tak ku biarkan kau merebut suamiku adalah cerita pendek tentang wanita yang menggunakan kekuasaannya untuk mempertahankan suaminya yang selingkuh dengan gadis muda. Bagaimana kisahnya ? simak pada cerpen perselingkuhan berikut :

Cerita Pendek – Tak Ku Biarkan Kau Merebut Suamiku

Langkahku akhirnya terhenti didepan sebuah pintu berwarna silver dengan No. 1003, tanpa ragu aku memencet bel, di atas pintu sebuah kamera kecil seolah menatapku angkuh.  Hmmm… lumayan juga pengamanan di gedung apartemen yang tak terlalu mewah ini. Aku tersenyum ke arah kamera bahkan ku lambaikan tangan.

Sedetik kemudian pintu terbuka dan seorang wanita berwajah pucat menyambutku dengan gugup. Dia mempersilahkan ku duduk, tapi aku tidak langsung duduk, malahan melangkah berkeliling melihat suasana di dalam apartemen yang ternyata cukup luas dan lumayan ini.

Laki-laki itu ternyata begitu sangat perhatian hingga memilihkan sebuah tempat tinggal yang cukup lumayan buat wanita ini. Penataan interiornya juga lumayan bagus, ahaaa aku lupa bukankah wanita ini adalah bekas mahasiswanya dulu sewaktu dia menjadi dosen di jurusan teknik desain di Universitas yang dikelola yayasan keluargaku. Seleranya tidak terlalu buruk juga.

Puas berkeliling aku memilih duduk di sofa berwarna putih. Wanita itu duduk tepat didepanku, sesekali dia tertunduk karena tak ingin tatapannya bertemu denganku. Wanita di depan ini sudah beberapa kali kulihat, tapi baru kali ini aku bisa bertatapan langsung dan berada di jarak yang cukup dekat dengannya.

Dalam hati aku mengakui keberanian wanita ini untuk bertemu denganku. Beberapa waktu lalu ada juga beberapa wanita sepertinya yang sok berani toh akhirnya mereka mundur cepat atau lambat. Wajah yang cantik dan begitu sempurna bak dewi, kulitnya putih mulus, tubuh yang langsing dan berisi dengan hmmm…. Payudaranya yang menonjol. Ukurannya pasti 3b tak sadar aku melihat dadaku sendiri. Lalu akhirnya menelan ludah getir hahhahhah pantas saja Kevin tertarik dan jatuh cinta padanya.

“Kamu tahu kenapa aku datang kesini Meilinda, mencarimu di kota sebesar ini bagi kebanyakan orang mungkin sangat sulit, tapi bagiku tidak. Dimanapun kamu bersembunyi bahkan diluar negeri sekalipun selama kamu masih hidup di dunia ini aku pasti akan menemukanmu. ” Ucapku akhirnya jujur saja aku mengucapkannya dengan angkuh. Meilinda! bahkan namanyapun sangat cantik secantik orangnya.

“Aku tahu kenapa kamu ingin menemuiku Lusita, tapi apapun yang kamu lakukan tak akan mengubah keputusanku. Aku mencintai Kevin dan Kevin mencintaiku. ”

Ups… walau kalimatnya agak terbata tapi kulihat Meilinda berusaha menyelesaikan kalimatnya dengan nada tegas. Wow…. Aku takjub, wanita ini sangat berani.

“Aku tidak pernah melarang perasaan kalian Meilinda tapi kamu tahu betul kalau Kevin sudah beristri oh Meilinda kamu cantik, sangat cantik kamu bisa memiliki laki-laki yang lebih dari Kevin. Kenapa kamu harus menyusahkan hidupmu hanya untuk dia. ”

“Aku mencintainya. ”

“Hahahaha…. Cinta. Kamu terlalu naif Meilinda sayang. Cinta hanya akan menghancurkanmu. Atau kamu lupa aku juga mencintai Kevin karena dia suamiku.”

