Terbungkus Rapi

cerita curhatan sedih hadiah ditolak

Terbungkus rapi adalah sebuah cerita curhatan sedih seorang gadis yang memberi hadiah ulang tahun kepada lelaki dambaannya namun ditolak mentah-mentah sehingga sangat sedih. Bagaimana kegundahannya ? simak pada cerpen curahan hati berikut :

Cerita Curhatan Sedih Hadiah Ditolak – Terbungkus Rapi

Seminggu lagi adalah hari lahirmu tepatnya usiamu 24 tahun. Akupun bingung kado apa yang akan kuberikan karena aku tahu bahwa kamu sudah memiliki semuanya.

Disaat diriku usai sholat maqrib kemudian aku lanjutkan membaca Al-Qur’an terlintaslah dibenakku menghadiahkan sebuah Al-Qur’an untukmu karena ku yakin ini lebih bermanfaat bagimu. Tidak hanya itu akupun mengedit foto kita sedemikian lucu lengkap dengan kata-kata romantis yang membuat diriku senyum-senyum sendiri.

Tidak lupa aku juga memasangkan bingkai agar mata lebih indah memandangnya. Aku sangat bahagia, dalam anganku, aku melihat dirimu duduk diatas sajadah bersujud kepada Tuhan dan membuka setiap lembaran Al-Qur’an yang ku berikan.

Air mata pun membasahi pipiku menunjukkan betapa bahagianya diriku karena melihat sosok imam yang selama ini ku inginkan menjadi pendampingku seumur hidup, yang akan mengajari, mendidik dan menuntunku untuk selalu mendekatkan diri pada Tuhanku. Yang akan mengatakan kamu adalah wanita sangat cantik di dunia ini. Tapi ingatlah kamu masih berada diurut no 2 setelah ibuku!

Sungguh kamu adalah sosok calon suami yang diinginkan semua wanita tapi semua itu hanya ada dalam anganku, harapan tinggal harapan. Jangankan untuk membacanya, menerima kado yang terbungkus rapi dariku saja kau tidak mau.

Hatiku bagaikan disayat sembilu ketika kau melakukan penolakan sangat menyakitkan. Masih terngiang di telingaku kata-kata yang sempat terucap dari bibir manismu sehari sebelum hari jadimu “Mana kado untukku ?”. Aku hanya tersenyum mendengarkannya tapi hatiku menjawabnya “Tenanglah, seminggu sebelum hari jadimu aku telah menyiapkan hadiah untukmu”. Namun dalam waktu yang begitu singkat kau tidak menginginkannya lagi.

Tapi aku tahu bahwa aku tidak berhak lagi dengan barang-barang ini karena aku sudah berniat untuk memberikannya padamu. Aku berusaha menghubungimu menanyakan bagaimana, kepada siapa, dan kemana akan ku berikan barang-barang milikmu ini? Jawaban yang sangat simple bakarlah foto itu dan berikan Al -Qur’annya ke Masjid !

Dengan senang hati bertepatan malam nisyfu sya’ban, aku memberikan Al-Qur’an ini ke mesjid tapi tidak dengan membakar foto ini. Maafkan aku yang telah mencuri milikmu dengan diam, izinkanlah diriku menyimpannya!

Tidak peduli sekeras apapun dirimu, tidak peduli sebenci apapun dirimu diriku tetap menyayangi dan mencintaimu.


Terima kasih telah membaca cerita curhatan sedih tentang menolak hadiah. Semoga cerpen curahan hati diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Ingatlah selalu bahwa kita dilarang menolak hadiah dari siapapun jika mengetahui pasti bahwa pemberian tersebut tidak memiliki maksud dan tujuan buruk dibelakangnya. Namun kita boleh menolak sedekah apabila merasa tidak layak untuk menerimanya atau ada orang lain yang lebih membutuhkannya.

Dibagikan

Indah Ayu Lestari

Penulis :

Artikel terkait