Cerita Pendek Sakit Hati : Takdirku Bukan Jodohmu

cerpen sakit hati takdirmu bukan jodohku

Takdirku Bukan Jodohmu adalah cerita pendek (cerpen sakit hati) dari buku harian tentang gadis selalu disalahkan bahkan di caci maki oleh pacarnya akhirnya memutuskan hubungan. Sangat sulit jika cinta sudah berjalan sekian lama, tetapi memilih untuk bertahan juga akan semakin menyakitkan.

Cerpen Sakit Hati Takdirku Bukan Jodohmu

Hari ini kututup semua catatan didalam hidup ku. Dan aku putuskan untuk membuka lembaran baru.

Namaku Eva. Perkenalanku dengan seorang pemuda bernama Tony terjadi sekitar 5 tahun silam. Dari pandangan pertama menjadi kisah cinta begitu panjang, rumit lagi penuh cerita. Layaknya seorang remaja sedang dimabuk cinta, aku dan dia merasa bahagia, di awal bulan sampai akhir tahun pertama kita, sejak mengenal dia, aku langsung memperkenalkannya pada keluargaku.

Tidak butuh banyak proses panjang, keluargaku sudah memberi respon cukup baik untuk Tony, terutama ibu ku. Sejak awal bertemu dengan Tony, ibu langsung simpati padanya, kamipun menjalani kisah dengan santai, tapi sayangnya keluarga Tony tak merespon terlalu baik. Karena menurut mereka kami masih terlalu kecil, memang saat kami pertama kali menjalin cinta usiaku baru 15 tahun dan usianya 17 tahun. Hal wajar jika dari pihak keluarga belum memberi respon positif, tapi kami berdua tidak mudah menyerah. Kami terus menjalin kisah kami, kisah begitu indah.

Bagai mana tidak. Dia adalah cinta pertama ku, begitupun diriku adalah cinta pertamanya. Menuju tahun ke 2 kami bersama, percikan-percikan api antara kita mulai terlihat. Sifatnya begitu keras serta rasa egoisnya begitu tinggi, membuat kami sering terjebak di antara dua pikiran tak satu tujuan. Akupun mulai sering mengalah demi cinta serta rasa takut kehilangan dirinya. Seperti pasangan kekasih lainnya, pertengkaran antara kita sering kuredam, walau selalu diriku menjadi air ketika dirinya menjadi api. Semuanya kembali seperti semula, kita berjalan lagi seperti biasa. Semakin lama bersama, semakin jauh pula langkah kita berdua.

Kali ini hatiku tak mengerti mengapa sifatnya berubah, perubahannya semakin kurasakan, namun setiap kali kutanyakan jawabannya selalu sama, hanya fikiranku terlalu sensitif. Tetapi diriku tak mudah percaya begitu saja, karena kami bersama bukan sekedar hitungan hari, namun hitungan tahun. Ternyata benar saja, cinta kasihku telah dinodai dengan kehadiran gadis lain dalam hatinya. Sejak saat itulah diriku mulai tak percaya pada kesetiaannya. Namun lagi lagi, diriku terjebak pada keadaan keluarga yang selalu menuntut agar terus bersamanya. Rasa kecewa juga sakit hati membawaku dalam permainan cinta. Hatiku mulai mendua, membagi cinta dengan seorang dari cerita cinta masa lalu yang pernah hadir dalam cinta monyetku.

Cinta Terlarang

Lama diriku menjalin cinta terlarang tanpa diketahui Tony, karena diriku memang pandai membagi waktu. Namun diriku melakukannya karena dia lebih dulu menyakitiku. Bahkan diriku hidup dalam dua cinta, namun semuanya berjalan baik baik saja. Meski hatiku tak juga ingin tahu Tony hidup dalam dalam berapa cinta. Yang pasti semua mengalir apa adanya. Hanya ada satu kejadian membuatku terasa bodoh yaitu saat diriku hampir mengakhiri hidup hanya karena takut kehilangan Tony. Yach .. Walaupun hidup dalam dua cinta, namun hatiku tetap lebih sayang padanya, karena memang dirinya adalah cinta pertama ku.

Hatiku mulai merasa kisah cinta kami tak seindah dulu. Rasa egois dalam diri Tony semakin menjadi. Kami selalu bertengkar hebat, aku selalu disalahkan, entah dalam hal apapun. Rasa lelah mulai singgah dalam hatiku. Lelah untuk mencintai manusia egois sepertinya. Namun diriku tak bisa melepaskannya, karena memang dari pihak keluarga semakin menekanku untuk terus bersamanya.

Di tahun ke tiga Tony mulai berani membawaku ke rumahnya, memperkenalkanku pada seluruh keluarganya. Tak butuh waktu lama untuk mendapat nilai positif dari pihak keluarganya. Cinta kami pun mulai berjalan ke jenjang lebih serius. Tony meminangku, dia menjadikanku sebagai tunangannya. Walau pertengkaran masih sering terjadi, namun diriku selalu mencoba bersikap tenang. Walau sering kali emosi meluap karena rasa lelah atas sikap-sikapnya. Semua berjalan seperti tahun tahun sebelumnya, tiada perubahan di antara kita, bahkan sifat egois serta keras kepalanya tiada dapat kukendalikan lagi. Akan tetapi Tony selalu bisa bersikap baik baik saja jika dihadapan seluruh keluarga. Ini membuatku semakin tersiksa.

Apa yang kurasakan tak pernah orang lain tahu. Hanya kepada sahabat – sahabat ku keluh kesah ku curahkan. Mungkin mereka merasa lelah mendengar semua cerita curahan hati terus menyiksaku namun tak juga ku akhiri. Diriku semakin terjebak dalam nada nada cinta yang sebenarnya tak ingin ku akhiri.

Sebenarnya batas kesabaranku terhadap Tony tak dapat lagi ku tahan, diriku benar – benar lelah akan kisah kami. Telah ku berikan cinta serta kesabaran bahkan penghasilanku. Namun setiap kali ingin lepas, selalu saja orang tua ku tak mengijinkannya. Mereka selalu bilang hubungan cinta anak perawan tidak boleh kandas ditengah jalan, pamali, katanya.

Sementara tahun depan diriku akan dilamar oleh keluarga Tony, pertengkaran hebat terjadi lagi di antara kami saat ini. Tony mulai berani mencaci maki diriku, menghina martabat keluargaku. Sebagai wanita normal diriku tak ingin mengemis cinta yang salah. Terserah bagaimana tanggapan keluargaku tentang keputusanku untuk meninggalkan Tony. Yang pasti hatiku sudah tak tahan lagi. Biarkan waktu membawaku menemukan cinta kembali. Kuakhiri kisahku dengan Tony, dengan tekat bulat dan keputusan dari hatiku, karena yang diriku tahu tak ada cinta sebodoh ini. Cinta yang hanya mementingkan emosi egois saja. Yang kucari bukan sekedar cinta, namun masa depan. Jika memang benar takdirku bukan jodohmu, biarkan diriku lepas bebas dari segala jerat cinta yang salah ini.

Dibagikan

Eva Wahdaniyah

Penulis :

Artikel terkait

2 Comments