“Tapi dia tidak mencintai kamu Lusita, dan aku rasa kamu sudah mengetahuinya. ”

“Hmmm…. Melihat keadaanmu ini aku jadi kasihan. Cintamu begitu malang tidak sadarkah kamu merebut sesuatu yang bukan menjadi milikmu adalah kesalahan. Pada dasarnya sebutan seperti apa yang cocok untukmu Meilinda. Dan kamu begitu berani mengatakan mencintai laki-laki yang menjadi milik orang lain. Kamu tidak punya hak untuk mengatakan itu di depanku. Jangan karena kau pikir dia memberikan tempat tinggal ini untukmu dan kamu sudah bisa berhak atasnya. Hahahah kamu benar-benar bodoh”

“Aku tidak peduli apa yang akan kamu katakan Lusita, aku sudah memutuskan akan tetap bersama Kevin. Apapun resiko yang akan kami hadapi, aku tidak peduli. Aku mencintainya dan akan tetap mencintai. Aku juga akan menunggu karena cepat atau lambat Kevin akan menceraikan kamu. ”

Wow….. wanita di hadapanku ini tiba-tiba menjadi begitu berani karena cinta. Bahkan walau sadar tindakannya salah dia masih begitu angkuh mengatakan cinta. Apa dunia sudah terbalik seorang selingkuhan bahkan bisa begitu sombong dengan cintanya.

“Aku juga tak akan perduli dengan apa yang akan kamu lakukan selama Kevin tetap mencintai akan kuterima resiko apapun. ”

Hahahaha… aku tertawa kecil sikap idealis yang menggemaskan hati. Meilinda kamu benar-benar tidak tahu apa yang bisa kulakukan untukmu sayang. Aku tak akan menghukumku secara langsung tapi aku akan menyiksa hidupmu sampai kamu datang dan berlutut didepanku memohon pengampunan dan maaf.

“Ternyata belum kutanya kamu sudah menjawabnya Meilinda. Jadi kamu benar-benar tidak akan meninggalkan suamiku Meilinda? Sekali lagi aku bertanya padamu dan aku ingin kamu memberikan jawaban yang pasti dan benar-benar jawaban yang tak akan membawa penyesalan bagimu nanti. ”

“Ancamanmu tidak berlaku untukku Lusita. Aku tetap pada pilihanku aku tak akan meninggalkan Kevin. Walaupun kamu membunuhku. ”

“Oh sayang itu terlalu kejam, aku tak bisa membunuhmu walaupun sebenarnya kamu pantas untuk itu. Wanita brengsek perebut suami orang! Tidak, sayang, ada hukum di Negara kita bahkan untuk wanita-wanita seperti dirimu pemerintah masih melindungi. Tapi jika keputusanmu sudah bulat tak masalah buatku. Aku ingin kamu benar-benar mengenal siapa wanita bernama Lusita ini. Oh yah jika suatu saat kamu sudah tidak tahan kamu boleh datang padaku meminta maaf dan dengan senang hati aku akan memberikannya. Kalau begitu aku pergi dulu sayang. Selamat menikmati cintamu.” Aku beranjak meninggalkan Meilinda yang terdiam ditempatnya menatapku dengan tatapan penuh kemarahan.

Seolah ingat sesuatu aku berbalik. “Oh yah Meilinda bukankah Ayah dan kakak tertuamu bekerja di Grup Liberti. Posisi mereka sangat bagus sekarang. Dan kedua adik-adikmu kuliah di luar negeri. Aku akan memastikan kalau mereka akan baik-baik saja. ” ucapku tersenyum sinis. Dan wajah Meilinda semakin memerah aku tahu dia menahan kemarahannya. Tenang saja sayang aku akan membuat hidupmu seperti di neraka.

Awalnya saat mencium perselingkuhan Kevin suamiku dengan Meilinda tak terlalu membuatku kuatir. Karena seperti kejadian-kejadian yang lalu wanita-wanita itu pasti akan mudah untuk ku singkirkan. Hubungan merekapun hanya bertahan tak lebih dari beberapa bulan. Aku tahu sebagai laki-laki Kevin butuh suasana baru yang menyegarkan dan sesudah itu dia pasti akan bosan dan kembali padaku.

Tapi tidak untuk perempuan yang satu ini. ini sudah lewat 6 bulan Kevin belum meninggalkan wanita itu. Alih-alih meninggalkan dia malah memberikan sebuah apartemen untuk tempat tinggal wanita itu. Waktunyapun kebanyakan dihabiskan bersama wanita itu. Kupikir ini hanya main-main untuk mengusir kebosanan tapi ternyata tidak karena malam itu Kevin membahasnya denganku saat kami sedang makan malam.

“Aku jatuh cinta pada Meilinda aku ingin bersamanya. ” ucapan Kevin malam itu menghantam hatiku. Ingin saat itu aku berteriak dan melemparkan piring makanku ke wajahnya tapi malah sebaliknya aku begitu tenang. Aku bahkan tidak percaya dengan sikap tenangku sendiri

“Kamu yakin kamu jatuh cinta padanya Kevin ? ” aku malah bertanya seperti itu.

“Yah untuk kali ini Lusita, biarkan aku bersama dengan wanita yang kucintai. Tidakkah kamu sadari rumah tangga yang kita jalani ini hanyalah formalitas. ”

“Perasaanku padamu bukan cuma formalitas Kevin. Kamu tahu sekali kalau aku sangat mencintaimu dan berusaha menjaga keutuhan rumah tangga kita. ”

“Kalau kamu mencintaiku mengapa tak mengijinkan aku bahagia Lusita. Mari kita bercerai dan jalani kehidupan masing-masing. Aku yakin dengan semua yang kamu miliki kamu bisa mendapatkan laki-laki yang bisa membuatmu bahagia. ”

“Dengan semua yang aku miliki ? kalau begitu aku ingin bertanya padamu. Dengan semua yang aku miliki yang kamu nikmati saat ini apa kamu tidak bahagia Kevin. Apa kamu sudah memikirkannya baik-baik? Kamu sadarkan jika berpisah denganku kamu tak akan mendapatkan sepeserpun. Apa kamu siap hidup miskin ? katakan padaku sekarang ?”

Sejenak Kevin terdiam lalu menjawabnya dengan lantang. ” Aku siap Lusita toh saat pertama kali kita menikah aku tak memiliki apa-apa. Aku juga sudah lelah hidup bergelimang harta tapi tak bahagia. Toh aku juga tak memiliki hak apa-apa atas kekayaanmu.”

“Aku sudah memberikan semua yang terbaik untukmu Kevin, tapi kamu tak menganggapnya sama sekali. Kamu bahkan berkali-kali melukai perasaanku sama seperti saat ini. tapi tak mengapa… Kalau kamu memang sudah memutuskan hal itu. Aku akan menerimanya.”

Dan kalian pikir semudah itu aku akan menerimanya. Tidak ! tahukah kalian cinta itu begitu egois tak akan pernah kubiarkan apa yang sudah menjadi milikku di rebut orang lain. Tak akan pernah ! Aku memiliki cinta yang salah dalam hidupku, mencintai laki-laki yang sama sekali tak pernah mencintaiku.

Tak mengapa jika dia hanya mencintai harta kekayaan keluargaku tak mengapa. Asal dia ada bersamaku dan selalu disisiku tak mengapa. Walau tak memiliki hatinya setidaknya raganya ada disampingku setiap malam, bisa melihat dia tertidur, dan bangun dia masih berada disamping itu sudah cukup bagiku. Tak masalah juga jika hatinya ada orang lain, tapi jangan pergi. Cuma itu yang aku inginkan jangan pergi dariku. Lalu sekarang, apakah semudah itu dia akan meninggalkan aku.

Aku melangkah masuk kedalam mobil, disusul Novan sekertaris pribadiku.

“Kita kembali kekantor.” Ucapku pelan sembari menyandarkan kepalaku di sandaran kursi.

“Salahkah aku jika aku kembali menjadi kejam Nov. ” pertanyaan setengah bergumam pada diriku sendiri tak sadar terucap.

“Apa yang ingin kamu lakukan Lusita. ”

“Aku ingin membuat wanita itu menderita sampai pada keluarganya Nov. Aku ingin dia menyadari kalau merebut sesuatu milik orang lain adalah hal yang salah. Aku sangat ingin membuat dia menderita sampai dia tidak tahan untuk hidup. ” desisku marah.
“Kamu tinggal menyuruhku Lusita dan aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan. ”

“Kalau begitu lakukan, lakukan Nov ”

Dengan kekuasaan,harta, dan pengaruh nama besar keluarga, aku tidak peduli jika ada yang akan hancur. Begitu juga dengan kehidupan Meilinda dan keluarganya. Setelah Ayah dan kakaknya dipecat karena terlibat manipulasi dan penggelapan dana perusahan, kedua adiknya yang kuliah di luar negeripun mendapat masalah. Satunya di tangkap karena pesta narkoba dan satunya di pulangkan karena tak ada lagi biaya.

Meilinda juga di pecat dari perusahan dan  bisaditebak, melamar di perusahan manapun dia tidak akan diterima. Pengaruh dari nama perusahanku sangat besar. Sungguh kesalahan besar jika harus mencari masalah denganku. Kehidupan Meilinda morat-marit tapi aku tak akan puas sebelum dia datang dan meminta maaf padaku. Dan Kevin masih saja tetap pada keputusannya untuk bersama Meilinda dan menceraikan aku. Hahahah…. Sebesar itukah cintamu pada Meilinda Kevin? Kita lihat sampai dimana kalian bisa bertahan.

“Kamu, kamu yang melakukannya Lusita. Kamukan yang membuat kehidupan Meilinda jadi seperti ini. ” Kevin berdiri didepanku dengan tatapan mata murka. Aku yang sedang sibuk di depan komputer akhirnya menghentikan kegiatanku.

“Ada apa denganmu Kevin, bukankah kamu yang menginginkan semua ini terjadi. Oh yah satu lagi. Apakah kamu punya bukti kalau aku yang melakukan semua itu. Hidup ini keras sayang kita harus berjuang keras mempertahankan diri jika kita mau hidup. Kamu juga sadarkan kalau hidup ini penuh perjuangan. ”

“Kamu wanita yang kejam dan berhati iblis Lusita.”

Wow…. Aku yang di khianati berkali-kali yang harus menutupi semua kebusukan dan skandalmu, aku yang membuatmu hidup seperti pangeran. Lalu kamu mengatakan aku berhati iblis. Wow… sungguh tak bisa dipercaya kata-katamu Kevin. ”

“Kamu tak pernah mencintaiku Lusita, kamu hanya menjadikan aku seperti hewan piaraanmu. Hewan juga punya keinginan apalagi manusia. ”

“Kamu sadar apa yang kamu katakan Kevin, iblis ini yang membayar semua hutang keluargamu, iblis ini yang membuat adik-adikmu bisa kuliah dan lulus sarjana. Iblis ini yang mengangkat kehidupan keluargamu untuk tak diremehkan  dan dipermalukan. Iblis ini yang membuat kehidupanmu dan keluargamu bisa layak. Tapi sedikitpun kamu tak menghargai dan mensyukurinya. Haruskah aku juga menghancurkan keluargamu. Kamu tahu aku berhak untuk itu, aku berhak…..” teriakku keras dan penuh kemarahan.

“Tapi aku tak akan pernah mengusik keluargamu karena aku menyayangi mereka. Tak bisakah kamu juga seperti mereka. Menyayangiku ? aku sudah membebaskanmu, kamu bisa bersama Meilinda. Pergilah aku tak akan menghalanginya. Jika kamu sudah bosan mempertahankan cinta dan harga dirimu. Aku ada disini, aku akan menerimamu kembali. ”

Yah kamu bisa pergi Kevin, tapi maaf seperti pembicaraan kita malam itu, kamu tak akan membawa apapun. Aku memang egois…. Itu karena aku mencintaimu. Aku ingin melihat gengsi dan harga dirimu yang ingin kamu buktikan padaku. Kamu ingin membuktikan kalau kamu bisa hidup tanpa cintaku. Akan kulihat sejauh mana kamu bisa membuktikannya. Aku memang kejam, aku memang berhati iblis, tapi itu karena cintaku. Siapapun bisa melakukan apa saja atas nama cinta begitu juga aku.

Wanita itu akhirnya menyerah, kecantikan yang dimilikinya memudar di wajahnya yang pucat pasi, bahkan dia terlihat begitu kurus, dia berlutut memohon di hadapanku. Dan aku hanya bisa menatapnya kecut dan muak. Kenapa tak mati saja? Kenapa kamu harus muncul lagi di hadapanku ? Sejak lalu aku sudah memperingatkanmu kalau aku bisa melakukan apa saja untuk membuat hidupmu seperti dalam neraka. Dan aku akan tersenyum melihat kehancuranmu.

“Maafkan aku Lusita, maafkan aku. Aku mohon bantulah aku. Aku berjanji, tidak, tidak aku bersumpah aku tak akan menganggu kehidupan kamu dan Kevin lagi. Aku mengakui aku wanita rendahan, aku bersalah sudah mengganggu kehidupan rumah tanggamu. ” Air mata mengalir di pipi pucat dan kurus Meilinda, tapi aku tidak terkesan apalagi kasihan.

Perempuan-perempuan seperti kalian yang tidak sadar akan diri yang membuat banyak pernikahan di dunia ini hancur. Dengan kecantikan dan kemolekan tubuh, kalian menggoda suami orang membuat mereka meninggalkan istri dan anak-anak hanya demi perempuan rendahan seperti kalian.

Bisa ku bayangkan wanita diluar sana yang tak memiliki daya dan tenaga untuk membalas perbuatan suami mereka yang telah menghianati mereka. Bagaimana mereka bisa hidup dengan luka dan kepedihan yang di torehkan akibat penghianatan. Karena ketidak berdayaan mereka terus dimaanfaatkan.

“Aku bersumpah padamu Lusita, kasihanilah aku dan keluargaku. Mereka tidak bersalah akulah yang bersalah. Biarlah aku yang menanggungnya. Aku mohon Lusita saat ini keluargaku sedang kesulitan ekonomi. Aku mohon, aku mohon maafkan aku. ”

Hmmm… kesulitan ekonomi. Tidak punya uang dan pekerjaan. Hari gini mau makan apa ? makan cinta. Apa cinta bisa membuatmu bisa makan, minum, mencukupi kebutuhanmu sehari-hari. Hahahah…. Meilinda, Meilinda,….

“Aku sudah memaafkanmu, hiduplah baik-baik Meilinda. Carilah laki-laki yang benar-benar lajang. Jangan pernah merebut sesuatu yang bukan menjadi hakmu. ”

Aku adalah orang yang selalu menepati janji, ku kembalikan semua pada posisi semula, walau tak sempurna seperti dulu. Setidaknya kini Meilinda dan kakaknya bisa bekerja. Kedua adiknyapun sudah bebas dari masalah. Semua bisa diselesaikan dengan kekuasaan dan uang. Dan Kevin dia kembali lagi padaku. Entah kembali karena ditinggalkan Meilinda atau karena tak bisa hidup tanpa uang.

Seperti Meilinda akupun menutup semua akses Kevin walaupun dia sangat pengalaman dibidangnya, dan lulusan sekolah terbaik toh pengaruh kekuasaan keluargaku membuat dia tak bisa diterima di perusahan ataupun universitas manapun. Uang  memang tak menjamin kebahagiaan tapi keduanya tak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Tak punya uang ekonomi tak jalan dan bohong jika kita tak membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup kita.

Ini realita… dan cinta tak akan ada gunanya jika tak ada faktor pendukung. Dan jika aku menggunakan hal itu untuk merebut kembali cintaku apa aku bersalah ? Aku hanyalah seorang wanita dan istri yang sangat mencintai suamiku. Terlepas seperti apa tanggapan kalian tentangku, aku hanya ingin mempertahankan rumah tanggaku. Tak perduli apa Kevin mencintaiku atau tidak.


Terima kasih telah membaca cerita pendek tak ku biarkan kau merebut suamiku. Semoga cerpen perselingkuhan diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Tetaplah semangat dan optimis dalam menghadari cobaan hidup. Jadikan segala peristiwa sebagai sumber motivasi dan inspirasi untuk mencapai sukses. Sebagaimana kata bijak, jagalah selingkuhanmu, karena dia adalah orang paling berjasa saat kamu berderai air mata akibat perlakuan pasanganmu.

Dibagikan

Putri Wahyuningsih

Penulis :

Artikel terkait